Nur Prihatiningsih
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Pseudomonas fluorescens P20 formula cair tepung ikan terhadap rebah semai mentimun Hening Kurniasih; Nur Prihatiningsih; Endang Mugiastuti; Loekas Soesanto
Jurnal Agro Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/8591

Abstract

Rebah semai merupakan penyakit penting bibit mentimun, dan formula cair Pseudomonas fluorescens P20 dengan tepung ikan perlu dicoba untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian bertujuan mencari konsentrasi tepat tepung ikan untuk P. fluorescens P20, pengaruhnya dalam menekan rebah semai, dan terhadap pertumbuhan mentimun. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto selama empat bulan. Rancangan Acak Lengkap digunakan pada in vitro dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan terdiri atas kontrol (King’s B cair), serta tepung ikan 10, 20, 30, dan 40 g L-1. Uji in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan dan 6 perlakuan terdiri atas kontrol, King’s B cair, serta tepung ikan 10, 20, 30, dan 40 g L-1. Variabel yang diamati adalah populasi bakteri, masa inkubasi, kejadian penyakit, area under the disease progress curve (AUDPC), tinggi tanaman, panjang akar, bobot tanaman segar, dan bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. fluorescens P20 dalam tepung ikan 10 g L-1 memiliki populasi tertinggi yaitu 3,99 x 1021 upk mL-1 atau meningkat sebesar 47,23%. Saat diaplikasikan, formula bakteri ini paling efektif menunda masa inkubasi dan menekan kejadian penyakit hingga 100% dan nilai AUDPC terendah yaitu 0%-hari. Perlakuan mampu meningkatkan panjang akar 5,30-31,19% dan bobot akar segar 10,81-65,85%. Damping-off is an important cucumber seedlings disease, and liquid formulation of Pseudomonas fluorescens P20 is developed to overcome this problem. This research aimed to gain the right concentration of fish flour for P. fluorescens P20, its effect on suppressing damping-off and on cucumber growth. The research was conducted at the Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto for four months. Randomized completely design was used for in vitro test with 5 treatments consisted of control, fish flour of 10, 20, 30, and 40 g L-1repeated 5 times. Randomized block design was used for in planta test with 6 treatments consisted of control, King’s B Broth, flour liquid of 10, 20, 30, and 40 g L-1repeated 5 times. Variables observed were bacterial population, incubation period, disease incidence, area under the disease progress curve (AUDPC), plants height, roots length plants fresh weight, and roots fresh weight. Result showed that P. fluorescensP20 in fish flour of  10 g L-1 had the highest population as 3.99 x 1021 cfu ml-1 or increase as 47.23%. Application of this formula could delay incubation period and suppress disease incidence as 100% and decrease AUDPC as 0%-days. The formula could increase roots length and roots fresh weight as 5,30-31,19 and 10,81-65,85%.
Penerapan Teknologi Pupuk Organik Cair dan Agensia Hayati untuk Tanaman Hortikultura di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Banyumas Etik Wukir Tini; Nur Prihatiningsih; Woro Sri Suharti; Rifqi Raditya Kurniawan
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11171

Abstract

Pertanian organik merupakan suatu teknik budidaya pertanian tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintesis dengan mengandalkan bahan-bahan alami. Kelompok Tani Karya Budi Utama sebagai bagian dari masyarakat Desa Cindaga telah melakukan kegiatan pengembangan komoditas hortikultura namun belum adanya penerapan teknologi secara optimal yang diaplikasikan pada budidaya tanaman tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis riset ini diharapkan dapat mengenalkan penerapan teknologi pembuatan pupuk organik cair fermentasi dengan pemanfaatan limbah pertanian dan penggunaan agensia hayati diaplikasikan pada tanaman hortikultura untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil. Tujuan kegiatan adalah memberikan dan mengenalkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat Desa Cindaga konsep pertanian organik dan pengaplikasiannya terhadap pengembangan komoditas hortikultura menuju desa swasembada. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah kelompok Tani Karya Budi Utama yang merintis pengembangan tanaman hortikultura menuju desa swasembada. Kegiatan alih teknologi berupa penyuluhan, pelatihan, praktek langsung, dan pembuatan demplot di lokasi mitra. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain: pelatihan pembuatan pupuk organik cair kulit nanas dan praktik perbanyakan serta aplikasi agensia hayati pada tanaman penanaman semangka dan bawang merah.