Inmarlinianto Inmarlinianto
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PIT UW PT.BORNEO ALAM SEMESTA KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Eko Rahmad Hadi; Inmarlinianto Inmarlinianto; Ketut Gunawan
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Borneo Alam Semesta adalah Perusahaan Kontraktor Tambang Batubara yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. PT. Borneo Alam Semesta melakukan kegiatan penambangan batubara dengan menggunakan sistem tambang terbuka (Surface Mining).          Proses penambangan terdiri dari pembersihan lahan, pembongkaran, pemuatan, pengangkutan serta kegiatan pendukung lainnya. Salah satu kegiatan vital dari seluruh kegiatan penambangan adalah pengangkutan batubara. Hal ini dikarenakan   pada   proses   pengangkutan   akan   besar   pengaruhnya   terhadap produksi. Untuk mengantisipasi waktu yang terbuang saat pengangkutan akibat hambatan-hambatan saat bekerja, maka diperlukan perencanaan pengangkutan setiap harinya untuk memenuhi sasaran produksi.Dalam kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup, PT. Borneo Alam Semesta menggunakan rangkaian kerja alat gali-muat (backhoe) dan alat angkut (dumptruck) untuk memindahkan material dari loading point ke disposal  dengan sasaran produksi pengupasan lapisan tanah penutup  sebesar 270.000 BCM/bulan, Produksi nyata pengupasan lapisan tanah penutup saat ini hanya 220.007 BCM/bulan, sehingga masih terdapat kekurangan produksi sebesar 49.993 BCM/bulan.Pencapaian target produksi dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif  dengan melakukan pencegahan atau pengurangan terhadap waktu hilang karena  hambatan–hambatan yang terjadi pada kegiatan pemuatan dan pengangkutan, sehingga produksi alat angkut dari 251.852,99 BCM/bulan menjadi 255.444,06 BCM/bulan.. Karena peningkatan waktu kerja efektif tidak mencapai target produksi maka diperlukan penambahan curah, sehingga produksi alat angkut dari 255.444,06 BCM/bulan menjadi 298.018,07 BCM/bulan. Upaya untuk meningkatkan produksi alat angkut ialah dengan melakukan penambahan jam kerja pada alat angkut , sehingga produksi alat angkut dari 255.444,06 BCM/bulan menjadi 270.569,04 BCM/bulan. Upaya untuk meningkatkan produksi alat muat ialah dengan melakukan penambahan jam kerja pada alat muat , sehingga produksi alat muat dari 265.477,47 BCM/bulan menjadi 281.196,53 BCM/bulan.Kata Kunci : waktu kerja efektif, penambahan curah, jam kerja
EVALUASI METODE PENGGALIAN SHORT FACE KAPAL KERUK 11 KARIMATA DALAM UPAYA PENINGKATAN LAJU PEMINDAHAN TANAH PADA PENAMBANGAN TIMAH ALLUVIAL DI LAUT MATRAS BANGKA, PT.TIMAH (Persero) Tbk Trian Artensena; Hartono Hartono; Inmarlinianto Inmarlinianto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Dredges 11 Karimata PT. Timah Tbk, Matras, Bangka regency. Dredgers 11 Karimata has a target rate of transfer of land overburden 820 m3/h and on land leaded to 400 m3 / h while the realization of the field in May the rate of transfer of land per hour can be achieved on the top soil is 763,6 m3/h while for leaded soil reaches only 376 m3/h, in this case a layer of soil excavation was leaded by land leaded excavations did not reach production excavation company. Production of subsoil excavation was leaded by leaded soil can be improved by changing methods of excavation and pull wire speed side.The method used in the dredges 11 Karimata is a method of short face to the ground layer is not leaded and leaded coating. Short face methods can not meet the production target excavation company.The steps can increase the rate of removal of land are:1     Changing the method of extracting the layers was leaded by the method of   extracting long face while land leaded method is replaced by a combination method (method long face and short face method), replacement method of research is increasing the rate of soil removal was leaded from 800 m3/h to 840 m3/h and leaded soil layer increased from 376 m3/h to 387,9 m3/h, because leaded soil layer has not reached the target rate of removal of land that is leaded 400 m3/h, then made an effort to improve the speed of the wire  pull side.2     Increase the speed of the drop wire on the side of leaded soil layer when using long face can increase the rate of transfer of land to the land of leaded than 376 m3/h to 416.2 m3/h while using a combination of methods.Land transfer rate can be improved by changing the method of excavation and pull wire speed side.Keyword : Dredges, Surface, Longface ABSTRAKPenelitian skripsi ini dilakukan di Kapal Keruk 11 Karimata PT. Timah, Tbk,  Matras, kabupaten Bangka. Kapal Keruk 11 karimata mempunyai target laju pemindahan tanah lapisan tidak bertimah yaitu 820 m3/jam dan pada lapisan bertimah 400 m3/jam sedangkan realisasi pada lapangan pada bulan mei laju pemindahan tanah per jam yang dapat dicapai pada tanah atas yaitu 763,6 m3/jam sedangkan untuk tanah bertimah hanya mencapai 376 m3/jam, dalam hal ini penggalian lapisan tidak bertimah dengan penggalian tanah bertimah tidak mencapai target produksi perusahaan. Produksi Penggalian lapisan tanah tidak bertimah dengan tanah bertimah dapat ditingkatkan lagi dengan dengan mengubah metode penggalian dan kecepatan tarik kawat samping.Metode yang digunakan pada kapal keruk 11 Karimata adalah metode short face untuk lapisan tanah tidak bertimah dan lapisan bertimah. Metode short face tidak dapat memenuhi target produksi penggalian perusahaan.Upaya yang dapat dilakukan meningkatkan laju pemindahan tanah adalah:1.    Mengganti metode penggalian pada lapisan tidak bertimah dengan metode penggalian long face sedangkan metode penggalian tanah bertimah diganti dengan metode kombinasi yaitu metode long face dan metode short face, dari hasil penelitian penggantian metode ini meningkatkan laju pemindahan tanah tidak bertimah dari 763,6 m3/jam menjadi 840 m3/jam dan lapisan tanah bertimah meningkat dari 376 m3/jam menjadi 387,9 m3/jam, karena lapisan tanah bertimah belum mencapai target laju pemindahan tanah bertimah yaitu 400 m3/jam, maka dilakukan upaya meningkatkan kecepatan tarik kawat samping.2.    Meningkatkan kecepatan tarik kawat samping pada lapisan tanah bertimah saat menggunakan metode long face dapat meningkatkan laju pemindahan tanah pada tanah bertimah dari 376 m3/jammenjadi 416,2 m3/jam dengan tetap menggunakan metode kombinasi.Laju pemindahan tanah dapat ditingkatkan dengan mengganti metode penggalian dan kecepatan tarik kawat samping. 
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI KUARI BATUGAMPING PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR Inmarlinianto Inmarlinianto; Mochamad Irfan Kurniawan; Winda Winda
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri semen yang berlokasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur Penelitian ini dilakukan dari tanggal 3 November 2014 sampai 28November 2014. Kegiatan operasi tambang dilaksanakan oleh anak usaha dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT. United Tractors Semen Gresik (PT. UTSG). Dengan luas daerah penambangan menurut Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Nomor 188.45/1155.IUP/KPOTS/414.058/2012 tanggal 27 Maret 2012, luas daerah penambangannya adalah 797,4379 Ha. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. mempunyai kemampuan produksi semen sebesar 1.425.000 ton/bulan yang dihasilkan dari 4 unit kiln untuk memproduksi semen, dengan komposisi kebutuhan bahan baku pembuatan semen pada kilen terdiri dari 88% batugamping, 8% tanah liat, 4% pasir silika dan pasir besi. Sehingga target produksi batugamping pada bulan November 2014 sebesar 1.254.000 ton yang didistribusikan ke 4 unit kiln. Setiap 1 unit kiln mempunyai target produksi yang harus dipenuhi sebesar 313.500 ton. Produksi aktual alat muat dan alat angkut saat ini sebesar 265.388 ton/bulan, maka masih terdapat kekurangan produksi sebesar 48.112 ton/bulan. Tidak tercapainya target yang diinginkan dikarenakan banyak waktu kerja yang terbuang. Dalam kegiatan penambangan batugamping menggunakan alat muat 1 unit Excavator Komatsu PC750 dan 4 unit Excavator Komatsu PC400 dan alat angkut 15 unit Dump Truck Scania P380 dan 10unit Dump Truck Nissan CWB 520 HDN. Untuk memenuhi kebutuhan batugamping 1 unit kiln dibutuhkan minimal 5 front kerja, dimana kombinasi alat muat dan alat angkut tiap front penambangan terdiri dari 1 unit alat muat dan 5 unit alat angkut. Dengan pembagian waktu kerja menjadi 2 shift, tiap shift memiliki waktu kerja efektif 7 jam. Upaya untuk mencapai target yang ditetapkan dapat dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif. Besarnya efisiensi kerja setelah dilakukan peningkatan waktu kerja efektif untuk PC750 dari 61,88% meningkat menjadi 68,93%, untuk PC 400 dari 62,92% meningkat menjadi 69,52%, Sehingga kemampuan produksi alat meningkat untuk PC 750 dari 85.467 ton/bulan meningkat menjadi 106.057ton/bulan, untuk PC 400 dari 54.721,36 ton/bulan meningkat menjadi 66.817,86 ton/bulan. Sehingga total produksinya dari 304.352 ton/bulan meningkat menjadi 373.328 ton/bulan. Sedangkan untuk alat angkut juga mengalami peningkatan setelah dilakukan perbaikan waktu kerja efektif. Scania P380 dari 62,74% meningkat menjadi 70,60%, untuk Nissan CWB dari 65,12% meningkat menjadi 71,19%. Sehingga total produksinya juga mengalami peningkatan dari 273.302 ton/bulan meningkat menjadi 338.720 ton/bulan. Peningkatan waktu kerja efektif ini dapat mencapai target produksi yang ditetapkan oleh perusahaan.
Rancangan Teknis Penambangan Batubara di Pit Paringin Tahun 2020 dengan Target Produksi 5.700.000 Ton/Tahun di PT. Adaro Indonesia Dayang Puji Zulastri; Suyono Suyono; Priyo Widodo; Inmarlinianto Inmarlinianto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Maret
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Adaro Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang terletak di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Saat ini unit penambangan Pit Paringin PT. Adaro Indonesia akan memproduksi batubara sebanyak 5.700.000 ton/tahun, sehingga dibutuhkan suatu rancangan penambangan batubara dengan target produksi 5.700.000 ton pada tahun 2020, rancangan jalan angkut, dan kebutuhan alat muat dan alat angkut yang akan digunakan. PT. Adaro Indonesia menerapkan metode penambangan sistem tambang terbuka berupa open cut mining dengan luas Izin Usaha Pertambangan (IUP) 35.549 Ha. Berdasarkan hasil penjadwalan produksi batubara, maka batubara yang akan ditambang adalah 1.382.813 ton untuk triwulan pertama, 1.541.086 ton untuk triwulan kedua, 1.789.870 ton untuk triwulan ketiga, dan 1.484.402 ton untuk triwulan keempat. Geometri jenjang penambangan yang digunakan mengacu pada rekomendasi dari divisi geoteknik PT. Adaro Indonesia dengan tinggi jenjang 16 meter, lebar jenjang 7 meter dan sudut kemiringan jenjang tunggal 40 derajat. Alat muat yang dibutuhkan untuk mencapai target produksi batubara adalah sebanyak 1 unit Excavator Hitachi EX 2500, 3 unit Excavator Komatsu PC 2000, 6 unit Excavator Caterpillar CAT 6020B dan 5 unit Excavator Caterpillar CAT 6015B. Sedangkan alat angkut yang dibutuhkan untuk mengangkut lapisan tanah penutup dan batubara adalah sebanyak 20 unit Dump Truck Komatsu HD 785 dan 78 unit Dump Truck Caterpillar CAT 777. Rancangan jalan angkut didasarkan pada data yang diperoleh dari perusahaan, yaitu lebar jalan angkut sebesar 40 meter, cross slope 2% - 4%, superelevasi 4% dan kemiringan jalan angkut (grade) adalah 8%.
Rancangan Urutan Penambangan Batubara Mingguan Bulan April 2022 Berdasarkan Ketersediaan Alat Mekanis Di Tambang Terbuka Pit B Utara PT. Prima Sarana Gemilang, Job Site PT. Pada Idi, Desa Luwe Hulu, Provinsi Kalimantan Tengah Rafi Dzarbila Akhyar; Edy Nursanto; Inmarlinianto Inmarlinianto; Shofa Rijalul Haq
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9149

Abstract

PT. Prima Sarana Gemilang (PT. PSG) adalah kontraktor pertambangan dan konstruksi umum di Indonesia. Perusahaan ini mempunyai salah satu jobsite penambangan di PT. Pada Idi yang berlokasi di Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Sistem penambangan yang digunakan yaitu sistem tambang terbuka dengan metode strip mine coal mining. PT. PSG memiliki target produksi overburden sebesar 800.000 BCM/ bulan dan batubara sebesar 60.000 MT dengan nilai stripping ratio maksimal 12: 1. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan urutan penambangan batubara mingguan pada bulan April 2022 yang meliputi forecast production berdasarkan ketersediaan alat, rancangan kemajuan penambangan mingguan, dan rancangan disposal mingguan. Metodelogi penelitian yang dilakukan menggunakan studi literatur untuk mencari referensi yang mendukung penelitian ini. Kemudian melakukan studi lapangan mengenai permasalahan yang ada di PT. Prima Sarana Gemilang. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data yang telah didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan software Microsoft excel dan Minescape 5.7 sehingga menghasilkan suatu kesimpulan berupa rancangan urutan penambangan mingguan yang memenuhi perhitungan forecast production dengan rencana target produksi penambangan batubara sebesar 820.837 ton/tahun untuk overburden dan 70.154 MT untuk batubara. Rancangan urutan penambangan mingguan dibuat didasarkan pada rencana target produksi yang telah ditentukan dengan kapasitas besaran dilebihkan 2% untuk menggantikan kehilangan dari proses pengangkutan. Rancangan disposal terletak 1000 m di sebelah barat laut dari pit A. Total kapasitas disposal berdasarkan desain sebesar 1,042,463 LCM. Besarnya kapasitas disposal lebih besar 2% setiap minggunya terhadap reserve berdasarkan desain dengan jenis timbunan yang diterapkan adalah terrance dump. Jenis timbunan terrance dump dipilih karena topografi di daerah penelitian tidak begitu curam. Kebutuhan alat pada setiap minggunya berbeda-beda dikarenakan faktor ketersediaan alat berat dan jarak menuju disposal.