Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT PETAI (PARKIA SPECIOSA HASSK) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE Kadek Surya Atmaja; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.787 KB)

Abstract

Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik golongan tertentu menyebabkan terbatasnya pilihan terapi yang tersedia. Salah satu bakteri yang menunjukan peningkatan resistensi terhadap antibiotik adalah Klebsiella pneumoniae. Kulit Petai (Parkia speciosa Hassk) dilaporkan memiliki kandungan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etil asetat kulit petai terhadap Klebsiella pneumoniae. Kulit petai yang telah terkumpul dikeringkan, kemudian diblender sehingga terbentuk serbuk halus. Serbuk halus di maserasi selama 2 hari menggunakan etil asetat, kemudian dievaporasi hingga terbentuk ekstrak kering. Ekstrak diencerkan dengan konsentrasi 100 mg/ml (P1), 250 mg/ml (P2), 500 mg/ml (P3), dan 1000 mg/ml (P4), selanjutnya diteteskan pada paper disc. Paper disc, kontrol positif berupa gentamicin (K2), kontrol negatif (K1) berupa etil asetat, diletakan diatas 7 cawan petri yang telah dinokulasikan Klebsiella pneumoniae dengan media agar Mueller Hinton. Sampel diinkubasi selama 18-24 jam dengan suhu 370 C. Ekstrak etil asetat kulit petai mampu menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumonia dengan rerata zona hambat K1 = 0 mm, K2 = 20,47 mm, P1 = 6,14 mm, P2 = 9,71 mm, P3 = 12,28 mm, dan P4 = 18,00 mm. Rerata zona hambat ada yang berbeda secara signifikan (P < 0,05) pada uji Kruskal Wallis, pada uji Mann-whitney didapatkan hasil yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan pada keempat konsentrasi. Ekstrak etil asetat kulit petai konsentrasi 100 mg/ml, 250 mg/ml, 500 mg/ml, dan 1000 mg/ml mampu menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae dibandingkan kontrol negatif. Kata kunci : Klebsiella pneumoniae, Kulit Petai, Aktivitas Daya Hambat
Hubungan antara D-Dimer dengan Infeksi COVID-19 Kadek Surya Atmaja; Ratna Kartika Dewi
Aesculapius Medical Journal 178-185
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.3.2025.178-185

Abstract

COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran D-dimer sebagai prediktor keparahan COVID-19. Kami melakukan analisis terhadap 135 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit Kasih Ibu Denpasar dan RS Sanjiwani dari tahun 2022 hingga 2023. Hasil menunjukkan bahwa usia >= 60 tahun dan kadar D-dimer yang tinggi berhubungan dengan derajat keparahan penyakit. Rerata kadar D-dimer pada pasien dengan COVID-19 berat-kritis adalah 1684 ng/mL, sedangkan pada pasien dengan derajat sedang adalah 493 ng/mL. Uji ROC menunjukkan bahwa nilai cut-off D-dimer untuk memprediksi COVID-19 berat-kritis adalah 897 ng/mL dengan sensitivitas 84,6% dan spesifisitas 90%. Temuan ini menunjukkan bahwa D-dimer dapat digunakan sebagai biomarker prognostik yang efektif untuk mengidentifikasi pasien COVID-19 yang berisiko mengalami komplikasi serius.