Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMASI PENEMPATAN DISTRIBUTED GENERATION PADA PENYULANG GOA LAWAH MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) I Made Bagas Sastra Negara; Ngakan Putu Satriya Utama; Cok Gede Indra Partha
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 2 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.174 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p10

Abstract

Distributed Generation (DG) is a small-scale power plant located close to the center of load. Goa Lawah feeder is a broadcast that is close to the potential of DG namely the Mini Hydro Power Plant on the Unda River in Klungkung Regency. In this research the optimization of Distributed Generation placement to Goa Lawah feeder. Optimization of Distributed Generation placement aims to reduce the value of loss of power that exist in the feeder Goa Lawah. The results of the research obtained at the point of bus 123 by Distributed Generation placement using Particle Swarm Optimization (PSO) method, with power loss 41 kW (44%). The initial loss before the Distributed Generation interconnection of 72 kW after the Distributed Generation interconnection to 31 kW.
OPTIMASI INTERKONEKSI DISTRIBUTED GENERATION (DG) PENYULANG PAYOGAN MENGGUNAKAN METODE GENETIC ALGORITHMS (GA) UNTUK MEMPERBAIKI DROP TEGANGAN I Kadek Adiasa; Ngakan Putu Satriya Utama; I Nyoman Setiawan
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 1 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.989 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i01.p02

Abstract

Distributed Generation (DG) merupakan pembangkit listrik skala kecil yang umumnya terhubung langsung dengan jaringan distribusi dan dekat dengan pusat beban. Penyulang Payogan merupakan salah satu penyulang yang dekat dengan potensi DG yaitu berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sungai Ayung yang berada di Wilayah Ubud. Penelitian ini tentang optimasi interkoneksi Distributed Generation ke penyulang Payogan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interkoneksi Distributed Generation pada jaringan distribusi tenaga listrik dan untuk memperbaiki drop tegangan penyulang Payogan menggunakan load flow analysis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebelum pemasangan Distributed Generation drop tegangan pada bus 109 sebesar 1,80 V, bus 111 sebesar 1,49 V, bus 113 sebesar 2,56 V dan bus 115 sebesar 2,40 V. Setelah PLTMH dioptimasi menggunakan metode Genetic Algorithms diperoleh hasil pada Bus 107. Dengan kapasitas PLTMH sebesar 2,34 MW berhasil memperbaiki tegangan penyulang Payogan sebesar 0,05%, sehingga drop tengangan pada bus 109 menjadi 1,76 V, bus 111 menjadi 1,45 V, bus 113 menjadi 2,49 V dan bus 115 menjadi 2,35 V.Kata Kunci:Drop Tegangan, Load Flow Analysis, Genetic Algorithms
ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SIMETRIS DAN ASIMETRIS UNTUK MENENTUKAN KAPASITAS PENGAMAN YANG TERPASANG PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 kV PENYULANG MAMBA I Kadek Purniawan Paramadita; Ngakan Putu Satriya Utama; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 3 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.47 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i03.p09

Abstract

Gangguan hubungasingkat tenaga listrik ditimbulkan oleh hubung singkat tigaafaseasimetris, gangguan hubung singkat tidak simetris satu fase ke tanah dan gangguan hubung singkat tidak simetris antar fasa dan dua fasa ke tanah. Gangguan tersebut telah menyebabkan beberapa trip, kegagalan kerja relay dan recloser. untuk menentukan setting waktu kerja relay arus lebih dan recloser agar peralatan proteksi dapat bekerja dengan baik dilakukan simulasi gangguan hubung singkat pada beberapa titik lokasi gangguan yang dipilih berdasarkan kondisi di jaringan penyulang Mambal. Berdasarkan analisis, arus gangguan hubung singkat dipengaruhi oleh jarak tittik gangguan, semakin dekat titik gangguan dengan sumber maka semakin besar arus gangguan hubung singkat pada titik tersebut. Arus gangguan maksimum dan minimum hubung singkat mengakibatkan selisih waktu kerja relay di tiap lokasi dengan selisih waktu TMS selama 0,4 detik. Dilakukannya setting sistem proteksi pada penyulang Mambal sesuai dengan hasil analisis dapat memperbaiki selektifitas sistem proteksi pada Penyulang Mambal.
OPTIMASI PENEMPATAN TITIK INTERKONEKSI DISTRIBUTED GENERATION (DG) PLTM MUARA PADA PENYULANG PANJI DENGAN METODE GENETIC ALGORITHM (GA) I Komang Wahyu Trisna Putra; Ngakan Putu Satriya Utama; I Nyoman Setiawan
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 2 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.698 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i02.p19

Abstract

Salah satu Distributed Generation (DG) yang beroperasi di Bali adalah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yang yang berada di Desa Sambangan, Kabupaten Buleleng. PLTM tersebut terhubung dengan salah satu penyulang di daerah Buleleng yaitu Penyulang Panji. PLTM tersebut memiliki kapasitas pembangkit sebesar 2 x 1,15 MW yang mampu membantu suplai daya listrik ke Penyulang Panji selain pasokan daya listrik dari Gardu Induk Pemaron. PLTM mampu memberikan pengaruh penurunan rugi daya (losses), namun penempatan titik interkoneksi yang kurang tepat dapat menyebabkan penurunan rugi-rugi daya yang kurang maksimal. Pada Penelitian ini dilakukan optimasi penempatan titik interkoneksi PLTM dengan metode Genetic Algorithm (GA) dan didapatkan lokasi terbaik titik interkoneksi PLTM berada pada bus 70 dengan rugi-rugi daya total sebesar 31 kW. Interkoneksi PLTM pada bus tersebut dapat menurunkan rugi-rugi daya aktif sebesar 5 kW dari total rugi-rugi daya awal saat kondisi eksisting yaitu pada bus 35 sebesar 36 kW menjadi 31 kW.
ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SIMETRIS DAN ASIMETRIS UNTUK MENENTUKAN KAPASITAS PENGAMAN YANG TERPASANG PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 kV PENYULANG MAMBAL I Kadek Purniawan Paramadita; Ngakan Putu Satriya Utama; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 3 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.467 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i03.p10

Abstract

Gangguan hubungasingkat tenaga listrik ditimbulkan oleh hubung singkat tigaafaseasimetris, gangguan hubung singkat tidak simetris satu fase ke tanah dan gangguan hubung singkat tidak simetris antar fasa dan dua fasa ke tanah. Gangguan tersebut telah menyebabkan beberapa trip, kegagalan kerja relay dan recloser. untuk menentukan setting waktu kerja relay arus lebih dan recloser agar peralatan proteksi dapat bekerja dengan baik dilakukan simulasi gangguan hubung singkat pada beberapa titik lokasi gangguan yang dipilih berdasarkan kondisi di jaringan penyulang Mambal. Berdasarkan analisis, arus gangguan hubung singkat dipengaruhi oleh jarak tittik gangguan, semakin dekat titik gangguan dengan sumber maka semakin besar arus gangguan hubung singkat pada titik tersebut. Arus gangguan maksimum dan minimum hubung singkat mengakibatkan selisih waktu kerja relay di tiap lokasi dengan selisih waktu TMS selama 0,4 detik. Dilakukannya setting sistem proteksi pada penyulang Mambal sesuai dengan hasil analisis dapat memperbaiki selektifitas sistem proteksi pada Penyulang Mambal.
ANALISA SISTEM PENGAMAN GENERATOR PLTDG DI PT INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKITAN BALI Putu Wira Asta Dharma; Cok Gede Indra Partha; Ngakan Putu Satriya Utama
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 2 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.713 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p18

Abstract

The need for electrical power, especially in Bali, is increasing every year. Therefore, the Bali’s Generating Unit of PT Indonesia Power has replaced the Diesel-powered Electrical Generator Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) with ‘the Gas-powered Diesel of Electrical Generator Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas’ (PLTG). Such a replacement causes the change in the generating capacity power which affects the setting and system of protection. This current study was intended to analyze the relay protecting system using the short connecting simulation method in the ETAP program in order to be able to identify the maximum and minimum disturbing current, the working time setting and the OCR (Over Current Relay) and GFR (Ground Fault Relay) protecting coordination. Based on the result of simulation and calculation, it can be concluded that the OCR took 1.18 seconds to work, faster than the GFR, which took 2.25 seconds to work.
A Review on Model of Integrating Renewable Distributed Generation into Bali’s Power Distribution Systems: Issues, Challenges, and Possible Solutions Ngakan Putu Satriya Utama; Rukmi Sari Hartati; Wayan G. Ariastina; Ida Bagus A. Swamardika; Ontoseno Penangsang
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 4, No 2: November 2016
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v4.i2.pp245-255

Abstract

Spurred by a global energy crisis, the use of renewable distributed generation (DG) with solar photovoltaic (PV) energy, micro-hydro power, and biomass power are gaining momentum and play major role in Bali’s distribution system as an alternative distribution system planning option. If distributed generation planning is optimal by selected optimization of multi-objective function under certain operating constraints and then their site and size are also selected optimally, the penetration of DGs is potentially beneficial. This paper would review techno-economic model objective, voltage profile improvement and power losses constraints as well as optimization based model using particle swarm optimization (PSO) algorithm application in Bali’s distributed generation planning.