Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF DALAM BENTUK SPBU STUDI KASUS SPBU MASJID AGUNG SEMARANG Usman, Nurodin
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 1 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v4i1.145-163

Abstract

There are several variants of the management and development models that incorporate the concept of waqf productive and consumptive waqf. In the form of management and development of productive waqf property is manifested in the form of public refueling station (SPBU). This research is a descriptive qualitative study aimed to describe the management and development of waqf property of the Great Mosque of Semarang, which has an area of 119.1270 hectares of waqf land, particularly those managed to SPBU. The results showed that SPBU of Great Mosque of Semarang has succeeded in realizing the asset management model and the development of the productive waqf. SPBU of Great Mosque of Semarang have managed to make a significant contribution to the Great Mosque of Semarang and able to provide good service for consumers, as it provides the fuel needed by motorists generally. SPBU of Great Mosque of Semarang is also equipped with various facilities, such as prayer rooms, toilets, filling water and aeration, ATM, rest area, minimarket, clinic, car washbusiness
Peningkatan Makharijul Huruf dengan Metode Smart Tahsin di RW XIII Perumahan Pondokrejo Asri Danurejo Mertoyudan Magelang Usman, Nurodin; Pratiwi, Eko Kurniasih
Community Empowerment Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.369 KB)

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk menerapkan iptek bagi masyarakat dengan cara menerapkan Metode Tsaqifa dalam proses pembelajaran Alquran untuk dewasa selama 7.5 jam. Melalui penerapan metode tersebut, diharapkan dapat diketahui kekurangan dan kelebihan penerapan Metode Tsaqifa dalam proses pembelajaran Alquran untuk dewasa selama 7.5 jam tersebut. Tujuan lain dari pengabdian ini adalah untuk merumuskan model baru bagi pembelajaran Alquran untuk dewasa sebagai bentuk upaya tindak lanjut dari penyempurnaan dari kekurangan atau kelemahan Metode Tsaqifa ketika diterapkan di lapangan. Metode pelaksanaan kegiatan mengadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan program, pelaksanaan program, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pelaksanaan program adalah (a) terbentuk kelompok masyarakat yang mampu mengenal huruf hijaiyah dan angka dalam bahasa Arab dengan baik, (b) terbentuk suasana pembelajaran Alquran sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam berinteraksi dengan Alquran, dan (c) terbentuk kelompok studi dan kajian yang menjalankan kegiatan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan tentang Alquran
Manajemen Keuangan Masjid Bagi Takmir Masjid Nurul Iman Perumahan Pondok Rejo Asri Sebagai Upaya Meningkatkan Kemakmuran Masjid Hidayati, Istania Widayati; Usman, Nurodin
Community Empowerment Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.679 KB) | DOI: 10.31603/ce.v3i1.2440

Abstract

Kemakmuran masjid ditopang oleh manajemen keuangan yang baik. Berbagai program yang direncanakan tidak berlangsung optimal jika tidak didukung dengan keuangan yang kuat dan sehat. Artinya, perlu adanya manajemen keuangan yang baik dan profesional. Hal ini dikarenakan sebagian besar dana masjid berasal dari donasi jamaahnya, maka para jamaahlah yang paling berhak mendapat manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Infaq Jumat di masjid Nurul Iman setiap jum’at rata-rata Rp 700.000,- jika dikalikan satu bulan berarti mencapai angka Rp 2.800.000,- dan jika satu tahun dapat menembus angka Rp 33.600.000,-. Angka ini sejatinya dapat menjadi kekuatan ekonomi penggerak masjid, sehingga masjid dapat mencapai tingkat kemakmuran yang baik untuk kemakmuran jamaahnya. Perlu ditekankan kepada takmir bahwa uang infaq adalah amanah umat yang harus dikelola bukan didiamkan tanpa kegiatan yang manfaat. Kurang mampunya takmir membangun konsep kemakmuran berakibat pada kurang dinamisnya penggunaan uang infaq. Padahal harapan jamaah, infaq yang diberikan dapat digunakan sehingga mendatangkan manfaat dan juga pahala. Permasalahan yang paling mendasar adalah: masih banyaknya uang kas yang mengendap, belum digunakan untuk membuat beragam kegiatan yang bertujuan memakmurkan jamaah masjid. Adapun solusi yang ditawarkan untuk pemecahan masalah tersebut adalah melalui program sosialisasi, pelatihan, praktik dan pendampingan kepada takmir masjid Nurul Iman agar masjid melakukan kegiatan yang lebih banyak dan lebih bermanfaat bagi jamaahnya
Peningkatan Minat Baca Masyarakat Melalui Wisata Leterasi Hidayati, Istania Widayati; Usman, Nurodin
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 8, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.8177

Abstract

The purpose of this community service is to increase children's interest in reading. Nowadays, children have been busy with their gadgets and tend to have low literacy. The basic problem is the dominance of gadgets in the daily lives of children in Pondok Rejo Asri Housing in addition to the low literacy culture. The solutions offered are socialization, training, practice, mentoring and the establishment of a reading park so that children have higher linguistic intelligence and have a passion for better reading and writing. Reading, which has been assumed to be boring, will change its paradigm with something unique and interesting.  Literacy activities to foster children's reading interest in this service are carried out in several stages, namely: outbound, socialization, talk shows with young writers, magic clowns and outbound literacy. The last is to establish a children's reading park: "Peluk Buku”.
Implementasi prinsip akuntabilitas dalam manajemen wakaf produktif: studi kasus rumah sakit Islam kota Magelang Nurodin Usman
Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijtihad.v16i2.179-196

Abstract

This study describes the implementation of the principle of accountability in the management ofproductive waqf in the form of Islamic Hospital in Magelang City. The results showed that IslamicHospital is a core business managed by waqf institutions and has experienced significant developmentswith a marked number of users is increasing. The principle of accountability on the Rumah Sakit Islam(Islamic Hospital) Kota Magelang implemented by the Board of Supervisors to supervise routinelybased on a report prepared by the Director of RSI. Implementation of this principle on endowmentsinstitutions is expected to increase the confidence of stakeholders. For the future, supervision throughan external audit needs to be programmed to improve accountability and public trust.
Studi Hadis-Hadis Wakaf Dalam Kitab Sahih Al-Bukhari Dan Fath Al-Bari Nurodin Usman
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.547 KB)

Abstract

Makalah ini memaparkan hadis-hadis mengenai wakaf yang terdapat dalam kitab Sahih al-Bukhari dan syarahnya, yaitu Fath al-Bari. Hasil studi menunjukkan ada sekitar 26 hadis yang menerangkan wakaf, sebagian besar diantaranya adalah pengulangan-pengulangan. Setelah diteliti dan dilakukan pemilahan, penulis menemukan delapan hadis dengan redaksi dan makna yang berbeda. Penulis tidak menemukan kata wakaf dalam hadis-hadis tersebut. Redaksi yang digunakan adalah Shadaqah, Habbasa, dan Ihtabasa. Pembahasan mengenai wakaf tidak disebutkan dalam bab wakaf. Hadis-hadis wakaf memang terbatas dan Ibnu Hajar memberikan syarah yang panjang hanya bagi hadis ‘Umar yang terkenal itu. Oleh karena itu, hadis-hadis wakaf yang ada dalam kitab ini tidak cukup memberikan informasi bagi problematika wakaf yang terus berkembang.
Subjek-Subjek Wakaf: Kajian Fiqh Mengenai Wakif Dan Nazhir Nurodin Usman
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.801 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang dua subjek wakaf yang penting dalam fiqh wakaf, yaitu wakif dan nazhir. Makalah ini juga membahas kedudukan wakif yang berperan sebagai nazhir terhadap harta wakafnya sendiri. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan fiqh sehingga dipastikan memunculkan beberapa pendapat dalam satu masalah yang dikaji. Hasil kajan menunjukkan bahwa wakaf termasuk akad tabarru’ dan wakif harus benar-benar pemilik harta yang telah diwakafkan. Sedangkan nazhir adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap harta wakaf. Untuk menjadi nazhir, harus terpenuhi syarat-syarat yang dapat disimpulkan pada istilah amanah dan kifayah. Atas segala usaha dan jerih payahnya dalam mengelola harta wakaf, nazhir berhak mendapatkan upah atau imbalan seperti yang ditetapkan wakif, atau apabila tidak maka besarnya dikembalikan kepada upah standar.
PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF DALAM BENTUK SPBU STUDI KASUS SPBU MASJID AGUNG SEMARANG Nurodin Usman
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 1 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.119 KB) | DOI: 10.18326/muqtasid.v4i1.145-163

Abstract

There are several variants of the management and development models that incorporate the concept of waqf productive and consumptive waqf. In the form of management and development of productive waqf property is manifested in the form of public refueling station (SPBU). This research is a descriptive qualitative study aimed to describe the management and development of waqf property of the Great Mosque of Semarang, which has an area of 119.1270 hectares of waqf land, particularly those managed to SPBU. The results showed that SPBU of Great Mosque of Semarang has succeeded in realizing the asset management model and the development of the productive waqf. SPBU of Great Mosque of Semarang have managed to make a significant contribution to the Great Mosque of Semarang and able to provide good service for consumers, as it provides the fuel needed by motorists generally. SPBU of Great Mosque of Semarang is also equipped with various facilities, such as prayer rooms, toilets, filling water and aeration, ATM, rest area, minimarket, clinic, car washbusiness
PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF UNTUK KESEHATAN (Studi Kasus Bandha Wakaf Masjid Agung Semarang) Nurodin Usman
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.827 KB) | DOI: 10.24269/muaddib.v4i2.98

Abstract

This study describes the management of waqf in the field of health care. The object of waqf in this study is bandha waqf Masjid Agung Semarang which has a land area more than one hundred and thirthy hectares endowsments. Waqf in the field of health care has carried out the moslems from early history of Islam to the present. It also spreads all ove the moslem word, such as in Hijaz, Syam, Egypt, Sudan, and Indonesia. Management of bandha waqf in the field care can be devided into two polyclinics, namely Clinic Masjid Agung Semarang and Clinic Masjid Agung Jawa Tengah. In the futures, it will be developed in the form of a Islamic General Hospital and expected to provide broader health services.
MODEL PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN BANDHA WAKAF MASJID AGUNG SEMARANG Nurodin Usman
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.515 KB) | DOI: 10.24269/muaddib.v3i1.62

Abstract

This study describes the management and developmentmodels of bandha waqf Masjid Agung Semarang which has a land area of 119.1270 hectares endowments. Historically, bandha waqf has undergone a process of exchange-bolsters the controversial and spawned a unique form of management, which is managed by three different agencies with no unified management system. According to KMA Number 92 Year 1962, the party who was appointed as manager (nazhir) is a Mosque Welfare Agency (Badan Kesejahteraan Masjid/BKM) Semarang. But in fact, most of bandha waqf Masjid Agung Semarang are managed by BKM, Executive Board of Masjid Agung Semarang, and Executive Board of Masjid Agung Jawa Tengah.Management of bandha waqf can be divided into two forms of endowments or waqf, the consumptive waqf and the productive waqf. Each form is managed with many models, such as the management of endowments for the benefit of bandha waqf for worship, preaching, education, health, and economic empowerment through business units. The management of bandha waqf has set an agenda of development expected to improve the performance of bandha waqf so as to realize the goal. Some bandha waqf asset have developed economically through the efforts of businesses such as gas stations (SPBU) has been got certificate of Pasti Pas and many facilities of business in the Masjid Agung Jawa Tengah. The others, through diversification techniques, bandha waqf currently have more pattern models of business. Nevertheless, up to now, the management and development of bandha waqf has not shown the expected results due to facing many obstacles, especially the management problems that have not been applying the principles of good waqf governance, such as transparency, accountability, independence, fairness, and responsibility. The management of bandha waqf also face problems of conflicts of interest between managers which potentially lose the trust of stakeholders. Therefore, it is important that waqf managed and developed by the human resources that have a good vision of entrepreneurship, have multiple intelligences that can minimize conflicts possibly occur, and have the ability to establish networking with stakeholders.