Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ekonomi

Implikasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat(PNPM) Mandiri Pedesaan Terhadap Pendapatan Pedagang Kecil Dikecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau Tahun 2007 - 2010 Yusuf, Yusbar; Iyan, Rita Yani; Saputra, Edwin
Jurnal Ekonomi Vol 19, No 02 (2011)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.206 KB) | DOI: 10.31258/je.19.02.p.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat( PNPM ) Mandiri Pedesaan terhadap pendapatan pedagang kecil di kecamatan langgam kabupatenpelelawan propinsi riau selama periode 2007 – 2010.Populasi pedagang kecil yang terdapat di kecamatan langgam kabupaten Pelelawan sebanyak 1224.Dari jumlah tersebut yang menerima pinjaman dana bergulir PNPM Mandiri Pedesaan sebanyak 226pedagang, yang tidak menerima 898 pedagang.Dari hasil penelitian di ketahui juga, bahwa yang menyebabkan tidak semua pedagang kecil bisamendapat pinjaman dana bergulir PNPM Mandiri Pedesaan adalah didominasi oleh faktor kondisilaba usaha atau sisa hasil usaha yang tidak jelas yaitu sebanyak 41,18%. Di susul oleh kondisiekonomi anggota kelompok sebagian besar tidak miskin yaitu sebanyak 23,53%, dan tujuanpenggunaan pinjaman oleh pemanfaat tidak untuk kegiatan produktif yaitu sebanyak 17,65%. Faktorlain yang menyebabkan kelompok pemohon tidak bisa mendapatkan pinjaman adalah faktor dana yangterbatas.Hasil uji jenjang Mann-Whitney memperlihatkan bahwa tingkat pendapatan pedagang kecil penerimapinjaman lebih besar dari tingkat pendapatan pedagang kecil bukan penerima pinjaman dana bergulirPNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan.
Peran Kredit Koperasi Simpan Pinjam Terhadap Peningkatan Pendapatan Dan Usaha Anggotanya Di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Iyan, Rita Yani; ', Yuliani
Jurnal Ekonomi Vol 19, No 04 (2011)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.826 KB) | DOI: 10.31258/je.19.04.p.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kredit Koperasi Simpan Pinjam terhadappeningkatan pendapatan dan usaha anggotanya di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.Dari hasil pengamatan diketahui bahwa Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Tembilahan berperandalam peningkatan pendapatan dan usaha anggotanya. Dimana pendapatan rata-rata anggota KSPSubur sebelum menerima kredit sebesar Rp.3.945.161,- setelah menerima kredit meningkat menjadiRp.5.938.710,- pada anggota KSP Usaha Bersama pendapatan rata-rata anggota sebelum menerimakredit Rp.3.218.750,- setelah menerima kredit meningkat menjadi Rp.4.575.000.Berdasarkan hasil uji tanda “sign test”terhadap pendapatan dan omset usaha anggota KSP Suburdiperoleh nilai t-hitung (29,03) > t-tabel (3,841) sehingga H1 diterima, dan hasil uji tanda “sign test”terhadap pendapatan dan omset usaha anggota pada KSP Usaha Bersama diperoleh nilai t-hitung(14,06) > t-tabel (3,841) sehingga H1 diterima. Artinya adanya meningkatan pendapatan dan omsetusaha anggota setelah menerima kredit dari KSP di Kecamatan Tembilahan.
PERAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN RIAU Rita Yani Iyan; Susi Lenggogeni
Jurnal Ekonomi Vol 23, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.696 KB) | DOI: 10.31258/je.23.1.p.%p

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengamati besaran kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Provinsi Riau. Analisis yang digunakan dalam pengamatan adalah deskriptif, yang menjelaskan dinamika perkembangan peran sektor pertanian dalam pembentukan PDRB selama rentang tahun 2006 sampai 2011.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Riau cukup besar, yakni rata-rata sebesar 36,09 persen. Kontribusi sub sektor tanaman bahan makanan terhadap PDRB rata-rata sebesar 1,85 persen, kontribusinya terhadap sektor pertanian sebesar 5,31 persen. Kontribusi sub sektor perkebunan terhadap PDRB rata-rata sebesar 17,42 persen, kontribusinya terhadap sektor pertanian sebesar 50,27 persen. Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB rata-rata sebesar 3,14 persen, kontribusinya terhadap sektor pertanian sebesar 9,08 persen. Kontribusi sub sektor peternakan terhadap PDRB rata-rata sebesar 1,12 persen, dan kontribusinya terhadap sektor pertanian sebesar 3,25 persen. Kontribusi sub sektor kehutanan terhadap PDRB rata-rata sebesar 11,10 persen, sedangkan kontribusinya terhadap sektor pertanian sebesar 32,06 persen. Kontribusi sub sektor perkebunan terhadap PDRB berada pada urutan pertama, disusul oleh sub sektor kehutanan dan sub sektor perikanan.
ANALISIS KETIMPANGAN PENGELUARAN ANTAR KELOMPOK MASYARAKAT PROVINSI RIAU Rita Yani Iyan; Syafril Basri; Ando Fahda Aulia
Jurnal Ekonomi Vol 24, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.437 KB) | DOI: 10.31258/je.24.3.p.56

Abstract

Hasil pertumbuhan ekonomi ternyata tidak selalu diterima secara merata olehsemua kelompok lapisan masyarakat. Dilihat dari potret kemiskinan, dampakpertumbuhan tersebut memberikan warna yang sangat kontras karena sebagianwarga masyarakat hidup dalam kelimpahan, sementara sebagian lagi hidup serbakekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui keragaan pengeluaranmakanan di Provinsi Riau, (ii) mengetahui keragaan pengeluaran bukan makanandi Provinsi Riau(iii) mengetahui ketimpangan pengeluaran antar kelompokmasyarakat di Provinsi Riau.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran makanan pada masyarakatperkotaan sebesar 46,76% lebih rendah dari masyarakat pedesaan sebesar56,87%. Namun demikian, konsumsi makanan dan minuman jadi, tembakau dansirih proporsinya masih relatif tinggi baik di perkotaan maupun dipedesaan.Konsumsi Makanan dan Minuman Jadi pada masyarakat perkotaan sebesar11,60%, Tembakau dan Sirih sebesar 6,39% dari total pengeluaran. Sedangkan dipedesaan proporsi konsumsi makanan dan minuman jadi sebesar 8,04%,Tembakau dan Sirih sebesar 8,92%. Ini menugindikasikan bahwa kesadaranuntuk pola hidup sehat masih rendah ditengah masyakat Provinsi Riau.Pengeluaran perkapita masyarakat perkotaan yag lebih tinggi daripada pedesaanberdampak pada proporsi pengeluaran bukan makanan masyarakat perkotaanrelatif lebih tinggi daripada masyarakat pedesaan. Pada tahun 2014 proporsipengeluaran bukan makanan masyarakat perkotaan sebesar 53,26% sedangkanmasyarakat pedesaan sebesar 43,13%. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkatkesejahteraan masyarakat perkotaan relatif lebih baik dibandingkan dengantingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan yang terdapat di Provinsi Riau.Tingkat ketimpangan pendapatan antar kelompok masyarakat di Provinsi Riaucenderung menunjukkan peningkatan. Indeks gini ratio Provinsi Riau pada tahun1996 sebesar 0,300 dengan tingkat laju pertumbuhan ketimpangan setiap tahunrata-rata sebesar 3,55% sehingga pada tahun 2013 meningkat menjadi sebesar0,374.Dibandingkan dengan ketimpangan pendapatan antar kelompok masyarakat padaProvinsi tetangga di Sumatera, tingkat ketimpangan pendapatan antar kelompokmasyarakat di Provinsi Riau masih relatif lebih tinggi.