Articles
Retensi Optimal Untuk Reasuransi Stop-Loss Dengan Pendekatan Buhlmann-Straub
Sibarani, Triana Sucova;
Soleh, Achmad Zanbar;
Noviyanti, Lienda
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
BPJS Kesehatan merupakan badan usaha milik negara yang ditugaskan untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Layanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan merupakan layanan asuransi sosial sehingga memungkinkan seorang peserta dalam setahun mendapatkan layanan kesehatan dengan besar klaim melebihi total iuran yang dibayarkannya. Keadaan ini berpotensi menimbulkan kebangkrutan bagi BPJS Kesehatan akibat total klaim yang melebihi iuran peserta. BPJS Kesehatan dapat tertolong dengan adanya reasuransi. Dengan adanya reasuransi BPJS dapat membagi risiko dengan perusahaan reasuransi. Dimana klaim yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah sebesar retensi dan sisanya dapat ditanggung oleh perusahaan reasuransi. Menggunakan model risiko kolektif, estimasi total klaim menggunakan pendekatan kredibilitas Buhlmann-Straub adalah sebesar Rp.220.521.050.432. Kemudian retensi ditentukan dengan menggunakan VaR yang akan meminimumkan total risiko perusahaan akibat reasuransi Stop-Loss. Untuk alpha=1% dan rho=1%, maka retensi BPJS kesehatan adalah Rp.136.630.255.868. Semakin besar loading reasuransi maka akan semakin besar pula retensi yang ditahan.Kata kunci: BPJS Kesehatan, Kredibilitas Buhlmann-Straub, Retensi Optimal, VaR, Reasuransi Stop-Loss ABSTRACTBPJS Kesehatan is a state-owned enterprise that assigned to administer health care benefits for all Indonesian people. Health services provided by BPJS Kesehatan is a service of social insurance so allows a participant in one year to get health services with the claims exceed the total fees paid. This situation could be lead to bankruptcy for BPJS because of total claims exceed the participants' contributions. BPJS kesehatan can be helped by the existence of reinsurance. With the reinsurance BPJS can share the risk with reinsurers. Where the claim is borne by BPJS is retention and the residual can be covered by reinsurance companies. Estimation of total claims with approach Buhlmann-Straub credibility is Rp.220.521.050.432. Then retention is determined by using the VaR will minimize the total risk due to Stop- BPJS Kesehatan is Rp.136.630.255.868. The greater the loading of reinsurance, the greater the retention hold.Keywords: BPJS Kesehatan, Buhlmann-Strau Credibility, Optimal Retention, VaR, Stop-Loss Reinsurance
Estimasi Besar Dana BPJS Kesehatan Untuk Menanggulangi Risiko Severitas Klaim Ekstrim Berdasarkan Metode Peaks Over Threshold
Siregar, Maia Majesta;
Soleh, Achmad Zanbar;
Setyanto, Gatot Riwi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan pasal 88, BPJS Kesehatan bertugas melakukan pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah memberikan layanan kepada peserta sebagai kompensasi layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat yang selanjutnya dinamakan total severitas klaim Faskes kepada BPJS Kesehatan. Semakin besar uang yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan untuk membayarkan klaim yang diajukan oleh Faskes kepada BPJS merupakan kerugian bagi BPJS yang dapat disebut juga sebagai risiko. Risiko yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah All Risk yakni semua masalah kesehatan dari peserta BPJS Kesehatan, apapun penyakitnya bahkan sampai yang paling parah sekalipun dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga menyerap biaya yang besar. Jadi, BPJS Kesehatan harus bisa memperkirakan kemungkinan uang keluar terbesar atau kerugian maksimum dari total klaim yang ada. Pada klaim Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), nilai klaim yang cukup besar, frekuensi terjadinya kecil sehingga data klaim RITL menunjukkan adanya nilai yang ekstrim. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan Extreme Value Theory dengan metode Peak Over Threshold untuk menghitung estimasi besar dana optimum yang harus disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk klaim RITL yaitu sebesar nilai VaR. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai VaR pada tingkat kepercayaan 99% sebesar Rp. 83.126.524.092,00.Kata Kunci : BPJS Kesehatan, Severitas Klaim, Risiko, VaR, Peaks Over Threshold
APLIKASI MODEL STOKASTIK DALAM PENENTUAN SALDO KAS HARIAN OPTIMAL BANK DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI GENERALIZED LOGISTIC (Study Kasus Salah Satu Kantor Cabang di PT. Bank XYZ, Tbk)
Rizki Maulana;
Lienda Noviyanti;
Achmad Zanbar Soleh
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22212/jekp.v4i1.65
Rata-rata saldo kas harian yang optimal diperlukan untuk mengatasi trade-off antara profitabilitas dan risiko likuiditas dari suatu aktivitas perbankan. Nilai tersebut diperoleh dengan meminimumkan model biaya yang diperoleh dari penjumlahan biaya transfer dan biaya kas menganggur berdasarkan kendala-kendala yang ada. Pendekatan random walk digunakan untuk mendapatkan rata-rata banyaknya transfer yang terjadi dan rata-rata saldo kas harian dirumuskan dengan pendekatan distribusi generalized logistic. Optimasi dari model biaya yang diperoleh dengan pendekatan distribusi generalized logistic ini memberikan nilai saldo kas harian optimal sebesar Rp4.105.000.163,94
Estimasi Besar Dana BPJS Kesehatan Untuk Menanggulangi Risiko Severitas Klaim Ekstrim Berdasarkan Metode Peaks Over Threshold
Maia Majesta Siregar;
Achmad Zanbar Soleh;
Gatot Riwi Setyanto
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan pasal 88, BPJS Kesehatan bertugas melakukan pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah memberikan layanan kepada peserta sebagai kompensasi layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat yang selanjutnya dinamakan total severitas klaim Faskes kepada BPJS Kesehatan. Semakin besar uang yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan untuk membayarkan klaim yang diajukan oleh Faskes kepada BPJS merupakan kerugian bagi BPJS yang dapat disebut juga sebagai risiko. Risiko yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah All Risk yakni semua masalah kesehatan dari peserta BPJS Kesehatan, apapun penyakitnya bahkan sampai yang paling parah sekalipun dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga menyerap biaya yang besar. Jadi, BPJS Kesehatan harus bisa memperkirakan kemungkinan uang keluar terbesar atau kerugian maksimum dari total klaim yang ada. Pada klaim Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), nilai klaim yang cukup besar, frekuensi terjadinya kecil sehingga data klaim RITL menunjukkan adanya nilai yang ekstrim. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan Extreme Value Theory dengan metode Peak Over Threshold untuk menghitung estimasi besar dana optimum yang harus disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk klaim RITL yaitu sebesar nilai VaR. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai VaR pada tingkat kepercayaan 99% sebesar Rp. 83.126.524.092,00.Kata Kunci : BPJS Kesehatan, Severitas Klaim, Risiko, VaR, Peaks Over Threshold
Retensi Optimal Untuk Reasuransi Stop-Loss Dengan Pendekatan Buhlmann-Straub
Triana Sucova Sibarani;
Achmad Zanbar Soleh;
Lienda Noviyanti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
BPJS Kesehatan merupakan badan usaha milik negara yang ditugaskan untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Layanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan merupakan layanan asuransi sosial sehingga memungkinkan seorang peserta dalam setahun mendapatkan layanan kesehatan dengan besar klaim melebihi total iuran yang dibayarkannya. Keadaan ini berpotensi menimbulkan kebangkrutan bagi BPJS Kesehatan akibat total klaim yang melebihi iuran peserta. BPJS Kesehatan dapat tertolong dengan adanya reasuransi. Dengan adanya reasuransi BPJS dapat membagi risiko dengan perusahaan reasuransi. Dimana klaim yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah sebesar retensi dan sisanya dapat ditanggung oleh perusahaan reasuransi. Menggunakan model risiko kolektif, estimasi total klaim menggunakan pendekatan kredibilitas Buhlmann-Straub adalah sebesar Rp.220.521.050.432. Kemudian retensi ditentukan dengan menggunakan VaR yang akan meminimumkan total risiko perusahaan akibat reasuransi Stop-Loss. Untuk alpha=1% dan rho=1%, maka retensi BPJS kesehatan adalah Rp.136.630.255.868. Semakin besar loading reasuransi maka akan semakin besar pula retensi yang ditahan.Kata kunci: BPJS Kesehatan, Kredibilitas Buhlmann-Straub, Retensi Optimal, VaR, Reasuransi Stop-Loss ABSTRACTBPJS Kesehatan is a state-owned enterprise that assigned to administer health care benefits for all Indonesian people. Health services provided by BPJS Kesehatan is a service of social insurance so allows a participant in one year to get health services with the claims exceed the total fees paid. This situation could be lead to bankruptcy for BPJS because of total claims exceed the participants' contributions. BPJS kesehatan can be helped by the existence of reinsurance. With the reinsurance BPJS can share the risk with reinsurers. Where the claim is borne by BPJS is retention and the residual can be covered by reinsurance companies. Estimation of total claims with approach Buhlmann-Straub credibility is Rp.220.521.050.432. Then retention is determined by using the VaR will minimize the total risk due to Stop- BPJS Kesehatan is Rp.136.630.255.868. The greater the loading of reinsurance, the greater the retention hold.Keywords: BPJS Kesehatan, Buhlmann-Strau Credibility, Optimal Retention, VaR, Stop-Loss Reinsurance
Optimal Retention for a Quota-Share Reinsurance
Lienda Noviyanti;
Achmad Zanbar Soleh;
Anna Chadidjah;
Hasna Afifah Rusyda
Jurnal Teknik Industri Vol. 20 No. 1 (2018): June 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (502.882 KB)
|
DOI: 10.9744/jti.20.1.25-32
The Indonesian Financial Services Authority (OJK) has instructed all insurance providers in Indonesia to apply a mandatory tariff for property insurance. The tariff has to be uniformly applied and the rule of set the maximum and minimum premium rates for protection against losses. Furthermore, the OJK issued the new rule regarding self-retention and domestic reinsurance. Insurance companies are obliged to have and implement self-retention for each risk in accordance with the self-retention limits. Fluctuations of total premium income and claims may lead the insurance company cannot fulfil the obligation to the insured, thus the company needs to conduct reinsurance. Reinsurance helps protect insurers against unforeseen or extraordinary losses by allowing them to spread their risks. Because reinsurer chargers premium to the insurance company, a properly calculated optimal retention would be nearly as high as the insurer financial ability. This paper is aimed at determining optimal retentions indicated by the risk measure Value at Risk (VaR), Expected Shortfall (ES) and Minimum Variance (MV). Here we use the expectation premium principle which minimizes individual risks based on their quota share reinsurance. Regarding to the data in an insurance property, we use a bivariate lognormal distribution to obtain VaR, ES and MV, and a bivariate exponential distribution to obtain MV. The bivariate distributions are required to derive the conditional probability of the amount of claim occurs given the benefit has occurred.
Perhitungan Cadangan Asuransi Tahunan dengan Metode Gross Premium Valuation menggunakan Bahasa Pemrograman Python
Alma Justica;
Sandra Kezia;
David Eurico;
Alif Anindyanari Putri Priyambudi;
Ratu Alivya Syahrazard Anees;
Achmad Zanbar Soleh
Jurnal Matematika Integratif Vol 18, No 1: April 2022
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (505.779 KB)
|
DOI: 10.24198/jmi.v18.n1.35796.53-62
Cadangan merupakan hal yang krusial untuk perusahaan asuransi karena cadangan digunakan untuk menghindari hal-hal tidak terduga seperti klaim di luar perkiraan dan lainnya. Untuk menghitung jumlah cadangan, perusahaan asuransi menggunakan alat bantu berupa aplikasi. Berdasarkan survey yang dilakukan pada Indonesian Actuaries Summit 2019, terdapat 47% perusahaan yang menggunakan aplikasi Prophet sedangkan 23% perusahaan lainnya masih menggunakan aplikasi konvensional, misalnya Ms. Excel Makro karena harga yang ditawarkan untuk membeli lisensi aplikasi Prophet terbilang cukup mahal. Dalam perhitungannya, penggunaan aplikasi konvensional membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dengan kemungkinan kesalahan yang lebih tinggi. Berangkat dari masalah tersebut, penulis membuat inovasi berupa aplikasi GPV Reserve, yaitu teknologi berbahasa pemrograman Python untuk menghitung cadangan dari asuransi jiwa dwiguna menggunakan pendekatan model Gross Premium Valuation. Aplikasi GPV Reserve memiliki tiga keunggulan utama, yaitu efektif, murah, dan mudah. Diharapkan, aplikasi ini dapat menjadi solusi bagi perusahaan asuransi jiwa khususnya dengan produk asuransi jiwa dwiguna untuk dapat menghitung cadangan dengan lebih efektif, murah, dan mudah.
RETURN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN PENDEKATAN SINGLE INDEX MODEL, TREYNOR BLACK MODEL, DAN BLACK-LITTERMAN MODEL
Adri Arisena;
Lienda Noviyanti;
Achmad Zanbar Soleh;
Fajar Indrayatna
VARIANCE: Journal of Statistics and Its Applications Vol 5 No 2 (2023): VARIANCE: Journal of Statistics and Its Applications
Publisher : Statistics Study Programme, Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/variancevol5iss2page117-130
Membentuk portofolio optimal adalah metode yang dapat membantu para investor meminimalkan risiko dan mengoptimalkan keuntungan. Beberapa model untuk portofolio optimal termasuk Single Index Model (SIM), Treynor Black Model (TBM), dan Black-Litterman Model (BLM). SIM didasarkan pada pengamatan bahwa harga sekuritas berfluktuasi sejalan dengan indeks pasar. Pada TBM, seorang investor dapat melihat bahwa model ini kurang fokus pada nilai beta tetapi lebih berfokus pada risiko tidak sistematis. BLM menggabungkan elemen data historis dan pandangan investor untuk membentuk prediksi baru tentang portofolio sebagai dasar pemodelan. Prediksi pandangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan time series ARIMA dan GARCH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk tingkat pengembalian portofolio optimal dengan menggunakan SIM, TBM, dan BLM berdasarkan pandangan tunggal investor serta kombinasi pandangan beberapa investor dengan pendekatan ARIMA dan GARCH.
PREMI ASURANSI PENDIDIKAN DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH WAIVER OF PREMIUM DAN RETURN OF CASH VALUE
Sandi Nurhibatulloh Suherman;
ACHMAD ZANBAR SOLEH;
LIENDA NOVIYANTI;
FAJAR INDRAYATNA
Jurnal Matematika UNAND Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA Universitas Andalas Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jmua.12.3.244-257.2023
Asuransi pendidikan adalah kombinasi antara tabungan pendidikan dan asuransi jiwa berjangka. Asuransi Pendidikan melibatkan dua orang yaitu orang tua (Ayah/Ibu) sebagai tertanggung dan anak sebagai penerima beasiswa. Asuransi Pendidikan memberikan manfaat berupa (1) dana tabungan pendidikan yang akan diberikan dalam 4 periode waktu yaitu di akhir tahun polis saat anak berusia 5 tahun, 11 tahun, 14 tahun, dan 17 tahun, (2) manfaat proteksi jiwa apabila orang tua meninggal dunia dalam masa asuransi. Pada penelitian ini akan memperhitungkan pengaruh manfaat lain yaitu (3) waiver of premium yang merupakan polis bebas premi apabila orang tua meninggal dunia, namun manfaat tetap dibayarkan sesuai kesepakatan awal, dan (4) return of cash value apabila anak yang dibeasiswakan meninggal dunia. Penelitian ini menentukan besaran premi kotor tahunan didasarkan pada konsep fully-discrete dengan anuitas joint-life. Dengan penambahan manfaat waiver of premium dan return of cash value akan meningkatkan premi kotor menjadi lebih mahal, akan tetapi manfaat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pemegang polis.
Cadangan Prospektif Produk Asuransi Jiwa Endowment dengan Metode Gross Premium Valuation
David Eurico;
Sandra Kezia;
Lienda Noviyanti;
Achmad Zanbar Soleh
Jurnal Matematika Integratif Vol 17, No 2: Oktober 2021
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jmi.v17.n2.34360.97-108
Penentuan cadangan asuransi jiwa yang melibatkan biaya-biaya dalam besaran preminya menjadi penting untuk dihitung dengan tepat sehingga perusahaan asuransi dapat mengelola cadangan manfaat dengan baik. Pada penelitian ini digunakan produk asuransi jiwa endowment single life double decrement (kematian dan ketidakmampuan total). Besaran cadangan manfaat dirumuskan secara prospektif melalui metode Gross Premium Valuation (GPV) yang memberikan nilai nol pada cadangan awal tahun pertama. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh dana yang masuk pada tahun pertama digunakan untuk menutupi biaya yang harus dikeluarkan perusahaan. Selanjutnya nilai dari cadangan GPV akan terus bertambah sehingga pada akhir tahun polis akan bernilai sama dengan manfaat asuransi endowment yang dijanjikan kepada pemegang polis. Dalam penelitian ini, dilibatkan pula beban administrasi, beban polis, dan loyalty bonus. Hasil yang diberikan adalah besarnya gross premium yang harus dibayarkan dari tertanggung perempuan berusia 30 tahun, dengan masa proteksi 20 tahun dan periode pembayaran premi selama 20 tahun dibayar setiap awal tahun yaitu sebesar Rp6.680.206,00 untuk tingkat suku bunga 7% dan Rp6.126.428,00 untuk tingkat suku bunga 8%. Cadangan yang harus dipersiapkan perusahaan asuransi pada akhir tahun pertama yaitu sebesar Rp2.581.881,00 untuk tingkat suku bunga 7% dan Rp2.309.611,00 untuk tingkat suku bunga 8% dan akan bertambah hingga pada akhir tahun ke-20 sebesar Rp200.000.000,00. Didapatkan hasil bahwa gross premium dan cadangan akan memiliki nilai yang lebih kecil untuk tingkat suku bunga yang lebih besar.