Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi perbandingan mutu kulit jadi (finished leather) yang berasal dari kulit yang diawet dengan garam dan yang diawetkan dengan sinar matahari Sri Untari; Jayusman Jayusman
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.228 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v3i7.286

Abstract

The object of this study is to obtain the differences glace leather properties made from:a.        Sun dried goat skinsb.        Wet salted goat skinsc.         And preserved for 1, 2 and 3 months successively, the curing and preservation of which is in accordance with BPK (KSI) method.The sample observed is 18 sides goat skins which are taken from a slaughted – house in Yogyakarta. 9 side of those are preserved by sun drying and the rest is wet salted, preserved for 3 months is accordance with BPK/KSI method of preservation.Out of the 1,  2 and 3 months preservation, 1 side of the dried and wet salted skins is taken and processed into glace leather according to BPK method with 2 replications. The tanned leather then is subjected to organoleptic, physical and chemical analyses.The study is carried out in 1 year. The chemical and organoleptic data are obtained from variance sub sample (£ < 0,05) CRD factorial analyses. Whereas the physical properties are analysed by variance sub sample (£ < 0,05) CRD factorial  analyses. Whereas the physical properties are analysed by variance sub sample (£ < 0,05) CDR factorial and Duncan’s Test (£ < 0,05).The result of organoleptic analyses show that there is no different properties between glace leather mode from dried and wet salted goat skins (£ < 0,05) and the time of preservation used has no influence on the them (£ < 0,05).But there are differences on tensile strength and stretch properties between glace leather made from dried and wet salted skins (£ < 0,05) and the time of preservation used influnces on the them (£ < 0,05).   INTISARI Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari jawaban apakah ada  perbedaan sifat- sifat kulit glase kambing, yang masing- masing berasal dari kulit mentah diawet dengan cara :Dikeringkan dengan sinar matahariDigaram basahKulit awetan disimpan masing-masing 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan, pengawetan dan penyimpanan sesuai metode BPK (KSI)*Seluruh sampel berjumlah 18 lembar kulit kambing yang berasal dari pemotongan hewan di Yogyakarta. 9 lembar diawet dengan dikeringkan dan 9 lembar dengan digaram basah, disimpan selama 3 bulan menurut BPK / KSI*. Setelah disimpan 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, diambil masing- masing 1 lembar kulit kering dan 1 lembar kulit garaman   disamak menjadi kulit glase menurut metode BPK dengan 2 replikasi. Sari hasil penyamakan kemudian masing-masing diuji sifat organoleptis, fisis dan kimiawi.Penelitian di lakukan selama 1 tahun. Analisa data untuk pengujian organoleptis dan kimiawi dengan analisa varians sub sampel (P < 0,05) dengan CDR faktorial.  Sedangkan untuk pengujian dengan analisa varian sub sampel (P < 0,05) sengan CDR faktorial dan  Ducan’s Test (P < 0,005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk pengujian organoleptis tidak asa perbedaan, antara kulit kering dan kulit garaman (P < 0,05), dan tidak ada pengaruh lama penyimpanan ( P < 0,005). *BPK = Balai Penelitian Kulit*KSI   = Kulit Standar Industri 
Mahar Hafalan Al-Qur’an Perspektif Hukum Islam Ibnu Irawan; Jayusman Jayusman
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 4, No 2 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v4i2.804

Abstract

Mahar merupakan pemberian dari mempelai pria kepada wanita yang berupa materi, baik berupa seperangkat alat salat, cincin, uang atau barang berharga lainnya. Belakangan ini hafalan al-Qur’an juga kerap digunakan sebagai mahar pernikahan, dengan berbagai alasan; mahar yang meringankan, mengikuti tren, dan keinginan pribadi. Fenomena ini tidak sama dengan kasus Sahl bin Said al-Sa’idi. Tinjauan hukum Islam, dan teori maqasid al-syariyah sangat tepat digunakan dalam menentukan kepastian hukum dari fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan kajian pustaka (library research) dengan menggunakan metode deskriptif analisis.
ESTIMASI LAJU PERKAWINAN SILANG PADA Toona sinensis Roem DENGAN PENANDA RAPD (Random Amplified Piolymorphic DNA) [Out crossing value estimation in Toona sinensis Roem Based On RAPD Markers] Jayusman Jayusman; Muhammad Na&#039;iem; Sapto Indrioko; Eko Bhakti Hardianto; ILG Nurcahyaningsih
Journal Penelitian Kehutanan FALOAK Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK
Publisher : Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.966 KB) | DOI: 10.20886/jpkf.2018.2.1.13-28

Abstract

ABSTRACTToona sinensis Roem or surian, belongs to the family Meliaceae. It is very important Indonesia community forest tree species because of it excellent wood quality and medicinal properties.  The study investigated the mating system of surianbase on 88 polymorphic band Random Amplified PolymorphicDNA (RAPD)of 200 tree sample. Origin of geographical location and materials used in this research from Enrekang seed stand identified population, South Sulawesi Province.The mating parameter estimated using the mix mating model showed that this population practice a mixture of mating model with multilocus outcrossing  rate (tm)was 0.938, meaning that  the total of outcrossing that can be among relative individual or not. The singlelocus outcrossing rate (ts) was 0.765, meaning that most outcrossing occurred among non-relative tree than among relative ones (tm- tm)= 0,172. Highest value was obtained for correlation of selfing among families (0.999±0.045), but low value obtained forcorrelation paternity multilocus (0.076±0.016) and correlation paternity singlelocus (-0.002±0.062).Maternal inbreeding coefficient (Fm)was 0.032, meaning high category. From inbreed crossing  0,062 (s=1-tm) was because selfing. Therefore we can concluded that surian is low tolerance of selfing.These result have important implication to establish strategies of genetic breeding strategic of surian. ABSTRAK Toona sinensis Roem atau surian, termasuk keluarga Meliaceae. Spesies hutan rakyat yang sangat penting di Indonesia karena memiliki kualitas kayu dan memiliki banyak manfaat sebagai obat. Penelitian ini meneliti sistem perkawinan berdasarkan 88 pita polimorfik Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) dari 200 sampel pohon. Asal lokasi geografis dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari populasi tegakan benih teridentifikasi Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Estimasi parameter mating sistem menggunakan model kawin campuran menunjukkan bahwa populasi ini mempraktekkan model kawin campuran dengan nilai outcrossing(tm) 0,938, yang berarti bahwa total perkawina silang pada banyak lokus dapat terjadi di antara individu berkerabat atau  tidak berkerabat. Tingkat outcrossing lokus tunggal (ts) 0,765 yang berarti bahwa hubungan yang paling jauh terjadi di antara pohon tidak berkerabat  daripada yang relatif (tm - tm) = 0,172. Nilai tertinggi ditunjukkan pada  korelasi selfing antar keluarga (0,999 ± 0,045) dan koefisien kawin kerabat  (Fm) 0,332. Sedangkan nilai rendah ditunjukkan korelasi paternal multilokus (0,076 ± 0,016), korelasi lokus tunggal (-0.002 ± 0.062). Nilaiselfing (s =1-tm) 0,062. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa surian (T. Sinensis Roem) adalah memiliki sifat toleransi rendah terhadap selfing. Hasil ini memiliki implikasi penting untuk menetapkan strategi pemuliaan genetik surian.
Ar-Radha’ fi Al-Qur’an Jayusman Jayusman
Al-Fath Vol 6 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v6i2.3218

Abstract

Al-Qur’an mensyari’atkan agar para ibu menyu-sukan anaknya. Menyusui ini bukan sekedar perintah keagamaan belaka tapi begitu banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Beratnya tugas menyusui yang harus dilakukan ibu diimbangi dengan perintah untuk bersyukur, hormat dan berbakti kepada orang tuanya yang harus ditunaikan sang anak. Perintah untuk menyusui selama dua tahun sebagai sumber makanan terbaik untuk anak sebagai bentuk nafkah di masa awal kehidupannya, juga berkontribusi untuk membantu perkembangan psikisnya. ASI juga memberikan daya immunitas agar anak terlindungi, memiliki ketahanan dan kekebalan dari berbagai penyakit.
Maslahah Perspective on Husband Nusyuz in Islamic Law and Positive Law In Indonesia Jayusman Jayusman; Shafra Shafra; Rahmat Hidayat; Efrinaldi Efrinaldi; Badarudin Badarudin
Muqaranah Vol 6 No 1 (2022): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muqaranah.v6i1.11164

Abstract

Abstract: The Qur'an reviews the husband's nusyuz as contained in the letter an-Nisa/4 verse 128. The jurisprudence and positive law literature in Indonesia do not specifically discuss the husband's nusyuz. The discussion is only limited to the wife's nusyuz. This study focuses on the analysis of the husband's maslahah nusyuz in Islamic law and positive law. The conclusions of this study are: Nusyuz’s husband is not fulfilling the rights of the wife or not carrying out the obligations of the husband. The discourse on Islamic law and positive law only focuses on discussing the wife's nusyuz. Nusyuz's husband was resolved in a familial way. If it is considered to bring benefit to both of them, then they can return to living their domestic life. However, if reuniting them does not bring any benefit, then they can file for divorce.
Pelatihan dan Pendampingan untuk Pembuatan dan Pemanfaatan Multimedia Interaktif Berbasis Saintifik dalam Pembelajaran Sejarah pada Mgmp Sejarah Kabupaten Rembang Jayusman Jayusman
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 1 No 2 (2019): Pengabdian Bidang Pembelajaran dalam Penguatan Kapasitas Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v1i2.29723

Abstract

-