Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Produksi Jerami Arbila (Phaseolus Lunatus L) Pascapanen Akibat Penambahan Level Bokashi Feses Sapi dan Chromolaena yang Berbeda Bernadete Barek Koten; Yukendi A Sufmera; Agustinus Semang; Redempta Wea; Melkianus Dedimus Same Randu; Aholiab Aoetpah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 3 (2020): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.13 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i3.11304

Abstract

ABSTRAKArbila merupakan legume pakan yang jeraminya merupakan pakan hijauan yang berkualitas bagi ruminansia, dan produksi jeraminya ditentukan oleh kualitas tanah. Level bokashi yang ditambahkan mempengaruhi kualitas tanah, yang tentu berdampak pada produksi jerami arbila. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi produksi jerami arbila pasca panen akibat pemberian level bokashi yang berbeda. Penelitian tersebut telah dilaksanakan selama 5 bulan di Desa Noelbaki. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, terdiri atas P0 = tanpa bokashi (kontrol), P10 = penambahan bokashi 10 ton/ha, P20 = bokashi 20 ton/ha, P30 = bokashi 30 ton/ha, P40 = bokashi 40 ton/ha. Variabel yang diamati adalah  produksi bahan segar jerami (PBSJ) (ton/ha), produksi bahan kering jerami (PBKJ), produksi bahan organik jerami  (PBOJ) arbila. Data yang diperoleh dianalisis varians dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa level pemberian pupuk bokashi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap PBSJ arbila serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PBKJ dan PBOJ arbila. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui rataan PBSJ arbila berkisar 0,46-2,52 ton/ha, PBKJ arbila berkisar 0,07-0,18 ton/ha, dan PBOJ arbila berkisar 0,04-0,16 ton/ha. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa nilai PBSJ, PBKJ dan PBOJ arbila tertinggi terdapat pada perlakuan P40. Disimpulkan bahwa semakin meningkatnya level bokashi Chromolaena dan feses sapi, produksi jerami arbila semakin tinggi. Level bokashi feses sapi dan Chromolaena terbaik adalah 40 ton/ha.Kata kunci: arbila, bokashi, jerami, hijauan ABSTRACTArbila’s straw is a quality feed for ruminants. Production of these straw is determined by soil quality. The level of bokashi added influences the quality of the soil and therefore influences the straw production. This research aimed to evaluate arbila’s straw production post-harvest in different levels of bokashi. This research was carried out for 5 months at Noelbaki. The experimental design used was a randomized block design (RBD) with 5 treatments and 4 replications consisting of P0 = without bokashi (control), P10 = addition of 10 tons of bokashi / ha, P20 = 20 tons of bokashi / ha, P30 = 30 tons of bokashi / ha, P40 = bokashi 40 tons / ha. The observed variables were the straw fresh weight production (SFW) (tons/ha), straw dry matter production (SDM) (tons/ha), straw organik matter production (SOM) (tons/ha). Data were analyzed for variance and continued with Duncan test. Analysis of variance showed that the level of bokashi fertilizer had a very significant effect (P <0.01) on SFW and significantly affected (P <0.05) SDM and SOM. The average SFW in this study ranged from 0.46 to 2.52 tons/ha, HDM ranges from 0.07 to 0.18 tons/ha, and SOM ranges from 0.04 to 0.16 tons/ha. Duncan's test shows that the highest SFW, SDM and SOM are found in P40. It was concluded that arbila’s straw production increases with the level of Chromolaena and cattle manure bokashi added. Highest production was shown in group with 40 ton/ha bokashi.Keywords: bokashi, forage, Phaseolus lunatus L, straw
Kandungan Bahan Organik, Ekstra Tanpa Nitrogen, dan Tanin Buah Semu Jambu Mete Sebagai Pakan Ternak Babi di Kabupaten Flores Timur: Organic Matter Content, Nitrogen-Free Extract, and Tannin of Cashew Apple as Feed for Pigs in East Flores Regency Maria Sunarti Djue; Bernadete Barek Koten; Redempta Wea; Yustus Serani No Mbeong
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8994

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan bahan organik, BETN, dan tanin buah semu jambu mete sebagai pakan ternak babi dan telah dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga April 2025 di Desa Ratulodong dan Laboratorium Universitas Hasanuddin menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial 3x2, terdiri dari faktor dusun (dusun 2, 4, dan 5) dan warna (kuning dan merah), serta uji lanjut dengan uji Duncan dan bantuan SAS University. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa interaksi antara dusun dan warna berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan organik dan BETN namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tanin. Interaksi terbaik terdapat pada buah semu jambu mete berwarna kuning yang ditanam di Dusun 2. Kandungan bahan organik dan BETN pada dusun yang berbeda juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan rata-rata tertinggi pada Dusun 2. Kadar tanin antar dusun berbeda nyata (P<0,05), dengan rata-rata lebih rendah pada Dusun 5 Warna buah semu jambu mete juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan kandungan bahan organik dan BETN tertinggi pada buah berwarna kuning. Disimpulkan bahwa interaksi terbaik antara loaksi dusun 2 dengan buah berwarna kuning menghasilkan kadar bahan organik dan BETN terbaik dan perlu pengolahan lebih lanjut untuk menurunkan kadar tanin sebelum digunakan sebagai pakan ternak babi.