Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING VISUAL KEAMANAN TRANSMISI Mohammad Arie Reza; Mauridhi Hery Purnomo; Adi Soeprijanto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2009): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Level keamanan transmisi dalam satu kondisi operasi yang dihasilkan oleh paralel load flow dinyatakan secara visual dalam kurva kapabilitas transmisi . Kurva tersebut dibentuk berdasarkan batas termal dan kestabilan steady state. Secara visual, level keamanan transmisi dinyatakan pula secara kuantitatif dengan besaran indeks keamanan. Dengan indeks ini, level keamanan tiap saluran untuk satu kondisi operasi dapat diurutkan. Untuk kepentingan monitoring dan kontrol operasi maupun perencanaan, visualisasi tersebut diintegrasikan kedalam software monitoring dan kontrol yang telah lebih dulu dikembangkan yaitu EWCS (Early warning and Control System). EWCS di desain menggunakan delphi dan dapat diintegrasikan dengan sistem SCADA eksisting. Simulasi visualisasi keamanan transmisi akan diterapkan untuk sistem Jawa Timur 150 KV.
STUDI JATUH TEGANGAN PADA FEEDER 20KV TERHADAP JARAK PENEMPATAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DI KABUPATEN JAYAPURA A. Muid Fabanyo; M. Arie Reza
DINAMIS Vol 2 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyaluran energi listrik dari pusat pembangkitan listrik yang posisinya berada jauhdari pusat beban, dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang terjadi selama dilakukanpenyaluran daya listrik. Kerugian ditimbulkan oleh saluran yang cukup panjang darsei pusatpembangkit hingga konsumen akan mengalami jatuh tegangan sepanjang saluran yangdilalui. Sesuai standar SPLN 72:1987 menunjukkan bahwa toleransi jatuh tegangan salurandistribusi 20 Kv (JTM) adalah sebesar 5%. Sebagaimana single line diagram pada Feeder20KV di Distrik Depapre yang dialiri daya listrik mencakup 19 buah transformator denganpanjang saluran dari Gardu Hubung (GH) hingga Desa Tablasupa adalah sebesar 64,5 kms.Dengan jauhnya jarak saluran distribusi tersebut akan mengakibatkan timbulnya jatuhtegangan yang disebabkan karena tata letak antar transformator distribusi yang cukupvariatif.Hasil analisa jatuh tegangan pada Feeder 20 KV khususnya penyulang Depapre,menunjukkan bahwa pada gardu 112 ( DesaAmai ) diperoleh jatuh tegangan sebesar 5,08%atau 1016,83 volt. Sedangkan pada gardu nomor 113 yang berada di Desa Tablasupa,menhasilkan jatuh tegangan sebesar 5,25% atau 1050,87 volt. Guna memperkecil rugi-rugiakibat jatuh , maka perlu dilakukan perubahan jarak pada gardu nomor 112 yang semulaberjarak 62 kms menjadi 61,984 kms dan gardu nomor 113 dari jarak semula 64,5 kmsmenjadi 64,46 kms agar diperoleh rugi-rugi seminimal mungkin.
Edukasi Pemanfaatan Listrik Rumah Tangga secara Aman dan Nyaman bagi Masyarakat Kampung Koya Koso, Kota Jayapura Theresia Wuri Oktaviani; Suparno Suparno; Ekawati M. Ohee; Rosalina N. Revassy; Bayu Purnomo P.; Mohammad Arie Reza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2026): September: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jpmsaintek.v5i3.1167

Abstract

Household electricity is an essential part of daily life and supports various domestic and economic activities. However, limited understanding of electrical installation requirements and safe electricity use may expose households to risks such as electric shock, short circuits, fire, and inefficient electricity consumption. This community service activity aimed to provide education and increase community awareness regarding safe and comfortable household electricity utilization in Koya Koso Village, Abepura District, Jayapura City. The activity was conducted on 15 August 2025 at the Koya Koso Village Hall using a participatory educational approach consisting of an initial survey, presentation, demonstration using a residential electrical installation training board, and interactive discussion. The materials covered basic residential electrical installation requirements, electrical safety, prevention of short circuits and fire, proper use of electrical equipment, and understanding household electricity consumption and billing. The activity involved 45 participants, exceeding the initial target of approximately 30 participants. Participants actively engaged in the discussion and raised practical issues concerning prepaid electricity tokens, possible electricity leakage, cable connections, electricity charges, and the boundaries of responsibility between electricity providers and household installation owners. The participation and discussion indicated that the educational materials were relevant to the community's practical needs. The activity also identified the need for follow-up practical training on residential electrical installations to strengthen community skills in safe electricity utilization.