Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMBANGUNAN COLLABORATIVE LEARNING SYSTEM BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENDUKUNG PROSES KNOWLEDGE SHARING MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB DAN BERGERAK Edi Mulyana; Nanang Ismail; Agung Wahana; Lia Kamelia
JURNAL ISTEK Vol 6, No 1-2 (2012): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa isu yang melatarbelakangi perlunya dikembangkan sebuah sarana belajar yang colaboratif (Collaborative Learning) untuk membantu proses peningkatan mutu hasil pendidikan MA, yaitu: Isu UAN: Berdasarkan data dari Depdiknas, pada Ujian Nasional yang lalu, ternyata cukup banyak sekolah yang persentase kelulusannya 0%, artinya sekolah - sekolah tersebut siswa - siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) tidak ada yang lulus ujian. Ada yang menganggap kegagalan ini karena ketidakseragaman sarana dan kemampuan tenaga pengajar di setiap sekolah. Isu Metode Belajar: Faktor lainnya yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan adalah paradigma pembelajaran, dimana masih banyak saat ini, orientasi pembelajaran hanya berpusat pada tenaga ajar dan sangat kurang melibatkan siswa (learner) untuk berpartisipasi aktif, sehingga arus informasi/pengetahuan cenderung satu arah. Paradigma Collaborative Learning (C-Learning) adalah salah satu solusinya, antar anggota akan menjadi mitra yang saling menguatkan melalui knowledgesharing.Isu Teknologi dan Isu Komunitas: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, yang didukung juga oleh perkembangan teknologi pendukung lainnya seperti teknologi jaringan, teknologi internet, teknologi nirkabel dan bergerak, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan pembelajaran atau sharing pengetahuan di dalam suatu komunitas, salah satunya komunitas guru mata pelajaran.Berdasarkan berbagai isu di atas, maka fokus Penelitian Pendidikan dan Kelembagaan Islam yang dilakukan adalah “Pemberdayaan Komunitas Muslim melalui Pengembangan Collaborative Learning System untuk Mendukung Knowledge Sharing Menggunakan Teknologi Web dan Bergerak di Lingkungan Komunitas Guru Mata Pelajaran”.Sistem dikembangkan dengan pendekatan berorientasi objek. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan konsep pembelajaran kolaborasi yang dibingkai dalam framework moodle.Sistem diuji dengan metode black box dan white box. Berdasarkan pengujian, semua fungsionalitas system sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Rancang Bangun Robot Bawah Air Menggunakan Sistem Ballast Berbasis Rov (Remotely Operated Vehicle) Dengan Frekuensi 433 Mhz Edi Mulyana; Neni Utami Adiningsih; Cecep Ahmad Fauzi
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 2, No 2 (2016): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v2n2.126-137

Abstract

ROV (Remotely Operated Vehicle) adalah salah satu jenis robot bawah air yang dikendalikan menggunakan remote control. Komunikasi antara remote control dengan robot dapat melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless). Dalam melakukan misi penyelaman sebuah robot bawah air harus dapat bergerak dengan bebas tanpa terbatasi oleh kabel sehingga pemilihan remote control tanpa kabel lebih efisien dari pada menggunakan kabel. Selain itu juga robot bawah air harus dapat mengapung, melayang dan tenggelam sehingga dibutuhkan sebuah sistem ballast pada robot ROV. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah ROV tanpa kabel dengan frekuensi 433 Mhz yang dilengkapi sistem ballast. Penggunaan frekuensi 433 Mhz diharapkan mampu membuat jangkauan robot lebih jauh saat bergerak dibandimgkan dengan frekuensi 2,4 Ghz. Sistem Ballast pada penelitian ini memanfaatkan prinsip kerja dari ompa air untuk mengisi dan membuang air dari dalam tangki. Volume tangki ballast sebesar 2340,96 cm3 dan volume ROV sebesar 3447,2 cm3. Waktu yang diperlukan untuk mengisi menngeluarkan air adalah 60 detik. Jarak jangkauan robot saat bergerak di permukaan yaitu 15 meter dan saat menyelam yaitu 30 cm. Dengan rata – rata kecepatan robot ketika bergerak dipermukaan dan didalam air adalah 0,0299 m/s dan 0,0293 m/s.
Flutter Framework Implementation for Over Current Relay and Ground Fault Relay Setting Applications in 20 kV Distribution Systems Sartika, Nike; Maulidan, Muhammad Akmal; Mulyana, Edi
Jurnal Pendidikan Multimedia (Edsence) Volume 6 No 2 (December 2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edsence.v6i2.76176

Abstract

In the distribution system, there are several faults such as blackouts due to errors in the coordination of the protection relay. To minimize excessive damage to the electrical system, components such as over current relays (OCR) are needed to overcome inter-phase faults and ground fault relays (GFR) to overcome phase-to-ground faults. The setting process that has been carried out so far is still ineffective, so a system is needed to simplify the setting process. Flutter is a development framework from Google that can release applications in the form of Android or iOS. This study aims to simplify the OCR and GFR setting process using a mobile application. Application development uses the waterfall method. The test results consisting of blackbox alpha, beta and manual calculations show that this application is running according to the expected functionality. In addition, the results of the settings that have been done are the OCR setting current of 400 A in zone 1 and 300 A in zone 2 with a Time Multiplier Setting (TMS) value of 0.2 in zone 1 and 0.05 in zone 2. While the GFR setting current is 80 A in zone 1 and 60 A in zone 2 with a TMS value of 0.175 in zone 1 and 0.05 in zone 2. From these setting values, the OCR time difference (Δt) value is then obtained around 0.6 seconds and 0.8 seconds for GFR. This shows that the OCR and GFR are in good condition.
Robot Pembersih Lantai Menggunakan Sensor LM393 dan Ultrasonik Berbasis Arduino Uno Mardiati, Rina; Aziz, Nur; Mulyana, Edi; Yusuf, Teddy
JITCE (Journal of Information Technology and Computer Engineering) Vol. 6 No. 01 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jitce.6.01.29-34.2022

Abstract

Pada era zaman modern saat ini teknologi robot mengalami kemajuan yang sangat pesat khususnya pada robot pembersih lantai. Robot pembersih lantai ini berguna untuk meringankan pekerjaan manusia di bidang rumah tangga. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah prototipe robot pembersih lantai dengan menggunakan sensor LM393 dan sensor ultrasonik. Robot ini memiliki fitur alat pembersih sebagai vakum dan alat pel. Sensor ultrasonik digunakan sebagai alat pendeteksi jarak, sedangkan sensor LM393 digunakan sebagai penghitung putaran motor sehingga kecepatan motor stabil sesuai dengan yang diprogramkan pada mikrokontroler arduino uno. Input yang digunakan pada sistem ini adalah jarak dari sensor samping kanan, kiri dan depan yang diperoleh dari sensor ultrasonik. Sementara itu, output dari sistem ini adalah PWM motor DC kiri, PWM motor DC kanan, dan LCD yang menampilkan posisi gerakan robot. Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian meliputi pengujian modul sensor ultrasonik dan sensor LM393, pengujian kinerja fitur vacum, pengujian kinerja alat pel, serta pengujian sistem secara keseluruhan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap sensitifitas jarak pantul sensor ultrasonik memiliki nilai selisih error 0,898% yang menandakan sensor ini berfungsi dengan baik. Hasil dari pengujian vacum diperoleh bahwa vacum dapat menghisap debu rata-rata 2,4 gram dari lima percobaan yang menunjukkan kinerja vacum cukup baik. Hasil pengujian alat pel dan pengujian keseluruhan menunjukan bahwa selisih error kemampuan robot membersihkan ruangan berukuran 2 m x 2 m dengan bahan kain pel greenwoll ditempuh dalam waktu 4,036 menit sedangkan menggunakan bahan katun adalah 4,31 menit.
Peluang dan Tantangan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Mulyana, Edi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.463 KB) | DOI: 10.58344/locus.v1i1.5

Abstract

Tantangan teknologi di era revolusi industri 4.0 menjadi bagian dari konsekuensi arus globalisasi yang sudah masuk ke wilayah usaha jasa konstruksi, seperti e-katalog, e-tendering, dll. sedang menghadapi banyak permasalahan baik internal maupun eksternal. Masalah internal yang dihadapi pada dasarnya karena lemahnya daya saing, sedangkan permasalahan eksternal karena adanya tantangan pasar bebas akibat globalisasi, krisis moneter, otonomi daerah dan kesulitan dukungan finansial. Metode penelitian ini menggunakan Jenis kualitatif dengan pengumpulan data library research dan field study melalui analisis data dari hasil seminar pada musyawarah- musyawarah Cabang Gaspensi se jawa barat tahun 2021 sebagai bagian pembinaan kepada anggota di 27 kabupaten/kota di jawa barat tentang regulasi baru, yang dikaitkan dengan perlunya perubahan pola pikir dan pola tindak dalam mengelola organisasi, melaksanakan profesi usaha jasa konstruksi pada semua kualifikasi (k, m, b), untuk dapat mempersiapkan dan meningkatkan kapabilitas. Pembinaan ini dilakukan secara kontinuitas baik secara daring maupun luring. Hasil penelitian ini mengungkapkan terdapat adanya mekanisme, aturan UU, sosialisasi kepada ahli profesi untuk meningkatkan SDM berkualitas berstandar nasional maupun internasional sehingga dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi barang dan jasa.
Faktor Dominan Yang Berpengaruh pada Peningkatan Biaya Pemeliharaan Jalan di Kota Cirebon Mulyana , Edi
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4448.145 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i03.109

Abstract

 Akhir-akhir ini banyak ditemui kerusakan dini perkerasan jalan di Kota Cirebon baik berupa retak kecil (crack), pelepasan butiran (raveling) maupun pengelupasan lapisan perkerasan yang mengakibatkan terus meningkatnya biaya pemeliharaan jalan dalam setiap tahunnya yang disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi sejak perencaanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan proyekproyek jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor dominan apa yang berpengaruh pada peningkatan biaya pemeliharaan jalan di Kota Cirebon, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan positif kepada instansi terkait. Penelitian menggunakan metode survey, melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri dari kontraktor, konsultan, pemberi tugas dan pakar dibidangnya yang kemudian data kuesionernya diolah dengan analisa statistik SPSS 19 untuk menghasilkan tingkat hubungan antara variabel bebas (X) berupa faktor resiko yang berpengaruh pada peningkatan biaya pemeliharaan dan variabel (Y) berupa biaya pemeliharaan. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada 6 (enam) faktor yang paling dominan mempengaruhi peningkatan biaya pemeliharaan yaitu penawaran harga terlalu rendah (77.69), lemahnya pengendalian proyek (74.35), kesalahan estimasi biaya (70.39), material yang dikirim tidak sesuai permintaan (68.35), sub kontraktor tidak bekerja optimal (67.57) dan terjadinya bencana alam (62.88) terhadap biaya pemeliharaan. 
Perancangan Prototipe Sistem Bertenaga Mandiri Berbasis Pemanenan Energi Frekuensi Radio: Perancangan Prototipe Sistem Bertenaga Mandiri Berbasis Pemanenan Energi Frekuensi Radio Mulyana, Edi
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Renewable Energy (IJEERE) Vol 5 No 2 (2025): JEERE June 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/ijeere.v5i2.2222

Abstract

Electronic devices are generally powered by a power source such as an AC socket or a DC power source such as a battery. Batteries have a limited lifespan, so it is necessary to recharge the battery if the battery is rechargeable. In this paper we present a design for an independent power system where the power does not come from an AC voltage socket, but the power is obtained from the results of radio frequency energy harvesting. The selected frequency is the frequency for cellular that emitted from the Cell Phone Operator's Base Transfer System. The Radio Frequency Energy Harvesting system catch RF signal use monopole antenna receiver, then the RF signal converted into DC voltage (RF to DC converter) by a series of charge pump that also serves as amplifier which designed to 5-stage villiard multiplier. This system integrated by boost regulator to raise the level of voltage and regulate constant voltage. The voltage result from system is 300 mV at 100 m from BTS and 3,9 V at 30 cm from mobile phone. Another test with a LED indicator and suplying a power for charging process to battery AAA rechargeable Ni-MH. Keyword -cellular, energy harvesting, independent power system, monopole antenna, radio frequency