Faisal Isnan
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pembelajaran Membaca Pemahaman Menggunakan P3C2R+GIRD Berbasis Berpikir Kritis Sudiati Sudiati; Faisal Isnan; Sakinah Isna Firmani; Putri Ayu Cahyani; Muhammad Zahrul Jihadurrohim Bajuri
Indonesian Language Education and Literature Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/1arngk08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi model pembelajaran membaca pemahaman menggunakan P3C2R+GIRD berbasis berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE dan menggunakan metode campuran (mixed methods). Penelitian berfokus pada tahap desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi dengan menghasilkan produk serta mengujinya. Subjek penelitian terdiri atas dua ahli dan 39 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dihasilkan tiga produk, yaitu buku model, buku ajar, dan buku panduan dosen; (2) produk telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli pembelajaran dengan kategori baik dan layak untuk diimplementasikan; (3) implementasi berupa uji respons mahasiswa menunjukkan kategori sangat baik; dan (4) hasil evaluasi menyatakan ketiga produk layak digunakan. Berdasarkan temuan tersebut, model pembelajaran membaca berbasis P3C2R+GIRD dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran membaca pemahaman yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran membaca ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, dan guru dalam pembelajaran membaca secara khusus untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Reading Comprehension Learning Model Using P3C2R+GIRD Based on Critical Thinking This study aims to design, develop, implement, and evaluate a reading comprehension learning model using the P3C2R+GIRD approach based on critical thinking. The study employed a development design using the ADDIE model and a mixed-methods approach, focusing on the stages of design, development, implementation, and evaluation to produce and test instructional products. The subjects consisted of two experts and 39 students. The results indicate that: (1) three products were produced, namely a model book, a textbook, and a teacher’s guide; (2) the products were validated by subject matter and instructional experts and categorized as good, indicating their suitability for implementation; (3) implementation through student response assessment yielded a very good category; and (4) evaluation results confirmed that all three products are suitable for use. Based on these findings, the P3C2R+GIRD-based reading comprehension learning model is feasible as an alternative for instruction oriented toward critical thinking skills and can be applied by students, lecturers, and teachers.
STARTEGI PEMBELAJARAN TATA BAHASA DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMP: Grammar Learning Strategies in Indonesian Language Textbooks For Junior High School Students Faisal Isnan; Sudiati Sudiati; Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri
CARAKA Vol 12 No 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i1.20828

Abstract

Pembelajaran tata bahasa masih kurang mendapat perhatian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pembelajaran tata bahasa dalam buku teks Bahasa Indonesia SMP terbitan Kemdikbudristek. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan kualitatif. Data berupa penyajian materi, cakupan materi, dan level pertanyaan berdasarkan taksonomi Bloom revisi. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, serta dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian materi didominasi oleh model deduktif, dengan cakupan materi kebahasaan yang cukup variatif namun masih berfokus pada struktur kalimat. Level pertanyaan didominasi keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS), terutama C2, meskipun beberapa pertanyaan HOTS sudah disertakan. Temuan ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara pendekatan deduktif dan induktif, variasi materi kebahasaan, serta peningkatan pertanyaan HOTS untuk mendukung kompetensi komunikatif dan berpikir kritis siswa.