Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PKMS PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI USAHA PEMBUATAN KUE TRADISIONAL DI BANJAR BLAHTANAH SUKAWATI Putu Dian Pradnyanitasari; Putu Yudha Asteria Putri; Ida Ayu Agung Idawati
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Abdi Masyarakat (JAIM)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i1.537

Abstract

Market snacks are foods that are usually bought from traditional markets. Until now the market snacks are still very popular for family snacks and served to guests. One type of market snacks that are well known from any times to the present is the sagon cake. In Bali the sagon cake which is commonly called "jaje sagon" is very popular, especially when it is approaching the feast day of "jage sagon" which is very popular in the market. This traditional cake made from coconut and sticky rice flour is the result of production from a home industry (IRT) business using simple equipment. The problems faced by partners include: 1) Do not have a bookkeeping or records related to income, expenses, production costs and profit and loss. 2) Do not have knowledge about management accounting practices related to the calculation of cost of production, cost of orders, capital budgeting and the performance of UMKM in conducting their business activities. 3) Do not understand corporate governance. 4) Don't have a marketing system like social media. 5) Unattractive product packaging and lack of product variation. The solutions offered for this problem are 1) Assisting in making simple financial books and reports. 2) Assist and provide management accounting training. 3) Provide training on the application of corporate governance, especially relating to the determination of production and marketing strategies. 4) Make social media to help in product marketing and provide assistance in its use. 5) Help make new packaging more attractive so that it can increase marketing and make alternative jaje sagon that is more varied from more contemporary flavors or forms.
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP KEPUTUSAN PENDANAAN DAN NILAI PERUSAHAAN I Gede Surya Pratama; Ida Ayu Agung Idawati; Ade Ruly Sumartini
Widya Manajemen Vol 1 No 1 (2019): Widya Manajemen
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.381 KB) | DOI: 10.32795/widyamanajemen.v1i1.207

Abstract

The aim of the company is to maximize the value of the company through the implementation of financial decisions consisting of investment decisions, funding and dividend policies. Companies tend to use debt in order to increase the value of their company. If a manager is able to increase the value of the company, the manager has shown good performance for the company. To increase corporate value, a good funding and investment decision is needed. The purpose of this study was to determine the effect of institutional ownership and company growth on funding decisions and the value of manufacturing companies. The population of this study was 152 and was selected by purposive sampling so that 129 samples were obtained. Data Analysis Techniques use Path Analysis. Hypothesis test results show that the level of debt held by the company is influenced by institutional ownership and growth of the company. While the high and low values ​​of the company are influenced by institutional ownership, the level of corporate debt and company growth.
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA BANK UMUM MILIK PEMERINTAH Ida Ayu Agung Idawati; I Gede Surya Pratama; IA Cynthia Saisaria Mandasari
Widya Manajemen Vol 1 No 1 (2019): Widya Manajemen
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.109 KB) | DOI: 10.32795/widyamanajemen.v1i1.227

Abstract

One of the considerations of investors in investing in shares is fluctuations in stock prices. Stock prices are one indicator of the success of company management. Investor or prospective investor trust is very beneficial for the issuer, because the more people who trust the issuer, the stronger the desire to invest in the issuer. The purpose of this study was to determine the financial performance as measured by the variable Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM), Loan to Deposit Ratio (LDR) and Return On Equity (ROE) to the stock prices of government-owned commercial banks on the IDX. The technical analysis used in this study is multiple linear regression and t (t-test) for partial analysis. Based on the results of multiple linear regression analysis, the regression equation Y = 18.905 + 0.149 (X1) +0.393 (X2) -0.487 (X3) + 0.238 (X4) is obtained. T-test testing from the regression results obtained that the Capital Adequacy Ratio and Return On Equity partially did not have a significant effect on stock prices. While the Net Profit Margin and Loan to Deposit Ratio partially have a significant effect on stock prices.
PROGRAM UMKM GO DIGITAL, KAMPANYE ZERO WASTE, DAN REVITALISASI OBYEK WISATA DI DESA KESIMAN KERTALANGU, KECAMATAN DENPASAR TIMUR, KOTA DENPASAR Ida Ayu Agung Idawati; Anak Agung Istri Pradnyani Dewi; Ni Luh Putu Indiani
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.349 KB) | DOI: 10.38043/parta.v2i2.3268

Abstract

Sebagian besar masyarakat Desa Kesiman Kertalangu secara sosial ekonomi bertumpu pada sektor pariwisata dan jasa perdagangan penunjang pariwisata. Terdampaknya sektor pariwisata Bali oleh pandemi Covid-19 berimbas pada penurunan pendapatan masyarakat. Kondisi ini mendorong masyarakat mencari peluang lain dan merintis usaha kecil. Permasalahan ini menjadi salah satu sasaran program pengabdian masyarakat. Solusi yang ditawarkan untuk membantu UMKM adalah dengan melaksanakan pelatihan pemasaran digital. Permasalahan lain adalah pengelolaan sampah residu akibat kurangnya pemahaman masyarakat. Solusi yang ditawarkan yaitu mengintensifkan program edukasi masyarakat tentang zero waste dan 3R. Permasalahan ketiga adalah obyek wisata Subak TeBA Majalangu yang belum dikenal khalayak akibat belum intensifnya promosi dan fasilitas belum lengkap. Solusi yang ditawarkan yaitu mengintensifkan promosi di media dan memberikan bantuan dalam melengkapi fasilitas obyek wisata. Metode pelaksanaan kegiatan ini: 1) pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktik, 2) Edukasi pengelolaan sampah dilakukan menggunakan media poster yang diedarkan ke setiap banjar di lingkungan desa, 3) Promosi obyek wisata TeBA Majalangu melalui media baliho, brosur, dan video Tiktok; sedangkan kegiatan revitalisasi dilaksanakan dengan melengkapi fasilitas antara lain spot foto, map navigasi di lokasi obyek wisata, papan informasi, dan patok penunjuk arah. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: tercapainya tujuan kegiatan, tercapainya target yang direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai di atas 75% sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Program tersebut perlu dijaga keberlanjutannya dengan menjaga konsistensi aktivitas pemasaran digital UMKM, menjaga kontinuitas promosi Subak TeBA, dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah residu demi mewujudkan Desa Kesiman sebagai zero waste city.
PROGRAM UMKM GO DIGITAL, KAMPANYE ZERO WASTE, DAN REVITALISASI OBYEK WISATA DI DESA KESIMAN KERTALANGU, KECAMATAN DENPASAR TIMUR, KOTA DENPASAR Ida Ayu Agung Idawati; Anak Agung Istri Pradnyani Dewi; Ni Luh Putu Indiani
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.349 KB) | DOI: 10.38043/parta.v2i2.3268

Abstract

Sebagian besar masyarakat Desa Kesiman Kertalangu secara sosial ekonomi bertumpu pada sektor pariwisata dan jasa perdagangan penunjang pariwisata. Terdampaknya sektor pariwisata Bali oleh pandemi Covid-19 berimbas pada penurunan pendapatan masyarakat. Kondisi ini mendorong masyarakat mencari peluang lain dan merintis usaha kecil. Permasalahan ini menjadi salah satu sasaran program pengabdian masyarakat. Solusi yang ditawarkan untuk membantu UMKM adalah dengan melaksanakan pelatihan pemasaran digital. Permasalahan lain adalah pengelolaan sampah residu akibat kurangnya pemahaman masyarakat. Solusi yang ditawarkan yaitu mengintensifkan program edukasi masyarakat tentang zero waste dan 3R. Permasalahan ketiga adalah obyek wisata Subak TeBA Majalangu yang belum dikenal khalayak akibat belum intensifnya promosi dan fasilitas belum lengkap. Solusi yang ditawarkan yaitu mengintensifkan promosi di media dan memberikan bantuan dalam melengkapi fasilitas obyek wisata. Metode pelaksanaan kegiatan ini: 1) pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktik, 2) Edukasi pengelolaan sampah dilakukan menggunakan media poster yang diedarkan ke setiap banjar di lingkungan desa, 3) Promosi obyek wisata TeBA Majalangu melalui media baliho, brosur, dan video Tiktok; sedangkan kegiatan revitalisasi dilaksanakan dengan melengkapi fasilitas antara lain spot foto, map navigasi di lokasi obyek wisata, papan informasi, dan patok penunjuk arah. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: tercapainya tujuan kegiatan, tercapainya target yang direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai di atas 75% sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Program tersebut perlu dijaga keberlanjutannya dengan menjaga konsistensi aktivitas pemasaran digital UMKM, menjaga kontinuitas promosi Subak TeBA, dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah residu demi mewujudkan Desa Kesiman sebagai zero waste city.
PKMS PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI USAHA PEMBUATAN KUE TRADISIONAL DI BANJAR BLAHTANAH SUKAWATI Putu Dian Pradnyanitasari; Putu Yudha Asteria Putri; Ida Ayu Agung Idawati
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Abdi Masyarakat (JAIM)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i1.537

Abstract

Market snacks are foods that are usually bought from traditional markets. Until now the market snacks are still very popular for family snacks and served to guests. One type of market snacks that are well known from any times to the present is the sagon cake. In Bali the sagon cake which is commonly called "jaje sagon" is very popular, especially when it is approaching the feast day of "jage sagon" which is very popular in the market. This traditional cake made from coconut and sticky rice flour is the result of production from a home industry (IRT) business using simple equipment. The problems faced by partners include: 1) Do not have a bookkeeping or records related to income, expenses, production costs and profit and loss. 2) Do not have knowledge about management accounting practices related to the calculation of cost of production, cost of orders, capital budgeting and the performance of UMKM in conducting their business activities. 3) Do not understand corporate governance. 4) Don't have a marketing system like social media. 5) Unattractive product packaging and lack of product variation. The solutions offered for this problem are 1) Assisting in making simple financial books and reports. 2) Assist and provide management accounting training. 3) Provide training on the application of corporate governance, especially relating to the determination of production and marketing strategies. 4) Make social media to help in product marketing and provide assistance in its use. 5) Help make new packaging more attractive so that it can increase marketing and make alternative jaje sagon that is more varied from more contemporary flavors or forms.
Program Kemitraan Masyarakat Pada Kelompok Petani Buah Lemon Di Desa Sulangai, Petang – Badung Ida Ayu Agung Idawati; N. Paramananda; A.A Ngrh Mayun Narindra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6645

Abstract

Kelompok petani lemon di Desa Sulangai adalah kelompok petani yang melakukan budidaya lemon organik yang merupakan mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman mitra tentang cara memasarkan produk secara online, mitra juga belum memahami pentingnya pengelolaan sisa lemon menjadi produk yang bermanfaat, serta mitra belum mampu melakukan pencatatan keuangan usahanya secara detail dan terperinci. Kegiatan PKM ini difokuskan dalam mengatasi masalah mitra, yaitu memberikan pengarahan mengenai cara memasarkan produk secara online, memberikan sosialisasi terkait manfaat produk sisa dan memberikan pelatihan mengenai pembuatan laporan keuangan. Metode yang digunakan pada PKM ini adalah focus group discussion, pelatihan penggunaan media sosial sebagai media pemasaran digital dan penyuluhan tentang pengembangan usaha serta pelatihan pembuatan laporan keuangan. PKM ini juga menggunakan instrument berupa test yang dilaksanakan sebelum dan sesudah pemaparan materi. Hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan mitra terkait materi yang diberikan, dari nilai rata-rata 65 poin menjadi 95 poin. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah mitra mampu memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran digital dengan baik, dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan produk sisa untuk pengembangan usaha, mitra juga mampu membuat pembukuan arus kas dan laporan keuangan dengan baik.
Program Kemitraan Masyarakat Pada Kelompok Petani Buah Lemon Di Desa Sulangai, Petang – Badung Ida Ayu Agung Idawati; N. Paramananda; A.A Ngrh Mayun Narindra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6645

Abstract

Kelompok petani lemon di Desa Sulangai adalah kelompok petani yang melakukan budidaya lemon organik yang merupakan mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman mitra tentang cara memasarkan produk secara online, mitra juga belum memahami pentingnya pengelolaan sisa lemon menjadi produk yang bermanfaat, serta mitra belum mampu melakukan pencatatan keuangan usahanya secara detail dan terperinci. Kegiatan PKM ini difokuskan dalam mengatasi masalah mitra, yaitu memberikan pengarahan mengenai cara memasarkan produk secara online, memberikan sosialisasi terkait manfaat produk sisa dan memberikan pelatihan mengenai pembuatan laporan keuangan. Metode yang digunakan pada PKM ini adalah focus group discussion, pelatihan penggunaan media sosial sebagai media pemasaran digital dan penyuluhan tentang pengembangan usaha serta pelatihan pembuatan laporan keuangan. PKM ini juga menggunakan instrument berupa test yang dilaksanakan sebelum dan sesudah pemaparan materi. Hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan mitra terkait materi yang diberikan, dari nilai rata-rata 65 poin menjadi 95 poin. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah mitra mampu memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran digital dengan baik, dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan produk sisa untuk pengembangan usaha, mitra juga mampu membuat pembukuan arus kas dan laporan keuangan dengan baik.
Program Kemitraan Masyarakat Melalui Penyuluhan Penyusunan Laporan Keuangan dan Pemasaran Digital di UD Artha Guna Sasih Bali pada Masa Pandemi Covid-19 I Nyoman Sutapa; Ida Ayu Agung Idawati; Putu Arya Suryanditha
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 2 (2022): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i2.5371

Abstract

This community service program aims to improve the ability of partners in compiling financial reports in accordance with applicable standards, increase the ability of partners to use digital marketing, and increase understanding about maintaining health when work in building stores. The implementation method is by providing training, counseling and mentoring. Subject in this program is Artha Guna Sasih’s owners and employees. Instrument of this program is using the shared questionnaire before and after execution. The evaluation stage is carried out by seeing whether there is an increase in understanding of the non-collectible receivables, the financial management field will provide counseling on how to do good marketing by utilizing digital marketing and the medical field will provide counseling on how to maintain health in the midst of a pandemic and hazardous substances contained in building materials such as cement. The results of the service will provide counseling on how to make non-collectible receivables, the financial management field will provide counseling on how to do good marketing by utilizing digital marketing and the medical field will provide counseling on how to maintain health in the midst of a pandemic and hazardous substances contained in building materials such as cement.
Analisis Kinerja Keuangan Pada Lembaga Perkreditan Desa (Lpd) Desa Adat Tabanan Ida Ayu Agung Idawati; Ni Gusti Ayu Agung Trisna Putri
Warmadewa Management and Business Journal (WMBJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Avaiable Online
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmbj.1.1.2019.19-26

Abstract

Village Credit Institutions are financial institutions operating in every Pakraman village in Bali. The sustainability of a Village Credit Institution depends on the trust of the community, and thus their existence is expected to be able to maintain the trust of the people who invest their funds in the institution. Financial performance is one indicator of the assessment of the development of a Village Credit Institution. The purpose of this study was to assess the financial performance of the Village Credit Institution in Tabanan from 2011- 2015. The assessment techniques used in this study were liquidity ratio analysis, activity ratio analysis, solvability ratio analysis, profitability ratio analysis, efficiency analysis business, and statistical analysis using historical ratio standards. The results show that the liquidity ratio (current ratio) in 2011 is considered very good; in 2012, 2013, 2014 it was considered good enough,; while in 2015 it was considered less. The activity ratio (total assets turn over) in 2011, 2013, 2014 and 2015 is considered to be quite good while 2012 is considered not good enough. The solvability ratio (debt to assets ratio) in 2011 is considered not good enough, in 2012, 2013 and 2014 it is considered good enough, but in 2015 it is considered very good. The rentability ratio with the economic rentability in 2011 and in 2015 is considered very good, but in 2012, 2013, 2014 it is considered quite good. Rentability of own capital in 2011, 2012, 2013 and 2014 is considered good enough, but in 2015 it is considered very good. The business efficiency (leverage multiplier) in 2011 is considered to be less efficient, in 2012, 2013, 2014 it is considered quite efficient, but in 2015 is considered very efficient. Lembaga perkreditan desa adalah lembaga keuangan yang beroperasi di setiap desa pakraman di bali. Keberlanjutan hidup suatu LPD bergantung pada kepercayaan masyarakat, sehingga tiap-tiap LPD yang ada di Bali diharapkan mampu menjaga serta mempertahankan kepercayaan masyarakat yang menanamkan dananya pada lembaga tersebut. Kinerja keuangan merupakan salah satu indikator penilaian perkembangan suatu Lembaga Perkreditan Desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tabanan dari tahun 2011–2015. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio likuiditas, analisis rasio aktivitas, analisis rasio solvabilitas, analisis rasio rentabilitas, analisis efisiensi usaha dan analisis statistik dengan menggunakan standar rasio historis Rasio likuiditas (rasio lancar) pada tahun 2011 menunjukkan sangat baik, pada tahun 2012, 2013, 2014 dianggap cukup baik, sedangkan pada tahun 2015 dianggap kurang. Rasio aktivitas (total assets turn over) pada tahun 2011, 2013, 2014 dan 2015 dianggap 2012 cukup baik sementara dianggap belum cukup baik. Rasio solvabilitas (debt to asset ratio) pada tahun 2011 dianggap kurang baik, pada tahun 2012, 2013 dan 2014 dianggap sangat baik. Rentability ratio dengan menggunakan rentabilitas ekonomi pada tahun 2011 dan 2015 dianggap sangat baik, sedangkan pada tahun 2012, 2013, 2014 dianggap cukup baik. Rentabilitas modal sendiri pada tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014 dianggap cukup baik, sedangkan pada tahun 2015 dianggap sangat baik. Efisiensi bisnis (leverage multiplier) pada tahun 2011 dianggap kurang efisien, pada tahun 2012, 2014 dianggap cukup efisien, sedangkan pada tahun 2015 dianggap sangat efisien.