Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EMBRIOGENESIS PADA TANAMAN TEBU (Saccharum sp.) VARIETAS BULULAWANG DENGAN TEKNIK KULTUR MIKROSPORA Anitasari, Septarini Dian; Sari, Dwi Nur Rikhma; Astarini, Ida Ayu; Defiani, Made Ria
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.727 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1813

Abstract

Tanaman tebu adalah keluarga poace yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi tinggi karena manfaatnya sebagai produk unggulan dalam menghasilkan gula serta bioetanol yang banyak digunakan oleh masyarakat luas. Untuk itu perlu upaya pemuliaan tanaman yang cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Teknik kultur mikrospora merupakan aplikasi bioteknologi yang efisien dalam menghasilkan tanaman haploid. Teknik ini belum berhasil diaplikasikan pada tanaman tebu sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk memicu embriogenesis mikrospora tebu dengan aplikasi kultur mikrospora pada varietas bululawang. Metode yang digunakan yaitu dengan stress perlakukan perendaman mannitol 0.3M sebelum isolasi kultur pada lama perendaman yang berbeda. Analisis data menggunakan uji anova dan uji duncan. Hasil yang diperoleh yaitu Perlakuan stress yang diberikan berhasil memicu embriogenesis mikrospora dengan lama perendaman anther optimum pada 7 hari pada mannitol 0.3M
Pollen Viability and Microspore Culture in Three Broccoli Cultivars (Brassica oleracea L. var. italica Plenck) Septarini Dian Anitasari; Ida Ayu Astarini; Made Ria Defiani; Made Pharmawati .; Dian Catur Prayantini
Biota Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Biota 2019
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v5i2.3340

Abstract

Broccoli is a high value vegetable crop in Indonesia, however production is low due to limited number of suitable cultivars, so, breeding hybrid broccoli for warm climate is important. The first step in hybridization is providing homozygote parent plants which can be done efficiently via microspore culture. The objectives of this study were to determine 1) bud size that produce uninucleate microspore stage appropriate for culture; 2) pollen viability, 3) microspore development, in three broccoli cultivars (‘BL 10001’, ‘Royal Green’ and ‘Green Magic’). Various bud size (1 – 5 cm) was squashed and observed microscopically to determine bud size containing uninucleate microspore. Pollen viability was determined by IKI staining and pollen germination method. Chromosome number was counted on root tips using squash method with aceto-orcein stain. Various heat treatment schemes were conducted to induce microspreo development. Result showed uninucleate microspore derived from 2-3 mm and 3-4 mm bud length of ‘BL-10001’ and ‘Royal Green’ was responsive for microspore development in culture. Pollen viability varied among cultivars, 78-87% on IKI method and 15-16% on germination test. Microspore culture showed different embryogenesis response; pollen-like structure was produced by ‘BL 10001’.
PENGOMPOSAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN ECOLITERACY DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA M. Pharmawati; L.P. Wrasiati; I.M.A.S. Wijaya; M.R. Defiani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1430.472 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p04

Abstract

Pengelolaan sampah yang baik dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga atau sekolah. Untuk mengurangi masalah sampah organik, sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos, sehingga sampah tidak hanya dibuang tetapi dapat memiliki nilai guna. Pengetahuan tentang teknik pengomposan dapat diberikan kepada siswa sekolah yang nantinya dapat menjadi agen penyebar pengelolaan sampah organik di lingkungan terdekatnya. Kemampuan siswa yang berhubungan dengan lingkungan alam sekitarnya disebut ecoliteracy atau kecerdasan ekologi. SMAN 1 Bangli memiliki Pokja Sampah yang diketuai oleh seorang guru dan beranggotakan siswa SMA wakil dari tiap kelas, namun teknik pengomposan sederhana dengan metode keranjang Takakura belum dikuasai. Kegiatan ini bertujuan melatih siswa SMAN 1 Bangli melakukan pengomposan sederhana dengan teknik keranjang Takakura serta menumbuhkan jiwa wirausaha melalui pengomposan. Kegiatan berlangsung lancar dan dihadiri oleh 8 siswa, kepala sekolah SMAN 1 Bangli, 1 guru pembina Pokja Sampah, dan 2 orang guru lainnya. Kegiatan terdiri dari penyampaian teori dan praktik pengomposan. Dari hasil kegiatan diperoleh kompos dengan kualitas cukup baik, bertekstur gembur seperti tanah dan tidak berbau.
PELATIHAN BUDIDAYA DAN RINTISAN USAHA ANGGREK BAGI PEMUDA DI DESA BUDAGA, KABUPATEN KLUNGKUNG, BALI Made Pharmawati; Luh Putu Wrasiati; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Made Ria Defiani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.433 KB)

Abstract

Kegiatan pelatihan budidaya dan rintisan usaha anggrek bagi pemuda di Desa Budaga, Kabupaten Klungkung, Bali bertujuan memberikan ketrampilan teknik budidaya anggrek kepada pemuda Sekaa Teruna Panji Saraswati Desa Budaga, menumbuhkan motivasi dalam wirausaha khususnya wirausaha tanaman dan bunga potong anggrek serta memberikan pendampingan dalam rintisan usaha tanaman anggrek dan pengenalan kelompok usaha dan promosi produk anggrek. Sekaa Teruna Panji Saraswati merupakan salah satu ST yang memiliki banyak aktivitas, sehingga sesuai sebagai khalayak ssaran strategis pada kegiatan ini. Tanaman anggrek merupakan tanaman dengan nilai jual tinggi dan banyak digemari oleh masarakat sebagai penghias ruangan, perkantoran, rumah sakit, hiasan pesta maupun ucapan selamat. Budidaya anggrek memerlukan keterampilan dan pengetahuan mengenai syarat hidup tanaman anggrek. Kegiatan dibagi dalam tiga tahap, aitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan pada tanggal 7 Juli 2019 yang diikuti oleh 24.peserta serta 4 orang fasilitator. Kegiatan yang dilakukan adalah dalam bentuk ceramah dan praktek. Ceramah meliputi biologi anggrek, syarat-syarat tumbuh anggrek, media tanam anggrek, perkembangbiakan serta pemeliharaan anggrek. Kegiatan praktikum yang dilakukan berupa menyiapkan media tanam, mengeluarkan bibit anggrek dari botol, perendaman dengan fungisida dan memindahkan bibit anggrek ke media tanam dalam sistem pot serta pemeliharaan. Evaluasi terhadap penanaman anggrek dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2019. Hasil menunjukkan bahwa bibit anggrek yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.
EMBRIOGENESIS PADA TANAMAN TEBU (Saccharum sp.) VARIETAS BULULAWANG DENGAN TEKNIK KULTUR MIKROSPORA Septarini Dian Anitasari; Dwi Nur Rikhma Sari; Ida Ayu Astarini; Made Ria Defiani
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1813

Abstract

Tanaman tebu adalah keluarga poace yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi tinggi karena manfaatnya sebagai produk unggulan dalam menghasilkan gula serta bioetanol yang banyak digunakan oleh masyarakat luas. Untuk itu perlu upaya pemuliaan tanaman yang cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Teknik kultur mikrospora merupakan aplikasi bioteknologi yang efisien dalam menghasilkan tanaman haploid. Teknik ini belum berhasil diaplikasikan pada tanaman tebu sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk memicu embriogenesis mikrospora tebu dengan aplikasi kultur mikrospora pada varietas bululawang. Metode yang digunakan yaitu dengan stress perlakukan perendaman mannitol 0.3M sebelum isolasi kultur pada lama perendaman yang berbeda. Analisis data menggunakan uji anova dan uji duncan. Hasil yang diperoleh yaitu Perlakuan stress yang diberikan berhasil memicu embriogenesis mikrospora dengan lama perendaman anther optimum pada 7 hari pada mannitol 0.3M
PEMBENTUKAN KALUS, TUNAS DAN AKAR PADA KULTUR ANGGUR BALI (Vitis vinifera cv Alphonse Lavallee) DENGAN PEMBERIAN NAA dan BAP Made Pharmawati; Made Ria Defiani
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol 3 No 1 (2021): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v3i1.432

Abstract

Anggur Bali (Vitis vinifera L. cv Alphonse Lavallee) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Buleleng, Bali. Kebutuhan akan bibit anggur Bali cukup tinggi, sehingga diperlukan teknik perbanyakan yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah besar. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon eksplan cabang yang masih muda terhadap zat pengatur tumbuh (ZPT) NAA dan BAP pada kultur Anggur Bali. Cabang tanaman anggur yang masih muda diambil dari salah satu perkebunan Anggur Bali di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Dilakukan sterilisasi eksplan dan ditanam pada medium MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP dalam beberapa kombinasi. Pengamatan dilakukan terhadap pembentukan kalus, tunas dan akar. Hasil menunjukkan bahwa pembentukan kalus, tunas dan akar Anggur Bali dengan teknik kultur jaringan dipengaruhi oleh zat pengatur tumbuh NAA dan BAP. Persentase tertinggi kultur yang membentuk kalus terjadi pada penambahan 1,5 mg/L NAA dan 2 mg/L BAP, tetapi skor kalus yang terbentuk tertinggi pada kombinasi 1 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP dan kombinasi 1,5 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP. Tunas terbentuk pada perlakuan 4 mg/L BAP tanpa NAA dan perlakuan 1 mg/L NAA dengan 4 mg/l BAP. Persentase kultur yang membentuk akar dan jumlah akar terbanyak terjadi pada pemberian kombinasi 1 mg/L NAA dengan 2 mg/L BAP. Perubahan kecil pada konsentrasi ZPT mengakibatkan perubahan respon tanaman, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan kombinasi dan konsentrasi ZPT yang tepat untuk menghasilkan plantlet dalam jumlah besar.
Potensi Inokulasi Jamur Trichoderma viride dan Glomus sp. Terhadap Produktivitas Capsicum annuum L Wira Purnama Santi; Made Ria Defiani; Meitini Wahyuni Proborini
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.189 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i2.61

Abstract

Cabai rawit (Capsicum annuum) merupakan komoditi pertanian yang digunakan dalam berbagai jenis produk makanan. Pemanfaatan pupuk anorganik berdampak buruk terhadap lingkungan sehingga diperlukan agen hayati, seperti Trichoderma viride dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) untuk memperbaiki kondisi tanah. Tujuan penelitian ini mengobservasi pemberian kombinasi T. viride dan FMA Glomus sp. Terhadap produksi cabai rawit serta mengetahui dosis kombinasi optimum dalam meningkatkan produktivitas cabai rawit. Penelitian dilakukan di laboratorium Taksonomi Tumbuhan/Mikologi dan green house Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan yaitu (A) tanah steril (Kontrol negatif); (B) tanah steril dan 50 spora Glomus sp.; (C) tanah steril dan 2 g pupuk anorganik CPN15-0-14 KNO3 Merah; (D) tanah steril, 5 mL T. viride dan 50 spora Glomus sp.; (E) tanah steril, 10 mL T. viride dan 50 spora Glomus sp. Setiap perlakuan memiliki lima ulangan yang terdiri dari tiga unit tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, berat basah dan berat kering buah, berat kering tajuk, berat kering akar dan infeksi FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk anorganik menghasilkan nilai tertinggi pada hampir seluruh parameter yang diamati kecuali pada persentase kolonisasi FMA. Perlakuan E menunjukkan hasil yang lebih optimum dalam produksi cabai rawit meski belum mampu menandingi pupuk anorganik.
PERBANYAKAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN HIAS OBAT DAN UPACARA UNTUK PELUANG WIRAUSAHA MASYARAKAT DESA JUNGUTAN KARANGASEM BALI M.R. Defiani; I.A. Astarini; I.M.S. Wijaya; E. Kriswiyanti; A.A.S.A. Sukmaningsih K; I.B.W. Gunam
Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2023.v22.i02.p10

Abstract

Community service for PKK members and youth organizations at the Samsara Living Museum, Jungutan Village, Karangasem, Bali aimed to assist preserve ceremonial plants which include ornamental plants and coconuts of various types and the introduction of blue tea from Clitoria ternatea and turmeric drink for the use of medicinal plants. The initial method was carried out with a site survey to take an inventory of plants at the service location, then socialization with participants was carried out through poster presentations and then continued with the practice of plant nurseries and making blue tea and taste testing of herbal turmeric and tamarind drink. Based on the results of the implementation in the field, most of the participants were new to the existence of blue tea which is beneficial for health because it contains antioxidants. The vegetative propagation of ornamental plants with high economic value such as aglonema, Sanseviera and red betel was very interesting for the participants to increase the effort of propagation of ornamental plants that could be done easily. The introduction of some coconuts such as Mulung coconut which can be used to maintain the body's immunity during a pandemic. The turmeric and tamarind drink helps stamina during the pandemic and can also be tried by participants and has been used as a 'welcome drink' for visitors to Samsara. Some PKK members have tried to grow eggplant and chili vegetables in their yard and are interested in increasing ornamental plants for entrepreneurial activities to motivate other PKK members. Keywords: cutting, grafting, seed, tuber, community empowerment
Penentuan Jumlah Kromosom pada Tiga Kultivar Brokoli BL 10001, Royal Green, dan Green Magic Septarini Dian Anitasari; Ida Ayu Astarini; Made Pharmawati; Made Ria Defiani; Dian Catur Prayantini; Dwi Nur Rikhma Sari
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 2 No. 1 (2020): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v2i1.326

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica Plenck) merupakan sayuran yang memiliki nilai gizi tinggi dan popular di Indonesia. Produksi brokoli di Indonesia rendah karena umumnya kultivar yang ditanam di Indonesia adalah kultivar introduksi. Kultivar introduksi tidak cocok di lingkungan tropis Indonesia sehingga memerlukan upaya pemulian tanaman untuk perbaikan kultivar. Salah satu upaya perbaikan kultivar yang popular saat ini adalah kultur mikrospora. Kultur mikrospora dapat memproduksi tanaman homozigot atau galur murni sehingga nantinya dapat dijadikan tetua dalam program pemuliaan tanaman. Penentuan Jumlah kromosom sangat berguna dalam pengembangan kultur mikrospora dan pemuliaan tanaman hibrida. Kultur mikrospora menghasilkan variasi jumlah kromosom yang beragam sehingga pengetahuan jumlah kromosom penting dilakukan dalam kultur mikrospora. Penelitian ini menggunakan 3 kultivar brokoli Green Magic, Royal Green dan BL 10001. Penentuan jumlah kromosom menggunakan metode Squash dengan pewarna aceto-orcein pada ujung akar. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kromosom pada kultivar BL 10001 adalah 18 kromosom, pada kultivar Royal Green adalah 9 kromosom dan pada kultivar Green Magic adalah 14 kromosom.
PEMBENTUKAN KALUS, TUNAS DAN AKAR PADA KULTUR ANGGUR BALI (Vitis vinifera cv Alphonse Lavallee) DENGAN PEMBERIAN NAA dan BAP Made Pharmawati; Made Ria Defiani
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 3 No. 1 (2021): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v3i1.432

Abstract

Anggur Bali (Vitis vinifera L. cv Alphonse Lavallee) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Buleleng, Bali. Kebutuhan akan bibit anggur Bali cukup tinggi, sehingga diperlukan teknik perbanyakan yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah besar. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon eksplan cabang yang masih muda terhadap zat pengatur tumbuh (ZPT) NAA dan BAP pada kultur Anggur Bali. Cabang tanaman anggur yang masih muda diambil dari salah satu perkebunan Anggur Bali di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Dilakukan sterilisasi eksplan dan ditanam pada medium MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP dalam beberapa kombinasi. Pengamatan dilakukan terhadap pembentukan kalus, tunas dan akar. Hasil menunjukkan bahwa pembentukan kalus, tunas dan akar Anggur Bali dengan teknik kultur jaringan dipengaruhi oleh zat pengatur tumbuh NAA dan BAP. Persentase tertinggi kultur yang membentuk kalus terjadi pada penambahan 1,5 mg/L NAA dan 2 mg/L BAP, tetapi skor kalus yang terbentuk tertinggi pada kombinasi 1 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP dan kombinasi 1,5 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP. Tunas terbentuk pada perlakuan 4 mg/L BAP tanpa NAA dan perlakuan 1 mg/L NAA dengan 4 mg/l BAP. Persentase kultur yang membentuk akar dan jumlah akar terbanyak terjadi pada pemberian kombinasi 1 mg/L NAA dengan 2 mg/L BAP. Perubahan kecil pada konsentrasi ZPT mengakibatkan perubahan respon tanaman, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan kombinasi dan konsentrasi ZPT yang tepat untuk menghasilkan plantlet dalam jumlah besar.