Desa Pacung merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali yang telah dicadangkan dalam Rencana Zonasi Wilayah Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Kawasan pesisir desa ini memiliki ekosistem yang kaya dengan keanekaragaman hayati pesisir yang tinggi, namun sangat rentan terhadap perubahan akibat tekanan aktivitas manusia dan dinamika alam. Pemantauan tutupan lahan secara spasial dan interaktif menjadi kebutuhan mendasar bagi pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan WebGIS Dashboard untuk pemetaan tutupan lahan kawasan pesisir Desa Pacung menggunakan citra satelit Sentinel-2 yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metodologi mencakup empat tahapan: (1) akuisisi dan pra-pemrosesan citra Sentinel-2 Level-2A melalui Google Earth Engine, (2) klasifikasi tutupan lahan berbasis indeks spektral NDVI dan NDWI, (3) validasi akurasi menggunakan confusion matrix dengan 80 titik sampel, dan (4) pengembangan WebGIS Dashboard berbasis Leaflet.js untuk visualisasi interaktif hasil pemetaan. Hasil klasifikasi menunjukkan tutupan lahan Desa Pacung didominasi hutan (49,6%), diikuti perkebunan/vegetasi lebat (18,6%), vegetasi kering/tegalan (16,8%), badan air/pesisir (13,0%), permukiman/lahan terbuka (2,0%). Peta tutupan lahan memiliki Overall Accuracy 91,25% dan Kappa Coefficient 0,8716 yang termasuk kategori sangat baik. WebGIS Dashboard yang dikembangkan menyediakan fitur peta interaktif, toggle layer, popup informasi spasial, legenda dinamis, dan panel statistik. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi Sentinel-2, SIG, dan WebGIS merupakan solusi sistem informasi berbasis web yang efektif untuk pemantauan tutupan lahan pesisir secara real-time dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data spasial. Kata Kunci—Tutupan lahan pesisir; Sentinel-2; sistem informasi geografis; Desa Pacung; ekosistem pesisir, penginderaan jauh; Leaflet.js