Iwan Iskandar
Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes, Tanjungpinang, Kepulauan Riau,, 29124

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN RUMAH POSITIF JENTIK WARGA RT. 003 RW.002 KEL. TEBING KEC. TEBING KABUPATEN KARIMUN: The Relationship of Knowledge, Attitude and Action about Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) with Larvae Positive House from Residents of RT. 003 RW. 002 In Kelurahan Tebing, Karimun Regency Samosir, Kholilah; rizkaramdhaniartie, siti; Iskandar, Iwan; Herdiana, Dora
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.271 KB) | DOI: 10.53579/jitkt.v1i2.30

Abstract

The Incidence Rate of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Karimun Regency was 92.6 per 100,000 population. Tebing sub-district is the sub-district with the highest number of dengue fever cases, as many as 108 cases, 28 cases of which are in the Tebing sub-district. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes and actions of residents about dengue disease with larva positive homes in the RT. 003 RW. 002 in Tebing Village, Karimun Regency in 2021. This research was an analytical study with a cross-sectional approach. The number of samples as many as 98 respondents. There was 32 respondents (32.7%) had good knowledge, there were 50 respondents (51%) had a good attitude, and 19 respondents (19.4%) had good actions against dengue disease. Houses with positive dengue mosquito larvae as many as 23 (23.5%). There was no relationship between knowledge and larvae positive house (Pvalue 0.959 > 0.05) and attitude with larva positive house (P value 0.336 > 0.05). However, the action against DHF was associated with positive larvae (Pvalue 0.000 < 0.05). People should do 3M Plus activities more often and keep their houses clean regularly, not store used goods that have the potential to breed mosquitoes, and sprinkle abate powder.
Pemanfaatan Limbah Ampas Teh dan Kulit Bawang Merah Menjadi Pupuk Organik Cair pada Pertumbuhan Tanaman Sawi Handayani, Lala Syafitri; Erda, Zulya; Iskandar, Iwan
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v4i1.1980

Abstract

Limbah yang tidak dimanfaatkan dapat menjadi sumber pencemaran bagi lingkungan, tetapi beberapa limbah dapat dimanfaatkan kembali seperti limbah ampas teh dan kulit bawang merah. Ampas teh dan kulit bawang merah mengandung magnesium, karbon organik serta kalium yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan limbah ampas teh dan kulit bawang merah menjadi pupuk organik cair pada pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pra-eksperim. Rancangannya menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial (4 perlakuan x 10 bibit x 5 pengulangan). Objek penelitian sebanyak 250 bibit. Konsentrasi pupuk yang diaplikasikan yaitu 15 ml pupuk + air 1000 ml untuk melihat hasil parameter tinggi tanaman, lebar daun dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tinggi pada perlakuan ampas teh dengan air 6,60 cm, ampas teh dengan EM-4 6,70 cm, kulit bawang merah dengan air 6,75 cm, kulit bawang merah dengan EM-4 6,73 cm dan kontrol 5,20 cm. rata-rata lebar daun perlakuan ampas teh dengan air 2,82 cm, ampas teh dengan EM-4 2,91 cm, kulit bawang dengan air 2,89 cm, kulit bawang dengan EM-4 2,85 cm dan kontrol 2,65 cm. Rata-rata jumlah daun pada perlakuan ampas teh dengan air 4 helai, ampas teh dengan EM-4 4 helai, kulit bawang merah dengan air 5 helai, kulit bawang dengan EM-4 4 helai dan kontrol 4 helai. Penggunaan pupuk organik cair limbah ampas teh dan kulit bawang dapat meningkatkan proses pertumbuhan tanaman sawi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan uji laboratorium terhadap kandungan didalam pupuk cair tersebut.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN RUMAH POSITIF JENTIK WARGA RT. 003 RW.002 KEL. TEBING KEC. TEBING KABUPATEN KARIMUN: The Relationship of Knowledge, Attitude and Action about Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) with Larvae Positive House from Residents of RT. 003 RW. 002 In Kelurahan Tebing, Karimun Regency Samosir, Kholilah; rizkaramdhaniartie, siti; Iskandar, Iwan; Herdiana, Dora
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/jitkt.v1i2.30

Abstract

The Incidence Rate of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Karimun Regency was 92.6 per 100,000 population. Tebing sub-district is the sub-district with the highest number of dengue fever cases, as many as 108 cases, 28 cases of which are in the Tebing sub-district. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes and actions of residents about dengue disease with larva positive homes in the RT. 003 RW. 002 in Tebing Village, Karimun Regency in 2021. This research was an analytical study with a cross-sectional approach. The number of samples as many as 98 respondents. There was 32 respondents (32.7%) had good knowledge, there were 50 respondents (51%) had a good attitude, and 19 respondents (19.4%) had good actions against dengue disease. Houses with positive dengue mosquito larvae as many as 23 (23.5%). There was no relationship between knowledge and larvae positive house (Pvalue 0.959 > 0.05) and attitude with larva positive house (P value 0.336 > 0.05). However, the action against DHF was associated with positive larvae (Pvalue 0.000 < 0.05). People should do 3M Plus activities more often and keep their houses clean regularly, not store used goods that have the potential to breed mosquitoes, and sprinkle abate powder.
Bising di Area, Risiko di Telinga: Studi Multi-Level Kebisingan di Lingkungan Kerja Unit Usaha Mebel Kota Tanjungpinang MF, M.Yusuf; Purnama, Irgi; Idris, M. Fadhil; Iskandar, Iwan
Jurnal Daur Lingkungan Vol 8, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v8i2.422

Abstract

Noise is one of the important risk factors in the workplace that is often overlooked, particularly in small-scale furniture enterprises that have limitations in controlling the work environment. High noise exposure has the potential to cause hearing disorders as well as non-audiological complaints that impact worker productivity. This study aimed to analyze noise levels using a multi-level approach at the sound source, workers, supporting areas, and surrounding environment, and to examine their relevance to worker characteristics. The study was conducted in furniture enterprises in Tanjungpinang City with a quantitative descriptive design, using direct noise measurements in accordance with the Ministry of Manpower Regulation No. 5 of 2018 and a worker characteristics questionnaire. The findings showed that 78% of workers were exposed to noise exceeding the Threshold Limit Value (TLV), with the majority being in the productive age group (59%) and having more than two years of work experience (69%). A total of 31% of workers reported hearing complaints and 63% experienced non-audiological symptoms, while more than half of the workers (53%) did not use personal protective equipment (PPE). Multi-level analysis revealed that noise originated not only from machines but was also influenced by workspace layout, worker behavior, and the lack of environmental protection systems. In conclusion, noise control requires a comprehensive strategy through workspace layout adjustments, engineering controls on machines, increased compliance with PPE use, and protection of the surrounding environment. The contribution of this study emphasizes the urgency of a multi-level approach in protecting worker health, improving productivity, and supporting the sustainability of furniture enterprises. Keywords : Occupational Health and Safety; Occupational Noise; Multi-level Approach; Furniture Workers; Tanjungpinang
Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Septik Tank PVC untuk Daerah Pasang Surut sebagai Upaya Pencegahan Stunting Iskandar, Iwan; Mukodri, Dewi Mey Lestanti; Harianja, Ristina Rosauli; Daswito, Rinaldi; Horiza, Hevi; Gusrianti, Elsa; Astuti, Indah Dwi; Idris, Muhammad Fadhil; Haryadi, Haryadi
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i2.143

Abstract

Stunting hingga saat ini masih menjadi suatu permasalahan negara terutama di Indonesia yang perlu di selesaikan. Stunting dapat menimbulkan dampak yang serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) salah satunya yaitu rendahnya derajat kesehatan pada masyarakat. Faktor Risiko stunting yaitu secara langsung dan tidak langsung. Faktor langsung di antaranya asupan makanan dan infeksi, sedangkan faktor tidak langsung seperti pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh orang tua, tingkat pendapatan orang tua, sanitasi, hygine, dan ketahanan pangan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan pendampingan berupa edukasi kepada Masyarakat mengenai pemasangan sarana sanitasi pembuangan akhir tinja (septik tank) sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Kegiatan edukasi dilakukan pada 30 orang responden perwakilan warga desa madong. Kegiatan tersebut dilakukan secara langsung di gedung balai penyuluhan KB kampung Madong Kampung Bugis. Metode pelaksanaan dimulai dengan melakukan koordinasi dengan Pihak Mitra, survei sasaran masyarakat dan lokasi pemasangan septik tank, perancangan septik tank, pembuatan serta pemasangan langsung di lokasi yang telah di sepakati, kemudian melakukan pendampingan berupa edukasi terkait dengan pemanfaatan septik tank dalam upaya mencegah stunting. Kegiatan pendampingan edukasi berjalan dengan baik dimana didapatkan adanya respon positif dari responden, hal ini ditunjukkan dengan antusiasnya responden dalam mengajukan pertanyaan. Pendampingan edukasi yang diberikan tersampaikan dengan baik yang ditunjukkan dari adanya kesepakatan responden untuk mempergunakan dan merawat sarana sanitasi septik tank sebaik mungkin. Untuk itu perlu terus dilakukan pemantauan secara berkala oleh Ketua RT setempat terkait dengan penggunaan septik tank.
Penerapan Squeeze-and-Excitation Attention pada DenseNet169 untuk Klasifikasi Multi-Kelas Citra X-Ray Dada: Squeeze-and-Excitation Attention on DenseNet169 for Multi-Class Classification of Chest X-Ray Images Daulay, Lyra Zulyanda; Negara, Benny Sukma; Vitriani, Yelfi; Iskandar, Iwan; Kurnia, Fitra
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 2 (2026): MALCOM April 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i2.2665

Abstract

Citra X-ray dada (CXR) ialah satu dari metode pencitraan medis yang banyak diterapkan guna mendeteksi banyak penyakit paru diantaranya COVID-19 serta pneumonia. Meskipun model deep learning yang basisnya Convolutional Neural Network (CNN) sudah banyak diterapkan untuk klasifikasi citra medis, model CNN konvensional masih memiliki keterbatasan dalam menyoroti fitur penting pada citra yang memiliki kompleksitas tinggi serta kemiripan pola antar kelas penyakit. Kondisi tersebut dapat menyebabkan model kesulitan dalam mengekstraksi fitur yang paling relevan untuk proses klasifikasi. Oleh sebab itu, penelitian mengusulkan penerapan attention mechanism berupa modul Squeeze-and-Excitation (SE) pada arsitektur DenseNet169 guna meningkatkan kemampuan model dalam menekankan fitur penting dari CXR. Kontribusi utama penelitian ini adalah menganalisis pengaruh mekanisme attention terhadap peningkatan kualitas ekstraksi fitur pada klasifikasi multi-kelas citra CXR. Dataset diterapkan pada penelitian ini terdiri dari 3.000 citra yang diklasifikasikan kedalam tiga kelas yakni Normal, COVID-19, serta Pneumonia dengan pembagian data sebesar 80% untuk pelatihan dan 20% untuk validasi. Pelatihan model menggunakan optimizer Adam. Evaluasi model menggunakan confusion matrix dengan accuracy, precision, recall, dan F1 score. Temuan eksperimen mengindikasi bahwasanya model DenseNet169 baseline memperoleh akurasi senilai 95,8%, sedangkan model DenseNet169 dengan modul SE mencapai akurasi 96,5%. Temuan ini menegaskan bahwa SE meningkatkan representasi fitur sehingga performa klasifikasi lebih optimal.