Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTRODUKSI PENGGUNAAN BIOPESTISIDA SEDERHANA DARI TUMBUHAN LOKAL SUMATERA BARAT Resti Rahayu; Nasril Nasir; Nurmansyah Nurmansyah
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.407 KB)

Abstract

Penggunaan insektisida sintetik memiliki keuntungan, namun juga mempunyai efek yang merugikan/berbahaya terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat ditawarkan adalah penggunaan biopestisida. Biopestisida lebih aman terhadap manusia dan lingkungan karena mudah terurai. Potensi biopestisida sangat besar di Indonesia yang kaya akan beraneka ragam tanaman yang tersedia sepanjang tahun. Tujuan kegiatan ini mensosialisasikan biopestisida kepada masyarakat cara membuat dan mengenal tanaman yang dapat digunakan, untuk mengurangi bahaya insektisida sintetik. Sosialisasi dan kunjungan ke Kebun Percobaan Balittro, Laing Solok, penyuluhan dan praktek langsung pembuatan biopestisida sederhana dari tanaman lokal. Beberapa tanaman lokal berpotensi sebagai biopestisida. Biopestisida sederhana dapat diekstrak dengan air dan penambahan sabun/deterjen. Contoh tanaman yang dapatkan digunakan sebagai biopestisida Toona sureni, Evodiaa suaveolens, Lantana camara, Geranium spp., Tagetes patula, Andropogon nardus dan lain-lain.
PEMBUATAN BIOPESTISIDA SEDERHANA DARI TUMBUHAN LOKAL UNTUK MENGURANGI DAMPAK PEMAKAIAN PESTISIDA SINTETIK DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI SUMATERA BARAT Resti Rahayu; Nasril Nasir
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 24 No 3 (2017): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program ini adalah alih teknologi pembuatan biopestisida sederhana yang langsung dapat diaplikasi oleh mitra atau kelompok tani sasaran atau dengan kata lain membuat biopestisida dari tanaman yang mudah didapat lingkungan masyarakat, dibuat dan diaplikasikan sendiri oleh masyarakat/petani). Yang menjadi sasaran dalam program ini adalah masyarakat yang cenderung tinggi pemakaian insektisida sintetiknya seperti di daerah sentra pertanian di Sumatera Barat. Karena tujuan dari program ini juga untuk pengurangan pemakaian insektisida sintetik, jadi tidak tertutup kemungkinan pelaksanaan program ini akan dilakukan pada kelompok masyarakat yang mempunyai kesadaran yang tinggi akan bahaya pestisida sintetik dan punya keinginan yang kuat untuk memperbaiki lingkungan, yang bersih dan sehat bebas pestisida dan sekolah-sekolah di Sumareta Barat. Untuk sementara waktu yang menjadi mitra pada program ini adalah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bergerak dibidang pertanian dan Kelompok Tani Bungo Tanjung kelompok Mandiri masyarakat di Kelurahan Kubu Gadang Kecamatan Payakumbuh Barat, Payakumbuh, Sumatera Barat yang sebelumnya secara langsung meminta untuk dibina membuat pestisida ramah lingkungan. Target yang diharapkan setelah program ini adalah, dengan adanya pemanfaatan tanaman lokal sebagai biopestisida akan mampu menekan biaya produksi pertanian yang berdampak kepada peningkatkan pendapatan petani, akan menekan penggunaan pestisida sintetik dan penyelamatan lingkungan, serta meningkatkan nilai ekonomis tanaman dan nantinya akan menjadi sumber pendapatan baru bagi petani/masyarakat yang menjadikan usaha mandiri. Target khusus/jangka pendek yang ingin dicapai setelah program ini adalah: 1). mitra sasaran mampu secara mandiri membuat biopestisida dengan memanfaatkan tumbuhan lokal yang ada disekitarnya dan mengaplikasikan langsung ke lahan pertaniannya. 2) Biaya produksi pertanian turun yang berdampak kepada peningkatan pendapatan petani. Metode yang dipakai untuk mencapai target dalam program ini adalah: ceramah, praktek, dan pembinaaan. Materi diantaranya memperkenalkan tentang biopestisida dan beberapa tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber biopestisida dan dampak pemakaian pestisida sintetik dalam jangka waktu lama dan beberapa kasus resistensi, 2). Kemudian praktek langsung cara pembuatan biopestisida dan pengaplikasiannya. Kegiatan ini akan dilakukan selama delapan bulan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: persiapan (koordinasi dengan kedua mitra dan instansi terkait yang membantu) pelaksanaan meliputi sosialisasi tentang pelatihan dan pembuatan biopestisida, praktek pembuatan biopestisida, pembinaan dengan kegiatan pendampingan aplikasi langsung di lapangan.
IDENTIFIKASI MOLEKULAR BAKTERI ASAM LAKTAT Lactobacillus paracasei YANG ADA PADA LAPISAN MINYAK VCO Suryani Suryani; Dedi Nofiandi; Husni Mukhtar; Melona Siska; Abdi Dharma; Nasril Nasir
Jurnal Katalisator Vol 2, No 2 (2017): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i2.2517

Abstract

Virgin Coconut Oil is an oil of coconut milk fermentation that has many uses such as can prevent HIV, because it functions as antibacterial, antifungal and antiviral. Antibacterial, antifungal and antiviral agents are found in bacteria lactic acid bacteriocin, a peptide that can destroy bacterial cells and pathogenic fungi and viral cells. The aim of this study was to identify molecularly lactic acid bacteria isolated and morphologically identified and biochemical tests, from fermented coconut milk. Apparently lactic acid bacteria is Lactobacillus paracasei strain 1.7. Virgin Coconut Oil adalah minyak dari fermentasi santan kelapa yang mempunyai banyak sekali kegunaan diantaranya  dapat mencegah HIV, karena berfungsi sebagai antibakteri, antijamur dan antivirus. Zat antibakteri, antijamur dan antivirus itu terdapat pada bakteri asam laktat yaitu bakteriosin, berupa peptida yang dapat menghancurkan sel bakteri dan jamur patogen serta sel virus. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi secara molekular bakteri asam laktat  yang telah diisolasi dan diidentifikasi secara morfologi dan uji – uji biokimia, dari santan yang difermentasi.  Ternyata bakteri asam laktat nya adalah Laktobacillus paracasei strain 1.7.Â