Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Ethnomedicinal, Phytochemicals, and Pharmacological Aspects of Sentul (Sandoricum koetjape) Made Dharmesti Wijaya
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2022.111.65-73

Abstract

Sentul (Sandoricum koetjape) is a tropical plant that has been used as traditional medicine in some Asian countries for decades. Research on phytochemicals and pharmacological activities of this plant extracts has been conducted and shows promising medicinal properties. This review aims to integrate knowledge about S. koetjape focusing on three main aspects namely ethnomedicinal, phytochemicals, and pharmacological, in order to encourage further research on this plant for future drug development. Traditionally, all plant parts of S. koetjape have been used for treating various health problems and diseases such as diarrhea, fever, colic, and leucorrhoea. More than 30 chemicals have been identified from S. koetjape, which the most important compounds are ring-A secotriterpene, oleane-type triterpene, secomultiflorane-type triterpene, hydroxymultiflorane triterpene, and limonoids. In vitro studies showed pharmacological potential of the extracts and phytochemicals constituents of S. koetjape including antibacterial, antifungal, antitumoral, anticancer, insecticide, and antioxidant.
Phytochemical Screening and Blood Glucose Response of Red Dragon Fruit Extract in Alloxan-Induced Mice I Gusti Agung Istri Mas Dianti Pratiwi; Ni Putu Ayu Dian Maharani; Ni Made Asthi Pramesti Kirana; Putu Nadya Asti Utari; I Gede Ngurah Bagus Arthayasa; Luh Gde Evayanti; Made Dharmesti Wijaya
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1165-1169

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels, which can lead to various complications. Natural products, including red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus), have gained attention for their potential antidiabetic properties due to their phytochemical content, particularly flavonoids. This study aimed to evaluate the phytochemical composition of red dragon fruit extract and its effect on blood glucose levels in alloxan-induced diabetic mice. Phytochemical screening was conducted qualitatively to identify the presence of secondary metabolites. Male mice were divided into five groups: a negative control group (no treatment), a positive control group (metformin 10 mg/kg BW), and three treatment groups (T1, T2, T3) receiving red dragon fruit extract at doses of 18.2, 36.4, and 72.8 mg/kg BW, respectively. Diabetes was induced by a single intraperitoneal injection of alloxan monohydrate (140 mg/kg BW). Treatments were administered orally once daily for 6 days. Blood glucose levels were measured on days 0, 2, 4, and 6. Data were analyzed using the Friedmann test. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, tannins, alkaloids, and saponins in the extract. Statistical analysis showed no significant reduction in blood glucose levels after administration of red dragon fruit extract at any of the tested doses (p>0.05). Red dragon fruit extract did not exhibit a significant antihyperglycemic effect in alloxan-induced diabetic mice under the tested conditions. This may be attributed to suboptimal dosage, insufficient flavonoid concentration, or a less effective mechanism of action compared to standard therapy. Further studies are needed to optimize the formulation and evaluate its potential using different extraction methods or in combination with other bioactive compounds.
Evaluating Helminth to Treat Type 2 Diabetes – A Review Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 4 No 1 (2019): May 2019
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.4.1.1042.21-29

Abstract

Type 2 diabetes (T2D) is characterized by lacking production of insulin and impaired insulin sensitivity. Despite the availability of antidiabetic drugs on the market, exploration of new therapeutic drugs for treating T2D from nature remains necessary. This review provides insights on the potential of helminths and helminth derived products to modulate immune response for treating T2D. We discussed several helminths that are under investigation in animal models for treating T2D namely Schistosoma mansoni, Nippostrongylus brasiliens, Litomosoides sigmodontis, and Strongyloides stercoralis. Finally, application of Schistosoma mansoni soluble egg antigens (SEA) in T2D treatment is also examined.
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Bangbang Kabupaten Bangli dalam Mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dan Cerdas Finansial Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati; Wahyu Antari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.15-20

Abstract

Pengetahuan mengenai swamedikasi serta pengelolaan obat skala rumah tangga, termasuk bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan baik dan benar sangat penting dimiliki oleh masyarakat. Pengetahuan tersebut akan sangat berguna dalam penanganan sakit ringan dan pengelolaan kesehatan anggota keluarga. Namun, masih cukup banyak masyarakat yang awam tentang hal tersebut. Permasalahan ini juga dirasakan oleh mitra kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu kader Posyandu Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Selain itu, pemahaman kader mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan perencanaan keuangan masa depan juga masih sangat kurang. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka dilakukan kegiatan PKM pemberdayaan mitra sebagai kader dalam implementasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Selain itu, dilakukan pula pemaparan materi mengenai kecerdasan finansial dan pelatihan manajemen keuangan untuk menghindari sandwich generation di masa depan. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan focus group discussion (FGD), penyuluhan, dan pelatihan terkait Gema Cermat dan kecerdasan finansial, serta pemberian bantuan berupa kotak obat, obat-obatan dasar, masker, dan hand sanitizer. Hasil evaluasi berupa pretest dan posttest menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial, dilihat dari nilai rata-rata pretest yang hanya 62/100 menjadi 94/100 saat posttest. Pada saat monitoring kegiatan, tampak kotak obat sudah terpasang pada dinding kantor desa. Hasil evaluasi dan monitoring tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial.
PKM Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, Pelatihan Pembuatan Kompos, dan Literasi Pasar Modal pada PKK Kelurahan Sesetan Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.230-235

Abstract

Penggunaan obat yang rasional dalam pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah bagian yang krusial untuk mendapatkan luaran terapi yang diinginkan. Namun, belum semua masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang hal tersebut, termasuk mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Pada diskusi awal, mitra menyatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang terbatas mengenai swamedikasi yang rasional sehingga membuat mitra menjadi ragu dalam melakukan swamedikasi, serta terkadang melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari saat melakukan swamedikasi terhadap diri sendiri maupun keluarganya. Mitra juga membutuhkan pelatihan terkait pengolahan sampah-sampah daun dan canang yang membludak terutama ketika hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan. Selain itu, mitra juga memerlukan pelatihan mengenai pasar modal, terutama terkait dengan investasi saham sebagai alternatif investasi keluarga. Oleh karena itu, PKM ini memberikan penyuluhan kepada mitra kelompok PKK tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang mencakup penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi, penggunaan antibiotik yang benar, cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar, serta cara penggunaan obat dalam bentuk sediaan khusus. Mitra juga diberikan pelatihan pendaur-ulangan sampah organik menjadi kompos dan pelatihan literasi pasar modal. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion atau diskusi kelompok terarah, penyuluhan dan pemutaran video tentang Gema Cermat, pelatihan daur ulang sampah organik, serta pelatihan pasar modal. Hasil evaluasi berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap materi-materi yang telah disampaikan, dengan rata-rata nilai 54/100 pada pretest menjadi 90/100 pada posttest. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai Gema Cermat, daur ulang sampah organik, serta literasi pasar modal.
PKM Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Investasi Pasar Modal pada Sekaa Teruna Hita Mahada Çraya Desa Batur Utara Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.9-14

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya pemeliharaan kesehatan keluarga. Selain bermanfaat, tanaman ini juga relatif mudah ditanam serta dapat memperindah pekarangan rumah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum terlalu familiar dengan jenis-jenis, manfaat, serta cara pengolahan TOGA menjadi obat tradisional seperti jamu atau loloh. Hal tersebut juga dirasakan oleh mitra kami yaitu sekeha teruna (ST) Hita Mahada Çraya. Hasil diskusi juga menunjukkan bahwa mitra masih belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengolahan sampah organik. Mitra juga belum familiar dengan investasi pasar modal yang jika ditekuni dengan baik dapat menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan. Oleh karena itu, dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, dilakukan penyuluhan mengenai manfaat dan cara pengolahan TOGA dalam membantu pemeliharaan kesehatan dan mengatasi keluhan penyakit ringan, serta pemberian bantuan berupa bibit TOGA yang dapat ditanam dan dimanfaatkan di pekarangan rumah mitra. Pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga dan pemberian bantuan berupa peralatan composting. Selain itu, juga diberikan pelatihan mengenai investasi pasar modal bagi anggota ST. Metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan dan pelatihan terkait permasalahan mitra, pemberian bantuan, serta evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan mitra mengalami peningkatan sebesar 95%, yang dilihat dari rata-rata nilai mitra sebesar 48/100 saat pretest menjadi 94/100 saat posttest. Proses monitoring pascakegiatan berupa diskusi dan observasi langsung ke lapangan menunjukkan bahwa kader sudah menanam bantuan TOGA yang diberikan di pekarangan rumahnya masing-masing, serta mulai mempelajari mengenai investasi pasar modal. Mitra juga berencana akan segera memulai mencoba membuat kompos dari sampah-sampah organik. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM telah berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi mitra.