Endang Joewarini
Department Of Anatomical Pathology, Faculty Of Medicine/Airlangga University, Soetomo Hospital, Surabaya.

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Ekspresi p53 Mutant dan EGFR pada Benign, Borderline, dan Malignant Phyllodes Tumor Dian Y. Lestari; Endang Joewarini
Majalah Patologi Indonesia Vol. 24 No. 2, Mei 2015
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Tumor phyllodes pada payudara termasuk neoplasma stromal-epitelial yang jarang ditemui, yang secara histologis dapat dibedakan menjadi benign, borderline, dan malignant. Sampai saat ini patogenesis terjadinya tumor phyllodes masih belum jelas. Epidermal growth factor receptor (EGFR) merupakan salah satu reseptor sel di permukaan yang sampai sekarang diyakini memiliki peran dalam proses patogenesis dan progresifitas dari suatu keganasan. Mutasi dari gena P53 (tumor suppressor gene) umum terjadi pada berbagai macam keganasan, salah satunya pada kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk memahami hubungan ekspresi p53 dan EGFR pada benign, borderline dan malignant phyllodes tumor Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dibagi dalam; 10 benign, 5 borderline dan 7 malignant phyllodes tumor yang telah didiagnosis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya periode 2009-2012. Pada sampel dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibodi monoklonal p53 dan EGFR serta dinilai menggunakan metode semikuantitatif. Perbedaan ekspresi p53 dan EGFR pada benign, borderline dan malignant phyllodes tumor dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis. Hubungan antara ekspresi p53 dan EGFR pada tumor phyllodes dianalisa menggunakan Spearman. Hasil Didapatkan perbedaan ekspresi EGFR yang signifikan pada benign, borderline, dan malignant phyllodes tumor (p=0,022, p
Ekspresi E-cadherin dan Matrix Metalloproteinase-9 pada Invasi Miometrium Endometrioid Adenokarsinoma Endometrium Grace Ariani; Endang Joewarini
Majalah Patologi Indonesia Vol. 24 No. 3, September 2015
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Invasi adalah petanda biologi tumor ganas yang berperan dalam proses metastasis. E-cadherin merupakan mediator hubungan antar sel. Matrix metalloproteinase (MMP)-9 merupakan salah satu enzim protease yang berperan dalam degradasi lokal membran basalis serta jaringan ikat. E-cadherin berperan penting dalam adhesi antar sel epitel dan mekanisme arsitekstur jaringan, sedangkan MMP-9 berperan dalam menciptakan jalur untuk migrasi sel tumor. Ekspresi E-cadherin dan MMP-9 berhubungan dengan potensi terjadinya invasi ke dalam miometrium pada kasus endometrioid adenokarsinoma endometrium. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ekspresi E-cadherin dan MMP-9 terhadap invasi miometrium pada endometrioid adenokarsinoma endometrium. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu invasi kurang dari setengah ketebalan miometrium dan invasi lebih dari setengah ketebalan miometrium pada penderita endometrioid adenokarsinoma endometrium yang didiagnosis di RSUD Dr. Soetomo mulai Januari 2010-Desember 2011 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Sampel dipulas imunohistokimia dengan antibodi E-cadherin dan MMP-9 lalu dinilai secara semikuantitatif. Perbedaan ekspresi E-cadherin dan MMP-9 terhadap invasi miometrium pada endometrioid adenokarsinoma endometrium dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hubungan antara ekspresi E-cadherin dan MMP-9 pada endometrioid adenokarsinoma endometrium dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil Analisa statistik ekspresi E-cadherin dan MMP-9 terhadap invasi miometrium pada endometrioid adeno-karsinoma menunjukkan hubungan bermakna (p
Analisis Ekspresi Cyclin D1 dan COX-2 pada Berbagai Grading Histopatologik Karsinoma Endometrioid Ovarium Erwin Sunardi; Endang Joewarini
Majalah Patologi Indonesia Vol. 29 No. 2, Mei 2020
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55816/mpi.v29i2.421

Abstract

BackgroundOvarian endometrioid carcinoma accounts for 10-15% of ovarian carcinomas, representing the second most common form ofovarian epithelial malignancy. Epithelial cell lines stably transfected to overexpress COX-2 exhibit a higher proliferation rate and aninhibition of apoptosis by prolongation of the G1 phase of the cell cycle through effects on Cyclin D1. The aim of this study is toanalyzed the correlation and differences between Cyclin D1 and COX-2 expressions in various histopathology grading ovarianendometrioid carcinoma.MethodsAn analitycal obsevational design with cross-sectional approach on sample from 23 paraffin blocks in Anatomical PathologyLaboratory Dr. Soetomo General Hospital. Microscopic slide stained with Cyclin D1 and COX-2 antibody. The imunohistochemistryexpression are evaluated and analyzed using Kruskal Wallis and Spearman test.ResultsThere were no differences Cyclin D1 expression in each grade, there were no differences COX-2 expression in each grade, therewas no correlation between Cyclin D1 and COX-2 expression all histopathologic grading, but have correlation expression in grade 3ovarian endometrioid carcinoma.ConclusionThis study showed that Cyclin D1 and COX-2 expression have no significant differences in various histopathological grading ovarianendometrioid carcinoma, and no correlation between Cyclin D1 and COX-2 expression all grade ovarian endometrioid carcinoma