I.M.A.S. Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGOMPOSAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN ECOLITERACY DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA M. Pharmawati; L.P. Wrasiati; I.M.A.S. Wijaya; M.R. Defiani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1430.472 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p04

Abstract

Pengelolaan sampah yang baik dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga atau sekolah. Untuk mengurangi masalah sampah organik, sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos, sehingga sampah tidak hanya dibuang tetapi dapat memiliki nilai guna. Pengetahuan tentang teknik pengomposan dapat diberikan kepada siswa sekolah yang nantinya dapat menjadi agen penyebar pengelolaan sampah organik di lingkungan terdekatnya. Kemampuan siswa yang berhubungan dengan lingkungan alam sekitarnya disebut ecoliteracy atau kecerdasan ekologi. SMAN 1 Bangli memiliki Pokja Sampah yang diketuai oleh seorang guru dan beranggotakan siswa SMA wakil dari tiap kelas, namun teknik pengomposan sederhana dengan metode keranjang Takakura belum dikuasai. Kegiatan ini bertujuan melatih siswa SMAN 1 Bangli melakukan pengomposan sederhana dengan teknik keranjang Takakura serta menumbuhkan jiwa wirausaha melalui pengomposan. Kegiatan berlangsung lancar dan dihadiri oleh 8 siswa, kepala sekolah SMAN 1 Bangli, 1 guru pembina Pokja Sampah, dan 2 orang guru lainnya. Kegiatan terdiri dari penyampaian teori dan praktik pengomposan. Dari hasil kegiatan diperoleh kompos dengan kualitas cukup baik, bertekstur gembur seperti tanah dan tidak berbau.
PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN SECARA HIDRO-VERTIKULTUR DI DESA DATAH KARANGASEM SEBAGAI KEGIATAN MITIGASI BENCANA M. Pharmawati; Y. Ciawi; L.P. Wrasiati; I.M.A.S. Wijaya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.626 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p02

Abstract

Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem termasuk ke dalam KRB (Kawasan Rawan Bencana) II akibat letusan Gunung Agung. Masyarakat tidak dapat merawat perkebunan dengan maksimal. Teknik hidro-vertikultur dapat menjadi solusi karena merupakan teknik bertanam tanpa tanah dan nutrisi dialirkan dalam bentuk larutan. Berbeda dengan pertanian konvensional, dimana unsur hara dalam tanah tidak diketahui, sehingga hidroponik cocok sebagai teknik bertanam di lahan tandus seperti Desa Datah. Pertanian hidro-vertikultur dapat dilakukan di tempat sempit, karena penanaman dilakukan pada wadah vertikal. Kegiatan ini bertujuan memberikan keterampilan bertanam sayuran secara hidro-vertikultur kepada petani dan pemuda STT yang ada di Banjar Tindih, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem. Kegiatan pertama dilakukan mulai bulan Juni 2018 meliputi persiapan alat dan bahan serta penjajagan lokasi. Kegiatan utama dilakukan tanggal 29 Juli 2018 yang diikuti oleh 26 orang yang dibagi dalam bentuk ceramah dan praktek. Ceramah mencakup pengertian hidroponik, alat dan bahan, cara pembibitan dan cara pembuatan nutrisi. Praktek yang dilakukan adalah membuat persemaian, membuat larutan nutrisi dan transfer bibit ke sistem hidroponik. Sebanyak 1 sistem hidro-vertikultur dipasang dan 3 sistem statis box juga dikerjakan. Kegiatan kedua dilakukan tanggal 30 September 2018.yang merupakan kegiatan evaluasi yang diikuti oleh 8 peserta. Pengamatan menunjukkan bahwa tanaman kangkung dapat tumbuh dengan baik, sedangkan tanaman selada pertumbuhannya tidak maksimal. . Kata kunci :hidroponik, Karangasem, sayuran, vertikultur
PENANAMAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA SEBAGAI MINUMAN IMMUNE BOOSTER M. Pharmawati; L.P. Wrasiati; I.M.A.S. Wijaya; N.I. Wiratmini
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.074 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i03.p03

Abstract

The immune system is important in dealing with foreign objects that enter the body. A good body defense system is very important in the existence of the corona virus disease 19 (COVID-19) pandemic caused by the SARS-CoV2. The immune system can be improved by consuming foods with balanced nutrition and various kinds of herbs, in the form of herbal medicine. Jamu is a product derived from medicinal plants that can function as an immune booster. The government has campaigned for the planting of family medicinal plants (TOGA) as an effort to maintain health. In Budaga Village, Klungkung Regency, several families have planted medicinal plants, but the types of are still limited and the processing carried out is still very simple, namely brewing the leaves or plant rhizomes. The purpose of this activity was to introduce cultivation techniques of various kinds of medicinal plants, as well as to train member of PKK of Budaga Village in processing medicinal plants into herbal jamu immune booster. The activity was held on September 1, 2021, attended by representatives of PKK in Budaga Village. The methods used are lectures, demonstrations and direct practice of seeding and planting medicinal plants and practice of preparing jamu. The results of this activity are that the community can cultivate medicinal plants and able to prepare jamu following recipe from Kementerian Kesehatan RI. This activity produced seeds of medicinal plants ginger, red ginger, Piper betle, lemongrass, turmeric, mint and three herbal products, namely jamu gula asam, kunyit asam and temulawak. Keywords: Budaga Village, immune booster, jamu, PKK, TOGA