Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Epistemologi Kebudayaan dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Iman, Muis Sad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan manusia akan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman begitu pula dengan teori kebudayaan inipun juga sangat mungkin mengalami perkembangan. Dalam penelitian literature ini yang akan diteliti adalah teori kebudayaan dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah pengembangan terhadap pendidikan Islam yang lebih berorientasi pada teistik dan lebih memberikan makna dalam terapan kontekstualnya. Secara metodologis peneliti berusaha menemukan dan memperoleh informasi yang relevan terhadap pemecahan permasalahan. Peneliti menggunakan metode penentuan data dari sumber-sumber yang secara sistematis dapat direduksi. Untuk menjaga kredibilitas dan obyektivitas data maka data riset kepustakaan dipilih yang memadai untuk memecahkan persoalan yang menjadi fokus kajian. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebudayaan akan terus mempengaruhi dunia pendidikan dan pendidikan akan menciptakan kebudayaan baru. Disinilah peran pendidikan Islam menjadi sangat penting yaitu menciptakan suasana kebudayaan yang demokratis tetapi Islami, mengarahkan kebudayaan baru kepada hal-hal yang bersifat positif dan mensejahterakan umat manusia.
Implementasi Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kinerja Guru PAI di MAN 2 Magelang Puspitasari, Novita Ika; Baihaqi, Akhmad; Iman, Muis Sad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia membutuhkan pendidikan agar cerdas dan berakhlak mulia terutama tingkat pendidikan Madrasah Aliyah. Perbaikan pengajaran terus dilakukan, kemudian supervisi akademik diarahkan untuk mengembangkan sumber daya manusia atau kinerja guru PAI. Maka dari itu perlu diadakan supervisi akademik pengawas di MAN 2 Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1)mengetahui implementasi supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang, dan 2)mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat dalam supervisi akademik pengawas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian adalah pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru PAI MAN 2 Magelang. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa: 1)Implementasi supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang sudah berjalan sebagaimana mestinya dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Supervisi akademik pengawas perlu dilakukan dengan adanya kegiatan kepengawasan guru menjadi terkontrol karena ada yang menilai, sehingga kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang meningkat, 2)Faktor pendukung implementasi supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang yaitu komunikasi yang sudah terjalin baik, peserta didik mudah dikondisikan dan media pembelajaran yang tersedia. Faktor penghambatnya yaitu belum maksimalnya daya dukung sarana dan prasarana sekolah, kurangnya kerja sama di lingkungan sekitar sekolah.
Distribution of Zakat through the Rumah Gemilang Indonesia Programme via the Networking Scheme Usman, Nurodin; Janah, Nasitotul; Iman, Muis Sad
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 8, No 2 (2025): Vol. 8, No. 2, April 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jua.v8i2.37050

Abstract

Among the challenges encountered by zakat institutions in Indonesia are traditional management practices and limited collaboration with other institutions. This study employs qualitative research methodologies to analyse the distribution of zakat with the aim of enhancing human resource quality through a networking framework involving fellow zakat institutions. The development model is manifested in the form of a flagship programme, Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Magelang Campus, which results from collaboration between Lembaga Amil Zakat Dana Kemanusiaan Dhuafa (LAZ DKD) Magelang City and Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al-Azhar Peduli Ummat Jakarta. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis involved a series of activities, including data reduction, data presentation, and deriving conclusions. The findings of the study indicate that network development is essential for zakat institutions to enhance their performance in fundraising and distribution programmes. The collaboration between LAZ DKD and LAZNAS Al-Azhar, exemplified by the Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Magelang Campus, has demonstrated significant benefits that bolster the development of zakat management for both institutions. For LAZNAS Al-Azhar, the RGI Magelang Campus represents a key programme for zakat fund distribution, while for LAZ DKD, it serves as a leading initiative to foster closer ties with the community. The partnership between the two institutions continues to evolve, giving rise to additional pioneering programmes that are mutually beneficial and have empowering effects on the mustahiq. From an Islamic legal perspective, the distribution of zakat for the empowerment of the impoverished youth is permissible, as they are classified among the groups entitled to receive zakat. Through this training programme, it is anticipated that participants will emerge as individuals capable of paying zakat in the future.