Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Merpsy Journal

Gambaran Body Image Dengan Kecemasan Penampilan Sosial Pada Remaja Akhir Perempuan Nida Paramesti; Setiawati Intan Savitri
Merpsy Journal Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v14i1.14855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan kecemasan penampilan sosial (social appearance anxiety), pada remaja akhir perempuan saat harus tampil di depan publik. Subjek penelitian ini adalah remaja akhir perempuan yang berusia 18-21 tahun dan bertempat tinggal atau berada di wilayah DKI Jakarta dengan jumlah responden 95 responden. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi, dengan teknik pengambilan sampling, yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Social Appearance Anxiety Scale (SAAS) dan Multidimensional Body Self Relation Questionnaire (MBSRQ). Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang siginifikan antara social appearance anxiety dengan body image saat harus tampil di depan publik pada remaja akhir perempuan dengan memberikan nilai koefisien sebesar -.243. Penelitian ini diharapkan dapat dikaji kembali dengan variabel yang berbeda dan dapat menjadi bahan literatur terkait penelitian selanjutnya. 
Work Stress dan Subjective Well-Being pada Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Mega Reski Ramadan; Setiawati Intan Savitri
Merpsy Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v13i1.17599

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan keterkaitan antara Work Stress dengan Subjective Well-Being pada tenaga kesehatan di masa Pandemi COVID-19. Subjective Well-Being merupakan perasaan menyeluruh mengenai kehidupan individu dalam hal yang bersifat positif dan negatif, selain itu terdapat juga perihal kesejahteraan umum dan penyakit (Sell & Nagpal, 1992). Work-related stress sebagai stress yang muncul terkait dengan pekerjaan yang disebabkan oleh karakteristik dari pekerjaan yang buruk dan menjadikan ketidakseimbangan dari tuntutan pekerjaan dari segi fisik maupun psikologis (Holmgren, 2008). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive-accidental sampling dan diikuti oleh 133 partisipan tenaga kesehatan (M-usia=27,4, SD=6,8; Laki-laki=34; Perempuan=99). Alat ukur yang digunakan adalah Work-stress Questionaire (Holmgren, 2008) dan Subjective Well-being (Sell & Nagpall, 1992) yang diadaptasi dengan konteks pandemic Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan hasil dalam penelitian ini didapatkan nilai korelasi (r= -0,259 ; p< 0,05). Terdapat korelasi negatif antara Work Stress dengan Subjective Well-Being pada tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini dapat diartikan jika semakin tinggi work stress yang dimiliki tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19 ini maka akan menurunkan tingkat Subjective Well-Being tenaga kesehatan tersebut dan sebaliknya ketika tenaga kesehatan memiliki Work Stress yang rendah maka akan meningkatkan Subjective Well-Being.