Pande Ketut Sudiarta
Department Of Electrical And Computer Engineering, Udayana University

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERENCANAAN LOKASI SITE BTS LAYANAN 3G-WCDMA DI PEMERINTAH KOTA DENPASAR DENGAN MEMANFAATKAN BALAI BANJAR I.W. Aryadi; P.K. Sudiarta; N. Indra
Jurnal SPEKTRUM Vol 2 No 1 (2015): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.63 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan kebutuhan bit rate dan kapasitas layanan data yang meningkat di wilayah Kota Denpasar, diperlukan perencanaan lokasi site BTS (Base Transceiver Station) yang dapat melayani kebutuhan pelanggan secara kuantitas maupun kualitas. Untuk memperoleh nilai bit rate yang maksimal dibutuhkan jari-jari sel yang kecil. Dengan perbandingan luas wilayah sebesar 130,48 km2 jika dibagi dengan 399 balai banjar di Kota Denpasar maka diperoleh coverage area 0,327 km2 per banjar dengan jari-jari sel sekitar 285 m. Maka pada penelitian ini lokasi site BTS yang digunakan adalah pada Balai Banjar di Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang lokasi site BTS layanan 3G-WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) untuk wilayah Pemerintah Kota Denpasar sesuai data sebaran penduduk dan mengetahui perbandingan jumlah site BTS secara teoritis untuk layanan 3G-WCDMA memanfaatkan Balai Banjar Pemerintah Kota Denpasar dengan model pemetaan secara geografis. Metode penelitian terdiri dari 3 alur, yaitu perkiraan pertumbuhan pelanggan 3G-WCDMA dan Offered Bit Quantity (OBQ) per desa di Kota Denpasar, Perhitungan jumlah dan jari-jari site secara teoritis per desa di Kota Denpasar, dan Pemetaan site di Kota Denpasar memanfaatkan Balai Banjar. Perhitungan secara teoritis menunjukkan bahwa 257 site yang diperlukan untuk melingkupi seluruh wilayah Denpasar. Sementara pemetaan secara geografis dengan memanfaatkan lokasi Balai Banjar adalah sebanyak 311 site. Dari 311 site, 155 site (49,84%) terdapat pada kawasan Balai Banjar dan 156 site (50,16%) terdapat di luar kawasan Balai Banjar.
ANALISIS KUALITAS JARINGAN GPON PADA LAYANAN IPTV PT. TELKOM DI DAERAH DENPASAR, BALI N.O. Pramundia; P.K. Sudiarta; N. Gunantara
Jurnal SPEKTRUM Vol 2 No 2 (2015): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.769 KB)

Abstract

GPON adalah sebuah teknologi berbasis fiber optik. PT.TELKOM menerapkan teknologi GPON sebagai jaringan access network untuk layanan IPTV Usee TV. Penelitian ini membahas kualitas jaringan GPON pada layanan IPTV di daerah Denpasar, Bali mengacu pada topologi dan standarisasi kualitas jaringan. Kualitas jaringan dikategorikan baik untuk 3 parameter yaitu Rx Power(Prx), Attenuatiion, dan Attainable Rate. Untuk Rx Power (Prx) nilai berkisar antara -18 dBm sampai dengan -24 dBm. Pada Attenuation klasifikasi kualitas jaringannya termasuk pada kategori Excellent. Sedangkan untuk Attainable Rate-nya nilai downstream berkisar antara 2 Gbps sampai dengan 2.4 Gbps. Dengan nilai downstream tersebut dapat memenuhi kebutuhan layanan Usee TV. Hal ini menyatakan bahwa GPON PT.TELKOM sudah mampu melayani layanan IPTV UseeTV di daerah Denpasar, Bali dengan baik.
ANALISIS PROPAGASI INDOOR WLAN 802.11g PADA GEDUNG DISHUBKOMINFO KABUPATEN BADUNG AAN. Agung Indra Prasetya; N. Gunantara; P.K. Sudiarta
Jurnal SPEKTRUM Vol 4 No 2 (2017): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.706 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2017.v04.i02.p17

Abstract

In practice the access point can not always cover the maximum range of distance due to signal wave propagation in the room, such as reflection, alteration, or scattering of signals. For the purpose of implementation optimization, this study aims to obtain characteristics of signal level quality and throughput at the Dishubkominfo Building of Badung Regency. The indoor propagation analysis of WLAN IEEE 802.11g is based on 3 models of measurement ie without barrier, wall barrier, and floor barrier. The result of the highest signal level measurement is -40 dBm, while the lowest signal level is -85 dBm. Maximum throughput measurement results 8.05 Mbps, from the maximum available bandwidth of 10 Mbps. While the coverage area based on testers using the software to adjust the floor plan on the building, almost in accordance with the calculation of signal level.
Desain JaringaniFiberiToiThe HomeiTeknologiiGigabit Passive Optical Network (Gpon) Menggunakan Optisystem Untuk Area Sukawati I Putu Diva Suryawan; P.K. Sudiarta; G. Sukadarmika
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 3 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.643 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i03.p11

Abstract

A Planning for fiber optic network using optical simulation from STO to ONT (optical Network Termination) with the farthest distance of ± 6.22 km done in the area of Jl. Batuyang, Kangin Batubulan, Sukawati, with an estimated number of customers of 270 customers aiming to switch networks from Multi Services Access Network (MSAN) to Gigabit Passive Optical Network (GPON). Planning starts from the survey area that will be built by the network, determines the customer's estimation, estimates the placement of the device and determines the specifications of the device to be used. Planning starting from STO to ONT / customer uses an optical application which will result from planning in the form of PRx on ODP (Optical Distribution Pack), PRx on ONT and bit error rate. The results of the analysis carried out, the Rx power generated in the ODP with the farthest distance of ± 6.22 km, which is for measuring results -26,893 dBm while in the planning results can be as much as -22,744 dBm, and PRx in ONT obtained for measuring results while in the planning obtained a result of -24.722 dBm, from the PRx results obtained the attenuation value is still below the ITU-T G.984 standard which is -28 dBm. BER value (Bit Error Rate) that is produced with the farthest distance of ± 6.12 km is 3,33x10?19 bit/s, this value is below the standard, namely 10?9 bit/s, with this result, optical fiber network planning using an optical system is feasible.
ANALISIS PENGUKURAN KUALITAS JARINGAN MSAN PADA LAYANAN IPTV PT.TELKOM DI DAERAH DENPASAR BALI I.G.A. Sutresna Mudri; P.K. Sudiarta; N. Gunantara
Jurnal SPEKTRUM Vol 2 No 2 (2015): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.231 KB)

Abstract

MSAN atau Multi Service Acces Node adalah sebuah teknologi perangkat akses yang sejalan dengan next generation network yang berbasis IP dan broadband access dengan jaringan akses kabel tembaga dan fiber optic. Penelitian ini akan membahas kualitas jaringan MSAN pada layanan IPTV di daerah Denpasar, Bali mengacu pada topologi jaringan dan standarisasi yang ditetapkan. Parameter yang akan dianalisis yaitu SNR, attenuation, dan Attainable rate. Dari hasil analisis didapatkan hasil untuk nilai SNR 11,5 sampai 48,1 dB. Pada attenuation dikatakan baik yaitu 1,3 sampai dengan 22 dB. Sedangkan untuk nilai attainable rate berada pada rentang 8840 sampai 28120 Kbps. Dengan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa MSAN PT.Telkom mampu memberikan layanan yang baik pada pelanggan di daerah Denpasar, Bali.