Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Masa Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung Clivord Jovan Rembet; Woodford B. S. Joseph; Odi Roni Pinontoan
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/kesmas.v12i1.46300

Abstract

Keluhan muskuloskeletal timbul karena pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan dengan postur tubuh kurang ergonomi yang dilakukan secara berkala saat melakukan sesuatu. Masa kerja seseorang yang cukup lama juga dapat mempengaruhi terjadinya keluhan muskuloskeletal. Prevalensi diagnosis penyakit sendi pekerja informal nelayan berjumlah (7,0%). Beberapa faktor mempengaruhi keluhan muskuloskeletal seperti masa kerja dan posisi kerja. Observasi yang dilakukan kepada beberapa nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung dengan menggunakan kuesioner NBM terdapat keluhan pada bagian tubuh nelayan akibat kegiatan kerja seperti menarik jaring, menguras air, mengangkat ikan hingga menarik perahu ke air dan kembali ke darat. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan studi potong lintang. Populasi yaitu seluruh nelayan Kelurahan Batuputih Bawah lingkungan I yang berjumlah 63 orang nelayan. Sampel ditentukan menggunakan rumus slovin yaitu 39 orang nelayan yang diambil secara accidental sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan lembar metode Rapid Entire Body Assesment (REBA). Data dianalisis uji statistik Pearson untuk variabel masa kerja dan keluhan muskuloskeletal dan analisis uji ststistik Spearman-Rank untuk variabel posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal. Hasil uji antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal diketahui nilai p = 0,000 dengan nilai r = 0,785. Hasil uji antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal diketahui nilai p = 0,000dengan nilai r = 0,821. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung yaitu semakin lama masa waktu bekerja responden, maka akan semakin tinggi tingkat keluhan muskuloskeletal. Terdapat hubungan antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung yaitu semakin tinggi risiko posisi kerja responden, maka akan semakin tinggi tingkat keluhan muskuloskeletal.
ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) PADA AIR DI DANAU TONDANO DESA ERIS KECAMATAN ERIS Mikhael Setiawan; Woodford B. S. Joseph; Odi R. Pinontoan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11560

Abstract

Pencemaran air menjadi masalah utama di banyak perairan Indonesia, termasuk Danau Tondano, yang mengalami pendangkalan dan pencemaran akibat aktivitas manusia, seperti pertanian dan kegiatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar logam berat kadmium (Cd) dan seng (Zn) di Danau Tondano, yang memiliki potensi dampak negatif terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitar. Desa Eris dipilih sebagai lokasi penelitian karena sebagian besar penduduknya menggunakan air dari danau untuk kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan kadar Cd dan Zn berada di bawah nilai ambang batas yang aman, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif berbasis laboratorium. Subjek penelitian ini adalah air dari Danau Tondano, yang dianalisis di laboratorium menggunakan alat spektrofotometer. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kandungan kadmium (Cd) pada permukaan air Danau Tondano berkisar 0,00295 mg/l, sedangkan pada dasar air sekitar 0,00316 mg/l. Kandungan seng (Zn) pada permukaan air tercatat 0,0075 mg/l, dan pada dasar air 0,00758 mg/l. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun kandungan kadmium (Cd) dan seng (Zn) telah terdeteksi di air Danau Tondano, kadar logam berat tersebut masih berada di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak melebihi baku mutu yang ada.
HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA UMUR 1-5 TAHUN DI DESA LOWIAN KECAMATAN MAESAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Altagratia Umboh; Woodford B. S. Joseph; Odi R. Pinontoan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i4.12086

Abstract

Diare yaitu salah satu penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Diare merupakan bertambahnya frekuensi BAB banyaknya 3 kali atau lebih dalam 24 jam dimana bentuknya jauh lebih cair dan lembek dari bentuk biasanya. Tujuan penelitian ini supaya tahu terkait hubungan higiene perorangan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Desa Lowian Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini memakai metode non-eksperimen dengan rancangan cross sectional (studi potong lintang). Populasi yang dipakai yakni semua Kepala Keluarga (KK) yang tinggalnya di Jaga 1 (67), Jaga 2 (56), Jaga 3 (74), Jaga 4 (84) di Desa Lowian Kecamatan Maesaan. Pengambilan sampel total dipakai dalam investigasi ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hubungan antara variabel ditemukan menggunakan uji chi-square (α = 0,05, CI: 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 (76,0%) penduduk Desa Lowian memiliki praktik mencuci tangan yang baik. Kebersihan kuku yang baik dilaporkan oleh 39 (78,0%) penduduk Desa Lowian. Hubungan antara kedua faktor tersebut signifikan secara statistik (p = 0,000). Penelitian ini menemukan bahwa kebersihan diri berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia 1-5 tahun di Desa Lowian, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan.
Analisis dan Prediksi Tren Kecelakaan Kerja di Indonesia Rendy J. Bangonang; Woodford B. S. Joseph; F. L. Fredrik G. Langi
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/e8sypg91

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja masih menjadi masalah serius di banyak negara. Kurangnya penerapan kesehatan dan keselamatan kerja serta minimnya partisipasi dari pekerja untuk menanamkan budaya K3 telah menjadi persoalan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tren kecelakaan kerja di Indonesia di tahun 2001 sampai dengan 2017 dan prediksi untuk tahun 2018 sampai dengan 2022. Desain penelitian ini adalah studi ekologi menggunakan data agregat dari Sambutan bulan K3 Nasional oleh Kementerian ketenagakerjaan RI dan Data BPJS edisi Desember 2018. Populasi yang termasuk merupakan seluruh hasil analisis kejadian kecelakaan kerja yang terdaftar di BPJS TK sejak tahun 2001 hingga tahun 2017 di Indonesia. Data representatif pada penelitian ini merupakan seluruh pekerja yang terdaftar di BPJS TK sejak tahun 2001 hingga tahun 2017 di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan terjadi tren kecelakaan kerja meningkat tahun 2017 sejumlah 123.000 kejadian dan terjadi penurunan pada tahun 2007 sejumlah 83.714 kasus. Peningkatan jumlah meninggal tahun 2017 sejumlah 3000 kasus dan terjadi penurunan tahun 2004 sejumlah 1736 kasus. Prediksi tren kecelakaan kerja dari tahun 2018 – 2022 berdasarkan jumlah kasus kecelakaan kerja di temukan kasus tertinggi pada tahun 2022 sejumlah 120.587 kasus, dan prediksi tren jumlah meninggal di temukan kasus tertinggi pada tahun 2022 sejumlah 2.984 kasus. Kesimpulan dari penelitian ini tren dan prediksi jumlah kecelakaan kerja dan jumlah meninggal mengalami peningkatan. Saran untuk mengembangkan dan meningkatkan kelengkapan data, adanya penerapan sistem manajemen K3.