Nursamsiar Nursamsiar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK ETANOL DAUN JATI PUTIH (Gmelina arborea Roxb.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) Wahyu Hendrarti; Maulita Indrisari; Marliana Pasang; Nursamsiar Nursamsiar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Vol. 09 No. 03 Desember 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.738

Abstract

ABSTRAK Jati Putih (Gmelina arborea Roxb) yang dikenal sebagai Gamhar adalah pohon yang banyak tumbuh yang menyebar alamiah, sebagian besar dari India, dimana akar, kulit kayu, daun, bunga, dan buah merupakan bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai obat.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek toksik setelah pemberian ekstrak etanol daun jati putih (Gmelina arborea Roxb). Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif menerima akuades dan kelompok perlakuan menerima ekstrak etanol daun jati putih pada konsentrasi 10 mg/g BB selama 60 hari berturut-turut. Masing–masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Hari ke-31 dan ke-61 dilakukan pengambilan darah kemudian pengukuran kadar SGPT, kreatinin dan pembedahan. Hasil penelitian uji toksisitas subkronik ekstrak etanol daun jati putih pada tikus putih jantan menunjukkan bahwa pada hari ke-31 tidak ada tanda-tanda kerusakan pada organ hati, ginjal dan lambung, sedangkan pada hari ke-61 menunjukkan terjadi luka pada lambung. Kata kunci : toksisitas, subkronik, daun jati putih, tikus putih. ABSTRACT Goomar teak (Gmelina arborea Roxb) is known as Gamhar trees that grow naturally widespread, mostly from India, where the roots, bark, leaves, flowers, and fruit of the plant part that can be used as medicine. The purpose of this study was to determine the toxic effects after administration of ethanol extract of leaves of goomar teak (Gmelina arborea Roxb). In this study there were two groups: negative control group and the treatment group receiving aqudest received ethanol leaf extract at a concentration of 10 mg white teak/g BW for 60 consecutive days. Each group consisted of 6 rats. 31st day and the 61st was then measured levels of blood sampling SGPT, creatinine and surgery. The results subchronic toxicity test ethanol extract of goomar teak leaf on white male rats showed that at day 31 there was no sign of damage to the liver, kidneys and stomach, whereas on day 61 showed an injury to the stomach. Key words: toxicity, subchronic, goomar teak leaves, white rats.
UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA SENYAWA SEBAGAI PENINGKAT PENETRASI TERHADAP LAJU DIFUSI KRIM ASAM KOJAT TIPE MINYAK DALAM AIR SECARA IN VITRO Michrun Nisa; Radhia R; Sahibuddin A Gani; Aisyah Aisyah; Nursamsiar Nursamsiar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.773

Abstract

ABSTRAK Bahan peningkat penetrasi merupakan zat tambahan yang membantu difusi obat melewati stratum korneum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan propilenglikol, DMSO, dan isopropil miristat dengan berbagai konsentrasi sebagai peningkat penetrasi dalam proses difusi asam kojat secara in vitro. Krim asam kojat dibuat dengan variasi konsentrasi propilenglikol, DMSO, dan isopropil miristat masing–masing 1%, 2%, 4%, dan 8% serta tanpa peningkat penetrasi. Pengujian stabilitas krim meliputi organoleptis, penentuan tipe emulsi, pH, dan viskositas. Uji difusi dengan alat sel difusi Frans menggunakan membran kulit tikus (Rattus novergicus) dan difusi asam kojat dalam cairan kompartemen reseptor pada interval waktu 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120 menit diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV. Hasil uji stabilitas menunjukkan tidak ada perubahan sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat tehadap organoleptis, penentuan tipe emulsi, dan pH tetapi viskositas berbeda sangat signifikan akibat variasi bahan dan konsentrasi peningkat penetrasi. Dari formula krim asam kojat yang mengandung DMSO 8%, propilen glikol 1%, isopropil miristat 8% yang diformulasi dapat dikategorikan stabil secara fisik dan paling efektif dibanding formula lainnya. Kata kunci: peningkat penetrasi, laju difusi, asam kojat. ABSTRACT Penetration of an enhancer is an additive that assist the diffusion of the drug through the stratum corneum. The purpose of this study was to determine the effect propylene glycol, DMSO, and with various concentrations of isopropyl myristate as penetration enhancers in the diffusion process of kojic acid in vitro. Kojic acid cream made with various concentration propylene glycol, DMSO, and isopropyl myristate, 1%, 2%, 4%, and 8% respectively, well as no penetration enhancers. Tests include organoleptic stability of cream, determining the emulsion type, pH, and viscosity. Diffusion test with tool diffusion frans cells using mouse skin membrane (Rattus novergicus) and diffusion in the liquid compartment kojic acid receptors on the time interval 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, and 120 min were measured by using UV spectrophotometer. Stability test results showed there was no change before and after accelerated storage on organoleptic, determination of the type of emulsion viscosity and pH but differ significantly due to variations in ingredients and concentrations of penetration enhancers. Of kojic acid cream formula containing 8% DMSO, 1% propylene glycol, isopropyl myristate 8% which can be categorized formulated physically stable and most effective formula than the others. Key words: penetration enhancers, the rate of diffusion, kojic acid.
STUDI IN SILICO SENYAWA TURUNAN ANALOG KALKON DAN PIRIMIDIN SEBAGAI ANTIINFLAMASI: PREDIKSI ABSORPSI, DISTRIBUSI, DAN TOKSISITAS Nursamsiar Nursamsiar; Alprida Tandi Toding; Akbar Awaluddin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Vol. 13 No. 01 Juli 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v13i1.891

Abstract

ABSTRAK Kalkon merupakan golongan flavonoid yang mempunyai aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi profil farmakokinetik (absorpsi dan distribusi) serta toksisitas senyawa turunan analog kalkon dan pirimidin sebagai obat antiinflamasi. Prediksi parameter absorpsi dan distribusi menggunakan perangkat lunak PreADMET® dan sifat toksisitas menggunakan perangkat lunak Toxtree®. Penapisan senyawa berdasarkan kaidah Lipinski menunjukkan bahwa 24 senyawa hasil modifikasi memenuhi kaidah Lipinski, kecuali senyawa 22. Studi prediksi absorpsi dengan parameter HIA (Human Intestinal Absorption) menunjukkan semua senyawa terabsorpsi baik pada usus (70-100%), kecuali senyawa 4, 10, dan 11 moderate absorption (20-70%) dan senyawa 22 kurang terabsorpsi (0-20%). Parameter kemampuan permeabilitas pada sel Caco-2 menunjukkan semua senyawa memiliki kemampuan permeabilitas menengah (4–70%). Sedangkan profil distribusi berdasarkan keterikatan pada protein plasma menunjukkan bahwa semua senyawa terikat lemah pada protein plasma (