Hipertensi dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan produktivitas penderitanya, sehingga perlu dilakukan peningkatan manajemen perawatan diri secara strategis melalui penerapan discharge planning berbasis Model Transtheoretical (TTM). Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi manajemen perawatan diri pasien hipertensi dan mengkaji pengaruh penerapan discharge planning berbasis Transtheoretical Model (TTM) terhadap manajemen perawatan diri pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Nita Kabupaten Sikka. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan rancangan pretest-postest with control group. Sampel dalam penelitian ini sebanaj 50 responden yang terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik Sampling menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independent penerapan discharge planning berbasis TTM, sedangkan variabel dependen adalah self-care management penderita hipertensi. Pengukuran variabel self-care management menggunakan kuesioner HSMBQ. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji statistic pada kelompok intervensi menunjukan nilai p sebesar 0,004 (p < 0,05) maka h0 ditolak dan ha diterima yang berarti terdapat pengaruh penerapan discharge planning berbasis TTM terhadap self-care management penderita hipertensi. Pada kelompok kontrol diketahui nilai p sebesar 1,000 (p>0,05), maka h0 diterima dan ha ditolak yang berarti tidak ada pengaruh terhadap manajemen perawatan diri pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nita Kabupaten Sikka. Kesimpulannya, terdapat pengaruh penerapan discharge planning berbasis TTM terhadap self-care management pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nita Kabupaten Sikka.