Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN MODEL PENDUGAAN TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENT (TDN) DAN PROTEIN TERCERNA PADA DOMBA GARUT BETINA Hernaman I.; B. Ayuningsih; D. Ramdani
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.436 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i03.p04

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membandingkan model pendugaan total digestible nutrient (TDN) dan proteintercerna pada domba Garut betina. Dua puluh ekor domba diberi berbagai jenis ransum dengan kandungan TDN danprotein berbeda, lalu diukur nilai TDN dan protein tercerna. Untuk mengukur hubungan TDN dan protein tercernain vivo dengan berbagai model pendugaan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi, sedangkan tingkatkeakuratan model pendugaan digunakan perhitungan ratio prediction to deviation (RPD). Hasil menunjukkanbahwa model pendugaan TDN Sutardi dan model pendugaan protein tercerna Beenson lebih akurat dengan nilaiRDP sebesar 24,20 dan 4,51. Masing-masing memiliki nilai korelasi (r) 0,9 dan 0,7 serta koefesien determinasisebesar 0,81 dan 0,49.
FERMENTASI ANAEROB DEDAK PADI DENGAN STARTER SUPLEMEN ORGANIK CAIR (SOC) DARI FESES KAMBING DEVIARY C. S.; I. HERNAMAN; B. AYUNINGSIH; U. ROSANI
MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN Vol. 28 No. 1 (2025): Vol. 28 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Suplemen Organik Cair (SOC) dari feses kambing terhadap kualitas dedak fermentasi. Materi yang digunakan adalah dedak padi dan feses kam- bing perah Saanen. Penelitian menggunakan metode eksperimental serta rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (1 kilogram dedak : 300 gram molases), P1 (1 kilogram dedak : 200 gram molases : 100 mililiter SOC) dan P2 (1 kilogram dedak : 100 gram molases : 200 mililiter SOC). Variabel yang diteliti adalah kadar asam laktat, pH, susut bahan kering dan nilai Fleigh. Data penelitian dianalisis meng- gunakan Analisis Varian (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar asam laktat, pH dan nilai Fleigh (NF), namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap susut bahan kering. Perlakuan P2 menghasilkan dedak fermentasi dengan kadar asam laktat tertinggi (38,133), pH te- rendah (4,327), dan NF tertinggi (33,513) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kesimpulannya, perlakuan P2 menghasilkan dedak padi fermentasi yang terbaik.