Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Potention of Nipah Fiber (Nypa fruticans Wurmb.) in The Production of Nata Fruticans Using Soybean Sprouts as a Source of Nitrogen Fitratul Aini; Hasnaul Maritsa; Hesti Riany
Biota Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Biota 2020
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/10.19109/Biota.v6i2.5952

Abstract

Nypa is a mangrove plant that acts as a food source, such as nata. Research has shown that nipah plant waste, such as frond fibers and nipah fruit skin fibers, can be used as a raw material in making nata fruticans. The purpose of this study was to determine the potential of nipah fiber (Nypa fruticans Wurmb.) in nata production using soybean sprouts as a nitrogen source. The samples of nipah fiber (Nypa fruticans) used were leaves (DN), midrib (PN) and fruit skin (KB), taken in the Kuala Tungkal area, West Tanjung Jabung Regency, Jambi Province. This research method includes making the mother solution, making nata starter, and producing nata sheet by using soybean as a source of nitrogen with a concentration of 5%, 10% and 15% and ZA as a control. The results of this study indicate that the best volume and thickness of nata fruticans can be seen from the midrib substrate with a concentration of 10% soybean sprouts. The yields produced for all treatments were still lower compared to controls. Meanwhile, the water content of all treatments was better than the control. The best quality of Nata Fruticans based on thickness, yield and average moisture content was generally obtained from the substrate from the leaf midrib fibers with a concentration of 10% soybean sprouts
Isolation of Cellulolytic Bacteria from the Peat Protected Forest Area in Sungai Buluh, East Tanjung Jabung Jambi Fitratul Aini; Hesti Riany; Hasnaul Maritsa
Biota Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Biota 2022
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v8i1.9314

Abstract

One of the largest composition in peatlands is Cellulose. It can be degraded by cellulase enzymes. Sungai Buluh Peatland is one of the large and protected peatlands in Jambi Province. This land can be the main habitat for cellulolytic bacteria. Peatlands cellulolytic bacteria have great potential as biocontrol agents for plant pathogenic fungi. This study aimed to obtain cellulolytic soil bacteria from Sungai Buluh Tanjung Jabung Peat Protection Forest, in the East Tanjung Jabung, Jambi, which causes stem rot disease of oil palms. This research was carried out in several stages. Firstly, soil samples were collected from the Sungai Buluh Protected Forest, East Tanjung Jabung Jambi. Then the bacteria were selected on Carboxy Methyl Cellulose (CMC) selective media and the quantitative cellulolytic activities were measured based on clear zones that formed on CMC media. The results showed that 25 isolates of cellulolytic potential bacteria were obtained from the Sungai Buluh Peat Protected Forest area, 8 of them had cellulolytic activity range from 0.87 to 6.70
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Shigella sp. PENYEBAB DIARE PADA BALITA Fitratul Aini
BIO-SITE |Biologi dan Sains Terapan Vol. 4 No. 1 (2018): Bio-Site
Publisher : Biology Department, Faculty of Science and Technology, Univeristas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.607 KB) | DOI: 10.22437/bs.v4i1.5012

Abstract

Diarrhea is the highest cause of death for toddlers. This study aims to isolate and identify the bacteria Shigella sp. causes of diarrhea in toddlers. Diarrhea samples were obtained from RSIA Annisa, Jambi City then isolation was carried out at the Biotechnology and Engineering Laboratory of the Faculty of Science and Technology, Jambi University using SSA media and dilution and biochemical tests were carried out. The results of bacterial isolates were characterized and obtained by Salmonella sp. isolates. With the characteristic of black colonies, capable produce H2S gas and can ferment sugar.
AKTIVITAS ANTAGONISTIK BAKTERI SELULOLITIK ASAL RHIZOSFER KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TERHADAP Ganoderma boninense Pat. Miratun Nisa; Fitratul Aini; Hasna Ul Maritsa
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i1.11704

Abstract

AbstrakPenyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) disebabkan oleh Ganoderma boninense Pat. Bakteri selulolitik dari rizosfer kelapa sawit dapat dijadikan agen hayati dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri selulolitik dari rizosfer kelapa sawit dan menentukan efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Tahap penelitian meliputi pengambilan sampel dari rizosfer kelapa sawit, isolasi, pemurnian, uji aktivitas selulolitik, dan uji daya hambat terhadap G. boninense serta identifikasi isolat bakteri yang potensial. Indeks selulolitik bakteri ditentukan dengan pewarnaan congo red 0,1%. Aktivitas penghambatan dilakukan dengan menentukan persentase daya hambat bakteri dalam menghambat G. boninense. Uji efektivitas dengan membandingkan hasil uji T pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa dari rizosfer kelapa sawit diperoleh 19 isolat bakteri selulolitik dengan indeks selulolitik tertinggi 4,38 pada isolat LBS1. Berdasarkan uji T dari efektivitas bakteri selulolitik terhadap G. boninense menunjukkan 6 isolat bakteri (LBS3, LBS4, DBS1, DBS7, SBS2 dan SBS6) memiliki nilai efektif atau berpotensi sebagai antagonis dengan persentase daya hambat tertinggi sebesar 40,17% isolat DBS1 yang merupakan genus Flavobacterium.  Harapan kedepannya, bakteri selulolitik yang diperoleh dapat dijadikan agen biokontrol terhadap G. boninense.Abstract Basal stem root disease in oil palm tree (Elaeis guineensis Jacq.) is caused by Ganoderma boninense Pat. infection. Cellulolytic bacteria from rhizosphere can be used as agents to inhibit G. boninense growth as pathogenic fungi. Purpose of the research is to obtain cellulolytic bacteria from oil palm tree rhizosphere and to determine their effectiveness in inhibiting G. boninense growth. The research stages included sampling from the oil palm tree rhizosphere, isolation, purification, cellulolytic activity test and dual culture test against G. boninense and identification of effective isolates. The cellulolytic index of bacteria was determined by congo red 0.1%. Antagonistic test was conducted to determine persentation of isolate bacteria in inhibit G. boninense and effectiveness test by comparing result of T test at the level 5%. The results showed that there are 19 isolates of cellulolytic bacteria from oil palm tree rhizosphere with highest cellulolytic index 4.38 (isolates LBS1). Based on T test of the effectiveness cellulolytic bacteria against G. boninense showed 6 isolates (LBS3, LBS4, DBS1, DBS7, SBS2, and SBS6) had effective values or potential antagonists with highest percentage inhibition 40.17% isolate DBS1 genus of Flavobacterium. Hope that in the future, cellulolytic bacteria obtained can be used as biocontrol agents for G. boninense.
SOSIALISASI KLUSTERISASI DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MUARO JAMBI BERDASARKAN METODEANALISIS GEROMBOL NON-HIERARKI DI KANTOR KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA KABUPATEN MUARO JAMBI Syamsyida Rozi; Cut Multahadah; Fitratul Aini; Gusmanely Z; Corry Sormin
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2021): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v3i1.6626

Abstract

Derajat Kesehatan masyarakat yang dilihat berdasarkan nilai Indeks Pembangunan Kesehatan masyarakat (IPKM) merupakan salah satu faktor dalam peningkatan pembangunan manusia di suatu wilayah. Salah satu  indikatornya yaitu angka gizi buruk bayi dan balita (stunting), yang saat ini sedang menjadi perhatian di kecamatan Jambi Luar Kota. Perhitungan derajat kesehatan yang dilakukan selama ini berdasarkan rata- rata seluruh indikator atau distribusi data. Selain itu terdapat permasalahan terkait konsistensi data dan kurangnya informasi dalam setiap indikator. Solusi dari permasalahan ini dilakukan melalui data mining. Data Mining dapat digunakan untuk menggali informasi tersembunyi dari kumpulan data yang multidimensi dengan K-means dalam metode cluster analysis non hierarki. Menurut penyuluh pada kecamatan Jambi Luar Kota, pendataan bayi dan balita selama ini berdasarkan data dari posyandu dan dikelompokkan berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Tapi belum secara jauh mampu mengkluster tingkat stunting di desa-desa di kawasan kecamatan Jambi Luar Kota, sehingga pengklasteran angka stunting perlu dilakukan. Dengan melakukan pengklasteran metode K-Means diharapkan mempermudah para penyuluh untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi stunting pada bayi dan balita di kecamatan Jambi Luar Kota dan hasil pengklusteran dapat dijadikan dasar dari penentuan kebijakan untuk mengatasi masalah stunting pada bayi dan balita.
Pengelolaan Limbah Nanas Tangkit Menjadi Eco-enzyme di Desa Tangkit Baru Muaro Jambi Fitratul Aini; Hasnaul Maritsa; Ashif Irvan; Ahmad Sazali; Tia Wulandari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.376

Abstract

Desa Tangkit Baru merupakan sentra produksi nanas terbesar di Jambi dan dijuluki dengan Desa emas sejuta nanas. Penduduk di desa ini banyak membuka home industri (UMKM) yang memanfaatkan bahan baku nanas menjadi berbagai inovasi olahan nanas, seperti dodol, selai dan manisan dengan sekali produksi menghabiskan 500-1000 buah nanas yang limbahnya dibuang ke lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengolah limbah nanas yang tidak termanfaatkan menjadi produk Eco-enzyme yang benilai jual. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap observasi dan perencanaan, tahap implementasi kegiatan, serta tahap evaluasi. Kelompok sasaran dari kegiatan ini adalah kelompok UMKM dari CV Tulimario dan CV Yusra di desa Tangkit Baru. Hasil dari kegiatan ini adalah edukasi warga dalam m engoptimalkan pengelolaan limbah nanasmenjadi produk yang benilai tinggi sepertiEco-enzyme. Dengan kegiatan PKM yang telah dilakukan ini, kelompok UMKM di Desa Tangkit Baru dapat memanfaatkan limbah dari kulit nanas sebagai bioproduk inovasi dalam mengembangkan produk industri lokal khususnya agroindustri nanas secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Air Kelapa Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Lingkungan Masyarakat Kelurahan Penyengat Rendah Kota Jambi Fitratul Aini; Hasnaul Maritsa; Ashif Irvan Yusuf; Tia Wulandari; Ahmad Sazali
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.701

Abstract

Green Life merupakan suatu wacana yang sedang dikembangkan diseluruh dunia. Pengembangan konsep kembali ke alam ini dilaksanakan di berbagai bidang, salah satunya pada lingkungan kehidupan sehari-hari. Salah bentuk penerapan Green life dalam kehidupan sehari-hari yaitu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang dapat dimanfatkan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu Program Studi Biologi Universitas Jambi melakukan pelatihan pada kelompok PKK di Kelurahan Penyengat Rendah Kota Jambi untuk memanfatkan limbah air kelapa menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan pembuatan POC dari limbah air kelapa ini juga merupakan salah satu bentuk penerapan teknopreneurship pada masyarakat dengan pengenalan dan praktek langsung pembuatan POC yang hasilnya bisa dipakai untuk tanaman dan bahkan bisa juga dikomersilkan sebagai produk unggulan. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap observasi dan perencanaan, tahap implementasi kegiatan, serta tahap evaluasi. Hasil yang didapat adalah POC yang diproduksi dapat menjadi solusi terhadap pemakaian pupuk kimia yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan pemanfaatan limbah air kelapa. Melalui kegiatan PKM yang telah dilakukan ini, besar harapan kami kelompok PKK di Kelurahan Penyengat rendah Kota Jambi secara berkelanjutan dapat memanfaatkan dan mengolah limbah air kelapa menjadi bioproduk inovasi dalam mengembangkan produk industri lokal.
Characterization of Macroscopic Fungi on Leaf Litter in Harau Valley, West Sumatra Atika Melwisra; Fitratul Aini
DIVERSITAS HAYATI Vol. 1 No. 1 (2023): DIVERSITAS HAYATI: Journal of Conservation and Biological Resources
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/11.35-39

Abstract

Fungi are one of the many types of organisms that play an important role in maintaining the balance and nature of nature. As a tropical country with vast rainforests with a high diversity of macroscopic fungi, biodiversity is an important aspect that supports living systems on earth and maintains the sustainability and evolution of ecosystems. Fungal communities, especially saprophytic fungi, are often neglected in biodiversity inventories in the Harau Valley Area of West Sumatra