Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis toksisitas dan potensi antikanker ekstrak metanol daun Majapahit (Crescentia cujete) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test Fatimah Fatimah; Rahma Diyan Martha; Danar Danar
Jurnal Penelitian Saintek Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.43889

Abstract

Tanaman Majapahit (Crescentia cujete) merupakan salah satu tanaman di Indonesia yang diketahui memiliki senyawa fenolat, saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid. Beberapa jenis senyawa yang termasuk kedalam golongan fenol diketahui memiliki aktivitas antikanker. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui toksisitas ekstrak metanol daun Majapahit menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pada uji toksisitas menggunakan metode BSLT digunakan lima konsentrasi ekstrak metanol daun Majapahit, yaitu; 500, 400, 300, 200, dan 100 ppm. Ekstrak tersebut kemudian di ujikan pada larva udang Artemia salina L. umur 48 jam. Pada tiap konsentrasi digunakan 10 ekor larva dengan tiga kali pengulangan. Data kematian larva tiap konsentrasi, kemudian di lakukan analiais probit untuk menentukan nilai LC50. Berdasarkan hasil analisis probit dari kematian larva udang pada tiap konsentrasi ekstrak, dapat diketahui bahwa nilai LC50 ekstrak metanol daun Majapahit adalah 642,877ppm. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ekstrak bersifat toksik dan berpotensi dikembangkan sebagai antikanker karena memiliki nilai LC50 1000 ppm.Analysis of toxicity and anti-cancer potential of Majapahit (Crescentia cujete) leaf methanol extract using Brine Shrimp Lethality Test methodThe Majapahit plant (Crescentia cujete) is one of the plants in Indonesia which is known to have phenolic compounds, saponins, tannins, alkaloids, and terpenoids. Several types of compounds belonging to the phenol group are known to have anticancer activity. The study aimed to determine the toxicity of the methanol extract of the leaves of Majapahit using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Toxicity test was done using five concentrations of Majapahit leaf methanol extract, there were 500, 400, 300, 200, and 100 ppm. The Majapahit extract was then tested on Artemia salina L. shrimp larvae aged 48 hours. At each concentration, ten larvae were used with three repetitions. Larvae mortality data for each concentration of the extract would be used to carried out probit analysis to determine the LC50 value. Based on the results of the probit analysis of the mortality of shrimp larvae at each extract concentration, it could be seen that the LC50 value of the Majapahit leaf methanol extract is 642.877ppm. So, it means that the extract is toxic and has the potential to be developed as an anticancer because it has an LC50 value of 1000 ppm.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah Rahma Diyan Martha; Fatimah Fatimah; Ayu Insa; Nasa Bella; Sri Wahyuningsih; Danar Danar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5667

Abstract

ABSTRAKMinyak jelantah merupakan minyak goreng yang digunakan secara berulang-ulang untuk menggoreng makanan dengan menggunakan minyak goreng yang sama. Penggunaan minyak jelantah tersebut menimbulkan bahaya bagi tubuh kita dan pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun perairan. Permasalah ini ditemukan di Desa Bendiljati Wetan Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan (edukasi) kepada ibu-ibu rumah tangga terkait minyak jelantah dan pemanfaatan kembali limbah tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Evaluasi dalam kegiatan ini dengan cara membagikan angket berupa pretest dan postest yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan lilin dari minyak jelantah telah memberikan informasi dan pengetahuan baru kepada ibu-ibu rumah tangga Desa Bendiljati Wetan. Kegiatan ini telah dapat diikuti dan dilaksanakan dengan baik oleh para peserta.Kata Kunci: Minyak jelantah, lilin, Ibu-ibu rumah tangga ABSTRACT Used cooking oil is cooking oil that is used repeatedly to fry food using the same cooking oil. Using used cooking oil poses a danger to our bodies, and indiscriminate disposal of used cooking oil can harm the environment and waters. This problem was found in Bendiljati Wetan Village, Sumbergempol District, Tulungagung Regency. This community service aims to provide homemakers with socialization and training (education) regarding used cooking oil and the reuse of the waste. The method used in this activity is lecture and question and answer. This activity evaluation by distributing questionnaires in the form of pretest and post-tests shared before and after the action. This activity indicates that counseling and training on making candles from used cooking oil have provided new information and knowledge to homemakers in Bendiljati Wetan Village. This activity has been followed and carried out well by the participants. Keywords: Used cooking oli, candles, homemaker
Edukasi Dini Bahaya Formalin Dalam Bahan Pangan Beserta Cara Deteksinya Secara Sederhana Di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung Fatimah Fatimah; Yunita Dyah Safitri
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3788

Abstract

ABSTRAK Formaldehyde atau biasa dikenal dengan formalin, merupakan bahan kimia yang digunakan pada proses industri dan bukan merupakan tambahan  pada bahan makanan. Namun, formalin seringkali disalahgunakan fungsinya, yakni digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengawetkan bahan pangan. Bahan pangan berformalin banyak beredar di pasaran. Formalin diketahui memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan adanya edukasi dini dan cara deteksi secara sederhana kandungan formalin pada para siswa-siswi SMP negeri 1 Ngunut, sebagai generasi penerus bangsa agar mengetahui dampak dan bahaya dari penggunaan formalin pada bahan pangan. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas kesehatan para siswa pada sekarang dan masa depan. Program edukasi dilakukan dengan cara membagikan video demonstrasi pengujian formalin pada bahan pangan dengan kalium permanganat dan menggunakan bahan alam bunga Ruella. Pengarahan dilakukan secara online dikarenakan sekolah dilakukan secara daring dan adanya pembatasan perkumpulan kelompok selama pandemi. Evaluasi keberhasilan program dinilai menggunakan kuesioner yang dibagikan pada para siswa. Berdasarkan hasil evaluasi kuesioner dapat diketahui bahwa, program tergolong berhasil. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil kuesioner bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya formalin dan cara deteksi secara sederhana.   Kata Kunci: Formaldehyde, deteksi sederhana, siswa SMP negeri 1 Ngunut  ABSTRACT          Formaldehyde which is known as formalin is a chemical used in the industrial process. However, its function is often misused as an additive to preserve food. Food that contained formalin is widely circulating in the market. Formalin is known to have negative effects when consumed. Based on the condition, it is necessary to conduct an early education and demonstrate a simple detection of formaldehyde contained food. Early education was targeted to SMP Negeri 1 Ngunut students, as the nation’s next generation to know the negative effects of formalin usages in food. So, it can improve the quality of health of students now and in the future. The education program was conducted by distributed demonstration videos of formaldehyde testing on food samples with potassium permanganate and used natural products from Ruella flower extract. The program was done online because schools were conducted online and there were restrictions on group gatherings during the pandemic. Program evaluation success was assessed using a questionnaire distributed to the students. Based on the result of the questionnaire evaluation, it can be seen that the program is categorized as successful. There was an increase in students' understanding of formaldehyde dangers and simple detection methods to detect formaldehyde contains in food. Keywords: Formaldehyde, simple detection methods, SMP negeri 1 Ngunut students
Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Berbahan Dasar Limbah Cair Tahu Untuk Menunjang Pertanian Rahma Diyan Martha; Fatimah Fatimah; Nurul Chamidah Kumalasari; Elen Vikelavianis; Ega Nurgia Adisyaningrum; Ita Rhosida; Azriel Restu; Jalu Prakoso
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7448

Abstract

ABSTRAK Desa Bendiljati Wetan merupakan Desa Binaan STIKes Karya Putra Bangsa Tulungagung yang didominasi oleh beberapa kegiatan salah satunya adalah home industri tahu. Home industri tahu berproduksi setiap hari, tidak hanya menghasilkan suatu produk siap jual, namun juga menghasilkan suatu limbah cair yang menimbulkan permasalahan tersendiri bagi masyarakat. Limbah yang dibuang menghasilkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu warga sekitar. Inovasi Mikroorganisme Lokal (MOL) limbah cair tahu merupakan solusi permasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya limbah cair tahu dan pemanfaatannya sebagai bahan dasar MOL. Metode dalam kegiatan pengabdian ini dengan ceramah dan evaluasinya dengan pembagian angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan, dari segi infomasi dan pengetahuan tentang bahaya limbah cair tahu dan pemanfaatannya sebagai bahan dasar MOL. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan lancar. Kata Kunci: limbah cair tahu, home industri, MOL (Mikroorganisme Lokal) ABSTRACT Bendiljati Wetan Village is a Foster Village of STIKes Karya Putra Bangsa Tulungagung, which is dominated by several activities, one of which is the tofu home industry. The home industry knows to produce every day, producing a product ready to sell and producing liquid waste that causes problems for the community. The discarded waste produces an unpleasant odor that disturbs the surrounding residents. Innovation of Local Microorganisms (MOL) of liquid tofu waste is the solution to this problem. This service activity aims to provide socialization and education about the dangers of tofu liquid waste and its use as a basic material for MOL. The method in this service activity is lectures and evaluations with the distribution of questionnaires before and after the activity. The evaluation results showed a piece of increasing information and knowledge about the dangers of tofu liquid waste and its use as a basic material for MOL. This service activity was carried out well and smoothly. Keywords: Liquid Tofu Waste, Home Industry, LM (Local Microorganisms)