Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Inflammatory Activity Test of N-Hexant Extract of Kandis Acid (Garcinia Xanthochymus) Against Male White Mice (Rattus norvegicus) Winata, Hanafis Sastra; Hafiz, Ihsanul; Kartika, Yulis; Sihombing, Delima
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 3 (2021): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i3.2290

Abstract

Kandis acid (Garcinia xanthochymus) belongs to the genus Garcinia plants scattered in the tropics of Asia. The fruit is widely used as a flavoring dish by the Malay people. Based on research that has been done on the genus Garcinia, it is known that the largest active compound is the santon group. The research used is experimental. The sample in this study was a male white mouse. Anti-inflammatory activity test was conducted on test animals divided into 5 groups, each amounting to 5 heads with suspension test group N-hexan extract of kandis acid fruit dose 200, 400, 800 mg/kg bb, negative control group is CMC Na 1% susspence and positive control is Na diclofenac 2.25 mg/kg bb. Observations were made for 6 hours then the data was analyzed with a one way annalissys of variance (ANOVA) test. Research showed kandis acid extract (Garcinia xanthochymus) was shown to provide anti-inflammatory effects in male white mice induced caragenan at a dose of 200 mg / kgbb with an average value of udem decrease of 5.25, 400 mg/kgbb with an average udem decrease of 5.17 and 400mg/kgbb with an average udem decrease of 6.08, with the most effective dose in anti-inflammatory reduction being 400 mg/kgbb. The most effective dose of candis acid extract (Garcinia xanthochymus) in anti-inflammatory reduction in male white mice was the dose of kandis acid extract (Garcinia xanthochymus) 400 mg/kgbb. It is recommended to the next researcher to conduct fractionation research on kandis acid fruit plants..  
Formulation and Characteristic Test of Solid Soap From Ethanol Extract of Papaya Seeds (Carica papaya L.) Leny, Leny; Fransiska, Ella; Nababan, Herbet; Hafiz, Ihsanul; Iskandar, Benni
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2428

Abstract

The large consumption of papaya in Indonesia causes the availability of papaya seeds to be abundant and has not been used wisely. Papaya seeds contain secondary metabolites such as phenols, terpenoids, alkaloids and saponins which have an antibacterial activity. The purpose of this study was to develop papaya seeds into a cosmetic form and in this study is to formulate it into solid soap. The research was initiated by making an extract which was then formulated into solid soap with various concentrations of 2%, 4%, and 6%. Soap is tested for its characteristics to meet the requirements of soap in SNI 06-3532-1994. The soap meets the criteria for the pH requirement, which is between 9-10, has a water content of 1%, free alkali content of 0.044%, forms a stable foam and does not change during storage by using cycling test method.
Gambaran Penggunaan Obat Pada Pasien Ibu Hamil di Poliklinik Obstetri Dan Ginekologi di RSUD Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Leli Masliana; Ihsanul Hafiz; Indra Ginting
Jurnal Dunia Farmasi Vol 3, No 2 (2019): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v3i2.4498

Abstract

Pendahuluan; Ibu hamil memerlukan terapi obat untuk mengatasi gangguan kesehatan yang dideritanya dan obat pada ibu hamil patut mendapatkan perhatian karena dapat mempengaruhi janin. Tujuan; mengetahui jumlah penggunaan obat pada pasien ibu hamil dan kategori resiko terhadap janin berdasarkan kategori FDA. Metode; Dilakukan dengan retrospective observation, yaitu mengumpulkan data pasien rawat jalan ibu hamil di RSUD Kotapinang dilakukan pada bulan Juni-Juli 2018. Hasil; Berdasarkan 150 pasien ibu hamil yang tidak diiringi penyakit menggunakan 2 jenis obat 79 pasien (64,75%). Pasien ibu hamil yang diiringi penyakit menggunakan 1 jenis obat 9 pasien (32,14 %). Golongan obat yang diresepkan pada ibu hamil yaitu vitamin sebanyak 100 (33,33%)  antianemia 84 (25,22%). Kategori obat yang digunakan berdasarkan resiko terhadap janin adalah kategori A 183 (54,95%). Kesimpulan; Penggunaan obat pada pasien ibu hamil di RSUD Kotapinang  dengan rata-rata keseluruhan pasien yang tidak diiringi penyakit 1,96  dan pasien yang diiringi penyakit 3,2 jenis obat, golongan obat yang digunakan paling banyak obat vitamin 100 (33,33%). Peresepan obat yang paling banyak di gunakan berdasarkan kategori FDA adalah A 183 (54,95%).
Formulasi Kombinasi Minyak Nilam (Patchouli oil) dan Minyak Mawar (Rose oil) pada Sediaan Lilin Aromaterapi sebagai Relaksasi Khairani Fitri; Ihsanul Hafiz; Nuzulul Safitri; Mandike Ginting
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 2 (2020): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i2.4544

Abstract

Pendahuluan: Relaksasi menciptakan mekanisme batin dalam diri seseorang. Kandungan minyak nilam yaitu patchoulol termasuk kedalam golongan seskuiterpen alhokol. Sementara minyak geraniol dan feniletil alkohol sebagai komponen utama minyak mawar. Kombinasi keduanya memiliki efek relaksasi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah kombinasi minyak nilam dan minyak mawar dapat memberikan efek terapi relaksasi menggunakan alat Visual Analog Scale (VAS). Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan menguji tingkat relaksasi pada perbandingan konsentrasi minyak nilam:minyak mawar yaitu 0%:1%, 1%:0%, 1%:1%, 2%:2%, 2%:1%, 2%:0%, 0%:2%, 1%:2. Hasil: Lilin aromaterapi kombinasi minyak nilam dan minyak mawar memberikan efek terapi tenang dan segar. Hasil uji Wilcoxon yaitu tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat relaksasi antara F9 dan kontrol positif. Kesimpulan: Lilin aromaterapi dengan kombinasi minyak nilam dan minyak mawar dapat berfungsi sebagai relaksasi dengan aromaterapi terbaik yaitu pada formula F9. 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru (TB) di UPT Peskesmas Simalingkar Kota Medan Oktavienty Oktavienty; Ihsanul Hafiz; Tetty Noverita Khairani
Jurnal Dunia Farmasi Vol 3, No 3 (2019): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v3i3.4483

Abstract

Pendahuluan; Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.Jika tidak diobati atau tidak ditangani, tuberkulosis menyebabkan kerusakan jaringan progresif dan pada akhirnya menyebabkan kematian.TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis obat, dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6 – 8 bulan.Apabila pasien TB tidak dapat menyelesaikan pengobatannya secara tuntas maka resiko terjadi resistensi kuman TB terhadap obat TB semakin besar.Tujuan; Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap prilaku kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru ( TB ) di UPT Puskesmas Simalingkar Kota Medan. Metode;Jenis penelitian yang digunakan survey yang besifat analitik dengan pendekatan cross sectional.Penelitian dilakukan bulan April – Juli 2018. Sampel adalah total populasi pasien TB Paru BTA (+) berjumlah 42 orang. Data dianalisa secara univariat dan bivariat.Hasil;Penelitian menunjukan tingkat pengetahuan terbanyak dalam kategori baik sebanyak 30 orang (76,19%), sedangkan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 10 orang (23,81%). Berdasarkan hasil penelitian 42 orang responden, sebanyak 36 responden (85,71%) patuh minum obat, sedangkan sebanyak 6 orang responden (14,29%) tidak patuh minum obat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di UPT Puskesmas Simalingkar Kota Medan, dimana Hal ini dibuktikan dari nilai p-value asymp signifikan yaitu 0,002 p-value 0,05.Kesimpulan;Terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru di UPT Puskesmas Simalingkar Kota Medan.
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Body scrub Labu Kuning (Curcubita moschata) Leny Leny; Indra Ginting; Tiary N Sitohang; Siti Fatimah Hanum; Ihsanul Hafiz; Benni Iskandar
Majalah Farmasetika Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i4.35776

Abstract

Penggunaan body scrub merupakan salah satu perawatan kulit untuk mengangkat sel- sel kulit mati akibat radikal bebas, labu kuning merupakan salah satu tanaman yang banyak mengandung beta karoten serta vitamin C dan E yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan krim body scrub yang mengandung sari labu kuning (Cucurbita moschata). Sari labu kuning diformulasikan dalam variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Evaluasi formula krim body scrub yang dilakukan meliputi uji homogenitas, organoleptis, pH, stabilitas menggunakan metode cycling test, uji iritasi pada kulit, dan efektivitas pada kulit dengan mengamati kemampuan menghaluskan kulit dan meningkatkan kadar air pada kulit dengan menggunakan perangkat skin analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim body scrub sari labu kuning (Cucurbita moschata) homogen saat difomulasikan, memiliki bentuk, warna, tidak berubah setelah pengujian stabilitas dengan metode cycling test, dan mempunyai nilai pH yang memenuhi persyaratan pH kulit, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit sukarelawan. Sediaan yang dengan konsentrasi sari labu kuning 20% (F3) memiliki efektivitas paling mendekati kontrol positif yaitu mampu memperbaiki kehalusan kulit (evenness) hingga 50,00% dan meningkatkan kadar air (moisture) hingga 46,33%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sari labu kuning (Cucurbita moschata) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim body scrub yang stabil dan mampu memperbaiki kondisi kulit yang kasar menjadi lebih baik. 
Aktivitas Antimikroba Fraksi n-Heksan dan Fraksi Air Clerodendrum paniculatum L. Terhadap Pseudomonas aeruginosa dan MRSA Dewi Pertiwi; Panal Sitorus; Ihsanul Hafiz
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.30659

Abstract

Ada banyak tanaman obat-obatan yang berasal dari alam terbukti memiliki senyawa antimikroba yang digunakan sebagai alternatif yang berpotensi secara efektif pada penanganan bakteri. Clerodendrum telah diteliti aktivitas antimikrobanya pada beberapa bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktifitas antimikroba dari fraksi n-heksan dan fraksi air dari daun pagoda (Clerodendrum paniculatum) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa and Metichilin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Aktivitas antimikroba dari senyawa yang diisolasi diukur dengan metode difusi cakram. Fraksi n-heksan dari Clerodendrum paniculatum memiliki aktivitas antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan inhibisi 9,43 ± 0,057; 8,76 ± 0,057; 8,17 ± 0,115; 7,03 ± 0,057 dan terhadap MRSA 6,07 ± 0,057; 6,03 ± 0,057; 6,03 ± 0,115; 6,03 ± 0,057 pada konsentrasi 300 ppm, 200 ppm, 100 ppm dan 50 ppm. Fraksi air dari Clerodendrum paniculatum memiliki aktivitas antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan inhibisi 9,13 ± 0,057; 8,30 ± 0,100; 7,86 ± 0,057; 6,53 ± 0,057 dan terhadap MRSA 8.50 ± 0,100; 7,73 ± 0,057; 6,87 ± 0,057; 6,47 ± 0,057 pada konsentrasi 300 ppm, 200 ppm, 100 ppm dan 50 ppm. Hal ini menunjukkan fraksi n-heksan dan fraksi air dari Clerodendrum paniculatum memiliki potensi sebagai antimikroba yang baru.
Aktivitas Anti Luka Bakar dari Gel Minyak Kemiri (Aleurites moluccana L.) terhadap Tikus Putih (Rattus novergicus) Leny Leny; Evi Ekayanti Ginting; Warnus Laia; Ihsanul Hafiz; Jacub Tarigan
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p01

Abstract

Candlenut oil is often used as a traditional medicine that is used topically, generally used to treat hair and treat burns. The purpose of this study was to test the anti-burn activity of candlenut oil which has been formulated in the form of a gel. The method used was a laboratory experimental where candlenut oil was formulated in gel containing various concentrations of active substances 15, 20 and 25%, then tested for burn wound healing activity in mice induced by hot plates. Observation of wound healing time was carried out for 21 days. The results showed that 25% candlenut oil gel were similar to the positive control Burnazin® in healing burn wound. All of the candlenut oil gel formulas were completely fulfilled the requirement for gel preparation and have activity to heal burn wound. Keywords: Aleurites moluccana, burn wound healing activity, gel
Pembuatan Krim Anti Aging dari Ekstrak Etanol Daun Pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) Ruth Mayana Rumanti; Khairani Fitri; Ratna Kumala; Leny Leny; Ihsanul Hafiz
Majalah Farmasetika Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i4.38491

Abstract

Proses penuaan merupakan proses fisiologi yang tidak terhindarkan dan akan dialami oleh setiap manusia. Penuaan/aging terjadi akibat adanya kerusakan sel yang disebabkan karena akumulasi radikal bebas seperti paparan sinar matahari, rokok dan polusi udara. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol daun pagoda dalam bentuk sediaan krim anti aging yang diuji aktivitasnya terhadap kulit siku tangan sukarelawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Penelitian meliputi pembuatan sediaan krim menggunakan ekstrak etanol daun pagoda dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Uji evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, stabilitas, daya sebar, viskositas, iritasi dan uji aktivitas anti aging menggunakan alat skin analyzer selama empat minggu. Parameter yang diukur meliputi kadar air, kehalusan, pori, noda dan keriput. Hasil penelitian menunjukkan sediaan krim ekstrak etanol daun pagoda memenuhi syarat uji organoleptik, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, viskositas, dan tidak mengiritasi kulit. Sediaan krim ekstrak etanol daun pagoda dapat meningkatkan kadar air, kehalusan, mengecilkan pori, menghilangkan noda dan mengurangi keriput yang ditandai dengan hasil uji statistik menunjukkan hasil yang signifikan setelah empat minggu. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak etanol daun pagoda dapat diformulasikan dalam sediaan krim dan dikatakan tidak stabil setelah melewati uji stabilitas cycling test. Sediaan krim ekstrak etanol daun pagoda memiliki aktivitas anti aging pada kulit. Sediaan krim ekstrak etanol daun pagoda F3 (konsentrasi 10%) memiliki aktivitas anti aging yang terbaik.
Penapisan Senyawa Kimia Tumbuhan dan Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri dari Fraksi n-Heksan Daun Pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Ihsanul Hafiz; Dewi Pertiwi; Nurul Husna
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.10750

Abstract

Tanaman pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) termasuk ke dalam tanaman obat yang diketahui memiliki berbagai manfaat, termasuk dalam mengatasi permasalahan infeksi bakteri. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis merupakan jenis bakteri yang menginfeksi dan mengakibatkan masalah Kesehatan pada kulit. Artikel ini membahas hasil dari uji antibakteri yang dimiliki oleh fraksi n-heksan dari daun pagoda terhadap kedua bakteri kulit tersebut. Fraksi daun pagoda yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia dasar, kemudian diujikan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S. aureus dan S. epidermidis, dengan metode difusi cakram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraki n-heksan daun pagoda mengandung glikosida dan steroid/triterpenoid. Daya hambat terbaik fraksi terhadap bakteri S. aureus pada konsentrasi 10% (11,16+0,31) dan terhadap S. epidermidis pada konsentrasi 15% (8,33+0,23). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan fraksi n-heksan daun pagoda memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis.