Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Yoghurt dan Pemasaran Online Pada Kelompok PKK Banjar Tohpati Desa Kesiman Kertalangu Denpasar Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v3i2.142

Abstract

Kelompok ibu PKK Banjar Tohpati merupakan organisasi wanita yang menjadi bagian Desa Kesiman Kertalangu. Terjadinya pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Bali termasuk bagi kelompok ibu PKK Banjar Tohpati khususnya dari segi kesehatan dan ekonomi. Berdasarkan hasil diskusi, mitra ingin memiliki pengetahuan tentang cara pembuatan makanan sehat yang murah dan mudah serta memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk menjaga imunitas selama masa pandemi COVID-19. Mitra juga mengharapkan makanan yang dibuat dapat memberikan manfaat ekonomi bagi mitra. Berdasarkan permasalahan mitra ini dan hasil diskusi disepakati untuk melakukan pemberdayaan kelompok ibu PKK Banjar Tohpati untuk membuat yoghurt sebagai panganan sehat karena telah terbukti secara ilmiah memberikan manfaat kesehatan dan cukup mudah dibuat. Selain itu, yoghurt dapat menjadi produk yang dapat dipasarkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi mitra. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah focus group discussion melalui pemaparan tentang konsep gizi sehat disertai dengan pelatihan pembuatan yoghurt. Mitra mendapatkan penyuluhan dari sisi ekonomi tentang cara membuat memasarkan produk dengan metode promosi online. Pengusul telah memfasilitasi mitra dengan alat dan bahan pembuatan yoghurt sebagai modal awal untuk memulai usaha dan bantuan hidup dasar untuk meringankan dampak pandemi COVID-19. Hasil evaluasi pre dan post test menunjukkan peningkatan nilai sebesar 38 point atau 44.2%. Hal ini mengindikasikan bahwa mitra paham akan konsep gizi sehat dan pemasaran online. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mitra sudah mampu secara mandiri membuat prodiuk yoghurtnya sendiri dan sudah memasarkan dilingkungan tempat tinggal mereka. Mitra juga mampu memasarkan yoghurt menggunakan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook.
Antibacterial Screening of Bacterial Isolates Associated with Mangrove Soil from the Ngurah Rai Mangrove Forest Bali Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Putu Arya Suryanditha; Ayu Savitri Siskayani; Ni Made Defy Janurianti
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2021.102.129-133

Abstract

In this study we reported cultivation of bacteria associated with mangrove soil from the Ngurah Rai Mangrove Forest, Bali. Mangrove soil samples were serially diluted using sterile artificial seawater, spread onto Starch Casein M agar and incubated at 28oC for 28 days. Cultivation of mangrove soil samples yielded 165 bacterial colonies with 68 isolates were selected and purified based on different morphology. Of these 68 isolates, 22 isolates displayed antibacterial activities ranging from weak to strong inhibition against at least one of four bacterial indicators namely Staphyloccocus aureus, Streptococus mutans, Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae using perpendicular streak method. Overall, 19 out of 22 bacteria isolates displayed weak antibacterial potential and two isolates exhibited moderate antibacterial activity. The isolate SA4 was the only bacterium with strong antibacterial potential with measured clear distance ≥ 10 mm against the four bacterial isolates. Sequence analysis based on 16S rRNA gene fragment assigned the isolate SA4 as Bacillus subtilis strain BIL/BS-168. Overall, this study confirmed the untapped potential of antibacterial activities from bacteria associated with mangrove soil.
Antibacterial Activity of Mangrove Root Extracts from Ngurah Rai Mangrove Forest, Denpasar-Bali Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2021.102.117-121

Abstract

The increasing rate of antimicrobial resistance in the past decades has motivated the search for novel antibacterial compounds to overcome infectious diseases. Among diverse natural sources, mangrove ecosystems offer untapped sources of biological active compounds for future antibacterial medicine. This research was aimed to evaluate antibacterial activities of crude extracts of four dominant mangrove plants from the Ngurah Rai Mangrove Forest namely Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, and Sonneratia alba. Roots of these four plants were extracted using methanol, chloroform, and n-hexane. These crude extracts were tested against two Gram positive bacteria (Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans) and two Gram negative bacteria (Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae) by disc difussion assay. We found that 3 mg/mL of N-hexane crude extracts from R. apiculata yielded the highest zone of inhibition of 8.64 mm against S. aureus. While, 3 mg/mL of chloroform crude extract of R. apiculata yielded the highest inhibition of 19.83 mm against S. mutans. Unfortunately, no zone of inhibition was observed when crude extracts were tested against Gram negative indicator strains. Our results indicate that the root crude extracts of R. apiculata yielded the highest zone of inhibition against Gram positive indicator strains compared to root crude extracts of R. mucronata, S. alba, and A. marina. Further research is required to determine the antibacterial activities of the mangrove crude extracts against other bacterial indicator strains to determine their spectrum of activities.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK BANJAR LEBAH DESA SUMERTA SEBAGAI KADER SADAR GIZI DALAM MENJAGA SISTEM IMUN TUBUH UNTUK MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Dewa Ayu Putri Sri Masyeni
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.837 KB)

Abstract

Good and sufficient nutritional intakes are prerequisite to build a strong immune system against infectious diseases especially during the pandemic of COVID-19 that spread out widely since the early year of 2020. Currently socialization about COVID-19 have been emphasized on the preventive aspects such as washing hand with soap properly, using face mask and applying social distancing. However, these preventive aspects have not much focused on nutritional aspects. In order to build awareness of society on good nutritional intakes, this community service focused to build a group of cadres in collaboration with the women group (PKK) of Banjar Lebah Desa Sumerta Denpasar. The method of socialization was conducted via face to face meeting by still applying health protocols such as using face mask, washing hand with soap and physical distancing. Evaluation of the community service activity showed that cadres have displayed significant understanding about good nutritional intakes as indicated by increasing of post-test grades to 35% compared to the initial pre-test grades. These cadres were also successfully made yoghurt as the example of nutritional foods that can be consumed daily. In the future, these cadres were expected to actively socializing the importance of good nutritional intakes for their neighbourhood especially during the pandemic of COVID-19. Keywords: COVID-19, nutritional awarness, pandemic
Retrospective Analysis on Antibiotic Resistance among Clinical Bacterial Isolates in the General Hospital Sanjiwani, Gianyar Bali Anak Agung Gede Indraningrat; Dewa Ayu Putri Sri Masyeni; I Made Sila Darmana
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 12 No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik saat ini merupakan ancaman kesehatan global yang muncul akibat penggunaan antibiotik yang salah dan berlebihan sehingga meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas. Informasi tentang resistensi antibiotik sangat penting untuk menentukan pengobatan yang ideal bagi pasien. Ketersedian data terkait resistensi antibiotika di Bali masih cukup rendah. Studi ini bertujuan untuk menganalisi profil kerentanan antibiotik pada isolat bakteri klinik di RSUD Sanjiwani Gianyar Bali menggunakan metode retrospektif tahun 2018. Data tersebut meliputi jenis antibiotik yang diuji, nama isolat bakteri klinis, sumber isolasi. dan profil resistensi antibiotik. Diantara 65 isolat bakteri klinis, ditemukan keragaman bakteri patogen yang tinggi dan dikelompokkan menjadi 22 spesies, dimana Escherichia coli, Klebsiela pneumoniae, Acinetobacter baumanii dan Staphylococcus aureus merupakan empat isolat dominan yang diidentifikasi. Paparan terhadap 17 jenis antibiotika menunjukkan bahwa isolat bakteri dominan resisten terhadap levofloxacin, ciprofloxacin, dan gentamycin. Sedangkan isolat dominan tersebut rentan terhadap meropenem, amikacyin dan ampicillin-sulbactam. Surveilans rutin untuk mengetahui profil resistensi antibiotik penting dilakukan dan direkomendasikan untuk menghasilkan antibiotikogram lokal sebagai pedoman untuk mengatasi infeksi patogen.
Phytochemical, Antibacterial and Antioxidant Activities of Schefflera elliptica Leaves I Gede Yoga Ayuning Kirtanayasa; Anak Agung Gede Indraningrat; I Putu Candra
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2023.121.329-334

Abstract

Schefflera elliptica or locally called kayu tulak, is one of the Balinese herbal plants that have traditionally be used to reject (tulak) negative influences that exist in the human body. Althoug, S. elliptica has been routinely used as a part of a ritual in Bali, only a limited study has been reported on its bioactivity. This study was designed to analyze the phytochemical content, antibacterial activity, and antioxidant activity of S. elliptica. In this study, simplisia of S. elliptica was extracted using n-hexane and ethyl acetate solvents, then the viscous extracts of the two solvents were carried out for phytochemical tests, antibacterial activity tests with the Kirby-Bauer method and antioxidant activity tests with based on DPPH method. Phytochemical screening showed that the n-hexane extract contains active compounds in the form of phenols and steroids while ethyl acetate contains active compounds in the form of phenols, tannins, and steroids. Antibacterial screening showed ethyl acetate extract of S. elliptica displayed a diameter zone of inhibition of 10.720.71 mm against Staphylococcus aureus, 12.172.80 mm against Streptococcus mutans, 12.401.65 mm against Escherichia coli and 15.202.44 mm against Klebsiella pneumoniae. The DPPH analysis showed percentages of 61.17% and 67.42% from n-hexane and ethyl acetate extracts respectively, which indicated the antioxidant properties of S. elliptica. Overall, this research provides a preliminary report on the bioactivity potential of S. elliptica mainly in term of antibacterial and antioxidant properties which open up possibilities for future drug development.
PKM Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, Pelatihan Pembuatan Kompos, dan Literasi Pasar Modal pada PKK Kelurahan Sesetan Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.230-235

Abstract

Penggunaan obat yang rasional dalam pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah bagian yang krusial untuk mendapatkan luaran terapi yang diinginkan. Namun, belum semua masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang hal tersebut, termasuk mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Pada diskusi awal, mitra menyatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang terbatas mengenai swamedikasi yang rasional sehingga membuat mitra menjadi ragu dalam melakukan swamedikasi, serta terkadang melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari saat melakukan swamedikasi terhadap diri sendiri maupun keluarganya. Mitra juga membutuhkan pelatihan terkait pengolahan sampah-sampah daun dan canang yang membludak terutama ketika hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan. Selain itu, mitra juga memerlukan pelatihan mengenai pasar modal, terutama terkait dengan investasi saham sebagai alternatif investasi keluarga. Oleh karena itu, PKM ini memberikan penyuluhan kepada mitra kelompok PKK tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang mencakup penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi, penggunaan antibiotik yang benar, cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar, serta cara penggunaan obat dalam bentuk sediaan khusus. Mitra juga diberikan pelatihan pendaur-ulangan sampah organik menjadi kompos dan pelatihan literasi pasar modal. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion atau diskusi kelompok terarah, penyuluhan dan pemutaran video tentang Gema Cermat, pelatihan daur ulang sampah organik, serta pelatihan pasar modal. Hasil evaluasi berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap materi-materi yang telah disampaikan, dengan rata-rata nilai 54/100 pada pretest menjadi 90/100 pada posttest. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai Gema Cermat, daur ulang sampah organik, serta literasi pasar modal.
PKM Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Investasi Pasar Modal pada Sekaa Teruna Hita Mahada Çraya Desa Batur Utara Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.9-14

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya pemeliharaan kesehatan keluarga. Selain bermanfaat, tanaman ini juga relatif mudah ditanam serta dapat memperindah pekarangan rumah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum terlalu familiar dengan jenis-jenis, manfaat, serta cara pengolahan TOGA menjadi obat tradisional seperti jamu atau loloh. Hal tersebut juga dirasakan oleh mitra kami yaitu sekeha teruna (ST) Hita Mahada Çraya. Hasil diskusi juga menunjukkan bahwa mitra masih belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengolahan sampah organik. Mitra juga belum familiar dengan investasi pasar modal yang jika ditekuni dengan baik dapat menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan. Oleh karena itu, dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, dilakukan penyuluhan mengenai manfaat dan cara pengolahan TOGA dalam membantu pemeliharaan kesehatan dan mengatasi keluhan penyakit ringan, serta pemberian bantuan berupa bibit TOGA yang dapat ditanam dan dimanfaatkan di pekarangan rumah mitra. Pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga dan pemberian bantuan berupa peralatan composting. Selain itu, juga diberikan pelatihan mengenai investasi pasar modal bagi anggota ST. Metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan dan pelatihan terkait permasalahan mitra, pemberian bantuan, serta evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan mitra mengalami peningkatan sebesar 95%, yang dilihat dari rata-rata nilai mitra sebesar 48/100 saat pretest menjadi 94/100 saat posttest. Proses monitoring pascakegiatan berupa diskusi dan observasi langsung ke lapangan menunjukkan bahwa kader sudah menanam bantuan TOGA yang diberikan di pekarangan rumahnya masing-masing, serta mulai mempelajari mengenai investasi pasar modal. Mitra juga berencana akan segera memulai mencoba membuat kompos dari sampah-sampah organik. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM telah berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi mitra.
Evaluating Helminth to Treat Type 2 Diabetes – A Review Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 4 No 1 (2019): May 2019
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.4.1.1042.21-29

Abstract

Type 2 diabetes (T2D) is characterized by lacking production of insulin and impaired insulin sensitivity. Despite the availability of antidiabetic drugs on the market, exploration of new therapeutic drugs for treating T2D from nature remains necessary. This review provides insights on the potential of helminths and helminth derived products to modulate immune response for treating T2D. We discussed several helminths that are under investigation in animal models for treating T2D namely Schistosoma mansoni, Nippostrongylus brasiliens, Litomosoides sigmodontis, and Strongyloides stercoralis. Finally, application of Schistosoma mansoni soluble egg antigens (SEA) in T2D treatment is also examined.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU PKK DI DESA KERTA KECAMATAN PAYANGAN KABUPATEN GIANYAR BALI SEBAGAI PEMBANTU JUMANTIK UNTUK MENCEGAH INFEKSI DEMAM BERDARAH DENGUE Sri Masyeni; A.A.G Indraningrat; P.A Suryanditha; Agus Santosa
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.4.1.2020.1-5

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi akibat infeksi virus Dengue merupakan penyakit yang mewabah tiap tahunnya di Bali dan Indonesia pada umumnya. Upaya menekan laju DBD khususnya melalui eradikasi vektor pembawa virus yaitu nyamuk Aedes aegypti perlu terus dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat secara langsung. Penyuluhan mengenai DBD terhadap kelompok ibu PKK di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. Metode yang digunakan adalah presentasi dan diskusi melalui tatap muka. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu-ibu PKK terhadap DBD dan upaya pencegahannya. Sebagai tindak lanjut kegiatan pengabdian ini, tim pembantu Jumantik dari anggota PKK Desa Kerta, Kecamatan Payangan telah dibentuk. Tim ini diharapkan berperan aktif dalam memonitoring dan meminimalisir tempat berkembang biak jentik nyamuk Aedes aegypti, serta secara aktif mensosialisasikan pencegahan DBD di lingkungan tempat tinggal mereka.