Robertus Haryoto Indriatmoko
Unknown Affiliation

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN STRATEGI ADAPTASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI BANDAR UDARA HASANUDDIN, MAKASSAR Indriatmoko, Robertus Haryoto; Purwanta, Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.462 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i1.33

Abstract

Salah satu sektor pembangunan di Indonesia yang tidak bebas dari ancaman perubahan iklim adalah sektor transportasi udara. Oleh karena, perlu disiapkan strategi adaptasi dampak perubahan iklim. Bandara Hasanuddin Makassar berpotensi terkena dampak peningkatan suhu permukaan, kelembaban udara dancurah hujan dalam sepuluh tahun terakhir. Jika melihat data emisi gas polutan (non-GRK) terlihat bahwa polusi udara belum menjadi ancaman nyata. Namun ancaman yang akan segera dialami adalah berubahnya beberapa parameter meteorologis seperti suhu permukaan, kelembaban dan intensitas curah hujan. Berdasarkan data pemantauan oleh otoritas bandara memperlihatkan untuk rentang waktu 10 tahun sejak 2003 hingga 2013, telah terjadi kenaikan suhu permukaan rata-rata sebesar 10C. Kenaikan suhu permukaan ini juga diikuti kenaikan kelembaban pada rentang waktu yang sama sebesar 5%. Perubahan ketiga komponen iklim ini akan memberi dampak pada sistem penerbangan sehubungan dengan fenomena perubahan iklim. Melalui analisis risiko dan peluang untuk tiap perubahan komponen iklim, akan dapatditentukan dampak negatif dan dampak positif dari suatu fenomena cuaca dan iklim. Ancaman utama atau dampak negatip perubahan iklim bagi bandara Hasanuddin adalah potensi banjir, kekeringan, kebutuhan energi yang meningkat, rusaknya infrastruktur seperti runway, taxiway dan apron serta terganggunya operasional penerbangan akibat cuaca ekstrim. Strategi adaptasi yang tepat untuk bandara Hasanuddinantara lain dengan peningkatan kinerja sistem drainase, sumur resapan, penerapan efisiensi energi dan penggunaan energi ramah lingkungan, penerapan eco-office serta efisiensi proses dan prosedur kerja dalam pelayanan penumpang di bandara.Kata kunci : bandar udara, adaptasi, perubahan iklim
PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN JARING PENGAMAN SOSIAL SUMUR RESAPAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA Indriatmoko, Robertus Haryoto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.65 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.276

Abstract

Banjir tanggal 11 Februari 2002 mengejutkan banyak pihak karenadatangnya tiba-tiba dan tidak terduga besarnya, sehingga hampir 30% wilayah Jakarta tergenang air , transportasi lumpuh , dan memakan korban jiwa akibat tanah lingsor, tenggelam, hanyut dan tersengat aliran listrik. Total aliran air permukaan diperkirakan mencapai 70 juta meter kubik, dimana jumlah tersebut tidak dapat tertampung oleh badan-badan sungai yang ada dan meluap menggenangi daerah dataran banjir sungai (floodplain area) yang saat ini banyak ditempati oleh pemukiman penduduk. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Kelompok Pengkajian Sitem Pengelolaan Air (BPPT) dalam Studi Studi Model Optimisasi Pengelolaan Air Tanah Jakarta, maka besarnya imbuhan buatan yang harus dimasukkan kembali kedalam akuifer dangkal untuk daerah seluas 25 km2 berkisar antara 1.082.419- 54.120.960 m3/tahun atau antara 1,08 - 54,12 m3/tahun/m2. Lokasi imbuhan buatan dapat dilihat pada Peta Lokasi Imbuhan Buatan Berdasarkan Hasil Optimisasi Pengelolaan Air Tanah. Jika diasumsikan 1 (satu) sumur resapan dengan diameter 0,8 meter, lebar bidang resapan 1 meter pada tanah dengan permeabilitas rendah (0,00105 m/hari), maka kapasitas sumur resapan adalah 0,592 m3/tahun/unit. Dengan demikian untuk daerah Jakarta dan sekitarnya dibutuhkan kurang lebih 2 juta sumur resapan. Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Walaupun sudah ada Surat Keputusan GubernurDKI yang mengatur tentang sumur resapan, pelaksanaan dilapangan masihsulit pengawasannya. Dalam kondisi krismon ini perlu langkah terobosan untuk membuat sumur resapan dengan program jaring pengaman sosial, dengan demikian pemerintah membuka lapangan pekerjaan bersamaan dengan perbaikan lingkungan.
PERENCANAAN SISTEM MONITORING KUALITAS AIR SUNGAI SECARA ONLINE (MONITORING SECARA ONLINE SESUAI METODE WORLD METEOROLOGICAL ORGANIZATION) Indriatmoko, Robertus Haryoto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.67 KB)

Abstract

Penerapan teknologi untuk memantau kualitas air secara online adalah sebuah aplikasi yang menawarkan teknologi canggih untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan sistem pemantauan secara manual. Implementasi sistem ini di lapangan akan dapat mengurangi kelemahan dalam memantau kualitas air sungai secara manual dalam: 1). waktu sebenarnya. 2). Posisi sebenarnya 3). cepat. 4). Terus menerus selama 24 jam. 5). Bisa mengukur kualitas air sungai secara bersamaan. 6). secara otomatis. 7). Interaktif. Memiliki sistem pemantauan dengan pemantauan kualitas air seperti kondisi ideal sistem pemantauan. Kehadiran sistem ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pembangunan, terutama dalam memberikan peringatan dini terhadap kesejahteraan manusia. Kelebihan sistem yang dirancang didasarkan pada dua bagian yang sangat penting: 1). Perancangan sistem pemantauan (perangkat lunak dan perangkat keras) dan 2). Pemantauan kendaraan (hard ware). Makalah ini ditulis secara khusus untuk membahas disain sisi kedua yang mengambang untuk dipantau, yaitu dengan mengaplikasikan float serta cara memasang sistem di sungai. Dengan menerapkan sistem pemantauan di lapangan diharapkan dapat memperhatikan aspek mutlak pemantauan kualitas air secara online sambil memenuhi metodologi yang tepat dalam melakukan pengambilan sampel kualitas air sungai sesuai dengan Organisasi Meteorologi Dunia. kata kunci : WMO, wahana apung, monitoring online, logger, sensor 
DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR SIAP DIMINUM BAGI MASYARAKAT STUDI KASUS: DISEMINASI DI PESANTREN SYUBBANUL YAUM TENAJAR KERTASEMAYA, INDRAMAYU JAWA BARAT Indriatmoko, Robertus Haryoto; Setiadi, Imam; Yudo, Satmoko
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4291

Abstract

Sampai dengan periode Januari 2016, kebutuhan air bersih nasional yang memenuhi sasaran Millenium Development Goals (mdgs), hanya 67% dari jumlah penduduk di Indonesia yang dapat mengakses air minum yang layak. Menyediakan air minum memiliki arti yang sangat penting dan strategis bagi masyarakat indonesia terutama yang bermukim di wilayah dimana tidak tersedia air bersih atau di wilayah dengan keterbatasan sumber daya air. Dengan kondisi seperti ini mendorong untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pengolahan air yang sederhana, cepat, murah dan berkelanjutan. Pesantren Syubabanul Yaum di Kabupaten Indramayu Propoinsi Jawa Barat telah dipilih sebagai lokasi penerapan teknologi Arsinum. Kualitas air baku yang tidak memenuhi syarat baku mutu air bersih menjadi alasan kenapa lokasi dipilih, disamping itu kebutuhan air minum sangat diperlukan oleh para santri dan masyarakat sekitarnya. Untuk memperoleh hasil yang tepat, akan dilakukan survei ke lokasi untuk mengambil sampel air baku dan menganalisanya di laboratorium, hasil dari analisa tersebut akan menjadi acuan perancangan teknologi pengolahan air yang tepat menyesuaikan dengan kondisi air bakunya yang nyata dari lokasi tersebut. Produk air minum yang dihasilkan oleh teknologi Arsinum yang sudah diaplikasikan di Pondok Pesantren Subbanul Yaum, telah dianalisa dilaboratorium lingkungan dan dinyatakan memenuhi syarat air minum yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/IV/2010, tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kata kunci: air minum, diseminasi teknologi, filtrasi, membrane teknologi
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH WILAYAH PESISIR KABUPATEN PASIR KALIMANTAN TIMUR Indriatmoko, Robertus Haryoto
Jurnal Air Indonesia Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v2i1.2286

Abstract

Coastal aquifers are an important ground-water resource for urban, fisheries, and agriculture areas. Coastal aquifer system at coast of Tanah Grogot Regency, at East Kalimantan Province, is important to community, but existing aquifers are not productive as ground water resources and therefore to meet community needs of water, a geoelectricity survey need to be conducted to find aquifers and this information will be used for development of water resources planning and method to be used for geoelectricity survey is rock layer resistivity. Result of this survey will identify aquifer layers as source of water. Katakunci : Wilayah pesisir, geolistrik, metoda schlumberger, satu dimensi, akuifer, air tanah, kualitas air, kabupaten pasir,tanah grogot, kalimantan timur
EVALUASI KANDUNGAN KLORIDA (CL-) dan DAYA HANTAR LISTRIK (DHL) AIR TANAH PADA SISTEM AKUIFER JAKARTA PERIODA 1990-2000 Indriatmoko, Robertus Haryoto; J, E. Myra.
Jurnal Air Indonesia Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v1i1.2297

Abstract

Evaluation of chloride (Cl-) content and electric conductivity  (EC) of ground water in aquifer system is one method to identify salt water movement in aquifer system, which occurred as a result of changes in hydraulic equilibrium which cause by temporary variation of natural recharges and pumping of ground water at many layered aquifers.Salt water movement in Jakarta aquifer system is evaluated based on mapping of chloride content at 500 mg/L and EC at 1500 m mhos/cm in many bored well during period of 1990 – 2000. In the beginning chloride content and EC is in value only and with the addition of attribute data, namely coordinate, it could be used as input data. By using software namely SURF, the above input data is simulate to have a contour map of chloride and EC. Overlapping of the contour map to Jakarta base map will result in thematic map of chloride and EC distribution which represent salt water movement at Jakarta aquifer system.   Key word : Aquifers, Aquifer system, Chloride (Cl-) , Electric Conductivity (EC), Map, Hydraulic Equilibrium, Ground water, SURF Software.
PENYEDIAAN AIR SIAP MINUM PADA SITUASI TANGGAP DARURAT BENCANA ALAM (Belajar Dari Kasus Gempa Bumi Yogyakarta Dan Jawa Tengah) Indriatmoko, Robertus Haryoto; Widayat, Wahyu
Jurnal Air Indonesia Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v3i1.2315

Abstract

A response in an emergency condition  is the most critical thing in natural disaster. In this situation, every thing is in a panic. Any decision must be taken  tactically, quickly and property to minimize the number victims and severity as the impact of disaster. One of the response in an emergency is to provide facility of drinking water treatment unit which has to be located at the respective disaster area. This unit is designed compacly with high mobility, flexible and easily operated to fullfil the potable water need for the victims. The treatment processes use are filtration, adsorbtion and sterilization. The capacity is 1 M3/hour.      Katakunci : Tanggap darurat, air minum, ultra filtrasi,  bencana alam, mobilitas tinggi, tepat sasaran, emergency use, potable water treatment.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PENGHITUNGAN KOEFISIEN ALIRAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CILIWUNG Indriatmoko, Robertus Haryoto; Wibowo, V. Ery
Jurnal Air Indonesia Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v3i2.2339

Abstract

According to Cook, drainage basin characteristics factor yielding high surface stream are 1. Relief 2. Infiltration 3. Landuse, and 4. Drainage density. These physical parameter is use to determine runoff coefficient of catchment area, with application of Geographical Information System (GIS) application on Ciliwung catcment area above Depok. Steps to analyse of runoff coefficient are scoring of each classification of relief, infiltration, landuse and drainage density, and then all of the four maps which have score are overlay to become a map of unit land. Runoff coefficient hereinafter is calculated and found out that runoff coefficient of Ciliwung catchment area is 0, 58.   Katakunci : GIS, SIG, metode Cook, metode Bridge Branch, runoff coeffisient, catchment area, DAS, Ciliwung, relief, infiltration, landuse, drainage density, informasi, peta tematik.
PENGELOLAAN AIR TANAH DAN INTRUSI AIR LAUT Herlambang, Arie; Indriatmoko, Robertus Haryoto
Jurnal Air Indonesia Vol. 1 No. 2 (2005): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v1i2.2348

Abstract

Coastal Aquifer System of Jakarta consist of unconfined aquifer layers, confined aquifer I and  confined aquifer II.  Resources of  groundwater is very important for Jakarta City, for drinking water, industry, hotel, government offices and various other facility. Important considering of    groundwater resources of Jakarta hence needed an effort to preserve the groundwater and awake its continuity by conducting a system management of groundwater. Model used for the management of groundwater system of aquifer coastal referred as Groundwater Model Simulation and Optimization of Quasi Three Dimension ( OPT-Q3D). Model simulation and optimization represent computer model of quasi-three dimensions with method of finite difference used for the operation of infiltration of sea water. This model can conduct current simulation of groundwater flow, head of fresh water and brine, and describe the movement of interface fresh water and sea water. The model can also make optimization of system aquifer with single or multi layers.  Jakarta Groundwater Basin assumed consist three layers of aquifer separated by impermeable layer. Applying of groundwater simulation model in Jakarta can give information regarding balance of groundwater, head of freshwater, head of  brine, interface brine and freshwater, map of brine distribution and bargain in each; every aquifer. Herein after model optimization will yield various information able to wear upon which consideration to manage the amount of pumping of optimal ground water every area in each layer of aquifer, amount of optimal pumping, optimal freshwater head, head of optimal brine and map of infiltration.  Kata Kunci  : Air Tanah, Pengelolaan, Intrusi Air Laut, Modeling
PENGELOLAAN DATA SISTEM ALIRAN DRAINASE KOTA Studi Kasus : Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Indriatmoko, Robertus Haryoto; Wahjono, Heru Dwi; Yudo, Satmoko
Jurnal Air Indonesia Vol. 1 No. 3 (2005): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v1i3.2359

Abstract

Fast growing development at big cities such as Jakarta usually cause surface hydrology problems, which is indicated by many surface detention and local floods during rainy season. These problems were raised because of the increasing of runoff coefficient of sub catchment areas and limited capacity of existing drainages. Analysis have made on drainage capacity of sub catchment areas connected to peak flow cause by rain on certain recurrence period and result in data to evaluate drainage capacity to solve these water detention and local floods problems. Katakunci : Genangan, Banjir, Drainase, DAS, Database.