Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL ISTEK

ANALISIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) BERDASARKAN FAKTOR KELENGKUNGAN BUMI DAN DAERAH FRESNEL DI REGIONAL PROJECT SUMATERA BAGIAN SELATAN Nanang Ismail; Maharoni Maharoni Maharoni; Innel Lindra
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survei topografi adalah kegiatan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan permukaan bumi pada suatu wilayah yang terdiri dari berbagai variabel topografi, seperti drive test dan tracking, daerah Fresnel, faktor kelengkungan bumi, penentuan tinggi antena BTS dan lain-lain. Makalah ini merupakan resume penelitian yang dilakukan di Jalan Lintas Timur Tulang Bawang. Pada penelitian, terdapat sektor transmisi sinyal. Arah sektor transmisi sinyal pada Sektor A mengarah ke Desa Banjar Margo, Desa Purwa Jaya dan Desa Penawar Rejo, Sektor B mengarah ke Kota Tulang Bawang, Desa Banjar Agung, Polsek Tulang Bawang, Rumah Makan Padang, Sektor C mengarah ke Desa Tunggal Warga dan Komplex Balai Besar Teknologi Pati.Daerah Fresnel untuk kandidat P adalah adalah 1.7129 meter dengan sinyal transmisi 4.0277 meter, untuk kandidat Q adalah 1.7407 meter dengan sinyal transmisi 4.0444 meter sedangkan untuk kandidat R diperoleh daerah Fresnel sejauh 1.8809 meter dengan sinyal transmisi 4.1285 meter. Faktor kelengkungan bumi pada kandidat P, Q dan R berturut-turut adalah 0.0236 meter, 0.025 meter dan 0.0346 meter. Tinggi antena minimal pada kandidat P, Q dan R agar kondisi LoS berdasarkan hasil perhitungan berturut-turut adalah 34.0436 meter,35.063 meter dan 33.1556 meter. Namun berdasarkan hasil perhitungan daerah Fresnel, bisa dikatakan kandidat R merupakan kandidat yang paling cocok dan sesuai dikarenakan memiliki daerah Fresnel yang lebih besar.
PORTAL MUI ONLINE: OPTIMALISASI DAKWAH ISLAM MELALUI INTERNET (Studi Kasus MUI Kecamatan Ujungberung) Adam Faroqi; Nanang Ismail
JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah dan teknologi adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan. Ini jika kita berpijak pada konsep dakwah kontemporer yang mudah diterima oleh kalangan masa kini. Teknologi bukanlah sesuatu yang dilarang, meskipun dimasa Rasulullah SAW belum ditemukan adanya teknologi seperti yang berkembang pesat sedewasa ini. Di satu sisi, MUI (Majelis Ulama Indonesia) berkewajiban menyampaikan syiar Islam kepada umat secara berkelanjutan dan dilakukan kapan saja, di sisi lain, ia juga harus melakukan pengelolaan organisasi dengan dukungan teknologi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian rekayasa perangkat lunak yang bertujuan membangun aplikasi Portal MUI Online yang dapat membantu Syiar Islam dan optimalisasi pengelolaan organisasi MUI di Kecamatan Ujungberung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan model inkremental untuk membagi tahapan secara modular. Alat bantu pemodelan menggunakan Unified Modeling Language (UML), dan tolls pengembangan menggunakan PHP5 dan MySQL untuk manajemen database-nya. Hasil penelitian berupa prototipe sistem, yang sudah diuji secara blackbox dan whitebox, menunjukan keberjalanan sistem dengan baik.
PEMBANGUNAN COLLABORATIVE LEARNING SYSTEM BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENDUKUNG PROSES KNOWLEDGE SHARING MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB DAN BERGERAK Edi Mulyana; Nanang Ismail; Agung Wahana; Lia Kamelia
JURNAL ISTEK Vol 6, No 1-2 (2012): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa isu yang melatarbelakangi perlunya dikembangkan sebuah sarana belajar yang colaboratif (Collaborative Learning) untuk membantu proses peningkatan mutu hasil pendidikan MA, yaitu: Isu UAN: Berdasarkan data dari Depdiknas, pada Ujian Nasional yang lalu, ternyata cukup banyak sekolah yang persentase kelulusannya 0%, artinya sekolah - sekolah tersebut siswa - siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) tidak ada yang lulus ujian. Ada yang menganggap kegagalan ini karena ketidakseragaman sarana dan kemampuan tenaga pengajar di setiap sekolah. Isu Metode Belajar: Faktor lainnya yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan adalah paradigma pembelajaran, dimana masih banyak saat ini, orientasi pembelajaran hanya berpusat pada tenaga ajar dan sangat kurang melibatkan siswa (learner) untuk berpartisipasi aktif, sehingga arus informasi/pengetahuan cenderung satu arah. Paradigma Collaborative Learning (C-Learning) adalah salah satu solusinya, antar anggota akan menjadi mitra yang saling menguatkan melalui knowledgesharing.Isu Teknologi dan Isu Komunitas: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, yang didukung juga oleh perkembangan teknologi pendukung lainnya seperti teknologi jaringan, teknologi internet, teknologi nirkabel dan bergerak, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan pembelajaran atau sharing pengetahuan di dalam suatu komunitas, salah satunya komunitas guru mata pelajaran.Berdasarkan berbagai isu di atas, maka fokus Penelitian Pendidikan dan Kelembagaan Islam yang dilakukan adalah “Pemberdayaan Komunitas Muslim melalui Pengembangan Collaborative Learning System untuk Mendukung Knowledge Sharing Menggunakan Teknologi Web dan Bergerak di Lingkungan Komunitas Guru Mata Pelajaran”.Sistem dikembangkan dengan pendekatan berorientasi objek. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan konsep pembelajaran kolaborasi yang dibingkai dalam framework moodle.Sistem diuji dengan metode black box dan white box. Berdasarkan pengujian, semua fungsionalitas system sudah berjalan sebagaimana mestinya.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE MODEM FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK) DENGAN ADAPTASI EXTERNAL RESISTOR & CAPASITOR UNTUK POWER LINE COMMUNICATION Nanang Ismail; R Muhammad Ginanjar; Ian Yosef ME
JURNAL ISTEK Vol 7, No 2 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi data melalui jala-jala listrik atau lebih dikenal dengan Power Line Communication (PLC) merupakan sistem komunikasi antara pengirim dan penerima dengan jala-jala listrik sebagai media pengiriman datanya. Sistem ini sudah dikenal dan masih terus menjadi bahan penelitian. PLC dapat menggunakan berbagai macam metode pengiriman, berbagai metode yang berbeda itu ditujukan untuk mengatasi noise pada jala-jala listrik dan peningkatan baud rate pengiriman data. Metode yang digunakan termasuk konvensional dan dengan baud rate yang rendah. Makalah ini merupakan resume penelitian yang telah dilakukan. Penelitian yang dilakukan menggunakan rangkaian Modem Frequency Shift Keying (FSK) sebagai interface alat pengirim dan penerima, juga menggunakan rangkaian kopling transformator dan rangkaian bandpass filter. Penelitian ini menggunakan komponen utama Modem yaitu Integrated Circuit (IC) XR2206 sebagai Modulator dan IC XR2211 sebagai Demodulator, serta menggunakan filter pasif yang berfungsi untuk meloloskan frekuensi yang telah ditentukan yaitu 75 KHz – 90 KHz. Nilai output yang ditargetkan dicapai dengan melakukan adaptasi perhitungan nilai Kapasitor dan resistor external. Hasil perhitungan pada tahap perancangan modulator, dengan nilai C=10nF diperoleh nilai R1=1333Ω, R2= 1111 Ω. Modem FSK diujicoba menggunakan aplikasi Hyper Terminal. Hasil dari pengujian, Modulator dapat mengirimkan sinyal data melalui kabel listrik dengan panjang kabel listrik maksimal 17 meter ke Demodulator dengan hasil baik pada kecepatan 110 dan 300 baud. Dikatakan baik karena tidak terdapat teks yang cacat/terbaca oleh Personal Computer (PC) penerima.
SIMULASI WIRELESS MESH NETWORK (WMN) UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI NEXT GENERATION NETWORK (NGN) Nanang Ismail; Adam Faroqi; Lia Kamelia; Rina Mardiati
JURNAL ISTEK Vol 5, No 1-2 (2011): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless LAN application has been widely used today. One of the wireless topology that cheap but reliable is mesh topology, otherwise known as wireless mesh network (WMN). To support the development of Next Generation Network (NGN), research about wireless mesh network is needed before it is implemented further. This paper represents the preliminary findings of research on the implementation of the WMN for rural areas, especially in areas that will connect between madrasah, majlis ta’lim, pesantren, and others. This paper contains a simulation scenario to determine how the characteristics of wireless mesh networks. This is also done to determine the End-to-End delay, Packet Drop and throughput that occur in the routing process. Simulations conducted in the laboratory using four indoor access point (IAP): 1 as a server, and 3 as a workstation. Routing protocol used in the experiments is OLSR (Optimized Link State Routing). Network monitoring using SNMP and operated on a Linux OS. The simulation results showed that the total bytes for the application packet bigger than packet routing. But the number of routing packets is larger than the application package. Trace routes results showed that the inter-hop in the configuration of the simulation WMN is connected properly.
PERANCANGAN APLIKASI DASHBOARD WMS BERBASIS WEB SERVICE DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI .NET WEB SERVICE DAN PHP Ryan Permana; Didiek S Wiyono; Nanang Ismail
JURNAL ISTEK Vol 5, No 1-2 (2011): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warehouse Management System needs an item inventory, configuration saving method of items, integration among warehouses, and warehouse finance control. All of the aspects must be well arranged, in order to avoid warehouses’s work performance decrease that can affect to supply chain profit. To avoid the supply chain from losses, a warehouses need a system that can help to maintain and manage all of warehouse’s variables. A system that can implemented is WMS Dashboard. WMS Dashboard is an application that can show the warehouse’s data realtime and with high accuration. WMS Dashboard’s services are made by using ASP.NET Web Service Technology which use SOAP protocol and WSDL interface so it support multi platform system to system communication which using HTTP protocol. The database of WMS Dashboard is made by using MS SQL Server DBMS which has fully compatibility with other applications that made by .NET Framework. Object oriented PHP is need to made the application for client side. WSDL of WMS dashboard application consist of 56 services. The services has been integrated with WMS Dashboard Application which based on PHP, so it would be accessed easily, and it can be used to help maintain and manage the Warehouse System variables.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA TOPOLOGI MESH DAN HYBRID PADA JARINGAN OPTIK WDM DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA FIRST-FIT Nanang Ismail; Titin Nurjanah; Jati Fallat
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan komunikasi dalam berbagai bentuk menyebabkan peningkatan kapasitas sistem komunikasi. Kapasitas informasi yang dibawa dari sebuah sistem komunikasi secara langsung berkaitan dengan bandwidth. Semakin besar bandwidth, maka semakin besar pula kapasitas informasi yang dibawa. Fiber Optik adalah salah satu media transmisi berkecepatan tinggi, dengan cahayanya mampu menyalurkan data dengan kecepatan yang sangat tinggi. Beberapa teknik transmisi terus dikembangkan, untuk mendukung dan memperbaiki kinerja Fiber Optik. Wavelength Division Multiplexing (WDM) adalah salah satu teknologi multiplexing dalam komunikasi serat optik yang bekerja dengan membawa sinyal informasi yang berbeda pada satu serat optik dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda. Makalah ini menuangkan hasil penelitian perbandingan kinerja topologi Mesh dan Hybrid pada jaringan optik WDM dan pengaruh penggunaan Algoritma First-fit terhadap kinerja topologi keduanya. Dari hasil simulasi menggunakan MatPlanWDM dapat diketahui adanya perbandingan kinerja dengan menggunakan Algoritma First-fit pada tiap parameter terhadap trafik matrik dan perbandingan kinerja jaringan WDM dengan menggunakan algoritma First-fit. Penggunaan Algoritma First-fit pada topologi Mesh dan Hybrid sangat berpengaruh pada pemilihan panjang gelombang yang tersedia. Algoritma First-fit memilih panjang gelombang λ1 untuk ditempatkan pada semua link.