Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPADATAN DAN STRATIFIKASI KOMPOSISI SUMBER DAYA IKAN DEMERSAL DI LAUT CINA SELATAN (WPP – NRI 711) Robet Perangin Angin; Sulistiono Sulistiono; Rahmat Kurnia; Achmad Fahrudin; Ali Suman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.848 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.3.2016.161-172

Abstract

Informasi distribusi kepadatan stok dan komposisi ikan demersal sangat penting untuk diketahui sebagai bahan masukan guna keberhasilan pengelolaan perikanan. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui komposisi, kepadatan stok dan sebaran sumber daya ikan demersal di Laut Cina Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juni 2015 dengan menggunakan scientific echosounder BIOSONICS DT-X dan frekuensi 120 KHz. Untuk verifikasi data akustik terutama komposisi jenis dilakukan pengoperasian trawl. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis ikan demersal di Laut Cina Selatan meliputi 147 spesies dari 55 famili. Stratifikasi komposisi dikedalaman 20-30 m, 30-40 m, 40-50 m, 50-60 m, dan 60-70 m masing masing didominasi oleh ikan dari famili Leiognathidae, Lutjanidae, Nemipteridae, Tetraodontidae, dan Serranidae. Estimasi kepadatan stok sumber daya ikan demersal di Laut Cina Selatan berkisar antara 0,16 – 2,85 ton/km2 dengan rata-rata kepadatan 1,05 ton/km2. Information about density distribution and composition of demersal fish stocks is very important to be known as an input for the success of fisheries management. Current research aimed to determine the composition, stock density and distribution of demersal fish resources in the South China Sea. The research was conducted in May to June 2015 using scientific echosounder BIOSONICS DT-X and frequency of 120 KHz. Trawler sampling was done to verify the acoustic data, especially for species composition. The results show that the species composition of demersal fish in the South China Sea consisted of 147 species of 55 families. The stratification of the composition at the respective depth of 20-30 m, 30-40 m, 40-50 m, 50-60 m and 60-70 m, were dominated by fish families of Leiognathidae, Lutjanidae, Nemipteridae, Tetraodontidae, and Serranidae. The estimated stock density of demersal fish resources in the South China Sea ranged from 0.16 to 2.85 tonnes/km2 with the average of 1.05 tonnes / km2.     
ASPEK BIOLOGI, DINAMIKA POPULASI DAN TINGKAT PEMANFAATAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Tirtadanu Tirtadanu; Ali Suman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 3 (2017): (September 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.866 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.3.2017.205-214

Abstract

Penangkapan rajungan yang intensif di perairan Kotabaru memerlukan kajian biologi dan dinamika populasi sebagai dasar dalam menentukan pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek biologi, dinamika populasi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya rajungan di perairan Kotabaru. Penelitian dilakukan pada Januari – November 2016 di daerah pendaratan rajungan di Kotabaru. Pengambilan sampel dilakukan tiap bulan berbasis enumerator dengan metode random sampling. Analisis dinamika populasi dilakukan dengan model analitik berdasarkan pergeseran modus struktur ukuran lebar karapas. Hasil penelitian menunjukkan modus ukuran rajungan tertangkap adalah 110 mmCW pada jantan dan 120 mmCW pada betina. Pertumbuhan bobot rajungan jantan lebih tinggi dibandingkan betina. Nisbah kelamin rajungan tidak seimbang dengan perbandingan jantan dan betina adalah 1,7 : 1. Ukuran rata-rata pertama kali matang gonad (Lm) rajungan betina adalah 110,25 mmCW. Lebar karapas asimptotik (CW) rajungan adalah 179,2 mmCW pada jantan dan 183,6 mmCW pada betina. Laju pertumbuhan rajungan (K) adalah 1,36 per tahun pada jantan dan 1,11 per tahun pada betina. Laju eksploitasi (E) rajungan sebesar 0,68 pada jantan dan 0,77 pada betina menunjukkan tingkat pemanfaatan lebih tangkap (overfishing). Pengelolaan yang disarankan adalah mengurangi upaya penangkapan sekitar 54% dari 4.190 unit armada jaring rajungan, penentuan ukuran minimum rajungan yang boleh tertangkap sebesar 110 mmCW sebagai masukan bila ada revisi terhadap peraturan tentang penangkapan rajungan dan dilakukan penutupan penangkapan pada beberapa daerah asuhan. Intensive fishing on blue swimming crab (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) in Kotabaru waters requires biological study and population dynamic as bases to determine proper management. The current research aims to study biological aspects, population dynamic and exploitation rate of crab in Kotabaru waters. The research was conducted on January-November 2016 at landing site of crab in Kotabaru. Samples were collected every month by enumerator with random sampling method. Population dynamic was analysed by analytical model. Results show that the mode of carapace width was 110 mmCW in males and 120 mmCW in females. The growth in weight of male was greater than female. Sex ratio of male and female crabs was (1.7:1). Length at first (Lm) of female crab was 110.25 mmCW. The asymptotic carapace width (CW) of crab was 179.2 mmCW for male and 183.6 mmCW for female. The growth rate of crab (K) was 1.36 year-1 for male and 1.11 year-1 for female. The explotation rate (E) of crab was 0.68 for males and 0.77 for female so that the exploitation was overfished. From the results obtained, it suggests that the fishing effort should be reduced to 54% of 4.190 gillnet fleet and the minimum legal size would be at 110 mmCW as input for regulation if is needed and it should be determined the closure of fishing activities in some nursery grounds.