Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi Ratih Chintia; Dini Suryani
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2018 ada sekitar 20 juta anak di dunia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan ada yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Padahal Untuk mendapatkan kekebalan komunitas (herd Immunity) dibutuhkan cakupan imunisasi yang tinggi (paling sedikit 95%) dan merata. Imunisasi yang tidak lengkap disebabkan karena ketidakpatuhan ibu terhadap jadwal pemberian imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi di Wilayah kerja Puskesmas Paal X Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21-28 September 2021. Populasi penelitian ini adalah data cakupan pemberian imunisasi tahun 2020 sebanyak 449 orang. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Paal X dengan menggunakan kuisioner yang diisi langsung oleh responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan imunisasi yang tidak lengkap sebanyak sebanyak 22 responden (55%) dan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang imunisasi dasar sebanyak 24 responden (60%). Ada hubungan ingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi dengan p value 0,008 <0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi. Untuk itu, diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai rujukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan dalam hal pelayanan yang langsung dan memberikan penyuluhan pentingnya pemberian imunisasi dasar.
FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS (TBC) DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGKIT KABUPATEN MUARO JAMBI Dini Suryani
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru erat kaitannya dengan lingkungan rumah yang sangat mempengaruhi keberadaan bakteri mycobacterium tuberculosis, dimana bakteri ini dapat hidup selama 1-2 jam bahkan sampai beberapa hari hingga berminggu-minggu tergantung ada tidaknya sinar matahari, ventilasi, kelembaban, suhu, lantai dan kepadatan penghuni rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan rumah terhadap kejadian Tuberkulosis(TBC). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Tangkit Kabupaten Muaro Jambi pada bulan Januari-Maret tahun 2022 sebanyak 31 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara total sampling sebanyak 31 orang. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan jenis ventilasi rumah (p value=0,037) terhadap kejadian Tuberkulosis (TBC) di Wilayah Kerja Puskesmas Muaro Jambi tahun 2021 dengan p value< 0,05. Tidak ada hubungan antara kepadatan hunian rumah (p value=1,000), suhu rumah (p value=1,000) dan jenis lantai rumah (p value=1,000) terhadap kejadian Tuberkulosis (TBC) di Wilayah Kerja Puskesmas Muaro Jambi dengan p value > 0,05.Untuk itu, diharapkan dapat melakukan tindakan promosi sebagai tindakan pencegahan bagi masyarakat diseluruh wilayah kerja Puskesmas Tangkit yang mempunyai faktor risiko yang tinggi terhadap kejadian penyakit TB Paru, dengan cara memberikan penyuluhan tentang persyaratan rumah sehat khususnya luas ventilasi rumah.
GAMBARAN FREKUENSI PERNAPASAN PADA ASMA SETELAH DILAKUKAN TEHNIK INHALASI SEDERHANA DI PUSKESMAS OLAK KEMANG KOTA JAMBI TAHUN 2019 Dini Suryani
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 1 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asma adalah keadaan yang menunjukkan respon abnormal saluran napas terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas yang meluas. Untuk itu dikembangkan suatu metode inhalasi dengan cara menghirup uap air panas yang diberi sedikit minyak atsiri guna memperkuat efeknya yang dikenal dengan Inhalasi sederhana. Menurut WHO, penderita asma pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 400 juta jiwa. Metode: deskriptif kuantitatif, sampel berjumlah 17 orang, diambil dengan menggunakan purposive sampling. Hasil: frekuensi pernapasan setelah dilakukan tehnik inhalasi adalah 21,88 dengan standar deviasi 2,47. Kesimpulan : terjadi penurunan frekuensi pernapasan setelah dilakukan tehnik inhalasi sederhana terhadap penderita asma. Diharapkan melakukan tehnik inhalasi sederhana secara teratur karena dapat merelaksasi saluran pernapasan, dimana pernapasan yang terganggu akibat adanya lendir atau tengah mengalami sesak napas menjadi kembali normal.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS PUTRI AYU DINI SURYANI; Winna Kurnia Sari AZ; Sri Mulyati
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3171

Abstract

Angka kematian anak dan balita di Indonesia masih cukup tinggi. Indonesia adalah negara dengan angka kematian anak dan balita tertinggi di ASEAN. Penyebab angka kesakitan dan kematian anak terbanyak saat ini masih diakibatkan oleh Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare. ISPA adalah suatu kelompok penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 42 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 23 responden (54,8%) memiliki anak balita yang pernah menderita ISPA dan sebanyak 19 responden (45,2%) memiliki balita yang tidak pernah menderita ISPA di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi serta adanya hubungan yang bermakna antara berat badan lahir, status gizi, status imunisasi dan pemberian vitamin A dengan kejadian ISPA pada anak balita. Diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Putri Ayu dapat  meningkatkan pemberian informasi kepada masyarakat terutama pada ibu balita melalui pamflet, leaflet atau poster dengan bahasa yang mudah dan didukung oleh gambar sehingga ibu-ibu balita tersebut lebih mudah dalam memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA.
KIE Berbasis Android Terhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi sebelum Usia 1 Tahun di Masa Pandemi Covid-19 Dini Suryani
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 1 No. 1 (2022): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang efektif untuk menekan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita adalah dengan imunisasi, sedangkan upaya imunisasi akan efektif bila cakupan dan kualitasnya sudah optimal. Cakupan imunisasi dasar lengkap mengalami penurunan yang cukup signifikan di awal pandemi Covid-19. Pada tahun 2020 cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional sebesar 84,2 persen dan menurun di tahun 2021 menjadi 79,6 persen. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh KIE berbasis android terhadap pengetahuan orang tua dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi sebelum usia 1 tahun di masa pandemi covid -19. Desain penelitian berupa Quasy Experimental Pre-Post Test Wih Control Group. Populasi penelitian ini adalah data cakupan pemberian imunisasi tahun 2020 sebanyak 449 orang. Sampel berjumlah 40 orang dengan sistematic random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner berupa google form tentang kepatuhan orang tua tentang imunisasi dasar yang disebarkan melalui aplikasi whatsapp kepada ibu yang memiliki anak usia 1-12 bulan. Hasil uji T dependent didapatkan ada pengaruh KIE berbasis android terhadap pengetahuan orangtua dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi sebelum usia 1 tahun di masa pandemi covid -19 (p= 0,003). KIE berbasis android efektif terhadap penegtahuan orangtua dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi sebelum usia 1 tahun di masa pandemi covid-19.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Anak Sekolah dalam Pencegahan Kekerasan Seksual di SD N 43 Jambi Dini Suryani
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 1 No. 2 (2022): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kekerasan pada anak yang sangat umum dan hampir terjadi pada setiap negara adalah bentuk kekerasan seksual yang dikenal dengan Child Sexual Abused (CSA). Angka kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan di Jambi masih cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi mencatat angka kasus kekerasan dan pelecehan seksual selama pandemi Covid-19 sebanyak 69 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan anak sekolah dalam pencegahan kekerasan seksual di SD N 43 Jambi. Desain penelitian berupa Quasy Experimental Pre-Post Test Wih Control Group. Pendidikan Kesehatan pada kelompok intervensi menggunakan media video. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas VI SD Negeri 43 Jambi sebanyak 46 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara total sampling sebanyak 46 orang. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji T independent dan T dependen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan anak dengan p value 0.001. Hasil analisis juga menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata antara kedua kelompok dengan p value pengetahuan 0.003. Untuk itu, diharapkan agar media ini dapat dijadikan perawat sebagai intervensi pendidikan kesehatan anak dan bekerja sama dengan pihak sekolah secara berkala sehingga dapat meningkatkan pengetahuan anak dalam pencegahan kekerasan seksual.
HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK HOSPITALISASI DI PUSKESMAS SAROLANGUN TAHUN 2023 Dini Suryani
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak yang di rawat inap (hospitalisasi) akan mengalami berbagai kejadian tak terduga yang membuat mereka tidak nyaman. Kecemasan yang dtimbulkan akibat melakukan perawatan rawat inap yang menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan tingkat kecemasan pada anak hospitalisasi di Puskesmas Sarolangun tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sarolangun dari Januari-Februari 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak hospitalisasi di Puskesmas Sarolangun pada bulan Januari-Februari 2023 sebanyak 32 orang. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan hospitalisasi dalam tingkat sedang dan mengatakan caring perawat positif. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara caring perawat dengan tingkat kecemasan pada anak hospitalisasi di Puskesmas Sarolangun tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa caring perawat mempengaruhi tingkat kecemasan anak yang hospitalisasi.
HUBUNGAN MOTIVASI DAN MASA KERJA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA JAMBI Gusrani; Dini Suryani
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitals are not only places of treatment but can be a source of infection. Infections that are acquired from hospitals are usually acquired by patients during the treatment process at health facilities which are called nosocomial infections (HAIs). HAIs are still a health problem faced by developing countries, including Indonesia. Efforts that can be made to prevent HAIs are nurses' compliance with using PPE. This study aims to determine the relationship between length of service and motivation in using PPE in the inpatient ward at Royal Prima Hospital Jambi in 2023. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The research was carried out on 1 September 2023 – 10 September 2023 at the Royal Prima Jambi Hospital. The results analyzed using the chi-square test. The results show that there is no relationship between the length of service and nurses' compliance with using PPE in the inpatient room at Royal Prima Jambi Hospital in 2023 with a p-value of 0.614. On the other hand, research shows that there is a relationship between motivation and nurses' compliance with using PPE in the inpatient room at Royal Prima Jambi Hospital in 2023 with a p-value of 0.03. Conclusion Motivation is a factor that influences nurses' compliance with using PPE. So, to increase nurse compliance, hospitals are expected to hold outreach, and training and provide rewards to nurses who are compliant in using PPE.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat dalam Melakukan Hand Hygiene di Rumah Sakit St.Theresia Jambi Tumini; Nurhayati; Dini Suryani
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 2 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand hygiene compliance is a crucial effort in preventing infections in healthcare facilities. Low compliance among healthcare workers remains a problem that contributes to an increased risk of nosocomial infections. This study aims to analyze the relationship between knowledge, attitude, motivation, years of service, and supervision with hand hygiene compliance among healthcare workers. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 50 respondents selected using total sampling technique. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that most respondents were compliant with hand hygiene (82.0%). There were significant relationships between knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), motivation (p=0.009), years of service (p=0.026), and supervision (p=0.001) with hand hygiene compliance. The conclusion of this study is that all variables examined have a significant relationship with hand hygiene compliance. It is recommended that healthcare institutions enhance education, motivation, and supervision continuously to improve healthcare workers' compliance with hand hygiene.
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL X KOTA JAMBI Dini Dini Suryani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2828

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit komplikasi seperti penyakit jantung, stroke. Salah satu penanganan hipertensi non-farmakologi dengan terapi tertawa. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Terapi Tertawa terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperiment pre test and post test design. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2024. sebanyak 361 responden dengan sampel sebanyak 40 orang. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon signed ranks test. Nilai rerata tekanan darah penderita hipertensi sebelum dilakukan terapi tertawa adalah 158,00/80,00 mmHg. Nilai rerata tekanan darah penderita hipertensi sesudah dilakukan terapi tertawa adalah 139,50/73,75 mmHg yang berarti ada pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi dengan ρ value = 0,000 < α = 0,05.Kata kunci : Terapi tertawa :penurunan tekanan darah :hipertensi