I Gede Sutha Arta Pramana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KSEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA PENGANGKUT SAMPAH DI DLHK KOTA DENPASAR TAHUN 2020 I Gede Sutha Arta Pramana; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian dermatitis kontak pada pekerja pengangkut sampah dikarenakan petugas pengangkut sampah setiap harinya mengalami kontak langsung dengan sampah sebagai agen yang meningkatkan risiko terjadinya dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara higiene perorangan dan penggunaan alat pelindung diri dengan dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja pengangkut sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah pekerja pengangkut sampah di DLHK Kota Denpasar dengan jumlah sampel minimal 84 responden. Teknik pemilihan sampel dengan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret-Juni tahun 2020. Data dianalisis untuk meneliti hubungan antar variabel yang diuji dengan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 26,19% pekerja mengalami dermatitis kontak akibat kerja. Terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja, jam kerja, kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, kebersihan kuku, tangan, dan kaki, penggunaan sarung tangan, penggunaan baju dan celana panjang, penggunaan sepatu boot dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja. Sedangkan pada variabel umur, tingkat pendidikan, dan penggunaan topi tidak berhubungan. Disarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar tetap mendukung penyediaan APD serta kepatuhan para pekerja untuk memelihara higiene perorangan dan menggunakan APD yang lengkap. Kata Kunci: Dermatitis, Higiene Perorangan, APD ABSTRACT The high incidence of dermatitis due to garbage transport workers because they have a direct contact with garbage as an agent that increases the risk of occupational dermatitis. The aims of this study was to determine the association of personal hygiene and the use of PPE with the incidence of occupational dermatitis in garbage transport workers at Denpasar City Environment and Sanitation Office. This research is a quantitative study with cross sectional design. Respondents were 84 garbage transport workers in Denpasar City Environment and Sanitation Office which selected by simple random sampling. The study was conducted in March-June 2020. Data were statistically analyzed by bivariately to examine the association between variables tested. The results of this study showed the 26.19% workers had occupational dermatitis. There were association between work period, hours of work, hygiene of skin, hair and scalp, nails, hands and feet, use of gloves, clothing and trousers, and boots with occupational dermatitis. While the variables of age, education level, and hat usage did not have association with occupational dermatitis. It is necessary for support of facilities and infrastructure from the government and the need for awareness of workers to maintain personal hygiene and use the complete PPE. Keywords: Dermatitis, Personal Hygiene, PPE
PERANAN RADAR (REMAJA AKTIF DUTA ANTI ROKOK) DI SMP NEGERI 10 DENPASAR Elisya Julianty Lintin; Ni Made Rai Riastini; I Gusti Ayu Evita Trisnarini; Putu Intan Tillama; I Gede Sutha Arta Pramana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.496 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p08

Abstract

Jumlah perokok remaja meningkat secara signifikan pada saat ini. Keinginan untuk merokok di kalangan remaja dihubungkan dengan paparan dari teman sebaya. Hal ini dipicu oleh keinginan untuk diterima di komunitas dan kurangnya informasi yang tepat mengenai bahaya merokok pada usia remaja awal. Usia dimulainya seseorang untuk menjadi perokok menjadi semakin dini. Fenomena ini memicu kecanduan rokok sejak di usia muda yang meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit serius di masa depan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah upaya untuk memberdayakan remaja melalui pembentukan pendidik sebaya berupa RADAR. RADAR berperan mempengaruhi teman sebaya untuk menjauhi rokok dan mengkampanyekan bahaya rokok pada remaja dan isu – isu terkini mengenai rokok di sekolah. Tujuan dari program ini yaitu menurunkan jumlah perokok remaja awal dengan memberdayakan pendidik sebaya dan menciptakan ekstrakurikuler berkelanjutan untuk membangkitkan regenerasi pendidik sebaya di SMPN 10 Denpasar. Metode yang diterapkan yaitu 1) Roadshow; 2) Pembekalan materi; 3) Seleksi dan penobatan RADAR; dan 4) Kampanye. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor dari pretest dan posttest setelah penerapan program yaitu sebesar 25.8%. Keaktifan RADAR di media sosial untuk berkampanye pula ditunjukkan dari jumlah total likes per topic yakni bahaya rokok elektrik sebanyak 200 likes, TAPS 90