Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Yoghurt dan Pemasaran Online Pada Kelompok PKK Banjar Tohpati Desa Kesiman Kertalangu Denpasar Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v3i2.142

Abstract

Kelompok ibu PKK Banjar Tohpati merupakan organisasi wanita yang menjadi bagian Desa Kesiman Kertalangu. Terjadinya pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Bali termasuk bagi kelompok ibu PKK Banjar Tohpati khususnya dari segi kesehatan dan ekonomi. Berdasarkan hasil diskusi, mitra ingin memiliki pengetahuan tentang cara pembuatan makanan sehat yang murah dan mudah serta memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk menjaga imunitas selama masa pandemi COVID-19. Mitra juga mengharapkan makanan yang dibuat dapat memberikan manfaat ekonomi bagi mitra. Berdasarkan permasalahan mitra ini dan hasil diskusi disepakati untuk melakukan pemberdayaan kelompok ibu PKK Banjar Tohpati untuk membuat yoghurt sebagai panganan sehat karena telah terbukti secara ilmiah memberikan manfaat kesehatan dan cukup mudah dibuat. Selain itu, yoghurt dapat menjadi produk yang dapat dipasarkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi mitra. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah focus group discussion melalui pemaparan tentang konsep gizi sehat disertai dengan pelatihan pembuatan yoghurt. Mitra mendapatkan penyuluhan dari sisi ekonomi tentang cara membuat memasarkan produk dengan metode promosi online. Pengusul telah memfasilitasi mitra dengan alat dan bahan pembuatan yoghurt sebagai modal awal untuk memulai usaha dan bantuan hidup dasar untuk meringankan dampak pandemi COVID-19. Hasil evaluasi pre dan post test menunjukkan peningkatan nilai sebesar 38 point atau 44.2%. Hal ini mengindikasikan bahwa mitra paham akan konsep gizi sehat dan pemasaran online. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mitra sudah mampu secara mandiri membuat prodiuk yoghurtnya sendiri dan sudah memasarkan dilingkungan tempat tinggal mereka. Mitra juga mampu memasarkan yoghurt menggunakan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook.
Antibacterial Screening of Bacterial Isolates Associated with Mangrove Soil from the Ngurah Rai Mangrove Forest Bali Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Putu Arya Suryanditha; Ayu Savitri Siskayani; Ni Made Defy Janurianti
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2021.102.129-133

Abstract

In this study we reported cultivation of bacteria associated with mangrove soil from the Ngurah Rai Mangrove Forest, Bali. Mangrove soil samples were serially diluted using sterile artificial seawater, spread onto Starch Casein M agar and incubated at 28oC for 28 days. Cultivation of mangrove soil samples yielded 165 bacterial colonies with 68 isolates were selected and purified based on different morphology. Of these 68 isolates, 22 isolates displayed antibacterial activities ranging from weak to strong inhibition against at least one of four bacterial indicators namely Staphyloccocus aureus, Streptococus mutans, Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae using perpendicular streak method. Overall, 19 out of 22 bacteria isolates displayed weak antibacterial potential and two isolates exhibited moderate antibacterial activity. The isolate SA4 was the only bacterium with strong antibacterial potential with measured clear distance ≥ 10 mm against the four bacterial isolates. Sequence analysis based on 16S rRNA gene fragment assigned the isolate SA4 as Bacillus subtilis strain BIL/BS-168. Overall, this study confirmed the untapped potential of antibacterial activities from bacteria associated with mangrove soil.
Antibacterial Activity of Mangrove Root Extracts from Ngurah Rai Mangrove Forest, Denpasar-Bali Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2021.102.117-121

Abstract

The increasing rate of antimicrobial resistance in the past decades has motivated the search for novel antibacterial compounds to overcome infectious diseases. Among diverse natural sources, mangrove ecosystems offer untapped sources of biological active compounds for future antibacterial medicine. This research was aimed to evaluate antibacterial activities of crude extracts of four dominant mangrove plants from the Ngurah Rai Mangrove Forest namely Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, and Sonneratia alba. Roots of these four plants were extracted using methanol, chloroform, and n-hexane. These crude extracts were tested against two Gram positive bacteria (Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans) and two Gram negative bacteria (Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae) by disc difussion assay. We found that 3 mg/mL of N-hexane crude extracts from R. apiculata yielded the highest zone of inhibition of 8.64 mm against S. aureus. While, 3 mg/mL of chloroform crude extract of R. apiculata yielded the highest inhibition of 19.83 mm against S. mutans. Unfortunately, no zone of inhibition was observed when crude extracts were tested against Gram negative indicator strains. Our results indicate that the root crude extracts of R. apiculata yielded the highest zone of inhibition against Gram positive indicator strains compared to root crude extracts of R. mucronata, S. alba, and A. marina. Further research is required to determine the antibacterial activities of the mangrove crude extracts against other bacterial indicator strains to determine their spectrum of activities.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK BANJAR LEBAH DESA SUMERTA SEBAGAI KADER SADAR GIZI DALAM MENJAGA SISTEM IMUN TUBUH UNTUK MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Dewa Ayu Putri Sri Masyeni
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.837 KB)

Abstract

Good and sufficient nutritional intakes are prerequisite to build a strong immune system against infectious diseases especially during the pandemic of COVID-19 that spread out widely since the early year of 2020. Currently socialization about COVID-19 have been emphasized on the preventive aspects such as washing hand with soap properly, using face mask and applying social distancing. However, these preventive aspects have not much focused on nutritional aspects. In order to build awareness of society on good nutritional intakes, this community service focused to build a group of cadres in collaboration with the women group (PKK) of Banjar Lebah Desa Sumerta Denpasar. The method of socialization was conducted via face to face meeting by still applying health protocols such as using face mask, washing hand with soap and physical distancing. Evaluation of the community service activity showed that cadres have displayed significant understanding about good nutritional intakes as indicated by increasing of post-test grades to 35% compared to the initial pre-test grades. These cadres were also successfully made yoghurt as the example of nutritional foods that can be consumed daily. In the future, these cadres were expected to actively socializing the importance of good nutritional intakes for their neighbourhood especially during the pandemic of COVID-19. Keywords: COVID-19, nutritional awarness, pandemic
Retrospective Analysis on Antibiotic Resistance among Clinical Bacterial Isolates in the General Hospital Sanjiwani, Gianyar Bali Anak Agung Gede Indraningrat; Dewa Ayu Putri Sri Masyeni; I Made Sila Darmana
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 12 No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik saat ini merupakan ancaman kesehatan global yang muncul akibat penggunaan antibiotik yang salah dan berlebihan sehingga meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas. Informasi tentang resistensi antibiotik sangat penting untuk menentukan pengobatan yang ideal bagi pasien. Ketersedian data terkait resistensi antibiotika di Bali masih cukup rendah. Studi ini bertujuan untuk menganalisi profil kerentanan antibiotik pada isolat bakteri klinik di RSUD Sanjiwani Gianyar Bali menggunakan metode retrospektif tahun 2018. Data tersebut meliputi jenis antibiotik yang diuji, nama isolat bakteri klinis, sumber isolasi. dan profil resistensi antibiotik. Diantara 65 isolat bakteri klinis, ditemukan keragaman bakteri patogen yang tinggi dan dikelompokkan menjadi 22 spesies, dimana Escherichia coli, Klebsiela pneumoniae, Acinetobacter baumanii dan Staphylococcus aureus merupakan empat isolat dominan yang diidentifikasi. Paparan terhadap 17 jenis antibiotika menunjukkan bahwa isolat bakteri dominan resisten terhadap levofloxacin, ciprofloxacin, dan gentamycin. Sedangkan isolat dominan tersebut rentan terhadap meropenem, amikacyin dan ampicillin-sulbactam. Surveilans rutin untuk mengetahui profil resistensi antibiotik penting dilakukan dan direkomendasikan untuk menghasilkan antibiotikogram lokal sebagai pedoman untuk mengatasi infeksi patogen.
Phytochemical, Antibacterial and Antioxidant Activities of Schefflera elliptica Leaves I Gede Yoga Ayuning Kirtanayasa; Anak Agung Gede Indraningrat; I Putu Candra
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2023.121.329-334

Abstract

Schefflera elliptica or locally called kayu tulak, is one of the Balinese herbal plants that have traditionally be used to reject (tulak) negative influences that exist in the human body. Althoug, S. elliptica has been routinely used as a part of a ritual in Bali, only a limited study has been reported on its bioactivity. This study was designed to analyze the phytochemical content, antibacterial activity, and antioxidant activity of S. elliptica. In this study, simplisia of S. elliptica was extracted using n-hexane and ethyl acetate solvents, then the viscous extracts of the two solvents were carried out for phytochemical tests, antibacterial activity tests with the Kirby-Bauer method and antioxidant activity tests with based on DPPH method. Phytochemical screening showed that the n-hexane extract contains active compounds in the form of phenols and steroids while ethyl acetate contains active compounds in the form of phenols, tannins, and steroids. Antibacterial screening showed ethyl acetate extract of S. elliptica displayed a diameter zone of inhibition of 10.720.71 mm against Staphylococcus aureus, 12.172.80 mm against Streptococcus mutans, 12.401.65 mm against Escherichia coli and 15.202.44 mm against Klebsiella pneumoniae. The DPPH analysis showed percentages of 61.17% and 67.42% from n-hexane and ethyl acetate extracts respectively, which indicated the antioxidant properties of S. elliptica. Overall, this research provides a preliminary report on the bioactivity potential of S. elliptica mainly in term of antibacterial and antioxidant properties which open up possibilities for future drug development.
EVALUASI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes Indraningrat, Anak Agung Gede; Prihantara, Komang Gede Yudha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P17

Abstract

Faringitis atau sering dikenal sebagai radang tenggorokan merupakan penyakit yang memiliki tingkat prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Salah satu patogen penyebab faringitis adalah bakteri Streptococcus pyogenes. Selama ini upaya pengobatan faringitis lebih difokuskan pada terapi antibiotika. Untuk mencegah timbulnya resistensi S. pyogenes terhadap antibiotika, maka salah satu upaya mengatasi faringitis adalah dengan mengembangkan obat-obatan baru yang bersumber dari alam. Pegagan merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat secara empiris untuk mengatasi penyakit infeksi karena kandungan senyawa aktifnya yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya hambat ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) terhadap pertumbuhan S. pyogenes. Penelitian yang dilakukan adalah jenis eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design. Pembuatan ekstrak etanol pegagan dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Sebanyak 150 gram serbuk simplisia pegagan dimaserasi dengan etanol 75% selama 24 jam dengan kecepatan 175 rpm dan didapatkan ekstrak sebanyak 22,48 gram. Skrining antibakteri menggunakan media Mueller Hinton Agar dengan metode Kirby-Bauer pada lima konsentrasi berbeda yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Sebagai kontrol positif digunakan antibiotika amphicillin. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi hambat minimal yaitu 50% dengan diameter zona hambat 6,13 ± 1,02 mm. Sedangkan, rata-rata diameter daya hambat ekstrak tertinggi terhadap S. pyogenes diperoleh pada konsentrasi 100% sebesar 11,39 ± 0,25 mm. Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang mengindikasikan daun pegagan mampu menghambat S. pyogenes. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat aktivitas antibakteri dari daun pegagan (Centella asiatica) terhadap S. pyogenes. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui komponen senyawa aktif dari ekstrak C. asiatica yang berperan sebagai antibakteri.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS HAND SANITIZER BERMEREK DAN HAND SANITIZER TANPA MEREK TERHADAP TOTAL KOLONI BAKTERI DI TANGAN Herawati, Putri; Indraningrat, Anak Agung Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P18

Abstract

Bakteri adalah kelompok mikroorganisme bersel tunggal dengan konfigurasi selular prokariotik yang tersebar luas di alam, udara, tanah, air dan di tubuh manusia atau hewan. Tangan adalah salah satu bagian tubuh manusia yang sering terkontaminasi oleh bakteri, sehingga mencuci tangan menggunakan hand sanitizer adalah salah satu cara yang dipakai untuk membersihkan tangan apabila sabun dan air mengalir tidak tersedia. Jenis produk hand sanitizer yang beredar di masyarakat semakin beragam, dari hand sanitizer bermerek yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga hand sanitizer tanpa merek yang diproduksi sendiri oleh sejumlah masyarakat sehingga belum diketahui efektivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas hand sanitizier bermerek dan hand sanitizier tanpa merek terhadap total koloni bakteri di tangan. Penelitian quasi experiment telah dilakukan menggunakan rancangan penelitian one grup pretest-posttest design dengan melibatkan 10 orang pegawai cleaning service FKIK Unwar sebagai responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan hand sanitizer bermerek (P = 0,046 atau P < 0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan hand sanitizer tanpa merek (P= 0,161 atau P > 0,05). Efektivitas hand sanitizer bermerek dalam menurunkan angka bakteri sebesar 85% dan hand sanitizer tanpa merek sebesar 71%. Hasil ini mengindikasikan bahwa efektivitas hand sanitizer bermerek dan hand sanitizer tanpa merek tidak berbeda dalam menurunkan angka bakteri di tangan (P = 0,846 atau P > 0,05).
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS HAND SANITIZER BERMEREK DAN HAND SANITIZER TANPA MEREK TERHADAP TOTAL KOLONI BAKTERI DI TANGAN Indraningrat, Anak Agung Gede; Herawati, Putri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i09.P16

Abstract

Bakteri adalah kelompok mikroorganisme bersel tunggal dengan konfigurasi selular prokariotik yang tersebar luas di alam, udara, tanah, air dan di tubuh manusia atau hewan. Tangan adalah salah satu bagian tubuh manusia yang sering terkontaminasi oleh bakteri, sehingga mencuci tangan menggunakan hand sanitizer adalah salah satu cara yang dipakai untuk membersihkan tangan apabila sabun dan air mengalir tidak tersedia. Jenis produk hand sanitizer yang beredar di masyarakat semakin beragam, dari hand sanitizer bermerek yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga hand sanitizer tanpa merek yang diproduksi sendiri oleh sejumlah masyarakat sehingga belum diketahui efektivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas hand sanitizier bermerek dan hand sanitizier tanpa merek terhadap total koloni bakteri di tangan. Penelitian quasi experiment telah dilakukan menggunakan rancangan penelitian one grup pretest-posttest design dengan melibatkan 10 orang pegawai cleaning service FKIK Unwar sebagai responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan hand sanitizer bermerek (P = 0,046 atau P < 0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan hand sanitizer tanpa merek (P= 0,161 atau P > 0,05). Efektivitas hand sanitizer bermerek dalam menurunkan angka bakteri sebesar 85% dan hand sanitizer tanpa merek sebesar 71%. Hasil ini mengindikasikan bahwa efektivitas hand sanitizer bermerek dan hand sanitizer tanpa merek tidak berbeda dalam menurunkan angka bakteri di tangan (P = 0,846 atau P > 0,05).
Detection of antibacterial activity in chicken meat, eggs, drinking water, animal feed and sewage waste in Tabanan, Bali Setiabudy, Marta; Indraningrat, Anak Agung Gede; Suryanditha, Putu Arya; Budayanti, Ni Nyoman Sri; Yanti, Ni Komang Semara; Adhiputra, I Ketut Agus Indra; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Agustina, Kadek Karang
Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases Vol. 3 No. 1 (2023): Available online : June 2023
Publisher : Indonesian Society for Clinical Microbiology (Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jcmid.v3i1.51

Abstract

Background: The use of antibiotics that are not in accordance with the indications, doses, and duration can trigger resistance and there is concern that it might leave antibiotic residues in the processed product. Aim of this study was to detect the antibacterial activity of livestock products, namely chicken meat and eggs and the surrounding environment such as drinking water, animal feed and waste disposal. This study was a preliminary study before the establishment of antibiotic wise village, One Health approach for antimicrobial stewardship program. Methods: This study was a descriptive study with a cross sectional design to determine antibacterial activity, particularly tetracycline in livestock products and the environment. The research samples were taken from 5 groups of farmers in one of the villages in Tabanan, Bali. Bioassay method based on the Kirby Bauer method was used in this study. Results: From a total of 44 samples, 6 samples showed weak antibiotic tetracycline activity (13.6%), namely in waste disposal (20%) and animal feed (40%). Antibiotic contamination was likely to occur because the animal feed used in this group contains antibiotics with or without the knowledge of the farmers themselves. Disposal waste came from livestock manure that ate the feed or from animal feed that was scattered around the cage. Conclusion: Samples of livestock meat and eggs did not show antibacterial activity. There were samples that have antibiotic activity but weak and inconsistent, namely in samples of waste disposal and animal feed. This condition cannot necessarily be concluded as antibiotic abuse in livestock however it can be the basis for the importance of providing education regarding antimicrobial resistance. Unless there was indication, antibiotics should not be given to livestock on a daily basis.
Co-Authors A.A. Made Semariyani Adhiputra, I Ketut Agus Indra Agus Santosa Alit Yulianti, Ni Made Amirah Khairunnisa Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari Anak Agung Dewi Megawati Anak Agung Sri Agung Aryastuti AR, Sunthio Barran Cia Arta, Ni Kadek Dewi Asri Tiara Ayu Savitri Siskayani budiapsari, putu indah Choe, Daegeun Daegeun Choe Dewa Ayu Mas Maharani Dharmesti Wijaya Fridayanthi, Putu Utari HENY ARWATI I Gede Sutapa, I Gede I Gede Yoga Ayuning Kirtanayasa I Gusti Agung Ayu Sucitra Ekaryani I Gusti Gde Agung Anantawikrama I Gusti Made Arya Janardana Kepakisan I Gusti Ngurah Arjana I Gusti Ngurah Sumantri I Ketut Agus Indra Adhiputra I Made Sila Darmana I Putu Candra I Putu Candra Suta Adnyana I Putu Gosen Partama I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta Ida Ayu Agung Idawati Ida Bagus Agung Dody Wira Putra Ida Bagus Gede Darmayasa Janurianti, Ni Made Defy Kadek Ayu Lestari Kadek Karang Agustina Kadek Lila Antara Kadek Suryawan Kirtanayasa, I Gede Yoga Ayuning Legis Ocktaviana Saputri Luh Putu Ardha Gangga Cendani Made Dharmesti Wijaya Made Kurniawan Maheswari, Ida Ayu Kartika Marta Setiabudy Marta Setiabudy Monika Febryanti Lebo Nuru Muhammad Amirul bin Abdul Rahman Mulyawan Made Bramastya Nugraha Teja Kusuma Natania, Evellyne Ni Kadek Widya Diari Ningsih Ni Ketut Devi Yogiswari Ni Made Alit Yulianti Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Utami Dwipayanti Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Aniek Mahayani, Ni Putu Aniek Ni Wayan Putri Primayanthi Ni Wayan Widhidewi P.A Suryanditha PA Suryandhita Pande Putu Christine Putri Purnami PANDE PUTU CHRISTINE PUTRI PURNAMI Prihantara, Komang Gede Yudha Purnami, Pande Putu Christine Putri Putri Herawati, Putri Putu Arya Suryanditha Putu Asih Primatanti Putu Austin Widyasari Wijaya Putu Kania Ayu Kirana Putu Shinta Widari Tirka Rahman, Muhammad Amirul bin Abdul Saputri Legis Ocktaviana Sri Masyeni, Dewa Ayu Putri Suryawan, Kadek Tanjung Subrata Udiyani, Desak Putu Citra Wahyu Antari Wijaya Wahyu Antari Wijaya Widowati, I Gusti Ayu Rai - Yan Ramona Yanti, Ni Komang Semara Yenni Ciawi YOES PRIJATNA DACHLAN Yunita Carolina Ero Atu