Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGENALAN SUHU DAN INTENSITAS AIR MINERAL DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN Agung Rahmadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5880.983 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian berupa pengenalan kualitas fisika air mineral dengan menggunakan jaringan saraf tiruan. Kualitas fisika air yang diukur adalah intensitas cahaya dan deviasi temperatur air terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah membangun sistem pengukur intensitas cahaya dan deviasi temperatur air terkomputerisasi yang diolah denganalgoritma jaringan saraf tiruan.Sensor suhu yang digunakan LM335 dengan kepekaan 10 mV/'C. Sedangkan detektor cahaya yang digunakan adalah LDR. Keluaran LM335 dan LDR dikuatkan oleh serangkaian OpAmp dengan masukan membalik. Komunikasi antarmuka dipilih ADC Card 12-bit produksi Decision Computer lnt'1. Co. Pin 5 digunakan untuk komunikasi LM335, pin 6 digunakan untuk komunikasi LDR. Hasil bacaan suhu dan cahaya yang telah dikalibrasi ditampilkan ke dalam PC. Perangkat lunak ditulisdengan bahasa Delphi dan penajaman analisis data digunakan algorilma jaringan saraf tiruan. Arsitektur jaringan saraf tiruan yang digunakan mengikuti aturan n-2m-2n-m. Metode pembelajaran yang dipakai perambatan balik (Back Propagation).Penelitian ini memberikan hasil yang cukup baik. Regresi linier terhadap data kalibrasi suhu menghasilkan persaman digital = 0.0094 x Suhu + 2.7328. Statistik regresinya, R2 = 0.9815. Sedangkan hasil kalibrasi cahaya memberikan persamaan digital = 0.0109 x cahaya + 1.015.Statistik regresinya, R2 = 0.9684. Secara umum, hasil pengujian jaringan saraf tiruan menyatakan bahwq targ,et keluaran dapat tercapai dengan baik.Kata kunci : Kualitas fisika air, Suhu, Cahaya, jaringan syaraf tiruan
BUDIDAYA TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica pekinensis L.) VARIETAS TARI DI KELOMPOK LESTARI TANI, PANGALENGAN Aisyah Salsabila; Agung Rahmadi
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi putih (Brassica pekinensis L.) merupakan salah satu sayuran berdaun hijau yang diminati konsumen Indonesia karena mengandung provitamin A, asam askorbat dan berserat tinggi. Praktik kerja lapangan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang skill teknis dan manajerial, khususnya dalam kegiatan budidaya tanaman. Praktik kerja lapangan dilakukan sejak 03 Oktober hingga 03 Desember 2022 di Kelompok Lestari Tani, Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pengamatan data primer dilakukan dengan mengikuti praktik kerja di lapangan dan wawancara pekerja lapangan. Data sekunder dikumpulkan dari dokumen kelompok tani dan studi literatur. Teknik budidaya tanaman sawi putih diawali dengan pengolahan lahan maksimum, pemupukan dasar, pengapuran, penyemaian, penanaman sawi putih dengan jarak tanam 30 x 30 cm, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit tanaman, pemberian pupuk susulan, hingga pemanenan.
BUDIDAYA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA G2 (GENERASI DUA) DI KELOMPOK LESTARI TANI, PANGALENGAN Muchlis Kurniawan; Agung Rahmadi; Eddy Yusuf
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk tanaman pangan yang tinggi karbohidrat dan strategis untuk memenuhi ketahanan pangan nasional. Praktik kerja lapangan (PKL) sebagai kegiatan belajar guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian kerja dalam memahami budidaya pertanian dari hulu sampai hilir. Kegiatan Praktik kerja lapangan dilaksanakan dari tanggal 03 Oktober sampai 03 Desember 2022 di Kelompok Lestari Tani, Kp. Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Data primer didapatkan dengan metode observasi dan pengamatan secara langsung. Sedangkan data sekunder didapatkan dari dokumen Kelompok Tani dan studi literatur. Analisis data yang diperloleh dilakukan secara deskriptif. Budidaya tanaman kentang yang dilakukan dimulai dari pembibitan, pengolahan tanah maksimum, pemupukan pra-tanam menggunakan pupuk kandang ayam sangat berpengaruh menunjang pertumbuhan tanaman serta hasil yang maksimal, penanaman dengan jarak tanam 30 × 70 cm, penyiangan, pemupukan susulan, pengendalian hama dan penyakit, dan pemanenan dengan hasil panen sebagian dijual langsung dan sebagiannya yang berukuran kecil disimpan untuk benih musim selanjutnya.
PENGARUH APLIKASI KAPUR ZEOLIT LAHAN PADA LAHAN BUDIDAYA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KELOMPOK LESTARI TANI, PANGALENGAN Mutia Ramadhan; Agung Rahmadi; Eddy Yusuf
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi oleh penduduk Indonesia. Permintaan pasar yang meningkat menuntut para pelaku usaha tani untuk mengoptimalkan produksi baik dari kualitas dan kuantitas tanaman kentang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu mengefisiensikan pemupukan pada lahan budidaya tanaman kentang dengan pengaplikasian kapur zeolit. Zeolit mampu memperbaiki sifat-sifat kimia tanah seperti KTK, pH, kemampuan untuk menyerap air, dan mengikat ion yang kemudian dengan mudah dapat dilepaskan kembali ke larutan tanah. Praktek kerja lapangan dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa serta meningkatkan pemahaman dalam teknik budidaya tanaman yang ada di lapangan. Praktek kerja lapangan dilakukan sejak 03 September hingga 03 Desember 2022 di Kelompok Tani Lestari Tani, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode pengamatan yang dilakukan yaitu metode wawancara, observasi, dan studi literatur.
PERBANYAKAN STEK TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) G0 (GENERASI NOL) VARIETAS GRANOLA DI KELOMPOK LESTARI TANI PANGALENGAN Riki Kurnia; Agung Rahmadi; Eddy Yusuf
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang merupakan tanaman yang telah lama dibudidayakan oleh petani di Indonesia, akan tetapi produktivitasnya sampai saat ini masih relatif rendah apabila dibandingkan dengan negara lain. Masalah utama yang menyebabkan rendahnya produksi kentang di Indonesia adalah terbatasnya benih kentang yang bermutu serta permintaan benih kentang yang sangat tinggi. Sebagai upaya dalam mengatasi keterbatasan benih kentang yang bermutu maka perlu dilakukan suatu perbanyakan cepat dengan teknik perbanyakan mikro dengan cara stek yang merupakan alternatif dalam pemecahan masalah yang paling potensial. Metode yang digunakan yaitu observasi lapangan, diskusi dan wawancara serta studi literatur. Teknik perbanyakan kentang G0 terdiri dari persiapan media semai, pemotongan tunas planlet, perendaman dengan zat pengatur tumbuh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), penanaman pada tray semai, pemeliharaan dan produksi benih umbi kentang G0. Proses pelaksanaan praktik kerja lapangan yang dilakukan adalah dengan melakukan praktik langsung.
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN DALAM MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN TUNAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L) VARIETAS GRANOLA G2 (GENERASI DUA) DI KELOMPOK LESTARI TANI, PANGALENGAN Salma Nabila Baldah; Agung Rahmadi; Eddy Yusuf
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan bentuk penyelenggaraan kegiatan bagi mahasiswa untuk untuk mengaplikasikan teori-teori yang diperolehnya selama kuliah di dunia kerja. Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilakukan selama dua bulan sejak 3 Oktober 2022 hingga 3 Desember 2022 di Kelompok Tani Lestari Tani, Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Data primer diambil dari pelaksanaan kegiatan penelitian, pengamatan hasil, dan budidaya kentang serta wawancara di lapangan, sedangkan data sekunder diambil dari studi literatur. Pemberian ZPT giberelin dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan tunas tanaman kentang sehingga mampu mencukupi kebutuhan benih yang belum terpenuhi. Aplikasi hormon giberelin ini dilakukan dengan cara mengoleskan larutan hormon giberelin pada mata tunas benih kentang varietas granola.
BUDIDAYA TANAMAN KUBIS (Brassica oleraceae L.) DENGAN TANAMAN TEH (Camellia sinensis) SECARA TUMPANG SARI DI KELOMPOK LESTARI TANI PANGALENGAN Zulfa Fuziani; Agung Rahmadi; Eddy Yusuf
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran adalah salah satu komoditas tanaman hortikultura yang mempunyai persaingan harga yang tinggi di pasaran. Tanaman kubis menjadi salah satu komoditas unggulan di Pangalengan, karena memiliki harga yang tinggi dan mengandung gizi yang banyak. Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan sejak tanggal 03 Oktober hingga 03 Desember 2022 di Kelompok Tani Lestari Tani, Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Metode pengambilan data primer yang digunakan yaitu secara observasi, mengikuti praktik kerja di lapangan, dan wawancara. Data sekunder didapat dari studi literatur sebagai pelengkap. Budidaya tumpang sari tanaman kubis dan teh diterapkan sebagai pemanfaatan lahan agar lebih optimal. Teknik budidaya tanaman kubis diawali dengan pengolahan tanah, penyemaian, penanaman, pemupukan, penyiangan, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan proses panen.
PENGENDALIAN HAMA ULAT BAWANG (Spodoptera exigua) DAN LALAT PENGGEREK DAUN (Liriomyza chinensis) PADA TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DI SUMBER JAYA SUKAPURA KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG Daffa Muhammad Rizky; Agung Rahmadi; Ali Irfan Fauzan
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) adalah tanaman hortikultura yang dikembangkan di kawasan Asia Tenggara salah satunya di Indonesia. Serangan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) pada budidaya bawang daun akan berdampak pada poduktivitas hasil panen. Hama yang sering ditemukan pada tanaman bawang daun ialah ulat grayak (Spodoptera exigua) dan lalat penggerek daun (Liriomyza chinensis) merupakan hama utama yang dapat menimbulkan kerusakan yang sangat besar pada tanaman bawang daun sehingga menyebabkan penurunan atau pengurangan hasil produksi bawang daun. Adapun tujuan dari program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yaitu untuk mengetahui pengendalian hama ulat grayak (Spodoptera exigua) dan lalat penggerek daun (Liriomyza chinensis) pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) di Sumber Jaya Sukapura Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dengan cara berpartisipasi langsung kelapangan dan metode wawancara di lapangan, kemudian penjelasan yang tertera diperkuat dengan literatur. Pengendalian hama utama yang dilakukan pada tanaman bawang daun di Sumber Jaya Sukapura Kecamatan Kertasari yaitu pengendalian secara fisik dan mekanik serta kimiawi dengan pemberian insektisida seperti Abamectin 36 g/lt, Emamektin benzoate 30 g/lt dan Siantraloprol 100 g/lt. Adanya pengendalian hama tersebut dapat menjaga pertumbuhan dan hasil produksi tanaman bawang daun.
BUDIDAYA TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum Var. Japra) DI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Laylly Tria Sabila; Agung Rahmadi
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) adalah salah satu jenis sayuran yang berpotensi dikembangkan secara intensif dan komersial. Kecamatan Kertasari merupakan salah satu tempat sentra produksi bawang daun di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Optimalisasi budidaya bawang daun perlu dilakukan agar produksi meningkat. Untuk mencukupi permintaan pasar bawang daun dibutuhkan produksi yang mumpuni. Proses budidaya bawang daun yang baik akan menghasilkan panen optimal. Kegiatan budidaya bawang daun diantaranya adalah pengolahan tanah yang bertujuan untuk mengoptimalkan lahan dan menggemburkan tanah, pembuatan bedengan untuk menata jarak pertumbuhan antar tanaman, penanaman untuk menerapkan teknik budidaya yang benar, perawatan untuk memelihara tanaman dari serangan OPT (Organisme Penggangu Tanaman) pemupukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, serta kegiatan pemanenan dan pemasaran yang merupakan kegiatan akhir dari budidaya tanaman bawang daun.
BUDIDAYA TUMPANG SARI TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) DENGAN SAWI PUTIH (Brassica pekinensia L.) DI SUMBER JAYA, KECAMATAN KERTASARI Meutia Rizki; Agung Rahmadi; Ali Irfan Fauzan
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkurangnya lahan yang disebabkan akibat konversi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman mengakibatkan lahan menjadi sempit dan hasil produksi tanaman budidaya menurun. Perlu adanya teknik budidaya yang tepat agar dapat meningkatkan produktivitas lahan yaitu dengan tumpang sari. Tanaman yang tepat untuk ditumpang sarikan salah satunya adalah wortel dengan sawi putih. Wortel dan sawi putih merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Tanaman wortel dan sawi putih cocok untuk dibudidayakan secara tumpang sari karena wortel termasuk ke dalam sayuran umbi dan sawi putih sayuran daun. Tujuan dari kegiatan PKL ini adalah untuk mengetahui budidaya tumpang sari tanaman wortel (Daucus carota L.) dengan sawi putih (Brassica pekinensia L.). Kegiatan PKL dilaksanakan selama satu bulan mulai 23 Januari hingga 23 Februari 2023 di Sumber Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan sekunder. Tahap budidaya yang dilakukan diantaranya pengolahan tanah, pemupukan, pembuatan lubang tanam, penanaman, pemeliharaan yang meliputi penyiraman, penyiangan, penjarangan, dan pengendalian Hama Penyakit Tanaman. Tahapan yang terakhir adalah panen dan pasca panen wortel dan sawi putih. Keuntungan dari budidaya tanaman tumpang sari adalah meningkatkan hasil produksi. Kata kunci : budidaya, sawi putih, tumpang sari, wortel.