Aliati Iswantari
Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Jl. Agatis, Kampus IPB Darmaga, Bogor, 16680, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh probiotik nitrifikasi terhadap pertumbuhan populasi bakteri patogen, Vibrio sp., dan gas nitrogen beracun di dalam media budidaya udang laut pada kondisi laboratorium Bambang Widigdo; Munti Yuhana; Aliati Iswantari; Claritha Madonsa; Inka Destiana Sapitri; Yusli Wardiatno; Agus Alim Hakim; Fitriana Nazar
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.1.130-140

Abstract

Intensification of shrimp farming has led to problems of water quality and development of pathogenic bacteria. The excess feed and fecal deposited in the bottom of the pond undergo ammonification and result in excess of ammonia formation in pond water and sediment. The purposes of this research was to investigate the impact nitrifying bacteria application on the controlling of pathogenic Vibrio sp. bacteria and toxic nitrogen gasses. Twelve (12) transparent glass bottles (effective volume of 3 L) were used in this research. Tested probiotic was purchased in free market and producer claims to contain Nitrosomonas sp., Nitrosococcus sp., Nitrobacter sp., Bacillus sp., Aerobacter sp., and Pseudomonas sp. The tested media was sea water containing Vibrio sp., TAN, NO2 and NO3 of 54.07 ± 2.93 mg/L; 6.33 ± 0.17 mg/L; 2.43 ± 0.04 mg/L; and 0.46 ± 0.01 mg/L respectively. The treatment of probiotic was 0 mg/L as a control; 0.1 mg/L; 0.2 mg/L; and 0.4 mg/L with 3 replications. In regard to concentration of Vibrio sp., NH3 and NO2 gasses, treatment doses of 0.1 mg/L (A) resulted a save level within 4 days after treatment, but to more secure in the practical work for shrimp farm, the doses of 0.2 mg/L (B) is suggested.
Estimation of phytoplankton carbon content in Jatigede Reservoir, Sumedang, West Java Grin Tommy Panggabean; Niken Tunjung Murti Pratiwi; Sigid Hariyadi; Inna Puspa Ayu; Aliati Iswantari; Dwi Yuni Wulandari; Reza Zulmi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.3.414-422

Abstract

Waduk Jatigede merupakan perairan daratan tergenang yang terbentuk dari pembendungan sungai Cimanuk. Waduk Jatigede, sebagaimana waduk umunnya, secara horizontal terbagi atas tiga wilayah, yaitu riverin, transisi, dan lakustrin. Perbedaan karakteristik setiap zona juga berdampak pada komposisi dan komunitas fitoplankton, status trofik, dan kandungan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengalkulasi seberapa besar kandungan karbon pada fitoplankton di perairan Waduk Jatigede pada setiap zona dengan komposisi dan komunitas fitoplankton pada status trofik tertentu. Stasiun penelitian dipilih menggunakan purposive sampling dengan pemilihan stasiun berdasarkan zona dalam waduk, yaitu riverin, transisi, dan lakustrin. Analisis status trofik dan kandungan karbon digunakan untuk mengetahui kondisi dan keberadaan karbon di Waduk Jatiged. Status trofik Waduk Jatigede berdasarkan Indeks Nygaard dan TSI (Tropic State Index) dikategorikan ke dalam tingkat kesuburan eutrofik. Jenis-jenis dari Kelas Cyanophyceae memiliki kelimpahan tertinggi, tetapi kandungan karbon tertinggi berada di kelas Dinophyceae. Zonasi riverin, transisi, dan lakustrin memiliki status kesuburan yang sama, tetapi memiliki komposisi dan komunitas fitoplankton yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kandungan karbon fitoplankton relatif tinggi di zona riverin dan lakustrin, dan rendah di zona transisi.