Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS KESTABILAN STOPE PADA RENCANA PENAMBANGAN STOPE BG2540 XC 17 – 14 DAN BG2560 XC 37 – 14 TAMBANG BAWAH TANAH BIG GOSSAN PT.FREEPORT INDONESIA Yesyurun Setyanisa; Bagus Wiyono; Ketut Gunawan; S Koesnaryo
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v2i1.1668

Abstract

Tambang bawah tanah Big Gossan PT.Freeport Indonesia, merupakan tambang bawah tanah yang menggunakan metode sublevel stoping dan paste filling. Permuka kerja pada tambang Big Gossan berupa stope dengan dimensi yang cukup besar dan tanpa menggunakan penyangga.Rencana penambangan akan dilakukan pada stope BG2540 xc 17 – 14 dan BG2560 xc 37 – 14. Pada stope ini belum dilakukan analisa kondisi kesetabilannya. Sebelum dilakukan penambangan perlu adanya analisa kestabilan pada stope.Analisa yang dilakukan meliputi kestabilan stope menggunakan grafik kestabilan Matthew, perpotongan bidang lemah menggunakan alat bantu program Roscience UNWEDGE, prediksi overbreak pada stope dan dilakukan penyesuaian grafik kestabilan dengan kondisi tambang Big Gossan level 2540 – 2560. Dari analisa grafik kestabilan Matthew, stope BG2540 xc 17 – 14 dalam kondisi unsupported transition zone pada sisi hanging wall 1 dan sisi lainnya dalam kondisi stabil, potensi perpotongan bidang lemah pada hanging wall 1 dengan volume 35,5 m3,  bobot 106,8 ton, prediksi overbreak terbesar pada sisi hanging wall 1 sebesar 1,7 m. BG2560 xc 37 – 14 dalam kondisi stabil pada seluruh sisinya, potensi perpotongan bidang lemah pada side wall kanan dengan volume 42,89 m3, bobot 8,5 ton, prediksi overbreak terbesar pada sisi side wall kanan sebesar 0,7 m.Berdasarkan grafik yang telah disesuaikan stope BG2540 xc 17 – 14 dan BG2560 xc 37 – 14 dalam kondisi stabil. Grafik kestabilan yang telah disesuaikan dengan kondisi tambang Big Gossan level 2540 – 2560 dapat digunakan sebagai acuan penentuan kondisi kestabilan stope pada tambang Big Gossan level 2540 – 2560.Kata Kunci: Stope, Kestabilan, Overbreak
ANALISIS KESTABILAN LERENG DI PIT PAJAJARAN PT. TAMBANG TONDANO NUSAJAYA SULAWESI UTARA Arin Chandra Kusuma; Bagus Wiyono; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Tambang Tondano Nusajaya merupakan perusahaan tambang emas di Kabupaten Minahasa Utara dan Kotamadya Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan penambangan dilakukan dengan membuat lereng berjenjang. Pembuatan lereng di perusahaan tersebut tidak didasarkan pada kajian geoteknik, sehingga geometri lereng dibuat sama setiap pit tanpa memperhatikan perbedaan karakteristik massa batuan. Perlakuan yang sama terhadap geometri lereng dengan mengabaikan karakteristik massa batuan pembentuknya mempunyai tingkat keyakinan terhadap kestabilan lereng yang rendah.Penelitian dilakukan untuk mengklasifikasikan massa batuan dengan sistem rock mass rating (RMR) dan geological strenght index (GSI). Penelitian ini dilakukan pada dua domain batuan, yaitu massa batuan andesit di lereng barat (SLP 1) dan massa batuan andesit di lereng timur (SLP 2).Nilai RMR yang didapatkan dari pembobotan lima parameter RMR pada masing-masing lokasi adalah SLP 1 = 55 dan SLP 2 = 73. Nilai GSI merupakan RMR-5 (Hoek and Brown, 2002), sehingga didapatkan nilai GSI pada masing-masing lokasi penelitan adalah SLP 1= 50 dan SLP 2 = 68. Untuk mendapatkan nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (ϕ) pada massa batuan di lokasi penelitian digunakan pendekatan kriteria keruntuhan Hoek & Brown (2002). Nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (ϕ) secara berurutan pada masing lokasi penelitian adalah SLP 1 = 98 KPa, 51o dan SLP 2 = 406 KPa, 62o.Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa lereng desain dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 60o dalam keadaan stabil baik di SLP 1 maupun SLP 2. Kemiringan dapat dioptimumkan sampai 70o. Lereng aktual SLP 1 dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 66o dalam keadaan stabil. Begitu pula lereng aktual SLP 2 dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 69o juga dalam keadaan stabil. Lebar lereng yang diterapkan yaitu sebesar 5 m tidak memenuhi untuk menangkap batu jatuh. Untuk lereng dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 60o lebar minimum 5,4 m dan untuk lereng dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 70o lebar minimum sebesar 5,6 m. Lereng keseluruhan di SLP 1 dan SLP 2 dalam keadaan stabil. Kegiatan untuk menunjang kestabilan lereng pada daerah penelitian adalah dengan pemantauan lereng, seperti pemasangan crack meter dan scaling.Kata Kunci: RMR, GSI, SLP 1, SLP 2, Geometri Lereng.
Pemodelan Airtanah Menggunakan Metode Beda Hingga pada Pra Penambangan Batubara di Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan Aisyah Salma; Tedy Agung Cahyadi; Kresno Kresno; Hartono Hartono; Bagus Wiyono; Dwi Januar Ariyanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v5i2.5582

Abstract

Airtanah merupakan air yang tersimpan dan mengalir di bawah tanah. Keberadaan airtanah sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Pada kondisi tertentu, airtanah dapat mengganggu dan memberikan dampak negatif. Kegiatan penambangan terutama metode open pit dilakukan penggalian dengan menurunkan elevasi tanah. Penggalian dapat menyebabkan terpotongnya akuifer sehingga airtanah masuk ke tambang dan menyebabkan terganggunya kegiatan penambangan. Maka dari itu, pemodelan airtanah dilakukan untuk melihat pola aliran airtanah pada daerah penelitian. Pemodelan dilakukan dengan mengumpulkan data geologi, hidrologi, dan hidrogeologi daerah penelitian. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui sistem airtanah berupa model konseptual yang dapat menggambarkan daerah penelitian, hasil kalibrasi, hasil analisis sensitivitas, dan pola aliran airtanah pada daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 5 lapisan pembawa airtanah yaitu 2 akuifer dan 3 akuitard. Akuifer didominasi oleh batupasir dan akuitard didominasi batubara dan batulanau. Model dikalibrasi dengan kondisi steady state dengan hasil kalibrasi yaitu nilai RMS 2,865 m, nilai NRMS 11,869%, nilai standard error the estimate 0,758 m, dan nilai koefisien korelasi 0,922. Hasil analisis sensitivitas menunjukan jika model sensitif dengan penambahan nilai recharge dan sensitif dengan penambahan nilai konduktivitas hidraulik pada akuitard 1 yang didominasi batulanau. Arah aliran airtanah menunjukan air mengalir ke segala arah menuju elevasi terendah dikarenakan daerah penelitian berupa perbukitan. Kata Kunci: airtanah; metode beda hingga; pemodelan airtanah
Pemodelan Airtanah Menggunakan Metode Beda Hingga pada Pra Penambangan Batubara di Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan Aisyah Salma; Tedy Agung Cahyadi; Kresno Kresno; Hartono Hartono; Bagus Wiyono; Dwi Januar Ariyanto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v5i2.5582

Abstract

Airtanah merupakan air yang tersimpan dan mengalir di bawah tanah. Keberadaan airtanah sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Pada kondisi tertentu, airtanah dapat mengganggu dan memberikan dampak negatif. Kegiatan penambangan terutama metode open pit dilakukan penggalian dengan menurunkan elevasi tanah. Penggalian dapat menyebabkan terpotongnya akuifer sehingga airtanah masuk ke tambang dan menyebabkan terganggunya kegiatan penambangan. Maka dari itu, pemodelan airtanah dilakukan untuk melihat pola aliran airtanah pada daerah penelitian. Pemodelan dilakukan dengan mengumpulkan data geologi, hidrologi, dan hidrogeologi daerah penelitian. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui sistem airtanah berupa model konseptual yang dapat menggambarkan daerah penelitian, hasil kalibrasi, hasil analisis sensitivitas, dan pola aliran airtanah pada daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 5 lapisan pembawa airtanah yaitu 2 akuifer dan 3 akuitard. Akuifer didominasi oleh batupasir dan akuitard didominasi batubara dan batulanau. Model dikalibrasi dengan kondisi steady state dengan hasil kalibrasi yaitu nilai RMS 2,865 m, nilai NRMS 11,869%, nilai standard error the estimate 0,758 m, dan nilai koefisien korelasi 0,922. Hasil analisis sensitivitas menunjukan jika model sensitif dengan penambahan nilai recharge dan sensitif dengan penambahan nilai konduktivitas hidraulik pada akuitard 1 yang didominasi batulanau. Arah aliran airtanah menunjukan air mengalir ke segala arah menuju elevasi terendah dikarenakan daerah penelitian berupa perbukitan. Kata Kunci: airtanah; metode beda hingga; pemodelan airtanah
PREDIKSI JARAK LEMPARAN FLYROCK DENGAN METODE ANALISIS DIMENSI SERTA RICHARD DAN MOORE AKIBAT KEGIATAN PELEDAKAN PADA TAMBANG BIJIH EMAS Dea Al Zhahra; Bagus Wiyono; Anton Sudiyanto
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v4i2.74

Abstract

Peledakan merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membongkar batuan. Kegiatan tersebut mengakibatkan timbulnya efek peledakan, salah satunya yaitu flyrock. Flyrock adalah fragmentasi batuan yang terlempar akibat hasil peledakan dan apabila terlempar melewati batas aman yang ditentukan maka dapat menimbulkan kerusakan bagi alat ataupun bangunan sekitar dan juga cedera bagi manusia. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan dengan berorientasi pada parameter yang dapat dikontrol berupa geometri peledakan untuk memprediksi jarak lemparan flyrock. Penelitian dilakukan dengan mengukur jarak lemparan maksimum flyrock secara aktual di lapangan dan menghitung lemparan maksimum flyrock secara teoritis. Pengamatan dilakukan sebanyak 28 kali dan didapatkan jarak maksimum lemparan flyrock secara aktual adalah 35,24 m. Prediksi jarak maksimum lemparan flyrock dilakukan dengan metode Analisis Dimensi serta Richard dan Moore (faceburst dan cratering), dari metode tersebut didapatkan bahwa hasil metode Analisis Dimensi memiliki kesalahan relatif terkecil yaitu 6,0002% sedangkan penyimpangannya sebesar 2,1505 m. Sehingga metode Analisis Dimensi selanjutnya digunakan untuk menghitung prediksi jarak maksimum lemparan flyrock pada lokasi penelitian dengan persamaan  yang didapat yaitu Fd  = 0,9999(B11,4750S0,0004St-1,9149H5,8037D-0,3079(P/Q)4,6855).
Kajian Teknis Geometri Peledakan Pada Penambangan Di Kuari Batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban Jawa Timur Irfan Ihsan Izzuddin; Bagus Wiyono; Winda Winda
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Maret
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan peledakan pada blok CC DD 8, JJ 16, dan II 17 menggunakan geometri aktual menghasilkan boulder >15%. Blok CC DD 8 memiliki boulder sebanyak 15,65%, Blok JJ 16 sebanyak 25,11%, dan Blok II 17 sebanyak 21,82%. Hasil pengukuran getaran tanah menunjukan bahwa kegiatan peledakan saat ini dengan jarak peledakan sejauh 700 m masih termasuk kedalam kategori aman dengan tingkat getaran 1,39 mm/detik. Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan penambangan akan mendekati daerah pemukiman warga (jarak terdekat 100 m). Oleh karena itu perlu diketahui jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman warga. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rancangan geometri peledakan menggunakan teori C.J. Konya pada Blok CC DD 8, JJ 16, dan II 17 sehingga mengasilkan boulder <15% dan mendapatkan jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman terdekat. Pengukuran distribusi fragmen hasil peledakan aktual dilakukan dengan Metode Image Analysis dengan bantuan Software Split Desktop v4.3. Perhitungan prediksi distribusi fragmen hasil peledakan menggunakan Metode Kuznetsov Cunningham Outchterlony (KCO). Perhitungan prediksi getaran tanah menggunakan Metode Regresi Multivariate. Hasil penelitian menunjukan pengubahan rancangan geometri peledakan pada Blok CC DD 8, Blok JJ 16, dan Blok II 17 berhasil menurunkan boulder yaitu pada Blok CC DD 8 mengalami penurunan menjadi 13,03%, pada Blok JJ 16 megalami penurunan menjadi 10,29%, dan pada Blok II 17 mengalami penurunan menjadi 11,60% sehingga target peledakan berupa jumlah boulder < 15% dapat terpenuhi. Jarak aman kegiatan peledakan terhadap pemukiman warga adalah 227 m dan lebar buffer zone adalah 127 m.
Analisis Kestabilan Terowongan di Tambang Bawah Tanah Cross Cut 7 PT. Cibaliung Sumberdaya Pandeglang Banten Ambar Sutanti; Barlian Dwi Nagara; Bagus Wiyono; R. Andy Erwin Wijaya
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pertambangan bawah tanah akan selalu dihadapkan pada masalah deformasi dan kestabilan massa batuan di sekitar lubang bukaan bawah tanah yang bersangkutan dengan keselamatan kerja serta lancarnya kegiatan aktifitas penambangan. Oleh karena itu, diperlukan analisis geoteknik yang baik untuk dapat memberikan perlakuan yang tepat pada batuan yang dibongkar. Penelitian dilakukan di area Blok Cibitung PT. Cibaliung Sumberdaya Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang secara geologis mengandung banyak struktur dan pelapukan yang akan menyebabkan ketidakstabilan pada batuan saat operasi penambangan. Dengan adanya permasalahan tersebut diperlukan suatu kajian geoteknik terhadap kestabilan lubang bukaan, dan sistem penyangga yang digunakan.Analisis kestabilan lubang bukaan menggunakan metode elemen hingga atau finite element method (FEM) dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb (1779) untuk mengetahui faktor keamananserta perpindahan totalyang terjadi pada lubang bukaan. Karakteristik material didapat dari hasil pengujian laboratorium terhadap batuan utuh (intact rock). Secara empirik pengklasifikasian menggunakan RMR system menghasilkan nilai 38yangtermasuk dalam batuan kelas IV dengan bukaan aktual 4,7 meter. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa nilai faktor keamanan secara aktual masih kurang dari 1,3 danperpindahan total masih relatif tinggi. Sehingga harus dilakukan pemasangan penyangga yang sesuai dengan upaya peningkatan nilai faktor keamanan agar meningkatkan tingkat kestabilan lubangbukaan sehingga tidak mengganggu aktifitas penambangan.Kata kunci: faktor keamanan, lubangbukaan dan total displacement
PREDIKSI COEFFICIENT OF SEISMIC DENGAN METODE SCALED DISTANCE UNTUK ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA BEBAN DINAMIS Ifa Aulia Chusna; Bagus wiyono; Wawong Dwi Ratminah; Toto Sudarto; R. Dikky Surya Ramadhan
KURVATEK Vol 8 No 1 (2023): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v8i1.3784

Abstract

Peledakan merupakan metode pembongkaran batuan yang sangat umum diterapkan di tambang batubara untuk membongkar material overburden. Peledakan dapat memberikan efek ketidakstabilan pada lereng karena getaran yang dihasilkan. Semakin dekat jarak lereng dengan lokasi peledakan, maka semakin besar pula getaran yang akan diterima oleh lereng tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung Coefficient of Seismic (Ks) sebagai input data pada analisis kestabilan lereng berdasarkan besarnya getaran dari blasting center dengan toe lereng terdekat. Getaran peledakan yang berupa Peak Particle Velocity (PPV) dan Peak Ground Acceleration (PGA) akan diprediksi berdasarkan jarak dengan metode perhitungan scaled distrance, sedangkan hasil prediksi pada PGA akan dilakukan perhitungan statistika untuk mengetahui distribusi data parameter Ks. Prediksi PPV dan PGA berdasarkan data pengukuran memiliki R2 dengan hubungan yang tinggi, yaitu 0,9923 dan 0,8202. Tingkat akurasi pada prediksi PPV dari perhitungan ini lebih baik daripada prediksi PPV dengan Metode Holmberg-Persson yang dimodifikasi. Nilai rata-rata Kh sebagai input analisis kestabilan lereng adalah 0,031 dengan Distribusi Gamma.
Prediksi Kecepatan Pengeboran Menggunakan Regresi LASSO pada Lapisan Interburden Batubara Aullia Bintang Jaladri; Bagus Wiyono; Singgih Saptono; Tedy Agung Cahyadi; Hakim Erlangga Bernado Sakti
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2280

Abstract

Rotary drilling operations at Pit Bendili, PT Kaltim Prima Coal, require operational parameter optimization to achieve the company’s target Rate of Penetration (ROP) of 110 m/h. Drilling speed is significantly influenced by the interaction between mechanical operational factors and rock characteristics. Pit Bendili has an average Uniaxial Compressive Strength (UCS) of 15.46 MPa, classified as weak rock, yet hardness variations between coal seams cause workload fluctuations. This study aims to model and analyze the combination of pulldown pressure (PP) and rotational pressure (RP) on the velocity of penetration (VP) to meet the ROP target. Operational parameters were modeled using the Python-based Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO) Regression method. Analysis of 134 blast hole operational datasets yielded a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 7.9%, indicating excellent predictive model accuracy. Through this LASSO model, PP and RP combinations can be precisely adjusted to ensure drilling velocity consistently meets or exceeds the 110 m/h target across various rock layers.
Kajian Teknis Umur Pakai Mata Bor Menggunakan Metode Galle and Woods pada Batuan Sedimen Aullia Bintang Jaladri; Bagus Wiyono; Wirawan Nurcahyo Utomo
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2283

Abstract

The operational efficiency of coal drilling at Pit Bendili, PT Kaltim Prima Coal, is directly influenced by drill bit life. This study aims to evaluate technical drilling parameters to achieve a target bit lifespan of 10.800 m using the Galle and Woods theoretical method. Evaluated parameters include Weight on Bit (WOB) and Rotational Speed (RPM) from a Sandvik D55SP drill rig (unit D162) operating in soft to very soft formations with Uniaxial Compressive Strength (UCS) values ranging from 14,14 MPa to 17,73 MPa. The Galle and Woods method mathematically models tooth and bearing wear rates to predict optimum bit replacement intervals. Results indicate that mitigating bit balling while achieving the cumulative 10.800 m target requires maintaining the pipe rotation speed constant at its maximum limit of 187 RPM and optimizing WOB within safe Sandvik operational thresholds. This parameter combination maximizes the penetration rate while minimizing premature component failure.