Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Menjadi Manusia Spiritual-Ekologis Di Tengah Krisis Lingkungan Sebuah Review Frederikus Fios
Jurnal Sosial Humaniora Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v12i1.5066

Abstract

Natural damage resulting from development activities committed humanbeings cannot be avoided. The deforestation is happening reduces theamount of forest area of Indonesia from Sabang to Merauke. The cause of thedamage to our human nature as a subject of the spiritual-ecological. Thematerialist economic paradigm of mastering the mindset of human. Theprimacy of the spiritual-ecological neglected in development activities. Thisresearch aims to find an alternative relevant human model to restore naturein the midst of a crisis of the global environment and the context ofIndonesia in particular. This paper is developed using the method especiallyethical reflection. Finding a spiritual ecological thought as ontological basichuman life in harmony with nature. Become a spiritual-ecological humanbeing capable of providing solutions to the environmental crisis thathappened an minimize the environmental crisis for the sake of ecologicalsustainability of creation.
Pemahaman Masyarakat tentang Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Terkait Kontemporer Isu dalam Agama Petrus Hepi Witono; Frederikus Fios; Oki Hermawati; Afina Sarah Nur; Beatrix Olivia Budi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i12.2815

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan isu pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak secara fisik, psikis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap kekerasan seksual dalam konteks tafsir keagamaan kontemporer. Penelitian ini mengacu pada indikator 16.10.1 dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu penanganan pengaduan pelanggaran HAM terhadap perempuan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 22 responden di wilayah JABODETABEK. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memahami bahwa kekerasan seksual tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga mencakup tindakan verbal, non-verbal, dan digital. Ajaran agama dipahami sebagai penolak kekerasan, namun sebagian kecil responden masih menunjukkan sikap menyalahkan korban, yang mengindikasikan adanya pengaruh tafsir patriarkal. Sebagian besar responden menunjukkan empati dan kesadaran bahwa korban dapat memilih diam karena tekanan atau trauma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemuda semakin sadar akan bentuk kekerasan seksual modern, namun masih diperlukan edukasi keagamaan yang inklusif, literasi digital, serta sistem pelaporan yang aman guna menciptakan lingkungan yang adil dan aman sesuai dengan tujuan SDGs ke-16