Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisa Perubahan Struktur Akibat Heat Treatment pada Logam ST FC Dan Ni-Hard 4 Asrul Hidayat; Herwandi Herwandi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 7 No. 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To get the quality of metal ST, FC, and Ni-Hard 4 apropriate with the machine of construction will be used through the heat treatment process, because it can change the microstructure of metal. The heat treatment process is being done after analyzed by metallography test, hardness test, and magnetic test. From the result test to got metal ST 70 containing 100 % martensite, hardness 49 HRC and ferromagnetic. The metal FC 30 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and pearlit 100 %. While the metal Ni-Hard 4 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and martensite 100 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mendapatkan kualitas logam ST, FC dan Ni-Hard 4 yang sesuai dengan konstruksi mesin yang akan digunakan dapat dilakukan dengan proses heat treatment. Karena logam tersebut bila dibenahi heat treatment akan mengalami perubahan struktur yang mempengaruhi sifatnya. Sebelum dan sesudahnya proses heat treatment struktur logam diamati dengan uji metallografi, silanjutkan dengan uji kekerasan dan uji magnetic. Hasil pengujian menunjukkan bahwa logam ST 70 terdiri dari 100% martensit, kekerasannya 49 HRC dan bersifat ferromagnetik. Logam FC 30 berstruktur lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan perlit 100%. Sedangkan logam Ni-Hard 4 mengandung bentuk lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan martensit 100%. Kata kunci : ST, FC, Ni-Hard 4, heat treatment, metallografi, kekerasan, magnet..
PENGARUH PENINGKATAN KUALITAS SERAT RESAM TERHADAP KEKUATAN TARIK, FLEXURE DAN IMPACT PADA MATRIKS POLYESTER SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL Herwandi Wandi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resam plant (Dicranopteris linearis) is a forest fern living in rubber plantations and can be found in almost all provinces of  indonesia. The plant spreads and has a length of about 7 meters. Research concerning resam fiber for composite material had been done by the author until the end of  2014. Studies by other researchers showed that the use of natural fibers as a composite material could be improved by NaOH. This is very useful to improve the quality of the resam fiber research. The purpose of this study was to obtain new composite materials, the result of a chemical treatment with NaOH to resam fiber. The stages of the research process consist of making test samples, mechanical testing and data analysis. The materials for making the samples comprise of fiber, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO as  a hardener, 5 % NaOH and Wax glasses as a preventive attachment of resin into the mold. The test sample was made by mixing random fibers into the resin. Previous fibers  were already made of three length: 20 mm, 40 mm and 60 mm. Then the fiber was weighed according to the percentage desired. Fiber percentage was 25%, 30% and 35%. The curing agent was 1,5%. The size of  the test sample was based on standard tensile test (ASTM D 638), flexure test (ASTM D 790) and the impact test (ISO 179). The highest value of tensile was 30,750 MPa, elastic modulus was 9400 MPa and a strain 0,315%. The maximum value of  the flexure strain was 138 MPa and a flexural modulus was 4880 MPa, while the highest value of  impact was 54,14 kJ/m2.  Based on the findings, it can be concluded that the results of tensile test, flexure test and impact test already meet the standard plastic used for car dashboard.
PENGARUH VOLUME SERAT REKEL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPACT KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL Herwandi Herwandi; Sugianto Sugianto; Somawardi Somawardi; Muhammad Subhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai bahan komposit untuk pembuatan komponen kendaraan dewasa inibanyak  digunakan,  diantaranya  adalah  serat  kelapa,  jute,  rami,  sisal,  dan  kenaf.Kondisi    inisangatlah  sulit  bila  hanya  bergantung  pada  beberapa  serat,  padahal  masih  banyak  tanaman  lainyang belum tersentuh. Oleh karena itu, perlu alternatif lain misalnya dengan serat rekel (serat resamdan  serat  kelapa).Resam  merupakan  pakis  hutan  yang  hidup  di  perkebunan  karet  dan  tumbuhhampir diseluruh provinsi di Indonesia.Tumbuhan ini menjalar dan memiliki panjang kurang lebih7 meter. Pemanfaatan resam hanya untuk bahan baku kerajinan tangan. Untuk itu perlu dilakukanpenelitian  terhadap  penggabungan  serat  kelapa  dengan  serat  resam  agar  memiliki  pemanfaatanlebih  luas.  Tahapan  penelitian  ini  yaitu:  pembuatan  sampel  uji,  pengujian  mekanik  dan  analisisdata. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel uji diantaranya adalah serat resam, serat kelapa, resinjenis  Yukalac  157  BQTN-EX,  MEKPO  sebagai hardener,  dan wax  glasses sebagai  pencegahmenempelnya  resin  ke  cetakan.  Benda  uji  dibuat  dengan  cara  mencampurkan  secara  acak  seratresam dan serat kelapa ke resin. Sebelumnya serat sudah dibuat tiga ukuran yaitu: 3 mm, 10 mm,dan 20 mm. Kemudian serat ditimbang sesuai  prosentase yang diinginkan. Parameter prosentaseserat    25%,  30%,    dan  35%    dan  prosentase  curing  agent 1,5%.  Ukuran  benda  uji  berdasarkanstandar uji tarik (ASTM D 638) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik adalah 30,05MPa, modulus elastisitasnya 2425 MPa dan regangannya 1,65%. Sedangkan nilai paling tinggi ujiimpact adalah 67,8 kJ/m2. Hasil ini menunjukkan  uji tarik dan uji impact sudah memenuhi standarplastik yang digunakan  dashboard mobil.
PENGARUH PENINGKATAN KUALITAS SERAT RESAM TERHADAP KEKUATAN TARIK, FLEXURE DAN IMPACT PADA MATRIKS POLYESTER SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL Herwandi Herwandi; Robert Napitupulu
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.994 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i2.72

Abstract

Tanaman resam (dicranopteris linearis) merupakan pakis hutan yang hidup di perkebunan karet dan tumbuh hampir diseluruh provinsi di Indonesia. Tumbuhan ini menjalar dan memiliki panjang kurang lebih 7 meter. Penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti lain menunjukkan bahwa penggunaan serat alam sebagai bahan komposit dapat ditingkatkan dengan NaOH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat bahan komposit baru, hasil dari perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat resam. Tahapan proses penelitian ini yaitu pembuatan sampel uji, pengujian mekanik dan analisis data. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel diantaranya adalah serat, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO sebagai hardener, 5% NaOH dan wax glasses sebagai pencegah menempelnya resin ke cetakan. Benda uji dibuat dengan cara mencampurkan secara acak serat ke resin. Sebelumnya serat sudah dibuat tiga ukuran panjang yaitu: 20 mm, 40 mm, dan 60 mm. Ukuran benda uji dibuat berdasarkan standar uji tarik (ASTM D 638),  uji flexure (ASTM D 790) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik 30,750 MPa, modulus elastisitasnya 9400 MPa. Nilai maksimum tegangan flexure 138 MPa dan nilai paling tinggi uji impact adalah 54,14 kJ/m2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji tarik, uji flexure dan uji impact sudah memenuhi standar plastic yang digunakan  dashboard mobil.
PENINGKATAN KUALITAS SERAT REKEL UNTUK BAHAN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR Herwandi Herwandi; Robert Napitupulu
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.537 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian terhadap pemanfaatan serat rekel (serat resam dan serat kelapa) sebagai bahan komposit sudah dilakukan oleh penulis sejak tahun 2013 sampai akhir tahun 2015. Pada penelitian tahun 2015, penulis sudah melakukan pengujian terhadap perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat resam. Hasilnya menunjukkan komposit sudah memenuhi standar dashboard mobil. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan ini untuk melihat pengaruh serat rekel terhadap perlakuan kimia NaOH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat bahan komposit baru, hasil dari perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat rekel. Tahapan proses penelitian yaitu pembuatan sampel uji, pengujian mekanik dan analisis data. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel diantaranya adalah serat rekel, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO sebagai hardener, 5% NaOH dan wax glasses sebagai pencegah menempelnya resin ke cetakan. Ukuran benda uji dibuat berdasarkan standar uji tarik (ASTM D 638), uji flexure (ASTM D 790) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik 24,4 MPa, modulus elastisitasnya 6686 MPa dan regangannya 0,38%. Nilai maksimum tegangan flexure 94,85 MPa dan modulus lentur 4141,5 MPa. Sedangkan nilai paling tinggi uji impact adalah 55,81 kJ/m2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji tarik, uji flexure dan uji impact sudah memenuhi standar plastic yang digunakan dashboard mobil
RANCANG BANGUN MESIN PENGAYAK PASIR GUNA MENINGKATKAN KUALITAS PENGAYAK PASIR UNTUK KONSTRUKSI BANGUNAN Napitupulu, Robert; Herwandi, Herwandi; Hernawan, Sutrisno; Rio, Rio Pratama; Purma , Purma
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan Vol. 5 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing demand for construction materials, particularly sand, continues to rise in line with the rapid development of infrastructure. Manual sand sieving is still widely used, especially in rural areas, but it has proven to be inefficient due to its labor-intensive nature, time consumption, and limited capacity. Therefore, this final project focuses on designing and building an automatic rotary sand sieving machine with a capacity of 130 kg/hour. The machine is powered by a 5 HP gasoline engine and utilizes a belt and pulley transmission system, combined with a sand mesh size of 6 (2.83 mm). The design process adopts the Research and Development (R&D) method, consisting of problem identification, data collection, design, manufacturing, assembly, testing, and user validation. Based on testing results, the machine is capable of producing consistently fine sand suitable for wall plastering in construction. One of the key advantages of this machine lies in its ease of maintenance, especially in replacing the sand mesh, allowing users to adapt the sieve size according to specific requirements. Furthermore, technical calculations such as torque estimation, motor power, angular velocity, and system efficiency have been comprehensively conducted to ensure optimal performance. The implementation of this machine is expected to significantly improve work productivity, reduce reliance on manual labor, and enhance time and cost efficiency in the sand sieving process at construction sites.
MESIN PENCACAH RUMPUT UNTUK PAKAN TERNAK Septian S.M, Revanza; Prakita, Zhiko; Herwandi, Herwandi; Fitri Arriyani, Yang
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan Vol. 5 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design a conceptual model of a grass chopper machine to assist in the preparation of livestock feed. The design process was carried out systematically through several stages, including need identification, functional analysis using the Black Box method, development of alternatives via a morphological chart, and evaluation of concepts using a weighted Likert scale. The analysis produced three conceptual design variants (AVK1, AVK2, and AVK3), which were evaluated based on six criteria: functional achievement, manufacturing time, safety, durability, ease of assembly, and maintenance. Based on the evaluation results, AVK3 was selected as the best concept with the highest total score of 4.45. The outcome of this conceptual design is expected to serve as a reference for the future development of an efficient and ergonomic grass chopper machine suitable for small to medium-scale farmers.