Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KANDUNGAN EKSTRAK CABE JAWA UNTUK ALTERNATIF ENERGI DALAM AKTIVITAS OLAHRAGA GALIH DWI PRADIPTA; BUYUNG KUSUMAWARDHANA; TUBAGUS HERLAMBANG
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 2 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe jawa merupakan salah satu tanaman yang diketahui memiliki efek stimulan terhadap sel saraf sehingga mampu meningkatkan stamina tubuh . Bagian yang dimanfaatkan sebagai afrodisiaka adalah buahnya dan diduga senyawa aktif yang berkhasiat afrodisiaka di dalam buahnya adalah senyawa piperine. Pengolahan produk penghasil energi dapat memanfaatkan ekstrak cabe jawa yang tinggi akan kandungan piperine. Potensi ekstrak cabe jawa sebagai stimulan energi yang ditujukan untuk aktivitas olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cabe jawa terhadap produksi energi dalam tubuh pada aktivitas olahraga. Subyek terdiri dari 10 orang laki-laki usia 18-21 tahun dengan kondisi fisik yang terlatih. Peningkatan energi dalam tubuh pada aktivitas olahraga dengan tredmill diukur menggunakan analisa meliputi uji stamina tubuh, tes glukosa darah, dan tes tekanan darah. Untuk melihat adanya pengaruh konsumsi ekstrak cabe jawa terhadap produksi energi dalam tubuh pada aktivitas olahraga dilakukan analisis data analisis varian (ANOVA) dilanjutkan dengan uji beda nyata yaitu BNT (Beda Nyata Terkecil) menggunakan selang kepercayaan 1% dan 5% serta DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan selang kepercayaan 1% dan 5%. Terdapat pengaruh konsumsi ekstrak cabe jawa terhadap produksi energi pada aktivitas olahraga.  
KANDUNGAN EKSTRAK CABE JAWA UNTUK ALTERNATIF ENERGI DALAM AKTIVITAS OLAHRAGA GALIH DWI PRADIPTA; BUYUNG KUSUMAWARDHANA; TUBAGUS HERLAMBANG
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe jawa merupakan salah satu tanaman yangdiketahui memiliki efek stimulan terhadap sel saraf sehinggamampu meningkatkan stamina tubuh. Bagian yangdimanfaatkan sebagai afrodisiaka adalah buahnya dan didugasenyawa aktif yang berkhasiat afrodisiaka di dalam buahnyaadalah senyawa piperine. Pengolahan produk penghasil energi dapat memanfaatkan ekstrak cabe jawa yang tinggi akan kandungan piperine. Potensi ekstrak cabe jawa sebagai stimulan energi yang ditujukan untuk aktivitas olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cabe jawa terhadap produksi energi dalam tubuh pada aktivitas olahraga.Subyekterdiridari 10 orang laki-lakiusia 18-21 tahundengankondisifisik yang terlatih. Peningkatanenergidalam tubuh pada aktivitas olahragadengantredmilldiukurmenggunakananalisa meliputi uji stamina tubuh, tes glukosa darah, dan tes tekanan darah. Untuk melihat adanya pengaruh konsumsi ekstrak cabe jawa terhadap produksi energi dalam tubuh pada aktivitas olahraga dilakukan analisis data analisis varian (ANOVA) dilanjutkan dengan uji beda nyata yaitu BNT (Beda Nyata Terkecil) menggunakan selang kepercayaan 1% dan 5% serta DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan selang kepercayaan 1% dan 5%. Terdapat pengaruh konsumsi ekstrak cabe jawa terhadap produksi energi pada aktivitas olahraga.  
Innovation of Artistic Gymnastics Equipment in Limited Space Tubagus Herlambang; Donny Anhar Fahmi; Utvi Hinda Zhannisa
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 1 (2025): November-January
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i1.1147

Abstract

This study was motivated by the limited space for men's artistic gymnastics in Central Java, which generally uses a small and unrepresentative school arena, so the arrangement of equipment such as uneven bars, parallel bars, rings and saddle horses is not optimal. The aim of this study is to develop innovative multifunctional artistic gymnastics equipment in a limited space to optimise the gross motor development of junior male artistic gymnasts and to improve the effectiveness and efficiency of training. The research method uses a research and development approach with quantitative data from expert questionnaires, athletes and coaches, as well as analysis of equipment innovation based on Computer Aided Design (CAD) technology. The results of the analysis showed the maximum stress on the developed equipment, namely single bars 45.7 MPa, parallel bars 72.6 MPa, straps 29.48 MPa and saddles 92.9 MPa, which are located at the ends near the pivot point. The results of the analysis showed that the Innovation products are safe to use. The conclusion the conclusion of this research is the creation of artistic gymnastics equipment innovation in a limited space that is feasible to use.
Pengaruh Metode Latihan Interval dan Continuous Run Terhadap Daya Tahan Kemampuan Lari BINA JASMANI di Comal Muhammad Daffa Haristiyanto; Ibnu Fatkhu Royana; Tubagus Herlambang
Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmiah Adiraga : Jurnal Penelitian Olahraga (ON PROCESS)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi (FPeP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/xyqcp410

Abstract

Kapasitas daya tahan (VO2 max) menjadi elemen krusial bagi atlet remaja maupun calon siswa dalam menghadapi seleksi fisik kedinasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi serta membandingkan dampak latihan interval run dan continuous run terhadap kemampuan lari siswa Bina Jasmani Comal. Menggunakan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 10 sampel laki-laki yang terbagi ke dalam dua kelompok intervensi selama enam minggu. Akibat distribusi data yang tidak normal, pengujian signifikansi sebelum dan sesudah latihan dilakukan melalui uji Wilcoxon, yang mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan pada seluruh subjek (N=10). Analisis lanjutan menggunakan uji Independent Samples T-test pada skor perolehan (gain) menunjukkan bahwa kelompok Interval Run mencatatkan rata-rata kenaikan sebesar 760,00 meter. Angka ini secara statistik jauh mengungguli kelompok Continuous Run yang hanya meningkat rata-rata 360,00 meter (p = 0,000). Hasil ini menyimpulkan bahwa metode latihan interval memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam memacu peningkatan VO2 max secara drastis, karena karakteristik intensitas tingginya mampu merangsang adaptasi fisiologis tubuh dengan lebih maksimal Kata kunci: : Daya Tahan, VO2 Max, Interval Run, Continuous Run, Wilcoxon, Independent Samples T-test.