Sarjito Jokosisworo
Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 62 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering Putra, Ridwan Redi; Jokosisworo, Sarjito; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.721 KB)

Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk  memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban puntir, beban tarik dan beban tekan, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan  lelah (fatigue failure) pada material. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan  kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini  dilakukan proses perlakuan panas quenching dengan menggunakan media pendingin pelumas Mesran SAE 20W – 50 dan dilanjutkan dengan proses perlakuan panas tempering dengan menggunakan media pendingin udara suhu ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik puntir, tarik, kekerasan dan struktur metalografi pada material baja ST 60 setelah proses tempering. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 60 perlakuan panas tempering memiliki kekuatan puntir 737,72 Mpa, kekuatan tarik 853, 49 Mpa dan kekerasan brinell sebesar 325,6 BHN.
ANALISA TEKNIS PENGGUNAAN SERAT DAUN NANAS SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KOMPOSIT PEMBUATAN KULIT KAPAL DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK, BENDING DAN IMPACT Hadi, Teguh Sulistyo; Jokosisworo, Sarjito; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.583 KB)

Abstract

Serat  daun nanas saat ini banyak digunakan dalam industri – industri mebel dan kerajinan rumah tangga (UKM) karena selain mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan, dapat mengurangi polusi lingkungan sehingga nantinya dengan pemanfaatan sebagai serat penguat komposit mampu mengatasi permasalahan lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik, bending dan impak dari komposit berpenguat serat daun nanas dengan perlakuan pola anyaman variasi arah serat sudut bersilangan 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°. Sebagai matrik resin polyester.Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tarik, bending dan impak kemudian dibandingkan dengan nilai yang di ijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia sebagai tolak ukur standar ujinya. Pengujian komposit berpenguat serat daun nanas membandingkan arah serat sudut 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°, perlakuan serat pola anyaman, fraksi volume 70% matriks polyester dan 30% serat daun nanas, dengan metode hand lay up, hasil pengujian didapat nilai kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 45° rata – rata kuat tariknya 34.8 Mpa dan rata – rata modulus elastisitasnya 6088.16 Mpa, sedangkan nilai kekuatan uji bending tertinggi pada sudut 22.50° dengan nilai rata – rata 144.08 Mpa dan nilai uji impact tertinggi pada sudut 45° dengan nilai 0.0375 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik,  modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat daun nanas belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai standar kekuatan tarik 100 Mpa, modulus elastisitas 7000 Mpa dan kekuatan bending 150 Mpa.
Analisa Pengaruh Perbedaan Feed Rate Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Aluminium 6061 Metode Pengelasan Friction Stir Welding Nurhafid, Aji; Jokosisworo, Sarjito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.948 KB)

Abstract

Friction Stir Welding (FSW) adalah jenis pengelasan yang ditemukan oleh Wayne Thomas di The Welding Institute (TWI) pada tahun 1991. Hasil pengelasan yang mudah, cepat, dan ramah lingkungan ini telah banyak diterapkan pada konstruksi kapal, khususnya kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kuat impak dan kuat tarik pengelasan Friction Stir Welding dengan variasi feed rate. Material Alumunium yang digunakan adalah Al 6061. Proses pengelasan menggunakan putaran tool 1500 RPM, dengan feed rate 30 mm/min, 70 mm/min, 100 mm/min, dan 200 mm/min. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dengan menggunakan standar ASTM E 8M -00b dan uji impak metode charpy dengan standar ASTM E23. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa feed rate 70 mm/min menghasilkan nilai kuat tarik maksimal terbaik yaitu sebesar 150, 06 MPa, dan feed rate 30 mm/min menghasilkan nilai kuat impak terbaik sebesar 0,21 J/mm2.
STUDI PERANCANGAN DAN EKONOMIS KAPAL MOTOR CEPAT SEBAGAI PENUNJANG PROFITABILITAS PENYEBERANGAN SEMARANG - KARIMUNJAWA Ramazini, Bernadi; Samuel, Samuel; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.94 KB)

Abstract

Pulau Karimunjawa adalah pulau tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, pada tahun 2012 wisatawan pulau Karimunjawa mencapai 57.000 jiwa, meningkat 70% dari tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah penumpang kapal rute penyeberangan Semarang - Karimunjawa. Penelitian ini bertujuan mendapatkan sebuah rancangan kapal motor cepat baru dengan bentuk lambung katamaran dan mengedepankan nilai profitabilitas kapal. Penelitian ini menggunakan metode kapal pembanding untuk perancangan kapal dan rumus pendekatan yang terintegrasi pada perangkat lunak perkapalan. Hasil perancangan kapal motor cepat didapat ukuran utama kapal yaitu Loa: 20,50 m, B: 7,20 m, T: 1,40 m, H: 2,40 m, Diplacement : 54,7 ton , LWT : 27,50 ton, DWT : 27,2 ton, Vdinas : 27 knot, Vmax : 35 knot. Dan hasil perhitungan hidrotastik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) : 0,523, dan letak LCB : 8,653 m atau -1,597 m dari midship. Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 77,1 kN dan power sebesar 2659,40 HP. Kondisi stabilitas kapal baik dan memenuhi kriteria dari IMO. Nilai ekonomis kapal dengan jumlah 62 trip dalam satu tahun perlu menaikan harga tiket, sedangkan kapal dengan 144 trip dalam satu tahun tidak perlu menaikan harga tiket, karena dengan harga tiket normal kapal dapat memperoleh nilai profitabilitas dan dengan kapasitas penuh maka kapal dengan 144 trip akan mencapai break even point pada tahun ke 5 beroperasinya kapal.
Analisis Olah Gerak dan Nilai Ekonomis Kapal Landing Craft Tank (LCT) Setelah Dikonversi Menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) Pratiwi, Ovin Ranica; Manik, Parlindungan; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.195 KB)

Abstract

Sejak tahun 2015, kapal Landing Craft Tank (LCT) dilarang beroperasi sebagai angkutan penyebrangan. Agar kapal masih tetap dapat beroperasi perlu diupayakan usaha lain sepeti modifikasi atau konversi kapal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengonversi kapal LCT menjadi kapal ternak (Livestock Carrier). Penelitian ini bermaksud untuk melakukan analisis olah gerak kapal sebelum dan sesudah konversi serta analisis ekonomis dari proyek konversi kapal. Peneliti menggunakan software pemodelan 3D dan software seakeeper untuk analisis olah gerak. Hasil dari konversi kapal mengakibatkan perubahan displacement dari 2254,366  ton menjadi 2071,855 ton. Selain itu, perubahan tersebut juga mengakibatkan adanya pergeseran titik berat kapal sehingga mengakibatkan adanya perbedaan olah gerak kapal. Hasil dari analisis olah gerak kapal baik sebelum maupun sesudah konversi telah memenuhi standar olah gerak sesuai dengan jenis kapal tersebut. Kemudian hasil dari analisis ekonomis menunjukkan bahwa proyek konversi kapal mampu mengembalikan biaya modal selama 2,25 tahun. Oleh sebab itu, proyek konversi dari kapal LCT menjadi kapal ternak dapat meningkatkan nilai guna dan ekonomi para pelaku usaha.
APLIKASI OPEN SOURCE CAD UNTUK PENGGAMBARAN SISTEM PERPIPAAN PADA KAPAL FEEDER CONTAINER TIPE KATAMARAN Brata Wahyu Setya Budi; Eko Sasmito Hadi; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 3 (2015): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.908 KB)

Abstract

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 – 2015 menerangkan bahwa pulau Sumatera akan dijadikan pusat pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Konsep alternatif dalam pendistribusian logistik dengan pemaksimalan penggunaan kapal feeder container dinilai tepat guna efisiensi pendistribusian logistik antar provinsi. Guna mempertahankan kinerja atau operasi kapal di laut, maka dibutuhkan suatu rangkaian sistem perpipaan pada kapal yang terus bekerja dengan saling terhubung antara satu sistem dengan sistem yang lain, dalam kata lain berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk penggambaran sistem perpipaan yang efisien, mendapatkan gambaran letak, serta penempatan komponen penunjang sistem dalam kapal. Penggambaran dan permodelan sitem perpipaan kapal menggunakan software berbasis CAD dan sesuai dengan perhitungan dan penggambaran diperoleh beberapa informasi  teknis kebutuhan  material sistem perpipaan  meliputi, flanges, valve, L bow, Tee, kran, pompa untuk sistem perpipaan bahan bakar, lubrication oil, sea water cooling system, serta sanitary dan sewage sejumlah: pipa 60 m, flnges 132 buah, tee 2 buah, L bow 64 buah, valve 8 buah, kran 4 buah  dengan Marine Propulsion Engine Caterpillar ( 1500 bhp ) sebanyak 2 buah serta 2 buah Auxilary Engine. Komponen sistem perpipaan tersebut seluruhnya berada di Engine room dan secoond deck Engine room pada tiap demihull kapal feeder container tipe katamaran.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja ST 40 Akibat Pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW) Dengan Variasi Suhu Normalizing Enggal Noor Laksono; Ari Wibawa Budi Santosa; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Normalizing telah dilakukan pada baja ST40  yang mana baja ST40 merupakan baja bertipe low carbon atau berkarbon rendah pada variasi pemanasan 875ºC dan 975°C dengan holding time selama 30 menit, setelah itu didinginkan menggunakan udara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dari faktor pemanasan berpengaruh kurang baik dalam nilai tarik, nilai impak, dan struktur mikrografi spesimen penelitian. Pada spesimen tanpa perlakuan apapun didapatkan kekuatan tarik 467,404MPa, regangan 27,895%. Sedangkan spesimen dengan pemanasan 875C° diperoleh kekuatan tarik 410,025 MPa, regangan 28,025%. Sedangkan spesimen dengan pemanasan 975°C diperoleh tegangan maksimal 377,010 MPa, nilai regangan sebesar 21.69% . Pada pengujian impak spesimen tanpa perlakuan apapun didapatkan nilai impak sebesar 1,001 . Sedangkan spesimen  dengan pemanasan 875°C mempunyai nilai impak 1,447  sedangkan spesimen dengan pemanasan 975°C mempunyai nilai impak  1,277 . Dari hasil pengujian tarik spesimen tanpa perlakuan pemanasan memiliki tegangan tarik yang lebih baik, namun jika dilihat dari regangan, yang lebih baik adalah spesimen dengan pemanasan sebesar 875°C. Sedangkan dari hasil pengujian impak spesimen dengan perlakuan pemanasan  sebesar 875°C  memiliki nilai impak yang terbaik. Normalizing dengan variasi 975°C struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, jika dibandingkan variasi normalizing 875°C maupun  tanpa perlakuan pemanasan apapun.
Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Baja ST 46 terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi Vicky Bhaskara Sardi; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.471 KB)

Abstract

Proses perlakuan panas normalizing dilakukan pada baja ST 46 yang merupakan baja tipe low carbon pada pemanasan 880ºC dengan variasi penahan panas 20 menit dan 40 menit dengan media pendingin udara. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, kekerasan dan mikrografi dari variasi penahan panas dengan menggunakan media pendinginan udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penahanan panas (holding time) berpengaruh dalam nilai tarik, nilai kekerasan dan struktur mikfografi spesimen penelitian. Pada spesimen dengan waktu tahan 20 menit didapatkan nilai tegangan maksimal 334.61 MPa, nilai tegangan luluh sebesar 238.09 dan nilai regangan 8.9%. Sedangkan pada spesimen dengan waktu tahan 40 menit didapatkan nilai tegangan maksimal 328.72 MPa, nilai tegangan luluh sebesar 235.61 dan nilai regangan 31.33%. Pada pengujian kekerasan spesimen dengan waktu tahan 20 menit mempunyai nilai kekerasan 76.11 HRB sedangkan spesimen dengan waktu tahan 40 menit mempunyai nilai kekerasan 70.22 HRB. Dari hasil pengujian tarik dan kekerasan didapatkan bahwa spesimen dengan variasi waktu tahan 20 menit memiliki nilai kekerasan dan nilai tegangan maksimal lebih besar dari variasi penahanan waktu tahan 40 menit. Pada perlakuan panas normalizing dengan variasi 40 menit struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, dibandingkan variasi waktu tahan 20 menit.
PERANCANGAN KAPAL KATAMARAN PARIWISATA DI PULAU MENJANGAN BESAR - KARIMUNJAWA Adnan Septi Hadi Romadlon; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.319 KB)

Abstract

Karimunjawa merupakan kepulauan yang berada di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Daerah ini memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus sebagai wahana rekreasi yang berbasis alam. Beragam kegiatan menarik bisa dilakukan para wisatawan seperti berenang bersama hiu, melihat Taman Nasional Karimunjawa, mengunjungi penangkaran  penyu, dll. Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, pemilihan peralatan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami. Perancangan kapal wisata ini menggunakan metode perbandingan. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan di dapatkan LWL: 16  m, B: 5,40 m, T: 1,00 m, H: 1,80 m, Cb: 0,42.  Kapal ini menggunakan sebuah mesin diesel Outboard  dengan daya yang dihasilkansebesar 20 HP dan memiliki DWT 29,28 ton.  Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 2,8 KN pada Vmax 7 knot.  Pada tinjauan stabilitas, hasil analisa menunjukkan nilai GZ dan periode oleng terbesar terjadi saat kapal pada kondisi penuh, dan nilai MG terbesar terjadi pada saat kapal muatan kosong dan memiliki periode oleng  2,43 detik
Efek Post Weld Heat Treatment Dengan Variasi Temperature Terhadap Mechanical Properties Pada Sambungan Pipa Offshore API X52 Dennis Oscha Cholik; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat perkembangan ekonomi, kebutuhan gas alam pun menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) menjadi sangat diperlukan karena dinilai sangat efisien untuk pengelasan pipa gas alam yang ukuran dan jenisnya bervariasi. Dari efek pengelasan, beberapa zona terkena efek panas seperti Heat Affected Zone (HAZ). Struktur mikro dan sifat mekanik dari HAZ cenderung menurun kualitasnya. Perubahan tersebut dikarenakan efek panas dari pengelasan. Dalam penelitian ini pengaruh dari Post  Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap sifat struktur mikro dan sifat mekanik sambungan pipa offshore SMAW API X52 telah di teliti. Sambungan SMAW diberi perlakuan  PWHT dengan waktu tahan 30 menit dan variasi temperatur dari 400ºC sampai 800ºC. Berdasarkan hasil penelitian, perubahan terjadi baik dari sifat struktur mikro maupun sifat mekanik. PWHT menyebabkan perubahan struktur mikro yang brittle menjadi struktur mikro yang ductile dengan hal tersebut ketangguhan dari material juga meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT dengan temperatur 800 ºC merupakan temperatur yang optimum dari sisi ketangguhan retak pada sambungan pipa offshore API X52.
Co-Authors A.F. Zakki Abizar, Muhammad Affan Ade Purnawan Aditya Rio Prabowo Adnan Septi Hadi Romadlon Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Naufal Akbar Triansyah Akhmad Rosihan Adam Ali Mustofa Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andhyka Cakrabuana Adhitama Ari Wibawa Budi Santosa Arif Putra Rizky Arif Rahman Aziz Mukhsin Berlian Arswendo Adietya Bernadi Ramazini Bismika Burhan Biwa Abi Laksana Brata Wahyu Setya Budi Deddy Chrismianto Dennis Oscha Cholik Dhony Catur Pamungkas Dwi Joko Purnomo Edwin Wijaya Egi Juniawan Eko Sasmito Hadi Eli Akim Sipayung Enggal Noor Laksono Fachrurrozi Setiawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Gema Mar'ie Habibie Good Rindo Gusti Mirza Hafizh Bahtiar Hanung Bayu Setiawan Hartono Yudo Hartono Yudo Huda, Muhammad Hafid Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Artanto Jajang Sebastian Jonathan, Mario K Kiryanto K. Kiryanto Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lukman Gewa Nurhakim Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti Maftuh Murtiyoso Mathews Yose Pratama Mawahib, M Zaenal Maxwell Pradolin Muchammad, Rizky Muhammad Dikwan Muhammad Jordi Noormansyah, Faridz Aditya Nurhafid, Aji Parlindungan Manik Parlindungan Manik Pratiwi, Ovin Ranica Putra, Ridwan Redi Reka Purnawati Rendy Kastanto Ridwan Redi Putra Rio Leksa Muchtiwibowo Rismawan Rismawan Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Rizka Cholif Arrahman Rizky Cahya Kusuma Rizky Perdana Putra Sadewo, Guntur Samuel Samuel Sukanto Jatmiko Syahrul Mubarak Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Untung Budiarto Valentino Pasalbessy Vicky Bhaskara Sardi Wendi Riyandi Widyanto Widyanto Wilma Amiruddin