Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Antimikroba Fraksi n-Heksan dan Fraksi Air Clerodendrum paniculatum L. Terhadap Pseudomonas aeruginosa dan MRSA Dewi Pertiwi; Panal Sitorus; Ihsanul Hafiz
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.30659

Abstract

Ada banyak tanaman obat-obatan yang berasal dari alam terbukti memiliki senyawa antimikroba yang digunakan sebagai alternatif yang berpotensi secara efektif pada penanganan bakteri. Clerodendrum telah diteliti aktivitas antimikrobanya pada beberapa bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktifitas antimikroba dari fraksi n-heksan dan fraksi air dari daun pagoda (Clerodendrum paniculatum) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa and Metichilin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Aktivitas antimikroba dari senyawa yang diisolasi diukur dengan metode difusi cakram. Fraksi n-heksan dari Clerodendrum paniculatum memiliki aktivitas antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan inhibisi 9,43 ± 0,057; 8,76 ± 0,057; 8,17 ± 0,115; 7,03 ± 0,057 dan terhadap MRSA 6,07 ± 0,057; 6,03 ± 0,057; 6,03 ± 0,115; 6,03 ± 0,057 pada konsentrasi 300 ppm, 200 ppm, 100 ppm dan 50 ppm. Fraksi air dari Clerodendrum paniculatum memiliki aktivitas antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan inhibisi 9,13 ± 0,057; 8,30 ± 0,100; 7,86 ± 0,057; 6,53 ± 0,057 dan terhadap MRSA 8.50 ± 0,100; 7,73 ± 0,057; 6,87 ± 0,057; 6,47 ± 0,057 pada konsentrasi 300 ppm, 200 ppm, 100 ppm dan 50 ppm. Hal ini menunjukkan fraksi n-heksan dan fraksi air dari Clerodendrum paniculatum memiliki potensi sebagai antimikroba yang baru.
Penapisan Senyawa Kimia Tumbuhan dan Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri dari Fraksi n-Heksan Daun Pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Ihsanul Hafiz; Dewi Pertiwi; Nurul Husna
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.10750

Abstract

Tanaman pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) termasuk ke dalam tanaman obat yang diketahui memiliki berbagai manfaat, termasuk dalam mengatasi permasalahan infeksi bakteri. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis merupakan jenis bakteri yang menginfeksi dan mengakibatkan masalah Kesehatan pada kulit. Artikel ini membahas hasil dari uji antibakteri yang dimiliki oleh fraksi n-heksan dari daun pagoda terhadap kedua bakteri kulit tersebut. Fraksi daun pagoda yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia dasar, kemudian diujikan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S. aureus dan S. epidermidis, dengan metode difusi cakram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraki n-heksan daun pagoda mengandung glikosida dan steroid/triterpenoid. Daya hambat terbaik fraksi terhadap bakteri S. aureus pada konsentrasi 10% (11,16+0,31) dan terhadap S. epidermidis pada konsentrasi 15% (8,33+0,23). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan fraksi n-heksan daun pagoda memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis.
Pemberdayaan Siswa Sebagai Apoteker Cilik Melalui Sosialisasi Gema Cermat di MIS Annur Prima Dewi Pertiwi; Embun Suci Nasution
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v11i2.1411

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan siswa sebagai apoteker cilik dalam hal edukasi mengenai profesi apoteker serta penggunaan obat yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini dilakukan karena pada umumnya siswa sekolah dasar kurang mengenal profesi apoteker dan penggunaan obat yang tepat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pengembangan metode  berbasis keaktifan siswa yang merupakan modifikasi dari Community Based Interactive Approach (CBIA). Kegiatan dilakukan dengan melakukan pre test, pemaparan materi, games, lomba mewarnai dan post test. Dari hasil rekapan pre test dan post test diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dalam semua aspek yang ditanyakan yaitu peserta pernah mendengar kata “apoteker” meningkat 14%, peserta mengetahui fungsi dan peran apoteker meningkat 53%, peserta mengetahui beberapa sediaan obat meningkat 20%, peserta mengetahui sediaan obat yang digunakan secara oral meningkat 47%, peserta mengetahui informasi obat yang harus dibaca sebelum minum obat meningkat 25%, peserta mengetahui bahwa ketika sakit harus pergi ke dokter, kecuali untuk penyakit ringan bisa dengan swamedikasi meningkat 24 %, peserta mengetahui jika membeli obat di apotek atau toko obat berizin meningkat 46%, Peserta mengetahui tempat penyimpanan obat yang baik meningkat 30%, peserta mengetahui cara membuang obat yang tepat meningkat 26%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi Gema Cermat di sekolah dasar terbukti efektif tertuama dalam bidang kesehatan khususnya mengenai profesi apoteker dan penggunaan obat yang baik dan benar.Kata kunci: Apoteker cilik, obat, CBIA, Gema cermat