Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Colonial Strained in Java 1870-1930: Public Spaces Versus Public Policies Arief Akhyat
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) 2005: JKAP VOLUME 9 NOMOR 2, TAHUN 2005
Publisher : Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.125 KB) | DOI: 10.22146/jkap.8325

Abstract

Proses kolonialisasi pada akhir abad XIX dan awal abad XX bukan hanya rnenimbulkan persoalan internal di kalangan pemerintahan Hindia-Belanda, tetapi jugs berdampakpada proses aplikasi kebijakan dengan dalih Etis". Periode 1870-1930-an adalah merupakan periode dalam sejarah politik pembangunan Indonesia yang sangat penting untuk melihat betapa krusialga proses kolonialisme di Indonesia. Pertama, bahwa mekanisme kebijakan lebih diarahkan sebagai bentuk recovering pembangunan akibat Kebijakan Tanam Paksa 1830-1870. Kedua, bahwa dalam praktiknya, kebijakan yang digulirkan justru sangat pradoks pada tingkat publik. Munculnya berbagai ketegangan sosial, ekonomi bahkan politik (Colonial Strained) bersamaan proses pembangunan pada awal abad )0( memberikan nuansa lain. Artinya antara kebjakanpublik (public policies) dengan ranah publik (public spaces) belum menjadi konstruksi kebijakan kolonial secara menyeluruh dan sangat bias kolonial.
Ekonomi dan Kebijakan Ekonomi di Jepara: Sbelum dan Sesudah Krisis 1998 Arief Akhyat
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) 2007: JKAP VOLUME 11 NOMOR 1, TAHUN 2007
Publisher : Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4252.802 KB) | DOI: 10.22146/jkap.8556

Abstract

in process
THE IDEOLOGY OF KAMPUNG : A PRELIMINARY RESEARCH ON COASTAL CITY SEMARANG Arief Akhyat
Humaniora Vol 18, No 1 (2006)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.244 KB) | DOI: 10.22146/jh.859

Abstract

Kampung di perkotaan seringkali dilihat sebagai fenomena sebuah komunitas yang terisolir, marjinal, dan ekslusif. Stereotipe ini muncul karena kebijakan kolonial sehingga penulisan sejarah kota sering hanya dilihat pada komunitas yang memiliki akses ekonomi, politik, dan sosial budaya langsung pada pemerintah kolonial. Komunitas kampung, yang pembentukannya memiliki sejarah yang panjang, hampir tidak dilihat sebagai bagian dari sejarah kota. Pada beberapa dekade awal abad XX, kampung di Semarang menjadi fenomena yang menarik, bukan karena semata-mata pemerintah kolonial mulai memperhatikan status dan kondisi komunitas ini, tetapi secara mengejutkan justru hampir semua persoalan perkotaan, baik sosial, ekonomi, kesehatan, tata ruang kota maupun munculnya radikalisasi justru memiliki keterkaitan dengan komunitas kampung di perkotaan. Beberapa faktor penting yang mempengaruhi adalah proses urbanisasi, industrialisas, dan eksplorasi sosial-ekonomi di perkotaan melalui kebijakan perburuhan.
The Colonial Strained in Java 1870-1930: Public Spaces Versus Public Policies Arief Akhyat
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 9, No 2 (2005): November
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.8325

Abstract

Proses kolonialisasi pada akhir abad XIX dan awal abad XX bukan hanya rnenimbulkan persoalan internal di kalangan pemerintahan Hindia-Belanda, tetapi jugs berdampakpada proses aplikasi kebijakan dengan dalih Etis". Periode 1870-1930-an adalah merupakan periode dalam sejarah politik pembangunan Indonesia yang sangat penting untuk melihat betapa krusialga proses kolonialisme di Indonesia. Pertama, bahwa mekanisme kebijakan lebih diarahkan sebagai bentuk recovering pembangunan akibat Kebijakan Tanam Paksa 1830-1870. Kedua, bahwa dalam praktiknya, kebijakan yang digulirkan justru sangat pradoks pada tingkat publik. Munculnya berbagai ketegangan sosial, ekonomi bahkan politik (Colonial Strained) bersamaan proses pembangunan pada awal abad )0( memberikan nuansa lain. Artinya antara kebjakanpublik (public policies) dengan ranah publik (public spaces) belum menjadi konstruksi kebijakan kolonial secara menyeluruh dan sangat bias kolonial.
Ekonomi dan Kebijakan Ekonomi di Jepara: Sbelum dan Sesudah Krisis 1998 Arief Akhyat
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 11, No 1 (2007): May
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.8556

Abstract

in process