Belian Anugrah Estri
Aisyiyah University, West Ringroad 63 Nogotirto Gamping Sleman 55292, Yogyakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN IMT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN Belian Anugrah Estri; Dwi Kartika Cahyaningtyas
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.683

Abstract

Masalah gizi utama di Indonesia bagi remaja putri adalah anemia (Arisman, 2010). Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang sering menimpa hampir sebagian anak-anak maupun ibu hamil di negara berkembang, termasuk yaitu negara Indonesia. . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Hubungan IMT Dengan Kejadian Anemia  Pada  Remaja Putri Di SMAN 2 Ngaglik Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis Qouta sampling sejumlah 30 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Chi Square menunjukkan pada tabel nilai signifikansi p-value sebesar 0.377 dan nilai chi-square sebesar 0.779. Karena nilai signifikansi 0.377 > (0.05) maka hipotesis null diterima yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan Kejadian Anemia pada remaja putri di SMAN 2 Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan pemberian informasi/ pendidikan mengenai konsumsi gizi yang baik kepada remaja putri, sehingga ada perubahan sikap dan prilaku kearah yang lebih baik untuk meningkatkan prestasi belajar.
Relationship of Parities with Benefits Knowledge of Maternal and Child (KIA) Book for Pregnant Women at Public Heath Centre 1 Gamping 1 Belian Anugrah Estri
International Journal of Health Science and Technology Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.944 KB) | DOI: 10.31101/ijhst.v2i2.1669

Abstract

Public awareness about pregnant women health’s still a determining factor for MMR and IMR. Although there are still many factors that must be considered to deal with this problem, one of the causes of death is the ignorance of pregnant women and their families in recognizing danger signs of pregnancy, to solve this the government is trying to improve awareness and knowledge of pregnant women and their families with maternal and child health books (KIA). This study aims to to determine whether there is a relationship between parity and knowledge about the benefits of the KIA Handbook for pregnant women at Gamping 1 health center. This research is a quantitative study. The data collection method based on the time approach used is the cross section method. The sampling technique used was purposive sampling, namely taking samples according to the inclusion and exclusion criteria of 45 respondents with the Chi Square relationship test with a significance level of 95%. Chi Squere test results show that the p-value is 0.020. Therefore, the p-value α (0.05) means that there is a relationship between parity and the knowledge of pregnant women on the KIA Handbook at the Gamping 1 Health Center in Yogyakarta. Pregnant women are expected to continue to use and read the KIA Handbook during pregnancy in order to increase mother's knowledge.
Pengaruh Akupresur Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Puskesmas Molingkapoto, Gorontalo Utara Maritvi Alfitrilia Suwanto; Belian Anugrah Estri
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.777

Abstract

Persentase pemberian ASI eksklusif di Gorontalo tercatat sebagai provinsi dengan persentase terendah yakni hanya 52,75%. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan bayi menjadi ikterus yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh akupresur terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Molingkapoto Gorontalo Utara. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one grup pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling berjumlah 15 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi produksi ASI. Uji statistik menggunakan uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terhadap produksi ASI pada ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan akupresur pada titik meridian LI 4, LU 7, PC 6, GB 21 dan pada ujung jari. Analisa data diketahui P-value 0,000.
IbM pendampingan kelas Ibu hamil untuk meningkatkan kesehatan Ibu & Janin Yekti Satriyandari; Belian Anugrah Estri
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.761

Abstract

Latar belakang: Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran. Harapannya dengan adanya kelas ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan BBL. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu terkait dengan materi dalam kelas ibu hamil. Metode: Menggunakan ceramah, tanya jawab dan brainstorming. Penjelaan materi dengan menggunakan PPT dan buku KIA. Pertemuan dilaksanakan sebanyak 3x dengan bertemu langsung kepada peserta. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dari nilai pretest dan postest. Saat pretest sebanyak 40% pengetahuan kurang dan 60% pengetahuan cukup. Setelah dilaksanakan penyuluhan meningkat menjadi 40% pengetahuan cukup dan 60% pengetahuan baik. Materi yang disampaikan dalam pengabdian ini terkait kehamilan, persalinan, nifas sampai dengan perawtaan BBL. Materi meliputi perawatan sehari hari ibu hamil, hal hal yang harus dihindari selama hamil, porsi makanan dan minuman untuk ibu hamil, aktivitas fisik dan latihan fisik yang diperbolehkan dan dihindari ibu hamil, tanda bahayadalam kehamilan, persiapan melahirkan, tanda persalinan, dll. Kesimpulan: kelas ibu hamil dapat meningkatan pengetahuan yang signifikan pada ibu hamil. Perbedaan nilai rata-rata pengetahuan peserta tersebut mengindikasikan efektifnya pemberian penyuluhan sehingga meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Mengingat besarnya manfaat yang diberikan dari kelas ibu hamil sehingga disarankan ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak
GAMBARAN PERILAKU SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWA SEMESTER III PRODI JENJANG D IV FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Belian Anugrah Estri
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.604 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.1-6

Abstract

Minimnya informasi dan kurangnya peran orangtua dalam pendidikan menstruasi sering menjadi persoalan yang membuat remaja salah dalam memberikan keputusan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku saat menstruasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah porposive sampling dan proportionate stratified random sampling didapatkan hasil sebanyak 87 responden. Teknik analisis dilakukan secara diskriptif narative. Penelitian ini menunjukkan ada perilaku saat menstruasi pada mahasiswa semester 3 DIV Bidan Pendidik di Unversitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagian besar berperilaku baik yaitu sebanyak 51 responden (58,6%) dan tidak ada responden yang berperilaku kurang.
Efektivitas Edukasi SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Pada Siswi Di SMP Muhammadiyah Imogiri Rhani Rosalina; Belian Anugrah Estri; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.148

Abstract

Kanker payudara adalah kondisi dimana sel-sel dalam jaringan payudara mengalami pertumbuhan abnormal dan berubah menjadi sel-sel ganas. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Di sisi lain, pendidikan kesehatan berperan sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan remaja putri dalam menjaga kesehatan diri mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan desain One Group Pre test dan Post test Design. Metode sampling non-probability dengan total sampling dan jumlah total responden adalah 77 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai pengetahuan sebagian besar pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi yaitu dalam kategori cukup (54.5%). Sedangkan sebagian besar pengetahuan setelah diberikan intervensi yaitu dalam kategori baik (92,2%). Nilai sikap Sebagian besar sikap responden sebelum diberikan intervensi yaitu dalam kategori negative (50,8%), sedangkan setelah diberikan intervensi sikap responden sebagian besar dalam ketegori baik yakni (75,3). Hasil Uji Wilcoxon pada variable pengetahuan diperoleh p value = 0,001 < 0,05. Sedangkan pada variabel sikap didapatkan hasil P value = 0,002 yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak sehingga edukasi kesehatan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada siswi untuk menerapkan SADARI rutin bulanan dan perlunya kolaborasi dengan puskesmas untuk edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengkaji faktor lain pencegahan kanker payudara seperti kebiasaan hidup dan riwayat keluarga.
Tumbuh Kembang Balita Stunting Di Desa Butuh Wilayah Kerja Puskesmas Kalikajar II Wonosobo Regita Rizqiana Rifaningtyas; Belian Anugrah Estri; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.167

Abstract

Stunting masih menjadi masalah global yang serius terutama dinegara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tumbuh kembang balita stunting di Desa Butuh, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Kalikajar II, Wonosobo. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 35 sampel berdasarkan minimum sampel sampel kuantitatif dan ditambahan 16% atau sebanyak 5 sampel balita stunting untuk menghindari dropout, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Data yang diperoleh dari identitas balita, antropometri, dan penilaian perkembangan melalui skrining Denver II, diolah melalui editing dan analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa 80% balita stunting memiliki perkembangan yang normal, sedangkan 20% berstatus suspect. Sebagian besar balita tergolong pendek (85,7%) dengan berat badan normal (77,1%). Karakteristik demografis menunjukkan mayoritas tinggal dengan keluarga besar (57,1%), jenis kelamin terbanyak perempuan (51,4%), diasuh orang tua (68,6%), usia ibu <30 tahun (62,9%), paritas ibu dengan multipara (51,4%) dengan pendidikan ibu terbanyak mencapai SMA (57,1%) dalam kelompok pendapatan <UMK (Upah Minimum Kota) (100%). Meskipun memiliki kondisi yang serupa yaitu stunting, ditemukan tidak semua balita mengalami keterlambatan perkembangan, beberapa faktor yang mendukung perkembangan balita stunting yaitu pola asuh dan stimulasi yang diberikan orangtua maupun lingkungan sekitarnya.
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Insiden BBLR Di RSUD Wates Kulonprogo Dinda Fatikasari; Belian Anugrah Estri; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.194

Abstract

Anemia dalam kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil dengan anemia bisa melahirkan bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Kejadian BBLR dipengaruhi oleh faktor ibu dan faktor janin, yang mempengaruhi BBLR dilihat dari faktor gizi ibu maka BBLR dipengaruhi oleh anemia yang kekurang energi kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada kehamilan dengan insiden BBLR. Penelitian ini menggunakaan Case Control Design dengan Korelasi dengan 73 bayi dengan pengambilan sample secara teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder atau rekam medis dengan menggunakan Uji Sparman Rank. hasil penelitian diperoleh pada kelompok kasus atau BBLR, mayoritas ibu tidak mengalami anemia dengan persentase 43,2% (16 dari 37 ibu). Sedangkan pada kelompok control atau tidak BBLR mayoritas responden juga tidak mengalami anemia yakni sebesar (91,7%). Meskipun mayoritas tidak anemia, proporsi ibu yang mengalami anemia pada kelompok BBLR masih cukup tinggi dibandingkan kelompok tidak BBLR. hasil uji sparman rank didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,005) yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat anemia pada kehamilan dengan inseden BBLR di RSUD Wates Kulonprogo. Penelitian ini dapat diharapkan kepada seluruh ibu supaya tetap menjaga kesejahteraan janin dan bayi dalam kehamilan dengan melakukan pemerikasaan ANC Terpadu di puskesmas terdekat yang bekerja sama RSUD Wates Kulonprogo
Pengaruh Peer Group Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Siswi Tentang Kehamilan Tidak Diinginkan Di SMA N 2 Banguntapan Bantul Putri Ratna Sari Dewi; Belian Anugrah Estri; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.258

Abstract

Kehamilan pada usia remaja dipandang sebagai isu kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih dikarenakan kelompok usia ini masih tergolong rentan dalam menjalani proses kehamilan serta persalinan. Aktivitas seksual pada remaja dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan, di antaranya kehamilan yang tidak diinginkan, komplikasi saat kehamilan dan persalinan seperti anemia, ruptur membran preterm, infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, HIV/AIDS, serta efek psikis berupa ibu depresi, stres, hingga putus sekolah. Penelitian ini diarahkan guna mengidentifikasi pengaruh peer group pada tingkat pengetahuan serta sikap siswi mengenai kehamilan yang tidak diinginkan di SMA N 2 Banguntapan Bantul. Metode kuantitatif digunakan dengan rancangan Quasi Experiment Design melalui pendekatan two group (kelompok perlakuan atau intervensi dan kontrol) dengan desain pre-test dan post-test control group. Responden sebanyak 70 orang dipilih dengan teknik Proportioned Stratified Random Sampling dan dikelompokkan menjadi dua yakni kelompok perlakuan serta kelompok kontrol. Instrumen berupa kuesioner dipergunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap. Kelayakan etik penelitian diperoleh melalui surat keputusan nomor 2090/KEP-UNISA/III/2025. Dilakukan uji mann whitney dan menghasilkan angka 0,025 menjadi nilai P Value yang dimiliki variabel pengetahuan sementara angka 0,035 menjadi nilai P Value yang dimiliki variabel sikap, yang artinya kedua variabel <0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwasanya pengetahuan dan sikap siswi terkait kehamilan tidak diinginkan di SMA N 2 Banguntapan Bantul dipengaruhi signifikan oleh kelompok sebaya. Simpulan pada penelitian ini bahwa strategi efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi salah satunya yakni pengaruh peer group berbasis kelompok teman sebaya. Tambahan informasi serupa dapat dilakukan dengan cara kolaborasi pada puskesmas.
Pengaruh Edukasi Vidio Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Mencuci Tangan Di SD Muhammadiyah Mlangi Ayu Najah Sari; Belian Anugrah Estri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.470

Abstract

Latar Belakang: Perilaku mencuci tangan merupakan langkah sederhana untuk mencegah penyakit, namun hanya 52,3% anak SD di Yogyakarta yang rutin mencuci tangan dengan sabun meskipun fasilitas tersedia. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan membuat anak rentan terkena diare dan ISPA yang dapat mengganggu aktivitas sekolah dan kesehatan. Media video dipilih sebagai metode edukasi karena mampu memberikan contoh visual yang menarik dan mudah ditiru. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi video terhadap pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan pada siswa kelas IV SD Muhammadiyah Mlangi. Metode: Penelitian menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan One Group Pre-Test and Post-Test Design tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 25 dari 50 siswa dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan mencuci tangan yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan setelah edukasi. Sebelum intervensi, pengetahuan siswa berada pada kategori cukup (52,0%) dan keterampilan rendah (36,0%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi kategori baik (72,0% dan 84,0%). Nilai p < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi video terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kesimpulan: Edukasi melalui video efektif membantu siswa memahami dan mempraktikkan langkah mencuci tangan dengan benar.