Djoko Prajitno
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BAHAN MEDIA SIMPAN TERHADAP KUALITAS BIBIT TIGA KLON TEBU (Saccharum officinarum L.) MATA TUNAS TUNGGAL Epraim Theopilus Sitepu; Taryono Taryono; Djoko Prajitno
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.722 KB) | DOI: 10.22146/veg.10477

Abstract

Bibit tebu mata tunas tunggal memiliki umur simpan yang relatif pendek. Apabila tanpa perlakuan, daya kecambah mata tunas tunggal sudah menurun pada umur  simpan  2  hari.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bahan  media simpan dan bahan klon tebu terbaik untuk mempertahankan kualitas bibit tebu mata tunas tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan perlakuan  faktorial  3  ×  3  dalam  rancangan  lingkungan  acak  lengkap  (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah media simpan yang terdiri dari media simpan arang kayu, serbuk gergaji, dan sekam padi. Faktor kedua adalah klon tebu yang terdiri dari klon Bululawang, klon Kidang Kencana, dan klon VMC. Pengamatan dilakukan pada umur simpan 0, 4, 8, 12, dan 16 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media simpan dan klon yang digunakan pada jumlah bibit yang berjamur selama penyimpanan, jumlah bibit yang mati selama penyimpanan, gaya berkecambah (GB), dan indeks vigor (IV) bibit mata tunas tebu. Media simpan arang kayu mampu menyimpan mata tunas tunggal terbaik yakni sampai dengan umur simpan 12 hari. Klon Kidang Kencana memiki kualitas bibit yang baik sampai dengan umur simpan 12 hari pada media simpan arang kayu.
DISTRIBUSI SPASIAL TIMBAL DI LAHAN PERTANIAN DAN BIOAKUMULASI DALAM TANAMAN KABUPATEN BANTUL S.Y. Jatmiko; Edhi Martono; Djoko Prajitno; Suratman Worosuprojo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.186 KB)

Abstract

Logam berat dalam tanah, air, dan tanaman patut diperhatikan karena sifat racun dan potensi karsinogeniknya, mobilitasnya cepat berubah, cenderung kumulatif dalam tubuh manusia. Tujuan penelitian: mengidentifikasi tingkat cemaran, bentuk sebaran ruang, korelasinya dengan sifat kimia tanah, dan risikonya terhadap kesehatan. Penelitian dilakukan tahun 2010 secara survei di lahan pertanian Bantul (144 titik grid). Alat untuk menentukan kadar timbal adalah AAS. Hasil: frekuensi timbal di sawah 97,9 persen dan frekuensi terdeteksi di air sawah 62,9 persen, kadar maksimum 21,34 mg per kg dan 0,128 mg per l, melebihi baku mutu. Sebaran timbal berautokorelasi keruangan lemah (nugget/sill >75 persen). Sifat kimia tanah yang berkorelasi nyata (p<0,05) adalah kadar C-organik dan potensial redoks (Eh) dengan keberadaan timbal dalam tanah. Nilai indeks bahaya (IB) > 1 cemaran timbal ditemukan di sembilan lokasi produsen beras, satu lokasi produsen jagung, dan tiga lokasi produsen kacang tanah. Lokasi produsen kedelai, kacang hijau, dan bawang merah IB<1. Lokasi produsen pertanian dengan IB>1 mengindikasikan produk pertanian berisiko mengganggu kesehatan jika dikonsumsi jangka panjang, sebaliknya lokasi dengan indeks bahaya (IB) <1, tidak berisiko terhadap kesehatan sehingga aman dikonsumsi
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI SEBAGAI PENGHAMBAT NITRIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN NITROGEN PADI SAWAH Joko Pramono; Djoko Prajitno; Tohari Tohari; Dja’far Shiddieq
Agrin Vol 15, No 2 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.102 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.2.185

Abstract

Pemupukan merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah guna menunjangpertumbuhan tanaman yang optimal. Sistem usahatani padi sawah intensif di Indonesia, sejak era revolusi hijauhingga sekarang tidak terlepas dari peran pupuk kimia yang bernama urea. Penelitian bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian bahan penghambat nitrifikasi alami terhadap pertumbuhan, hasil dan efisiensipemupukan N pada tanaman padi. Penelitian rumah kaca untuk mengetahui efektivitas pengunaan pupuk N +nitrat inhibitor (NI) alami dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Rancanganyang digunakan adalah Acak Lengkap dengan perlakuan sebagai berikut; N0 = tanpa urea tanpa NI (kontrol);N1 = urea tanpa NI; N2 = urea + NI dari bubuk kulit bakau pada dosis 20 % dari urea; N3 = urea + NI daribubuk kulit bakau pada dosis 30 % dari urea; N4 = urea + NI dari bubuk biji mimba pada dosis 20 % dari urea,dan N5 = urea + NI dari bubuk biji mimba pada dosis 30 % dari urea, diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa (1) Perlakuan NI rata-rata mampu mempertahankan nilai kandungan klorofil pada daunpadi pada umur 60 hst berada diatas batas kritis, (2) Perlakuan terbaik adalah bahan NI yang berasal dari serbukbiji Nimba dengan takaran 20 % dari dosis urea yang diberikan, yang memberikan kenaikan hasil sebesar 9,6 %,dan (3) Penggunaan pupuk urea + serbuk biji Nimba 20 % lebih efektif dengan nilai efektivitas (RAE) sebesar34 % dan efisiensi agronomi (AE) sebesar 50 g g-1 dan lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang lain.Kata kunci : Nitrat inhibitor, efisiensi pemupukan N, bahan alam ABSTRACTFertilization is an effort to improve nutrient availability in the soil to support optimal plant growth.Intensive rice farming systems in Indonesia, since the green revolution era to the present is inseparable from therole of chemical fertilizer called urea. The study aims to determine the effect of giving the material a naturalnitrification inhibitor on growth, yield and N fertilizer efficiency in rice plants. Greenhouse studies to determinethe effectiveness of the use of N fertilizer + nitrate inhibitors (NI) carried out in greenhouse Faculty ofAgriculture, Gadjah Mada University. The design used was Randomized Complete with treatments as follows:N0 = no urea without NI (control); N1 = urea without NI: N2 = urea + NI of mangrove skin powder at doses of20% of urea; N3 = urea + NI from mangrove skin powder at doses of 30% of urea; N4 = urea + NI of neemseed powder at doses of 20% of urea, and N5 = urea + NI of neem seed powder at doses of 30% of urea,repeated 4 times. Results showed that (1) NI treatment on average is able to maintain the value of the content ofchlorophyll in the leaves of rice at the age of 60 DAT is above the critical limit, (2) The best treatment is a NIfrom Neem seed powderwith a dose of 20% of the dose of urea, which gives rise to a yield of 9.6%, and (3)Theuse of urea + 20% Neem seed powder is more effective with the effectiveness (RAE) by 34% and agronomicefficiency (AE) of 50 g g-1 and higher than the other treatments.Key words: Nitric inhibitor, N fertilization efficiency, natural materials