Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RUMAH TUMBUH, SOLUSI PENGEMBANGAN RUMAH TINGGAL DI DESA KEBOCORAN KECAMATAN KEDUNGBANTENG BANYUMAS Dwi Jati Lestariningsih Ning; Yoh. Wahyu Dwi Yudono; Ary Sismiani
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i1.495

Abstract

Kebutuhan hunian (rumah tinggal) semakin meningkat dari waktu ke waktu, sementara lahan tidak bertambah. Rumah tinggal merupakan kebutuhan utama setelah sandang dan pangan. Untuk memiliki rumah kadang masyarakat terkendala oleh biaya dan luas lahan. Desa Kebocoran Kecamatan Kedung banteng Kabupaten Banyumas merupakan desa dengan penduduk yang cukup padat. Sementara belum semua warga mampu memenuhi kebutuhan rumah tinggal yang sesuai dengan kebutuhan ruang minimum. Konsep rumah tumbuh dapat menjadi solusi akan kebutuhan ruang pada rumah tinggal seiring dengan bertambahnya penghuni dan aktivitas penghuninya. Dengan metode penyuluhan dan pendampingan pada masyarakat diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tahapan pembangunan rumah tinggal untuk mengurangi risiko kegagalan struktur dan pembengkakan biaya. Konsep rumah tumbuh lebih fleksibel, tergantung kebutuhan ruang serta dana yang tersedia. Perencanaan rumah tumbuh dari awal juga akan mengurangi risiko kegagalan konstruksi, menghemat biaya serta waktu.
ANALISIS METODE BISHOP PADA TANAH LEMPUNG KELANAUAN ANORGANIK DI DESA CIRAHAB KECAMATAN LUMBIR KABUPATEN BANYUMAS Ary Sismiani; Diyah Ayu Widiyanti
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 27, No 1 (2026): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v27i1.777

Abstract

Abstrak Metode Bishop merupakan salah satu metode yang termasuk dalam limit equilibrium method. Pada metode ini bidang longsoran terbagi menjadi beberapa segmen (irisan) dan menganggap gaya-gaya yang bekerja pada irisan mempunyai resultan nol terhadap arah vertikal. Pemilihan metode ini pada tanah lempung kelanauan anorganik didasarkan pada tingkat ketelitiannya karena pembagian segmen-segmen tersebut . Dengan tiga uji variasi kadar air 20.22% ; 30.36% dan 40.31% didapatkan nilai kohesi dan sudut gesek internal berturut-turut sebagai berikut : 13.73 kN/m2 , 54.92 kN/m2, 32.36 kN /m2 , 30,22, 24.47, 18.93 . Perhitungan lereng asli dengan dimensi sudut kemiringan (df) 60, tinggi lereng (H) = 40 m, dilakukan dengan jumlah 7 segmen, lebar segmen 1 sampai 6 adalah 8 m, dan lebar segmen 7 adalah 9.5 m. Dengan tiga variasi kadar air didapatkan nilai factor keamanan sebesar 1.284 , 1.311 dan 0.968 (iterasi pertama) dan 1.253, 1.283, 0.942 (iterasi kedua). Dapat disimpulkan bahwa pada kadar air mencapai 40.31% lereng berada dalam kondisi tidak stabil (dibawah batas kritis) sehingga perlu dilakukan desain lereng yang lebih landai (pembuatan terasering). Dengan desain yang dibuat lebih landai dengan kemiringan 40 , lereng yang dikaji adalah pada kadar air terbesar yaitu 40.31%. Nilai faktor keamanan adalah 1.002 (iterasi pertama) dan 0.942 (iterasi kedua). Nilainya sedikit lebih tinggi dari kondisi lereng asli, tapi masih berada pada batas kritis, sehingga perlu adanya kontrol terhadap kadar air, disarankan jangan melebihi 40%. Kata kunci: Metode Bishop, Lempung kelanauan anorganik, Faktor keamanan The Bishop method is one of the methods included in the limit equilibrium method. In this method, the landslide plane is divided into several segments (slices) and assumes that the forces acting on the slices have a zero resultant in the vertical direction. The selection of this method on inorganic silty clay soil is based on its level of accuracy because of the division of these segments. With three water content variation tests of 20.22%; 30.36% and 40.31%, the cohesion and internal friction angle values were obtained respectively as follows: 13.73 kN/m2, 54.92 kN/m2, 32.36 kN/m2, 30.22, 24.47, 18.93. The calculation of the original slope with the dimensions of the slope angle (df) 60, slope height (H) 40 m, was carried out with a total of 7 segments, the width of segments 1 to 6 is 8 m, and the width of segment 7 is 9.5 m. With three variations in water content, the safety factor values were obtained as 1.284, 1.311 and 0.968 (first iteration) and 1.253, 1.283, 0.942 (second iteration). It can be concluded that at a water content of 40.31% the slope is in an unstable condition (below the critical limit) so that a gentler slope design (terracing) is needed. With a gentler design with a slope of 40, the slope studied is at the highest water content, namely 40.31%. The safety factor values are 1.002 (first iteration) and 0.942 (second iteration). This value is slightly higher than the original slope conditions, but still within the critical limit. Therefore, water content control is necessary; it is recommended not to exceed 40%. Keywords: Bishop Method, Inorganic silty clay, Safety factor