Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Integral : Pendidikan Matematika

KEMAMPUAN HOTS SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA SOAL GEOMETRI Elix Budiyanta; Aan Hendroanto; Harina Fitriyani
Integral : Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2020): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.662 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v11i1.1134

Abstract

Higher-order thinking (HOTS) is a high-level thinking ability in the cognitive processes that a person has in solving problems, having critical, creative, argumentative and ability skills make decisions. HOTS is one of the important competencies students have. But, in fact the results of the PISA 2018 survey show that students' scientific, literacy, and mathematical abilities in Indonesia are still weak. Therefore, this study aims to identify the extent of the ability of HOTS possessed by junior high school students in solving mathematical problems in geometry at the Literacy Contest Competition held by the Ahmad Dahlan University Mathematics Education Study Program in 2018. This study uses a qualitative descriptive study. The subject of this research was the contestants for the semi-final round of the Mathematics Literacy Contest competition which consisted of 7 teams with 3 students each. The object of this research is HOTS ability. Data analysis used qualitative descriptive analysis. The results showed that the HOTS abilities possessed by junior high school students in solving geometry problems in the Mathematics Literacy Contest race were on average less in the stages of evaluating and creating stages. Keywords : Higher Order Thinking Skill, Junior High School, Geometry. Abstrak Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada proses kognitif yang dimiliki seseorang dalam memecahkan masalah, yaitu keterampilan berpikir kritis, kreatif, berargumen dan kemampuan mengambil keputusan. HOTS merupakan salah satu kompetensi penting untuk dimiliki peserta didik. Namun, Faktanya hasil survei PISA 2018 menunjukkan bahwa kemampuan sains, literasi, dan matematika siswa di Indonesia masih lemah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana kemampuan HOTS yang dimiliki oleh siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika soal geometri pada ajang Lomba Kontes Literasi yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para siswa SMP/MTs kelas 8 lomba Kontes Literasi matematika yang terdiri dari 7 tim dengan jumlah masing-masing tim adalah 3 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan HOTS yang dimiliki siswa SMP dalam memecahkan soal geometri pada lomba Kontes Literasi matematika rata-rata kurang dalam tahapan mengevaluasi dan tahapan mencipta. Kata kunci: Kemampuan HOTS, Siswa SMP, Geometri.
A KREATIVITAS SISWA KOLERIS DAN PHLEGMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRIKREATIVITAS SISWA KOLERIS DAN PHLEGMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI Fitria Ningsih; Harina Fitriyani
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.721 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.1470

Abstract

Pembelajaran abad 21 mencerminkan 4 tujuan belajar (4C) yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication and Collaboration. Dapat dilihat bahwa kreativitas merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran di era modern ini terutama pada pembelajaran matematika dimana pada mata pelajaran ini terdapat berbagai masalah yang dapat dikatakan rumit dan membutuhkan kreativitas untuk menyelesaikannya. Sedangkan kreativitas individu berbeda-beda karena memiliki kepibadian yang beragam pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kreativitas siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal-soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleris dan phlegmatis. Penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa pada setiap tipe kepribadian kelas VII A dan VII B SMP Negeri 4 Dompu. Teknik pengumpulan datannya menggunakan angket tipe kepribadian, tes soal kreativitas, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian digunakan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tipe kepribadian mempunyai keterampilan kreativitas yang berbeda dan khas. Perbedaan ciri-ciri kepribadian berdampak pada keterampilan kreativitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari subjek kholeris memenuhi kemampuan keluwesan, keaslian, dan penguraian namun tidak memenuhi kemampuan kelancaran. Sedangkan subjek phlegmatis mampu memenuhi komponen kelancaran, keluwesan, keaslian, dan penguraian. Pembelajaran abad 21 mencerminkan 4 tujuan belajar (4C) yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication and Collaboration. Dapat dilihat bahwa kreativitas merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran di era modern ini terutama pada pembelajaran matematika dimana pada mata pelajaran ini terdapat berbagai masalah yang dapat dikatakan rumit dan membutuhkan kreativitas untuk menyelesaikannya. Sedangkan kreativitas individu berbeda-beda karena memiliki kepibadian yang beragam pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kreativitas siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal-soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleris dan phlegmatis. Penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa pada setiap tipe kepribadian kelas VII A dan VII B SMP Negeri 4 Dompu. Teknik pengumpulan datannya menggunakan angket tipe kepribadian, tes soal kreativitas, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian digunakan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tipe kepribadian mempunyai keterampilan kreativitas yang berbeda dan khas. Perbedaan ciri-ciri kepribadian berdampak pada keterampilan kreativitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari subjek kholeris memenuhi kemampuan keluwesan, keaslian, dan penguraian namun tidak memenuhi kemampuan kelancaran. Sedangkan subjek phlegmatis mampu memenuhi komponen kelancaran, keluwesan, keaslian, dan penguraian.