Anggreany Haryani Putri
Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

An Analysis of Femicide on Online Media Reporting in Indonesia from the Perspective of Human Security Ika Dewi Sartika Saimima; Endang Hadrian; Anggreany Haryani Putri
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2022.v11.i02.p04

Abstract

This article aims to explore theoretical problems related to femicide reporting that occurs in online media. There are two ways of thinking about femicides from a human security perspective; this is a form of continuous violence against women in the public sphere. Femicide that occurs in online media is an act of reporting that is carried out to gain readers without victims or their families. The next is Femicide in the sense of gender inequality in handling cases in the private sphere related to violence against women in private, such as domestic violence. A descriptive analysis method with a literature study approach and legislation is used to obtain actual data related to femicide cases in Indonesian online media. A qualitative approach is also used to analyze issues of femicide from a human security perspective. Through the Draft Criminal Code, criminal law reform is urgently needed in handling cases of violence against women. The imposition of criminal sanctions stipulated in the Criminal Code is carried out by weighing criminal sanctions plus 1/3 (one third) for perpetrators who are within the family scope. Likewise, if the perpetrator of the crime comes from a party outside the family, the criminal sanction is added by 1/3 (one-third) of the primary offense. This criminal weighting is expected to have a deterrent effect on perpetrators of violence against women.
LEMAHNYA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI INDONESIA Anggreany Haryani Putri
JURNAL HUKUM PELITA Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Hukum Pelita November 2021
Publisher : LPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.921 KB)

Abstract

Pelecehan seksual bukan merupakan masalah hukum baru di Inonesia. Pemasalahan ini kerap menjadi perbincangan masyarakat Indonesia. Telah banyak kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi dan mengintai berbagai jenis kalangan masyarakat tanpa batasan gender dan usia. Meskipun, sudah menjadi permasalahan yang serius, tampaknya belum ada aturan hukum yang kuat untuk dapat melindungi para korban pelecehan seksual, seperti dalam beberapa kasus dimana pelaku masih dapat terbebas dari jerat hukum. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hukum di Indonesia dalam menciptakan ruang aman bagi para korban pelecehan seksual. Tulisan ini akan membahas tentang perlindungan hukum bagi para korban pelecehan seksual menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus yang nantinya akan mengasilkan jawaban yaitu tentang bagaimana hukum di Indonesia melindungi korban pelecehan seksual.
Criminal Mediation and Customary Sanctions for Children in Conflict with The Law Ika Dewi Sartika Saimima; Anggreany Haryani Putri; Widya Romasindah Aidy
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2023.v12.i04.p04

Abstract

Restorative justice is a method used to resolve child conflict cases, involving criminal mediation and customary sanctions. This model involves all parties involved, including victims, victim families, perpetrators, indigenous communities, and law enforcement. The study investigates the treatment of children involved in criminal acts, focusing on criminal mediation and customary sanctions. It uses a normative/doctrinal approach, examining child protection law, the child criminal justice system, and arbitration law. Examples of customary sanctions applied by Lampung, Minangkabau, and Bali tribes are also included. The research uses the IRAC method and library research to gather secondary data. The study aims to provide an overview of child case settlement mechanisms, incorporating vertical and horizontal synchronizations. However, inconsistencies in applying restorative justice, particularly in cases of children in conflict with the law, are highlighted. Customary sanctions should be used for children in conflict with the law, and criminal mediation is proposed as an alternative. Family and community conferences are also proposed as solutions.
Penyuluhan Hukum Tentang Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Rahman Amin; Endang Hadrian; Anggreany Haryani Putri; Audy Pramudya Tama; Lidya Novega; Diah Narima Ambarrini; Amelia Vega Firdaus; Sukri Wahyudin
Abdi Bhara Vol. 4 No. 2 (2025): Abdi Bhara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/abdibhara.v4i2.4577

Abstract

Salah satu bidang hukum yang berlaku di Indonesia adalah hukum pidana yang berisi ketentuan yang mengatur perbuatan yang dilarang disertai dengan sanksi pidana bagi setiap orang yang melanggarnya, di mana Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, namun kenyataannya, warga masyarakat belum mengetahui dan memahaminya yang dapat mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat sehingga menjadi penting untuk mengadakan penyuluhan hukum. Sasaran kegiatan ini adalah warga masyarakat yang tergabung pada Komunitas Bhara Jaya Law Runners yang tinggal di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan kegiatan ini secara garis besar terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap pelaporan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Pertama kegiatan ini berjalan dengan tertib dan lancar dari awal hingga akhir kegiatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Tim Pelaksana. Kedua, kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada warga masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Bhara Jaya Law Runners sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum kepada warga masyarakat dalam menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari.